
Kemudian merilis teknik pemusnah langit, agar bisa meredam kekuatan penghancuran semesta, yang dibuat oleh dewa iblis, dan dipindahkan ke tempat lain
Ternyata usaha Sadewa itu tidak berjalan mulus, karena dewa iblis menambah kekuatannya, dan berusaha mengalahkan kekuatan lawannya
Hampir saja Sadewa kalah, kalau tidak secara tiba tiba, prasasti asal mula penciptaan, yang waktu itu masuk ke tubuh Sadewa tidak bereaksi
Tubuh Sadewa yang sudah bermandikan keringat itu, tiba tiba menjadi segar. Kemudian secara ajaib berubah menjadi kaisar penguasa semesta, yang mempunyai banyak tangan serta kepala, yang masing masing memegang senjata tiada duanya di alam ini
Segera setelah itu menghisap teknik penghancur semesta, yang terus menerus ditambahkan kekuatannya oleh kaisar dewa iblis
Tentu saja aksi Sadewa tersebut membuat dewa iblis murka. Lalu menyerang penguasa semesta dengan teknik andalannya
Namun usaha tersebut gagal total. karena dengan mudahnya teknik yang dianggap luar biasa itu ditahan oleh Sadewa, bahkan hanya menggunakan satu tangan saja. teknik itu dikembalikan pada pemiliknya
Tindakan sadewa yang tiba tiba itu, membuat kaisar dewa iblis tidak sempat menghindarinya. Dengan telak teknik yang dibuatnya itu menghantam tubuhnya sendiri, bagai senjata makan tuan, sampai membuat tubuhnya terpental jauh, dan memuntahkan darah segar dari mulutnya
Menyadari serangannya tidak berhasil, sekali lagi dewa iblis menyerang Sadewa dengan teknik lain. Kali ini yang digunakannya adalah teknik keserakahan. Dimana seluruh tubuhnya mengeluarkan api yang sangat panas Tapi jika diperhatikan itu bukan api, namun siluet aura yang ditimbulkan dari kekuatan pemakainya
Segera setelah itu tangannya dijulurkan kedepan, seperti sedang ingin mengambil sesuatu
Tak lama kemudian, dari tangannya muncul sesosok mahluk yang sangat mengerikan, berbentuk binatang melata tapi bukan ular. Dia mempunyai tangan dan kepala yang sangat banyak. Di masing masing tangannya memegang tombak berkepala tiga
Pandangan matanya tajam, dan terasa menyedot udara serta esensi alam yang ada disitu, sampai membuatnya seperti habis digunakan
Sadewa yang menyadari fenomena itu menjadi tercekat diam. Untuk sesaat tidak tahu apa yang harus dilakukan. Namun sedetik kemudian tersadar kembali
Sejurus kemudian mengangkat tangannya ke atas, seperti sedang mengambil sesuatu. Dan sedetik berikutnya datang benda berwarna putih yang sangat banyak, masuk kedalam telapak tangan Sadewa
Setelah dirasa cukup, Sadewa mengeluarkannya kembali menjadi gumpalan awan, dan seketika berubah menjadi udara, untuk mengisi udara yang sudah disedot oleh kaisar dewa iblis
Melihat itu lawannya tertawa senang. Lalu berusaha menyedot kembali udara yang telah dibuat oleh Sadewa. Namun perkiraannya salah. Itu bukan udara, tapi senjata mematikan tingkat ilahi milik Sadewa
Jadi sesaat setelah dia menyedot benda itu, tiba tiba tubuhnya meledak, dan teknik keserakahan yang dirilisnya menjadi hilang berganti menjadi serpihan daging yang terbakar
Tapi sedetik kemudian. Daging tulang dan serpihan debu itu menyatu kembali, dan membentuk tubuh kaisar dewa iblis lagi
"Dasar iblis!. Ternyata kau tidak bisa mati ya?" Ucap Sadewa pada lawannya itu
"Hahahaha!. Kau tidak akan bisa membunuh ku bocah!"
"Aku dewa iblis keabadian, yang tidak bisa mati sebelum dunia ini hancur!"
"Jika kau ingin membunuh ku! maka hancurkan dulu dunia ini. baru kau bisa membunuhku!"
"Tapi apakah kau sanggup melakukannya?" Jawab dewa iblis sambil tertawa senang
"Mustahil kau tidak bisa mati!. Karena setiap yang bernyawa nyawa pasti akan mati, termasuk kau!"
"Tapi sayangnya kau sudah senang duluan, dan menganggapnya tidak bisa mati!"
"Coba kau lihat ini!"
"Jika kau bisa bertahan, maka aku akan mengaku kalah, dan menyerahkan nasib ku ini pada mu!"
"Teknik Pelebur Sukma!"
"Aktif lah!"
Boom!
__ADS_1
Segera setelah itu, udara ditempat tersebut benar benar berhenti, dan berubah menjadi ruang hampa. kosong tidak ada pergerakan, kecuali pergerakan yang dilakukan oleh Sadewa
"Tu Tu tunggu!. Apa yang kau lakukan?"
"Kenapa kau bisa menguasai teknik tertinggi itu?"
"Siapa kau sebenarnya?" Respon Rungkut si kaisar dewa iblis ketakutan
"Aku adalah tuan mu!, yang datang untuk mengambil nyawa mu!"
"Jadi bersiaplah!. Serahkan nyawa busuk mu itu pada ku, agar kematian mu tidak sia sia!" Jawab Sadewa berwibawa
Kemudian menjulurkan tangan tangannya, untuk menangkap tubuh dewa iblis biru, dan menyedot sukmanya
"Tidak mungkin!. Tidak mungkin!. Aku tidak terima!"
"Aaaaarrggghh!"
Bhoouuummm!"
Boom!
"Lari!. Tuan kita sudah mati!"
"Cepat selamatkan diri!. Jika tidak kita juga akan menjadi korban!" Ucap salah seorang panglima iblis yang masih hidup pada anak buahnya
"Terlambat!. Kalian sudah ada dalam genggaman ku!"
"Lihatlah sekeliling mu!. Bukankah itu telapak tangan ku?" Ucap Sadewa mengingatkan
"Apa?. Bagaimana bisa?"
"Karena seluruh alam ini milik ku!. Jadi aku bisa menggenggamnya sesuka hati ku!. Termasuk kau!"
"Jadi datanglah pada ku dengan sukarela, dan serahkan nyawa mu itu untuk aku cabut!" Jawab Sadewa mengintimidasi
"Cuih!. Pantang bagi bangsa iblis untuk mengakui manusia rendahan seperti mu sebagai tuan kami!"
"Yang pantas kamilah yang harus kalian panggil tuan itu. Bukan kau!"
"Hiiaaaaaa!"
Boom!
Boom!
Kemarahan Soron sudah tidak bisa dibendung lagi, dan segera merilis ilmu tingkat tingginya, untuk melepaskan diri dari genggaman Sadewa
Tapi usahanya sia sia. Alih alih ingin melepaskan diri. malah tubuhnya sendiri yang meledak
Bukan hanya dia saja yang mengalami nasib naas itu. Seluruh anak buahnya, termasuk jenderal, komandan dan prajurit-prajuritnya juga meledak dalam genggaman Sadewa, akibat dipanggang oleh api yang sangat panas, yang keluar dari telapak tangan Sadewa yang berjumlah banyak itu
Dengan matinya dewa tinggi iblis biru, juga panglima Soron, beserta pengikutnya itu. Maka seluruh balatentara tiga bangsa iblis, yang selama ini terus mengganggu istana atas langit telah tiada
Yang tinggal hanya rakyatnya saja, Mereka tidak bisa apa apa, selain menggantungkan hidupnya pada raja raja mereka, dan Sadewa belum berniat untuk menghabisi mereka
"Selesai sudah!. Dengan demikian istana atas langit telah terselamatkan!"
"Kalian semua keluarlah! dan kembali ke istana atas langit!"
__ADS_1
"Aku ingin membereskan sisa sisa kekacauan ini, dan memperbaiki kerusakannya!" Ucap Sadewa sangat berwibawa
Tak lama kemudian. Seluruh menteri, panglima, jenderal komandan, prajurit beserta rakyatnya muncul ditempat itu dan berpindah ke alam mereka
Setelah sampai mereka kebingungan, karena kaisar nya tidak ada di situ, dan hal tersebut menimbulkan kekhawatiran pada rakyatnya
"Apa yang terjadi?. Dimana kaisar kita?"
"Kenapa dia tidak terlihat?"
"Apakah dia terluka?" Ucap beberapa orang menteri dengan ekspresi khawatir
"Aku juga tidak tahu!. Setelah berhasil mengalahkan dewa iblis biru juga pengikutnya. Kaisar mengatakan ingin membereskan kekacauan di tempat lain, dan menyuruh kita untuk kembali ke sini" Jawab jendral Dazs apa adanya
"Mari kita doakan, supaya kaisar kita tidak apa apa." Sambung pendana menteri cukup melegakan
"Rakyat ku!. Untuk sementara aku tidak bisa bersama dengan kalian. Karena aku masih mempunyai pekerjaan lain di alam lain. Sekaligus membereskan kekacauan langit, akibat pertarungan tadi!"
"Untuk sementara, pemerintahan aku serahkan pada perdana menteri Raudat. Menteri Daura, jenderal Dazs dan jendral Amoksa."
"Kalian berempat pimpin lah rakyat ku, dan bereskan kekacauan di istana atas langit!"
"Jangan khawatirkan aku!. Aku akan kembali suatu saat nanti, setelah berhasil menata dunia ini, dan mengembalikan kedamaiannya." Ucap Sadewa sebagai kata perpisahan dengan rakyatnya
"Kami siap mengemban tugas berat ini yang mulia kaisar!"
"Mohon kekuatan yang mulia melindungi kami!" Jawab keempat wakilnya itu tegas, tapi penuh permohonan
"Delapan lapisan pelindung istana atas langit sudah aku perbaiki, dan kekuatannya meningkat seratus persen!"
"Kekuatan sebesar apapun tidak akan sanggup menghancurkan nya!. Malah akan menghantam orang yang ingin berbuat jahat."
"Jadi kalian jangan khawatir akan diserang oleh bangsa lain. Apalagi oleh bangsa iblis. Karena mereka semuanya sudah musnah, dan tiga negara mereka sudah aku segel, serta ku pindahkan ke tempat lain."
"Mulai sekarang kalian sudah bisa hidup tenang, dan membangun istana atas langit untuk menjadi lebih baik." Respon Sadewa cukup menggembirakan
"Terima kasih yang mulia kaisar!. Kami akan selalu setia pada yang mulia!"
"Semoga yang mulia panjang umur!" Ucap seluruh petinggi negara juga rakyatnya serempak, sambil berlutut ke arah singgasananya
***
"Huh!. Ternyata menjadi orang lain itu melelahkan!"
"Kalau tau begini aku tidak mau menjadi kaisar itu. karena musuhnya sangat banyak!"
"Tapi ada asyiknya juga menjadi dia. Dihormati oleh rakyatnya."
"Jika di dunia ini aku bisa seperti itu, alangkah indahnya hidup ku!" Ucap Sadewa lirih, sesaat setelah kembali ke dunia manusia
"Ah sudahlah!. Kini saatnya kembali, mengurusi urusan yang tertunda dan kembali ke alam nyata."
"Entah apa kabar kedua orang tua ku?. Apakah Avatar ku menjaganya dengan baik, serta melakukan tugas ku di sini?" Batin Sadewa dalam hati
Kemudian berseru pada tiga Avatar nya untuk datang menghadap
"Kalian semua kembalilah kesini! Karena tugas kalian sudah selesai!"
"Aku akan menggantikan tugas itu, dan kembali sebagai Sadewa." Ucapnya berwibawa
__ADS_1