
Braaakkk..!
Seseorang telah memukulkan tangannya ke atas meja dengan kuat, hingga meja itu bergeser ke samping, tangan yang memukul meja itu terkepal dan bergetar
"Bagaimana ini bisa terjadi? sudah sebulan keberadaan nona Stefani tidak terdengar lagi, di mana dia sebenarnya?"
"Bukankah sebulan yang lalu, dia ku utus untuk pergi ke wilayah pantai utara, negara Timur itu, tapi kenapa sampai sekarang belum kembali juga?"
"Sekretaris Chao, kau pergi ke kota naga!. Temukan keberadaan nona Stefani bagaimanapun caranya."
"Jika sesuatu terjadi padanya, aku akan ratakan kota itu!" Ujar seorang pria paruh baya bernama Robert, CEO perusahaan raksasa dunia, yang bermarkas di George City, Amerika
"Baik Tuan!"
"Oh ya, jangan lupa untuk meretas dan kacaukan sistem pertahanan kota mereka. Jika perlu hancurkan sistem pertahanan kota tersebut."
"Kerahkan 1000 ahli peretas, bayar mereka dengan harga tinggi. Aku tidak mau tahu, aku mau pemilik kota naga tidak tahu diri itu hancur!"
"Kau harus bisa mengatasinya kalau kau gagal kau akan ku pecat!" Kata tuan Robert sedikit berteriak
"Sekarang enyah kau
dari hadapanku. Aku tidak mau mendengar kau gagal. Pergi!"
Sekertaris Chao menciut nyalinya karena dibentak oleh bos nya. Selama ini dia terkenal loyal pada tuan Robert, apapun yang diperintahkan olehnya, akan dilaksanakan sesegera mungkin
Tapi sekarang, dia malah menjadi dilema, antara menuruti kemauan bosnya atau hancur di Kota Naga, yang dia tidak tahu bagaimana aturannya
"Apa yang harus aku lakukan? Apakah ini akhir dari hidupku?" Batinnya sedih
"Aku akan bersikap baik disana. Aku tidak boleh ceroboh, aku tidak mau bernasib sama dengan Stefani, entah apa yang telah dilakukannya, sehingga keberadaannya pun tidak terdengar lagi."
"Apakah dia telah melakukan kesalahan, sehingga dia ditangkap dan ditahan di sana, kalau ditahan, Kenapa tidak ada berita sama sekali tentang dia?"
"Aku harus mencari tahu di mana nona Stefani berada." Batin sekretaris Chao lemah sambil berlalu
Sepeninggal sekretaris Chao, Tuan Robert menelepon ketua mafia internasional,teman waktu SMA nya, John Roberton
__ADS_1
Begitu teleponnya tersambung, terdengar suara bariton di seberang sana
..."Kalau kau menelepon ku, pasti ada sesuatu hal yang tidak mampu kau atasi sendiri. Katakan...
... apa yang harus aku lakukan untukmu?" Ujar sebuah suara di seberang sana dalam telepon, tanpa basa basi lagi...
"Sekretaris ku Stefani sudah sebulan menghilang di Kota Naga, negara timur, Asia tenggara. Kau kirim orang orangmu untuk mencarinya."
"Jika kedapatan ketiadaan Stefani karena faktor kesengajaan dari pihak kota, Maka aku mau kau ratakan tempat itu, sampai tidak tersisa."
"Kota Naga..? Roberton berhenti sejenak, mengingat ingat, karena dia pernah mendengar tentang kota itu sebulan lalu, tapi di mana, dia lupa
"Ada masalah apa antara sekretarismu dengan penguasa Kota Naga itu kawan?, sampai dia menghilang, atau jangan jangan dia ditangkap, dan ditahan di sana, karena dia berbuat kesalahan."
"Kalau mereka berani menahan stefani tanpa alasan, maka aku mau kau hancurkan kota itu, kerahkan semua kekuatanmu untuk menghancurkan kota tersebut, berapapun biayanya, aku tidak peduli."
"Aku tidak mau tahu, bagaimana pun caranya, aku ingin keberadaan kota itu hilang dari muka bumi. Jelas?"
"Tunggu!. Kalau hanya masalah Stefani, bukankah itu sangat berlebihan, untuk menghancurkan sebuah kota, tentu mereka tidak akan tinggal diam, aku takut malah kita yang akan hancur."
"Baiklah kalau kau memaksa. tapi ini tidak murah, kau tahu untuk membawa 100/200 orang itu, perlu pesawat besar ke sana. Apakah kau sanggup?"
"Sudah aku katakan, aku tidak mau tahu berapapun biayanya, yang penting kau dan orang orang mu bisa meratakan kota itu. Hanya itu!"
"Masalah ongkos itu urusanku. Aku sudah menyiapkan 4 pesawat carteran, ditambah dengan 2 pesawat pribadiku, jadi ada enam pesawat yang akan membawa seribuan lebih orang orang mu. Paham!"
"Oke,baiklah, kalau begitu aku percaya."
"Kau dan anak buahmu harus berangkat 2 hari dari sekarang, tidak bisa diundur lagi."
"Oke aku setuju." Jawab John Roberton singkat, tapi kemudian dia balik bertanya karena penasaran
"Tapi tunggu dulu. Kau pasti punya rahasia yang jauh lebih berharga daripada seorang Stefani itu kan?" Tanya John Roberton menyelidik
"Kau tidak perlu tahu urusan ku. Kau ku bayar bukan untuk menyelidiki ku, tapi untuk melaksanakan apa yang aku mau. Paham!"
"Baik bos!. Hehehe." Jawab Jhon Roberton sambil terkekeh, dan tuut.! telepon mati mendadak, karena diputuskan sepihak oleh Robert
__ADS_1
"Dasar tua bangka bau tanah, emosi masih juga tinggi, kalau dia sudah seperti itu, pasti ada sesuatu yang jauh lebih besar dari hanya sekedar Stefani. Aku harus mengetahuinya sendiri."
"Sekretaris Chao, ya itu dia.hanya dia yang bisa dihubungi, karena dia yang paling dekat dengan si Robert gila itu."
Kemudian dia membuka layar hp nya lagi, dan memilih kontak atas nama Chao dan segera meneleponnya
Ketika tersambung, tentu saja Chao kaget setengah mati, kenapa seorang mafia besar sekelas tuan Jhon Roberton.
bisa bisanya meneleponnya secara pribadi
Setelah telepon diangkat, dan juga setelah didesak oleh tuan Roberton, barulah sekretaris Chao menceritakan apa yang sebenarnya terjadi sebulan yang lalu, terhadap Stefani dan bosnya Robert
Dari situ Jhon Roberton tahu, bahwa sebenarnya Robert marah karena apa yang diinginkannya tidak bisa didapatkannya, malah seorang sekretaris nya yang menjadi korban karena keserakahannya sendiri
Apa yang diinginkan oleh si Robert itu, ternyata adalah mesin ruang dan waktu. Dia ingin mesin itu menjadi miliknya, hak patennya ingin dia beli, dan hanya dia saja yang berhak menjualnya kepada dunia
Tapi apa yang terjadi, bukan mesin itu yang didapatkannya, tapi malah Stefani sekretaris yang diutusnya untuk merayu Sadewa hilang, karena dilempar ke penjara sistem. Oleh karena itu Robert sangat marah, walau dia tidak tahu, apa yang sebenarnya menimpa Stefani
Untuk menutupi rasa kecewa dan marah nya, Ia menyewa mafia kaliber dunia, untuk menuntaskan dendamnya. Kebetulan ketua mafia tersebut adalah teman waktu SMA nya, yang dia kenal baik waktu itu
Dia tidak peduli berapapun biayanya akan dikeluarkan, malah dibela belain mencarter 4 pesawat jenis Boeing, untuk mengangkut ribuan orang ditambah dengan 2 pesawat pribadinya menuju Kota Naga
Kemarahannya sudah tidak bisa dibendung lagi, dia akan menyelesaikannya dengan kekerasan, melalui tangan orang lain yang dibayarnya dengan harga tinggi
Tapi satu hal yang Robert tidak tahu, kota naga bukanlah kota sembarangan, yang bisa dimasuki sekehendak hati
Kota naga penuh dengan misteri, karena dibangun bukan oleh manusia biasa, tapi oleh sistem yang telah menjadi legenda dunia
Sadewa hanya memerintahkan kepada sistem, dan sistem lah yang membuatnya. Semua apa yang dibutuhkan oleh Sadewa, sudah tersedia di penyimpanan sistem
Koto naga dan kota kota lain di wilayah pantai utara, telah dipasang segel dan perisai berlapis, untuk melindungi wilayah darat laut dan udara nya. Tidak ada senjata apapun yang mampu menembusnya, tidak ada kekuatan manusia manapun yang mampu menghancurkannya
Tapi Robert malah dengan pongahnya ingin menghancurkan kota tersebut. Apakah itu ambisi yang tidak berlebihan, dari seorang Robert si arogan itu
Pada hari yang sama di Kota
"Tuan!. Ada pergerakan yang terdeteksi, ingin menuju ke wilayah kita, dengan kekuatan tempur sekitar seribuan lebih. Menurut mata mata kita, mereka akan berangkat menggunakan 6 buah pesawat besar, dengan membawa persenjataan lengkap. Jadi apa yang harus kita lakukan tuan?"
__ADS_1