
"Selamat pagi semuanya. Hari ini sengaja aku kumpulkan kalian semua di sini, adalah untuk membahas tentang satu rencana yang selama ini terus menggangguku.."
Sadewa menggantung perkataannya, membuat seluruh yang hadir dalam rapat dadakan tersebut, menjadi penasaran mau bertanya jelas takut
Siapa yang tak kenal dengan Sadewa. Si tuan penguasa wilayah pantai utara, yang kini bergelar Kaisar 9 Naga. Dia adalah tuan mereka, orang yang telah mengangkat derajat mereka, juga memberi penghidupan pada mereka dan keluarganya
Walau usianya masih sangat muda, tapi aura dan wibawanya sangat menakutkan ketika dia serius berbicara
Walhasil mereka setia menunggu, apa kelanjutan perkataan dan rencana tuannya
Setelah menunggu beberapa saat, Sadewa kembali melanjutkan kalimatnya
"Kita semua sudah tahu, bahwa di dunia ini, ada sebuah platform aplikasi, tempat semua orang mencari informasi di dalamnya, bahkan bukan hanya satu tapi banyak."
"Tapi cuma yang satu itulah, yang selalu terus menggangguku."
"Kalau mereka bisa, kenapa kita tidak bisa. Kita mempunyai tim yang solid, ahli yang handal, peralatan yang lengkap dan aku juga..."
Lagi-lagi Sadewa menggantung perkataannya, membuat yang hadir menahan nafas, berpikir apa maksud dari tuannya berbicara seperti itu, digantung lagi
"Maksudku adalah. Aku ingin membuat satu aplikasi, yang bisa menyaingi, bahkan mengungguli aplikasi pencarian informasi yang selama ini menguasai dunia. Gog"
"Aku yakin kita bisa!". Tegas Sadewa memberi pengarahan dan penekanan pada bawahannya
Mendengar rencana Sadewa. Seluruh yang hadir menjadi riuh. Masing-masing berbicara pada teman di samping kursi mereka
Sadewa membiarkan keriuhan itu berlangsung beberapa saat. Lalu seorang yang dipanggil dengan Hanson datang menyela dan menghentikan pembicaraan mereka
"Tuan! Saya setuju dengan rencana yang baru anda gulirkan tadi. Alasannya karena selama ini, kita terus-menerus bergantung dengan mereka dalam masalah mendapatkan dan mengirim informasi, serta pemasaran semua produk produk kita ke dunia."
"Bahkan kami dengar, pihak gog berencana akan memblokir jaringan pemasaran kita sedikit demi sedikit. Jadi kami sangat setuju dengan rencana tuan. cuma permasalahannya...."
Hanson ikut-ikutan menggantung perkataannya sama seperti Sadewa. Tapi sebagai seorang Kaisar penguasa 9 surga, tidak ada hal yang bisa di sembunyikan darinya, dan luput dari pengamatannya
Hati dan pendengarannya menjadi sangat tajam, setelah dia menyerap tubuh dan pengetahuan semua dewa yang diberikan oleh gurunya Thio Sam Hong
"Maksudmu, siapa yang akan menjadi penanggung jawab. Bagaimana cara membuatnya. Apakah mungkin karena itu bukan pekerjaan mudah. Kemudian meragukan kemampuanku, apakah aku bisa." Begitu kan maksud paman Hanson
Tubuh Hanson membeku, gemetar, setelah mendengar ucapan Sadewa persis seperti apa yang dipikirkannya
__ADS_1
"Gawat! Ternyata tuan Sadewa bisa membaca pikiranku."
"Aku Bukan saja bisa membaca pikiranmu Hanson! tapi aku juga bisa mengetahui apa yang ada di hati kalian. Jadi katakan saja jangan menggantung seperti itu!"
Dengan tergagap dan tubuh gemetar, Hanson kembali melanjutkan kalimatnya
"Tu..tu.. tuan benar! Apa yang baru tuan katakan itu, semua benar. Mohon maaf kan saya ya rendah ini, karena telah sedikit ragu akan kemampuan kita seluruhnya."
"Sudah aku katakan. Kalau mereka bisa, kenapa kita tidak bisa. Apa yang tidak mungkin buat kita."
"Merubah rawa, lumpur, bebatuan, bukit, bahkan ceruk di lautan, menjadi sebuah daratan dan kota saja kita bisa, ini malah mengatakan hanya membuat sebuah aplikasi remeh seperti itu saja diragukan."
"Apakah anda meragukan kemampuan ku Paman Hanson?" Tiba-tiba Sadewa bertanya seperti itu ditujukan langsung pada Hanson
Tentu saja yang ditanya menjadi gelagapan, tidak menyangka akan mendapat pertanyaan yang menyudutkannya tersebut
"Bu..bu bukan. Bukan begitu tuan"
"Stop!. Jangan katakan lagi sebuah alasan yang tidak masuk akal itu di hadapanku." Sadewa sedikit marah dan meninggikan volume suaranya kearah Hanson
Celaka! Kenapa dia gegabah seperti itu. Kenapa pula dia meragukan kemampuan tuannya. Tak tahu kah dia, bawa Sadewa mampu berbuat apa saja sesuai dengan keinginannya
Alasan itulah yang telah membuat Hanson sempat kepikiran, apakah rencana tuan nya bisa terlaksana. Tapi dia lupa, ternyata tuannya adalah manusia yang paling istimewa dalam masalah keberuntungan hidup
"Jadi apa yang ingin kau katakan Hanson?" Sadewa sudah menurunkan volume suaranya ketika berbicara, walaupun dia sudah tahu apa yang akan dikatakan oleh Hanson bawahanya
Entah kenapa, setelah dia menyerap tubuh Kaisar penguasa 9 surga, temperamen nya menjadi sedikit berubah
Dulu sebelum itu, sikap dan pembawaannya kalem dan terkesan lembut jika berbicara pada bawahannya, tapi sekarang, salah sedikit saja siap siap untuk kena marah. Gawat!
Hanson yang mendapat pertanyaan itu terdiam, takut salah ucap lagi, lalu dia berkata
"Tidak ada tuan. Kami.. maksudnya saya pribadi menyetujui apapun yang tuan rencanakan, karena saya tahu tuan mampu."
"Bagaimana dengan yang lain? Apa ada yang ingin memberikan ku saran?" Tanya Sadewa sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh bawahan yang hadir kecuali ayahnya
Sadewa memang sengaja tidak mengikutsertakan ayahnya untuk ikut rapat hari ini, karena dia berpikir bahwa, ayahnya walau bagaimanapun, tetap akan mendukung apa saja yang akan dibuat oleh anaknya, sepanjang itu masih wajar
Peserta rapat yang hadir tak satupun berani berbicara. Sekali lagi takut salah, walau mereka sebenarnya sangat yakin dengan kemampuan pemimpin mereka Sadewa
__ADS_1
Tentang masalah itu, dan apa yang ada dalam hati serta pikiran bawahannya, jelas Sadewa mengetahui melalui pengetahuan membaca pikiran dan menyalami isi hati seseorang
Semua yang hadir berkata jujur, dan sepakat menyetujui rencana Sadewa untuk membuat satu aplikasi, atau platform mesin pencarian informasi dan data, termasuk Hanson yang tadi sempat meragukan kemampuan tuannya
"Baiklah!. Karena tidak ada yang bisa memberi ku saran. Aku anggap kalian semua setuju dengan rencana ku."
"Ada beberapa rencana untuk mensukseskan program besar kita itu, dan tak tanggung tanggung, kita juga akan membuat satelit sendiri, agar tidak bergantung dengan satelit orang lain, untuk menampung semua data pemasaran dan pengadaan produk kita ke dunia dan lain sebagainya."
"Pertama.Pembuatan mesin pencarian informasi juga data, yang jauh lebih canggih dari yang ada, akan kita buat hari ini juga."
"Kedua. Perangkat pendukung aplikasi itu, juga akan kita siapkan, dan akan kita tempatkan di cakrawala keesokan harinya atau saat itu juga."
"Ketiga. Setelah semua perangkat kita itu selesai. Kita pindahkan seluruh informasi dan data kita dari gog ke mesin kita."
"Keempat. Setelah semua data juga informasi berhasil kita pindahkan. Aku perintahkan untuk menghapusnya dari gog, agar mereka tidak bisa mencari apalagi mengancam kita lagi."
"Kelima. sebarkan informasi itu, di hari dimana perangkat kita telah terpasang, dan siap untuk digunakan. Minta semua pelanggan kita, untuk pindah ke platform yang sudah kita buat, agar mereka bisa mengikuti perkembangan produk kita."
"Yang ke enam. Siapkan tim yang handal untuk mengantisipasi kalau kalau ada pihak yang akan menggagalkan rencana kita."
"Ke tujuh. Laporkan padaku akan jumlah pasti pelanggan kita, yang selama ini setia mengikuti perkembangan dan membeli produk-produk kita."
Sadewa mengambil nafas sejenak, setelah secara terus menerus menyampaikan arahannya pada peserta rapat, kemudian kembali melanjutkan perkataannya
"Morgan!. Apa hasil yang telah kalian dapat selama menjadi ketua tim intel di Kota Naga ini?"
Morgan yang mendapat pertanyaan tiba tiba itu terkejut, tapi kembali bisa menguasai diri, dan menjawab pertanyaan tuannya dengan lancar
"Ada beberapa hal yang butuh penanganan segera tuan. Tiga diantaranya adalah
"Terdeteksi satu gerakan yang sangat mencurigakan, berasal dari sebuah organisasi gangster di wilayah bagian tengah. Gangster tersebut dipimpin oleh seorang laki-laki yang berperawakan besar, dengan jumlah pengikut sebanyak kurang lebih 150.000 orang."
"Sebenarnya jumlah pengikutnya lebih dari itu, tapi dalam penyerangan kita di klan naga hitam beberapa waktu lalu, Burga sang pemimpin, juga mengirimkan bantuan anggotanya sebanyak 2000 orang. Tapi semua berhasil ditumpas"
Sadewa mengerutkan keningnya begitu mendengar berita dari bawahannya, sungguh dia tidak menyangka, bahwa masih ada benih benih kejahatan yang tersisa, yang akan mengganggu stabilitas dan ketenangan kotanya
"Ini tidak bisa dibiarkan!" Batinnya geram, lalu dia memandang Morgan, meminta padanya untuk mengatakan masalah lainnya, dari tiga masalah yang butuh penanganan segera
"Terus apa yang dua?. Cepat katakan!"
__ADS_1