
"Tempat apa ini?. Kenapa pemandangannya sangat indah sekali?" Tanya seorang pebisnis kawakan dari wilayah benua barat
"Aku juga tidak tahu ini tempat apa." Jawab temannya ketus. Kemudian berkata lagi
"Dari pada terus memikirkannya, lebih baik kita jelajahi saja!" Jawab sesama pengusaha yang lain
"Kalau inilah dunianya, berapapun harga cincin ruang itu, aku akan membelinya!" Respon temannya yang lain
"Sungguh orang itu tidak berbohong dengan ceritanya itu. Ruang dalam cincin level 10 memang benar benar ada."
"Kalau dia berbohong, tentu kita tidak akan pernah melihat tempat ini."
"Kalau kita keluar nanti, akulah orang pertama yang akan mendaftarkan diri dalam lelang mendatang!" Komentar seorang pemimpin negara optimis
"Belum tentu benar, karena orang di luaran sana pasti sudah mendaftarkan diri, sedangkan kita sedang berada entah dimana!" Jawab teman dalam satu kelompok pesimis
"Jadi kita harus bagaimana. Apakah menunggu setelah kita keluar dari sini?" Tanya temannya yang lain
"Ya mau bagaimana lagi, nasib dan hidup kita, tergantung dengan tuan penguasa itu. Jadi mau tidak mau kita harus bersabar di keluarkan dari sini!" Respon temannya cuek
"Lihat!. Ada banyak tumpukan emas di bukit itu!. Ayo kita ke sana!" Teriak seorang pemimpin negara itu terkagum kagum
"Anda benar. Jadi tunggu apa lagi!" Sambutnya semangat
Belum juga selesai dia berkata seperti itu, teman satu timnya sudah berlari duluan ke arah bukit emas tersebut
Tapi begitu dia sampai ke tempat itu, apa yang dilihatnya tadi bukanlah emas sungguhan, namun hanya bayangan gelap gunung emas, dan itu masih menjadi teka teki bagi yang melihatnya
"Aneh!, yang ku lihat tadi itu benar benar emas, tapi mengapa setelah didekati malah berubah jadi batu biasa?" Ucap seorang anggota tim keheranan
"Aku juga sempat melihatnya. Namun Apa yang terjadi?" Respon temannya yang lain
"Kita beralih ketempat lain saja, siapa tahu bisa menemukan keberuntungan di sana!" Ucap yang lainnya semangat
"Kalau begitu, ayo!" Jawab semuanya serempak
***
Sementara itu di tempat lain, tim terakhir yang masuk tadi juga mengalami kejadian yang sama, dimana mereka juga melihat banyak sekali gunungan emas, termasuk juga tanaman herbal langka
Tapi begitu didekati, apa yang dilihat tadi semuanya menghilang tanpa jejak
Peristiwa itu tentu saja membuat mereka keheranan sekaligus takut.
Dalam hati masing masing bertanya tanya, ada apa gerangan yang terjadi, kenapa semua yang dilihat seperti fatamorgana?"
Namun demikian, mereka tetap saja menjelajahi ruang itu, dan sempat mengambil sesuatu dari dalamnya
Kini 30 orang yang tadi dimasukkan ke dalam cincin ruang tersebut, semuanya telah mendapatkan sesuatu yang berharga
Tanpa disadari oleh 30 puluh orang tersebut, keberadaan mereka di dalam ruang cincin tersebut, sudah berlangsung kurang lebih satu hari, dan mereka masih juga bum puas. Tapi tiba tiba..
Wus!
Seberkas cahaya berwarna biru, tiba tiba saja menyelimuti tubuh setiap orang, dan menarik mereka keluar dari ruang cincin level 10 itu
"Wah itu mereka!" Teriak seseorang dengan keras
__ADS_1
"Kau benar, semuanya telah kembali."
"Lihat, apa yang mereka bawa itu?"Ucap dan komentar beberapa orang yang dengan setia menanti mereka keluar
"Selamat datang kembali para utusan!. Tentu kalian sudah melihat isi dalam cincin ruang itu?. Jadi kalian bisa menceritakannya pada yang lain!" Ucap Sadewa memberi penguatan
Setelah berkata seperti itu, Dua orang pemimpin dari dua negara berbeda, segera memberikan saksi, bahwa apa yang dikatakan oleh Sadewa tadi, bukanlah bualan semata
Mereka juga menceritakan tentang apa yang mereka lihat dan ambil, kemudian menunjukkan beberapa barang pada mereka
Peristiwa itu tentu saja membuat yang lainnya terheran heran, kok bisa ada cincin seperti itu di zaman modern ini
Mau tidak percaya, tapi bukti ada di depan mata. Mau percaya tapi merekapun belum pernah melihat dan mengalaminya
Jadi untuk sementara, mereka mempercayai cerita itu saja, tanpa komentar miring atau nyinyir karena kebodohannya
"Setelah mendengar dan melihat bukti tentang cincin ruang itu, tentu kalian bertanya tanya, dari mana kota naga bisa memiliki cincin ruang seperti itu?"
"Tentang masalah itu, kalian jangan khawatir. Kami bersikap terbuka, kecuali dalam beberapa hal yang menyangkut keselamatan dan kelangsungan kota ini."
"Yang penting sekarang adalah, 30 orang orang terpercaya dari kalian, telah mengalami dan melihat sendiri tentang kebenaran cerita itu."
"Jadi kedepannya, kalian hanya perlu sedikit bersabar. Rahasia tentang cincin ruang itu, akan kalian ketahui setelah kalian memilikinya."
"Karena waktu sudah molor dari yang ditentukan, maka lelang tahap dua ini dianggap telah selesai, dan kalian boleh meninggalkan tempat ini untuk melakukan aktivitas lain di luaran sana." Ucap Sadewa mengakhiri pidatonya
***
Tiga hari kemudian
Tapi ada ribuan orang yang belum beruntung, dimana mereka tidak bisa membawa pulang cincin ruang tersebut, karena kalah dalam persaingan, dalam lelang ketat itu
Yang bisa mereka lakukan adalah bersabar, menunggu lelang berikutnya, siapa tahu mereka beruntung kali ini
Dampak dari lelang akbar itu, kota naga telah menjadi sangat terkenal di seantero jagat raya. Tidak ada yang tidak mendengar akan kehebatan kotanya, terutama pada pemimpinnya tersebut
Nama Sadewa mendadak viral, dan banyak pemimpin dunia atau kelompok yang ingin menemuinya
Hal itu tentu saja direspon oleh Sadewa, dan dia mempersilahkan orang orang tersebut untuk datang mengunjungi kotanya, sekaligus bertemu dengan pemiliknya itu.
"Sudah satu bulan berlalu, tapi orang orang yang datang ingin menemui ku masih belum juga berakhir."
"Kalau begini terus, bagaimana aku bisa merealisasikan rencana 100 tahapan besar, sesuai dengan yang sudah dijadwalkan?"
"Bima!. Segera menghadap ku!" Ucap Sadewa tegas melalui pikirannya
"Wus!
Tiba tiba saja Bima sudah ada di depan Sadewa, dan langsung memberi penghormatan seperti biasanya
"Saya siap menjalankan perintah yang mulia!" Ucapnya sambil membungkuk
"Kau tentu tahu kesibukan ku selama sebulan ini. Kalau ini terus dibiarkan, maka aku khawatir semua rencanaku akan kacau."
"Jadi aku ingin meminta pada mu untuk mewakili ku melayani mereka!" Ucap Sadewa memberi perintah
[ Ding! ]
__ADS_1
Tiba tiba saja sebuah notifikasi dari sistem berbunyi, hingga mengejutkan Sadewa, yang baru saja selesai memberi instruksi pada bawahannya
"Ada apa sistem, kenapa kau datang tanpa memberitahu ku terlebih dahulu?" Tanya Sadewa kesal
[ Maaf tuan Lian tidak sengaja! ] Jawab sistemnya cuek
Walau Lian hanya sebuah sistem, tapi dia juga mempunyai perasaan seperti manusia lainnya. Jadi ketika tuannya marah, dia hanya bisa meminta maaf pada Sadewa
"Katakan apa berita yang kau bawa kali ini!" Tanya Sadewa masih juga kesal
[ Tuan bisa mengutus pecahan jiwa tuan, untuk melayani mereka ]
"Benarkah?. Kenapa kau tidak memberitahu masalah ini sebelumnya?" Respon Sadewa penasaran
[ Lian lihat sepertinya tuan tidak memerlukan bantuan, jadi Lian tidur saja dalam ruang jiwa tuan ]
[ Baru setelah tuan mengeluh karena kecapean, Lian datang menemui tuan untuk mengabarkan tentang kelebihan tubuh kaisar sembilan naga milik tuan itu ]
[ Bukan hanya itu saja. Tuan juga bisa bertransformasi menjadi apa saja yang tuan inginkan ]
"Wah hebat sekali!. Kenapa aku baru tahu tentang itu?" Komentar Sadewa tidak habis pikir
[ Tuan terlalu sibuk mengembangkan kota tuan, termasuk juga melaksanakan lelang itu ]
[Jadi tuan praktis tidak punya waktu untuk mengenal, atau untuk mempelajari keterampilan yang tuan miliki selama ini ]
"Jadi apa yang harus tuan mu ini lakukan, agar bisa sedikit melupakan kesibukan yang membosankan itu?" Tanya Sadewa ingin tahu
[ Silakan tuan kerahkan kekuatan jiwa tuan, dan ciptakan satu atau dua bayangan untuk mewakili tuan dalam banyak kegiatan di luar sana ]
"Baiklah kalau begitu!"
"Bima!. Kau tentu mendengar apa yang aku bicarakan tadi dengan bawahan ku yang lain." Ucap Sadewa tiba tiba
"Tidak tuan!. Kemampuan saya belum sampai ke tahap itu."
"Saya hanya melihat tuan diam saja, maka saya tidak berani mengganggu." Jawab Bima berterus terang
"Tunggu sebentar!" Respon Sadewa cepat. Kemudian merilis kemampuan jiwa dan tubuhnya untuk membelah diri
Hasilnya adalah, dua orang tiruan Sadewa muncul, dan langsung berdiri di kanan kiri Sadewa asli. Semuanya tampak mirip dan tidak ada perbedaan apapun
"Yang mulia!" Respon Bima terkejut
"Ini belum seberapa paman Bima!. Aku masih bisa menciptakan puluhan, bahkan ribuan bayangan yang sama dengan aslinya."
"Cuma untuk saat ini, cukup dua saja!"
"Jadi apa yang harus saya lakukan yang mulia?" Tanya Bima menunggu perintah
"Kau dampingi saja satu bayangan ku ini untuk melayani tamu tamu yang datang."
"Bayangan satu lagi akan kembali ke istana. Sedangkan aku akan masuk ke dunia dimensi." Jawab Sadewa semangat
"Baik yang mulia!" Jawab Bima patuh. Kemudian pergi dari tempat itu mengikuti langkah bayangan Bima yang lain
"Sistem!. Bawa aku ketempat yang jauh, dan nyaman untuk ditinggali. Aku ingin istirahat di sana!" Ucap Sadewa memberi perintah
__ADS_1