
"Pak Tarno. eh bukan..Tuan Penasehat." Kata seorang lelaki paruh baya yang sedang membicarakan pemimpin mereka dengan terbata-bata
"Apalah kamu Tio. Aku tetap Tarno sahabat mu.Panggil saja seperti biasa." Kata seorang laki-laki paruh baya yang ternyata adalah Tarno ayahnya Sadewa
"Pak Tarno adalah orang penting di kota ini, tanpa adanya pak Tarno, kota ini tidak akan ada." Kata Tio menyanggah perkataan dari temannya Tarno
"Kamu salah. Adanya kota ini bukan karena aku, tapi karena anakku Sadewa. Dia yang telah membawa keberuntungan besar ini bagi kita semua, tanpa adanya dia, baru benar kota ini tidak akan ada." Kata pak Tarno menyangkal pendapat dari temannya Tio
"Ya sama saja itu, Dewa ada kan karena kamu juga. He he.he.." Kata Tio sambil tertawa
"Huhh.. Dasar semprul. Pletak.." Kata pak Tarno sambil menjitak kepala temannya Tio
"Ha...ha...ha...." Tawa teman-teman Tio yang lain, ketika melihat Tio kena jitak oleh penasehat kota
"Tapi ngomong-ngomong benar kan pak Tarno, apa yang dikatakan oleh pak Tio tadi, bahwa Sadewa eh..pemimpin ,bukan... Penguasa Muda adalah calon Penguasa Dunia." Kata salah seorang yang ada di situ kepada pak Tarno berubah ubah
"Benar atau tidaknya, kita lihat Saja nanti kedepannya. Masih banyak hal yang harus dilakukan oleh anakku Sadewa."
"Sebagai warga kota yang baik. Kita semua harus mendukung semua rencana Sadewa."
"Sebagai seorang pemimpin yang masih muda, tentu masih banyak hal yang belum dikuasainya."
"Di saat itulah nanti, Sadewa akan bertanya kepada kita, juga orang-orangnya."
"Sebagai orang tua, sekaligus penasehat kota, tentu sedikit banyaknya, pendapatku ini tentu akan diminta nya juga."
"Sekarang lebih baik kita fokus pada pekerjaan kita, daripada mengatakan hal-hal yang tidak jelas juntrungannya. Ayo bubar!" kata pak Tarno tegas kepada mereka
Begitu mendengar perintah dari ketua penasehat dewan kota, mereka yang ada di situ bergegas berdiri dan melangkah pergi, melaksanakan tugas-tugas mereka yang masih belum terselesaikan
"Heehh...Kedepannya, bebanmu akan semakin berat nak. Tapi ayah yakin, kamu akan bisa melaluinya dengan baik."
"Kamu anak ajaib.pintar dan kuat. Ayah sangat beruntung mempunyai anak sepertimu." Kata pak Tarno lirih sambil melangkah pergi
*****
Di tempat lain, bagian paling utara Kota Sembilan Naga
Dihamparan tanah kosong tepi laut pantai Utara, terlihat sesosok laki laki muda, yang sedang berdiri di tepi laut, tanpa didampingi oleh siapapun, yang ternyata adalah Sadewa
Tubuhnya mematung seperti tidak bergerak, tapi pikirannya sedang bekerja, memikirkan sebuah rencana yang sangat besar
Dia akan membuat satu mahakarya yang sangat spektakuler, yang belum pernah ada di dunia manapun dengan bantuan sistem
__ADS_1
Tapi rencana apakah itu?
"Sistem. Aku ingin membangun dermaga
khusus penumpang, atau orang, yang besar dan modern di tempat ini, menggantikan dermaga yang sudah ada."
"Jadi.buatkan untuk ku sebuah dermaga yang sangat besar, yang belum pernah ada di dunia manapun,yang mampu menampung ribuan kapal atau perahu di dalamnya.
"Lengkapi dengan semua fasilitas yang dibutuhkan, layaknya sebuah pelabuhan modern, seperti yang ada di dunia, tapi jauh lebih maju daripada tempat itu
"Pasang Segel pelindung dan segel deteksi, dalam radius 1 kilometer sebelum memasuki perairan pantai utara ini."
"Kemudian buatkan juga terminal khusus untuk pengguna portal demensi seluas 200 hektar berhadapan langsung dengan dermaga yang akan dibuat." Perintah Sadewa kepada sistem dengan mantap
{ Siap Laksanakan tuan. Proses pembuatan dermaga dan terminal membutuhkan waktu 2 menit. Mohon menunggu }
*****
Apa yang telah direncanakan oleh Sadewa sebenarnya?. Apakah dia ingin merubah jalan cerita di novel, yang sekarang ada di dalam tubuhnya?
Di novel itu tidak ada tertulis pembuatan dermaga, juga terminal khusus penumpang portal dimensi
Pengguna sistem sebelumnya, juga tidak pernah melakukan hal itu, ratusan tahun yang lalu
Jawabannya adalah ya. Sistem yang sekarang ada di tubuh Sadewa, adalah sistem yang serba bisa, yang bisa menyesuaikan dengan zaman pemakainya
{ Ding..proses pembuatan dermaga juga terminal telah selesai dibuat }
"Kalau begitu.keluarkan keduanya, di tempat yang sudah ku tunjuk." Kata Sadewa tidak sabar
{ Perintah segera dilaksanakan }
Seketika terjadi keajaiban di depan dan di belakang Sadewa.
Puluhan bangunan yang sangat besar, megah dan indah, tiba-tiba muncul dari dalam laut, dengan suara yang bergemuruh, yang mengelilingi satu bangunan yang jauh lebih besar, diantara bangunan yang lain
Tampilan bangunan itu Sangat kokoh, dengan arsitektur yang bercitarasa tinggi, dan belum pernah dijumpai di belahan bumi manapun
Dinding, gerbang, atap dan ornamen ornamen yang menghiasi dermaga itu, dilapisi dengan cat yang berwarna-warni, menambah kemegahan dari dermaga yang baru saja dibuat
Jika melihat ke dalamnya, fasilitas yang tersedia sangat luar biasa, dengan tingkat pengamanan yang super canggih
Seekor semut pun tidak akan bisa lolos dari sistem pengaman itu. Karena begitu pendatang yang memasuki gerbang pemeriksaan, di dalam tubuhnya otomatis akan terpasang segel kutukan
__ADS_1
Sehingga apabila pendatang itu datang dengan niat yang tidak baik, maka tubuh mereka akan tersegel tidak bisa bergerak,lumpuh bahkan juga mati
Sementara itu di waktu yang sama, di belakang Sadewa juga muncul ratusan bangunan yang sangat besar dan luas. Menempati areal seluas 200 hektar, yang terbagi menjadi beberapa bagian bangunan dengan berbagai warna
Disekeliling ratusan bangunan itu, dalam areal 200 hektar, dipasangi pagar tinggi, tebal dan kuat, yang dilapisi dengan segel pelindung di sekelilingnya
"Wah ini sangat luar biasa. Lebih bagus dan megah dari yang ku inginkan." Guman Sadewa kegirangan
"Terima kasih sistem.Kamu memang yang terbaik." Kata Sadewa memuji sistem dengan tulus
{ Ini sudah kewajiban sistem untuk melayani tuan }
{ Apapun yang tuan inginkan akan sistem kabulkan }
"Baiklah sistem.kalau begitu terima kasih."Kata Sadewa penuh semangat
Ditempat lain, wilayah kota diwaktu yang sama
"Bunyi gemuruh dan dentuman apa ini, apakah kota kita diserang lagi?"Kata seorang warga panik
"Aku juga mendengar dan merasakan goncangan di dalam kota. Apakah ini pertanda memang kota kita diserang lagi."Sambung warga yang lain
"Kalau benar kota kita diserang lagi, tentu prajurit Penguasa Muda pemimpin kita, akan muncul, begitu juga dengan senjata senjata ghaib."Kata seorang warga agak sedikit aneh di ujungnya
"Mari kita berharap hal itu tidak akan terjadi." Kata sesosok pria paruh baya, yang tiba-tiba menyela percakapan mereka
"Tuan dewan penasehat?." Kata warga serentak, sambil sedikit mundur untuk memberi jalan padanya
"Ini bukanlah tanda penyerangan, tapi ini adalah tanda dimana 1 keajaiban telah terjadi lagi."
"Mari kita sama-sama pergi ke pusat dentuman itu. Mungkin pemimpin besar kita, sedang melakukan satu keajaiban di wilayah kekuasaannya." Kata ketua dewan penasehat kota, pak Tarno
Singkat cerita, mereka akhirnya sampai, di tempat terjadinya dentuman, juga gemuruh yang menyebabkan goncangan di seluruh wilayah pantai Utara
Begitu mereka sampai, masih dalam jarak 100 meter dari lokasi kejadian, mereka berhenti dan memandang takjub, ke arah dua bangunan yang sangat besar juga megah
"B..b..ba..bangunan apa itu. Sebelumnya belum ada apa-apa di sana."
"Apakah itu hasil karya dari penguasa muda kita lagi."
"Tuan kita memang sangat luar biasa, mempunyai suatu keajaiban, yang belum pernah dimiliki oleh siapapun."
"Semuanya tenang.Mari kita maju dan menemui pemimpin kita." Kata ketua dewan penasehat kota kepada mereka
__ADS_1