
Tubuh Thio Sam Hong membesar, dan seketika berubah menjadi burung Phoenix seluruhnya, yang diselimuti api berwarna biru, merah, kuning, ungu dan jingga
Bola matanya yang semula berwarna putih hitam. Sekarang berubah menjadi merah darah. Menyiratkan ancaman kematian bagi siapa saja yang melihatnya
Seluruh tubuh Thio Sam Hong, yang sekarang telah berubah menjadi burung Phoenix bertubuh besar itu, diselimuti oleh cahaya merah, kuning dan biru, setinggi dan selebar Lima meter. Memancarkan aura kematian yang sangat pekat di sekitarnya
Tubuh burung cendrawasih ter dorong beberapa meter ke belakang, Akibat tekanan aura kematian yang sangat kuat, dari tubuh phoenix itu
Sampai saat ini, cendrawasih belum bereaksi sedikitpun. Matanya hanya nanar, takut dan gentar, memandang perubahan tubuh Thio Sam Hong yang begitu luar biasa itu
Thio Sam Hong, yang tubuhnya sudah berubah menjadi burung Phoenix tersebut, perlahan maju mendekati burung cendrawasih, yang masih melayang di depannya
Kemudian sayapnya terangkat, seperti akan melancarkan serangan pukulan penggetar langit itu ke arah burung cendrawasih
Setelah terdiam beberapa saat. Burung cendrawasih baru tersadar dari keterkejutannya. Kemudian maju beberapa meter mendekati burung Phoenix dengan kepala menunduk seraya berkata..
"M..mohon ampuni hamba, yang tidak mengenal dan mengetahui keberadaan yang mulia Dewa phoenix api." Ujar burung cendrawasih sambil bergetar dengan paruh yang semakin menunduk
Mendapat penghormatan seperti itu. Thio Sam Hong si burung Phoenix, menghentikan langkahnya di udara. Lalu berkata. "Jadi apakah kau tetap akan membawa jiwa Wei Lian untuk diserahkan kepada dewa kematian?"
Mendapat pertanyaan yang tidak terduga itu. Burung cendrawasih menjadi serba salah. Jika dia tetap membawa jiwa Wei Lian, tentu saja dewa phoenix api, tidak akan membiarkannya. Bisa bisa nyawanya akan melayang
Tapi jika kembali ke langit dengan tangan kosong. Tentu saja dewa kematian akan marah. Lalu apa yang harus dilakukannya?
Dengan sedikit keberanian, burung cendrawasih mengajukan pertanyaan yang untung untungan kepada dewa phoenix api
"Ampuni hamba yang hina ini yang mulia. Mohon petunjuk. Apa yang harus hamba katakan kepada dewa kematian, jika hamba kembali dengan tangan kosong?"
Mendapat pertanyaan seperti itu, dewa phoenix api semakin marah, lalu berkata ..
"Apakah kau tetap akan membawa jiwa kekasihku. untuk kau serahkan kepada dewa yang lemah itu?" Bentak Thio Sam Hong sambil menambahkan kekuatannya
Melihat reaksi dewa phoenix api yang yang begitu marah, Burung cendrawasih semakin ketakutan. Tubuh besarnya melayang mundur kebelakang, terlihat gemetar, seraya berkata..
"Hamba tidak berani yang mulia. Dewa kematian hanya menyuruhku untuk membawa jiwa Wei Lian kepadanya secara pribadi."Jawabnya takut takut
"Kalau begitu, pergilah!. Katakan kepada dewa lemah itu.untuk tidak mengganggu jiwa tunangan ku."
__ADS_1
"Jika dia masih tetap ingin mendapatkan jiwa kekasihku . Maka bersiap siaplah untuk ku hancurkan." Ujar Dewa phoenix api, sambil mengibaskan kedua sayapnya ke arah Burung cendrawasih itu
Tidak mau menjadi korban kemarahan dari dewa phoenix api. Burung cendrawasih segera terbang menjauh, agar terhindar dari malapetaka
Tapi walaupun sudah menghindar cukup jauh, tubuh burung cendrawasih, masih juga terkena dampak dari serangan dewa phoenix api
Beberapa helai bulunya hangus terbakar, dan menimbulkan sedikit luka di tubuhnya
Setelah cukup jauh dari hadapan dewa phoenix api itu. Burung cendrawasih berhenti, dan bertengger di sebuah puncak pohon besar yang paling tinggi disana. Sambil mengobati lukanya
Beberapa saat kemudian, luka yang di alaminya sembuh. Kemudian dia berujar .
"Tidak ku sangka. di dunia rendah seperti ini. Aku bertemu dengan reinkarnasi dewa phoenix api, yang kekuatannya sudah meningkat tajam."
"Terakhir kali bertemu ribuan tahun yang lalu. Kekuatannya belum sekuat ini. Tapi sekarang, dia bertambah kuat.Terbukti dari serangannya tadi."
"Nyaris saja nyawaku melayang, jika tidak buru buru pergi dari dewa itu."
"Jika terlambat sedikit saja. Tak tahulah apa yang akan terjadi padaku. Phuuiih.." Guman nya lirih. Lalu tubuhnya melesat kencang ke angkasa dan menghilang
***
Setelah burung cendrawasih melarikan diri darinya. Dia tidak mengejar, bahkan membiarkannya pergi
Tubuh phoenixnya sudah menghilang, dan kembali ke tubuh Thio Sam Hong seperti semula
Sedetik kemudian, Dia mengeluarkan sebuah wadah berbentuk bejana kecil berwarna kuning emas dari ruang demensinya.Kemudian dia membuka tutupnya
Terlihat seberkas sinar kecil, berusaha keluar dari dalam bejana itu, tapi usahanya terhalang oleh segel yang sangat kuat. Sekuat apapun usaha yang dilakukannya, tetap tidak berhasil
Melihat kejadian itu, Thio Sam Hong hanya tersenyum. Kemudian mulutnya komat kamit seperti mengucapkan sesuatu ke arah bejana emas itu
Seketika seberkas sinar kecil, atau jiwa Wei Lian, keluar dari dalam bejana, dan berusaha ingin kabur. Tapi ditarik oleh Thio Sam Hong, dan dimasukkannya ke dalam ruang dimensi yang ada di dalam tubuhnya
Ada sedikit perlawanan yang dilakukan oleh jiwa Wei Lian. Tetapi apalah daya, kekuatan segel dari Thio Sam Hong, jauh lebih kuat dari usaha yang dilakukan oleh Jiwa dari tubuh yang sudah mati itu
Setelah selesai melakukan ritual memanggil dan memasukkan jiwa tunangannya. Thio Sam Hong segera melesat naik ke arah matahari terbit
__ADS_1
Satu jam kemudian, dia sampai di sebuah kota besar, yang ternyata adalah ibukota kerajaan. Kemudian dia masuk ke sebuah rumah makan, dan mengambil tempat duduk dekat jendela
Sambil makan, Thio Sam Hong mencari informasi tentang tunangannya, yang dilamar oleh raja di kerajaan itu
Ditengah dia sedang menikmati makanannya. Datang serombongan pendekar, yang terdiri dari 4 orang wanita dan 7 orang pria yang langsung mengambil tempat duduk, dimeja kosong dekat dengan Thio Sam Hong
Beberapa saat kemudian salah seorang dari mereka berkata. "Apakah kau sudah dengar. bahwa raja di kerajaan ini, memaksakan kehendaknya, menikahi seorang gadis yang sudah bertunangan?" Ujarnya Agak sedikit kuat
"Shuuuttt..Pelankan suaramu. Kalau ada prajurit kerajaan ini yang mendengar kau berkata seperti itu. bisa gawat." Jawab temannya sambil meletakkan jari telunjuknya di mulut
Tebakannya ternyata benar. Beberapa orang pelanggan yang sedang makan di rumah makan itu, menoleh ke arah rombongan pendekar tersebut. Tapi mereka tetap melanjutkan memakan makanannya
Sementara itu, Thio Sam Hong tetap fokus pada makanannya, karena tempat duduknya bersebelahan dengan tempat duduk rombongan pendekar itu.Jadi dia bisa mendengar dengan jelas, apa yang telah mereka katakan
"Dalam perjalananku ke sini tadi, aku juga mendengar tentang berita itu. Yang aku tahu adalah, gadis yang sudah mempunyai tunangan itu menolak, untuk menikah dengan raja di kerajaan ini."
"Tapi kedua orang tuanya bersikeras, ingin menikahkannya dengan seorang raja yang sudah mempunyai banyak istri dan selir."
"Dan yang ku dengar lagi adalah, raja itu mengancam kedua orangtuanya. Jika mereka menolak, maka mereka semuanya akan dibunuh."
"Mau tidak mau gadis itu terpaksa menuruti kehendak kedua orangtuanya. karena takut mereka semuanya akan dibunuh."
"Tapi apa yang terjadi, dalam perjalanannya menuju ke ibukota kerajaan. Secara tidak sengaja, gadis itu mendengar perkataan dari dayang dayang, yang dikirim untuk mendampinginya."
"Gadis itu mendengar bahwa, kedua orang tuanya sudah mati dibunuh, atas perintah raja calon suaminya."
"Begitu gadis itu mendengar berita tersebut, ia mencari kesempatan untuk bisa melarikan diri dari rombongannya. dan kesempatan itu ada, ketika mereka berhenti untuk beristirahat."
"Pada saat itulah, dia secara diam diam, keluar dari kereta kuda yang membawanya, dan melarikan diri menuju ke tengah hutan.tapi sayang pelarianya tidak berhasil karena jalan yang dilaluinya adalah jalan buntu, karena di depannya, menganga jurang yang sangat dalam."
"Di belakangnya, puluhan prajurit sedang berlarian mengejar dengan senjata terhunus."
"Menyadari hal demikian, gadis itu mengambil keputusan yang bodoh, terjun ke dalam jurang itu.dan selanjutnya tidak ada yang tahu apakah gadis itu masih hidup atau tidak. itulah berita yang kudengar." Kata salah seorang dari pendekar itu mengakhiri ceritanya
Bagi Thio Sam Hong, berita yang didengar itu sudah sangat jelas, bahwa kematian kekasihnya itu, disebabkan oleh tindakan dari seorang raja yang ingin memaksakan kehendaknya
Dengan amarah yang membuncah. Thio Sam Hong mengakhiri makannya, dan segera berdiri sambil berucap
__ADS_1
"Tunggu pembalasanku!." Ujarnya dalam hati sambil melangkah pergi