Legend Of System

Legend Of System
74. Persis seperti raja


__ADS_3

Sadewa sudah memikirkan hal itu, tetapi dia hanya akan melepaskan segel di atas wilayah pantai utara, dan kota kota sekitarnya saja. Tidak terpikirkan olehnya, untuk melepaskan segel ke seluruh permukaan bumi


Sama seperti Lian sistemnya, Sadewa juga mempunyai kemampuan untuk melepaskan segel tingkat tinggi, yang bisa membuat seluruh penduduk bumi lupa akan keajaiban keajaiban yang telah Ia ciptakan


Tetapi sampai saat ini, dia belum juga melakukannya, hingga Lian mengingatkan, agar seluruh penduduk pantai utara khususnya, dan penduduk bumi pada umumnya, dibuat lupa tentang bagaimana awal terjadinya wilayah pantai utara berikut kota kotanya


Maka setelah mendapatkan perintah dan persetujuan dari Sadewa, Lian atau sistem, segera melepaskan segel tingkat tinggi ke seluruh wilayah pantai utara, juga seluruh permukaan bumi


Hanya membutuhkan waktu sekitar 1 menit, seluruh segel penghapus ingatan, sudah terpasang di seluruh permukaan bumi


Begitu Lian mengaktifkan segel tersebut, seluruh penduduk bumi, sudah tidak mengingat lagi bagaimana awal terjadinya Kota Naga, dan kota kota di sekitarnya


Setelah semua tugasnya selesai, Lian segera melaporkannya kepada Sadewa


{ Semua yang tuan perintahkan, sudah Lian laksanakan dengan baik, dan saat ini, tidak ada satu pun yang mengingat lagi, akan proses awal terjadinya kota naga, dan kota kota lainnya, kecuali kedua orang tua tuan }


"Terima kasih Lian, kau memang patnerku yang terbaik." Ucap Sadewa berkali kali memuji sistemnya


{ Sama sama tuan. Setelah ini Lian akan tidur, dan bisa dibangunkan kembali, setelah 18 hari yang akan datang. Kalau begitu Lian permisi tuan. Ding }


Beberapa detik setelah Lian pergi, Sadewa berniat untuk memanggil seluruh kepala devisi dan asosiasi, serta penasehat Kota Naga, untuk mengadakan pertemuan pada keesokan harinya


***


Pada hari yang sudah ditentukan, Sadewa sudah berada di aula utama istana naga emas


Dengan gagahnya, dia duduk di singgasana kebesaran istana tersebut, dengan memakai pakaian kebesaran raja. Persis seperti raja raja tempo dulu


Di sebelah kanannya, tampak seorang laki laki paruh baya, yang juga duduk di kursi kebesaran mirip seperti kursi yang sedang diduduki oleh Sadewa. tapi lebih kecil. Lelaki paruh baya tersebut adalah Tarno, ayahnya Sadewa


Penampilan Sadewa yang lain daripada penampilan sehari harinya, telah membuat seluruh yang diundang untuk hadir di dalam pertemuan tersebut menjadi takjub, serentak mereka berlutut kepada Sadewa, dengan sikap hormat, seperti penghormatan para menteri, dan para petinggi istana kepada rajanya tempo dulu


"Bangunlah!. Tidak perlu memberi penghormatan seperti itu." Ucap Sadewa tegas, dibarengi dengan perasaan tak enak hati kepada bawahannya


"Terima kasih yang mulia!" ucap mereka serempak, dan seperti dikomando


Sadewa tentu saja terkejut mendapat penghormatan selayaknya seorang raja seperti itu, tapi kalau dipikir pikir memang benar apa adanya

__ADS_1


Dia sekarang adalah seorang penguasa wilayah pantai utara, yang notabene nya sudah menjadi miliknya. Apa salahnya, kalau dia ingin membuat suatu negara, atau sebuah kerajaan seperti yang diinginkannya


Jadi dia layak mendapatkan penghormatan seperti itu


Tapi semua itu, tidak ada dalam alur cerita novel yang ada di tubuhnya, di dalam novel tersebut, hanya diceritakan bahwa, pada hari ke 365, dia akan dinobatkan sebagai penguasa tertinggi dunia, membawahi ribuan pemimpin sebuah negara atau wilayah, jadi masih lama lagi


Walaupun keinginan itu ada, tapi untuk saat ini, Sadewa belum mau melakukannya, karena dia masih fokus untuk melebarkan wilayah kekuasaan nya, ke segenap penjuru dunia


"Hari ini, untuk yang kesekian kalinya, kalian semua aku panggil ke sini, adalah untuk mendengar arahan ku, juga untuk melaporkan kemajuan di setiap divisi juga asosiasi."


"Karena setiap 1 bulan sekali, apa yang telah dicapai oleh setiap divisi juga asosiasi, harus dilaporkan secara berkala, baik melalui lisan maupun tulisan."


"Dimulai dari Bima. Laporkan perkembangan daerah atau wilayah, yang sudah berhasil dikuasai. begitu juga dengan organisasi, perusahaan, atau apapun yang telah menentang kita yang sudah berhasil ditaklukan." Titah Sadewa tegas kepada Bima


"Belum ada satupun wilayah suatu negara utuh yang kita taklukkan, karena mereka tidak memusuhi kita."


"Tapi untuk yang namanya perusahaan, sudah ada tiga yang tunduk kepada aturan kita."


"Untuk organisasi ataupun mafia, sudah ada tiga yang berhasil kita taklukkan."


"Wilayah yang mereka kuasai lumayan luas, dan sekarang ini, wilayah mereka otomatis menjadi wilayah kita."


"Dari semua perusahaan, organisasi atau gangster tersebut, yang aset asetnya berhasil kita sita, telah menyumbangkan kekayaan yang sangat banyak kepada kota naga ini." Ucap Sadewa mengakhiri laporannya


"Bagus!. Sesuai dengan rencana dan keinginanku, jika ada suatu negara, organisasi, gangster atau perusahaan, yang mencoba memerangi kita, saat itu juga, kita taklukan dan kuasai wilayahnya, dan rebut semua aset aset di wilayah tersebut." Ucap Sadewa bersemangat


"Untuk divisi Intel, apakah ada yang perlu dilaporkan?" Tanya Sadewa kepada Morgan sebagai kepala divisi Intel


"Untuk saat ini, belum ada laporan yang masuk tuan. Dari pantauan satelit kita, pergerakan yang terdeteksi masih itu itu saja, sama seperti bulan lalu. Demikian laporannya tuan." Jawab Morgan lancar dan tanpa ragu ragu


"Bagaimana dengan divisi riset dan pengembangan teknologi. Sampai sejauh mana hasil dari riset yang telah kalian kembangkan?" Tanya Sadewa kepada kepala divisi tersebut


"Selama 1 bulan ini, divisi riset telah mengembangkan tiga prototife teknologi tingkat tinggi, yang akan kita kembangkan, tinggal menunggu persetujuan dari tuan."


"Teruskan!"


"Yang menjadi prioritas utama saat ini adalah, pengembangan komputer, alat komunikasi dan televisi digital canggih. hanya itu yang bisa saya laporkan tuan." Ucap Hanson dengan hormat

__ADS_1


Untuk beberapa detik, Sadewa menganalisa laporan tersebut, kemudian memberi kode kepada Dharma dan Bramanta sebagai kepala divisi perdagangan dalam dan luar negeri


"Neraca perdagangan internasional, telah menunjukkan fluktuasi yang sangat signifikan, begitu juga dengan perdagangan dalam negeri." Ucap Darma mewakili Bramanta untuk urusan perdagangan dalam negeri


"Banyak permintaan berbagai jenis komoditas dari wilayah pantai utara ini, dari negara negara Timur Tengah, Eropa, Afrika juga Amerika dan yang lainnya, Seperti alat teknologi semua bidang, perikanan dan pertanian serta peternakan."


"Neraca perdagangan dalam maupun luar negeri, telah mencapai batas maksimal dari kemampuan produktivitas kita tuan."


"Untuk mengantisipasi permintaan yang terus melonjak, maka kedepannya, aku serahkan kepada divisi pekerjaan umum, untuk mendirikan pabrik, perluasan wilayah pertanian, peternakan, dan perikanan, untuk menghasilkan komoditas yang dimaksud."


"Setelah semuanya itu jadi, aku serahkan kepada Ronald sebagai kepala divisi tenaga kerja, untuk merekrut tenaga kerja yang dibutuhkan."


"Baik tuan. Perintah akan kami laksanakan dengan baik." Jawab Ronald tegas


"Untuk divisi pemasaran properti, silakan laporkan, apa perkembangannya sampai saat ini."


"Dari 10 kota yang sudah berdiri, hanya Kota Naga yang propertinya sudah terjual habis, untuk 9 kota lainnya baru mencapai 70%."


"Apakah kau sudah membuat terobosan terobosan terbaru, untuk memasarkan properti di 10 kota kita?" Tanya Sadewa meminta penjelasan dari Alicia, sebagai kepala divisi pemasaran properti


"Sudah tuan. Saya dan ketua tim pemasaran properti, telah membuat terobosan terobosan besar, untuk memasarkan seluruh properti di 10 kota kita." Jawab Alicia tanpa ragu ragu


"Kepala devisi penampungan dan penyimpanan hasil laut Atmaja, silakan laporkan kemajuan yang telah dicapai dalam sebulan ini." Ujar Sadewa meminta penjelasan


"Sama seperti yang dikatakan oleh saudara Dharma, sebagai kepala divisi perdagangan internasional, bahwa hasil tangkapan laut kita, tidak mampu memenuhi permintaan yang sangat tinggi, dari negara negara yang membutuhkan hasil laut dari wilayah kita."


"Oleh karena itu, saya dan saudari Reina, sebagai kepala divisi komoditas bahan pokok, juga sudah membicarakan, suatu peluang, untuk membuat satu terobosan, yang bisa meningkatkan tangkapan laut yang melimpah ruah."


"Selain mengharapkan dari tangkapan hasil laut, tim kami juga sudah merancang budidaya hasil laut dan darat dalam sebulan ini. tinggal mendapat pengesahan dari tuan."


"Selain itu, saya juga sudah bekerjasama dengan saudari Melia, sebagai ketua asosiasi pengadaan dan pengembangan bibit tanaman, untuk ditanam di daerah daerah subur, seperti yang telah tuan tetapkan. Demikian laporannya tuan."


"Untuk ketua divisi transportasi laut, darat dan udara, silakan beri laporannya."


"Untuk transportasi laut, selain yang telah tuan kembangkan, kami telah meniru prototipe darinya, begitu juga dengan transportasi darat yang telah ada di kota ini, secara perlahan telah kami tiru, dan akan kami kembangkan."


"Khusus untuk transportasi udara, masih dalam tahap riset, yang bekerjasama dengan saudara Hanson." Demikian laporannya tuan

__ADS_1


__ADS_2