
"Penguasa. Saya mewakili warga sekolah meminta maaf atas insiden yang tidak mengenakkan di luar sekolah tadi."
"Kami merasa gagal mendidik mereka, untuk menjadi orang yang bisa menghargai orang lain." Kata ketua yayasan dengan suara yang sedikit gugup sambil melirik 50 orang pengawal Sadewa
"Pak ketua, jangan bersikap seperti itu. Insiden di luar itu tidak ada masalah lagi bagi ku. Yang menjadi masalah adalah, setelah 1 tahun lebih aku tidak bersekolah lagi di sini, keadaan sekolah semakin memprihatinkan, sebenarnya ada permasalahan apa pak?" Tanya Sadewa ingin tahu
Sejak pemilik yayasan ini meninggal, tidak ada lagi dukungan dana operasional untuk sekolah ini."
"Anak tertua pemilik yayasan ini, adalah pewaris yang sah terhadap tanah dan bangunan di sekolah ini. Dia tidak pernah memberikan dana operasional untuk kepentingan sekolah, malah uang yang didapatkan dari sekolah dia ambil semuanya
"Baru-baru ini, dia datang ke sekolah beserta 100 anak buahnya, dan mengatakan kepada kami. Dia akan menjual tanah dan bangunan di sekolah ini, bagi siapa yang ingin membelinya."
"Kami hanya diberi waktu 10 hari, untuk mencari lokasi lain untuk tempat belajar."
"Kondisi ini membuat kami bingung. Kami tidak tahu harus pindah kemana. Sekolah ini sudah berdiri lebih dari 50 tahun. tapi 10 hari lagi, hanya akan tinggal kenangan" Ujar ketua yayasan dengan muka yang sedih, diikuti oleh wajah wajah yang lain
Mendengar penjelasan itu Sadewa hanya diam, dan tidak berkata sepatah pun
Kemudian dia berdiri dari tempat duduknya sembari berkata. "Pak ketua, bapak dan ibu guru, serta semuanya. Mari kita keluar, dan tolong kumpulkan seluruh siswa, untuk berkumpul di lapangan, Ada sesuatu yang ingin saya sampaikan kepada kalian."
Mendengar kata kata Sadewa yang tegas itu, seluruh orang yang ada di di ruang pertemuan, menjadi bingung. Tapi tak lama kemudian, mereka semua bergegas keluar dan menuju ke lapangan sekolah
Sementara yang lain, termasuk guru guru, memerintahkan kepada seluruh siswa juga yang lain, untuk segera berkumpul dihalaman sekolah secepatnya
Sementara itu, Sadewa berkomunikasi dengan sistem ketika dia berjalan menuju ke lapangan sekolah bersama yang lain
"Sistem!. Pindai luas tanah sekolah ini, dan cari tahu siapa pemilik dari tempat ini sekarang." Perintah Sadewa kepada sistem dalam pikirannya
{ Ding!. Luas tanah di sekolah ini adalah 12.500 meter persegi, yang dikelilingi oleh dua anak sungai di sebelah kiri dan kanannya }
{ Letak tanah ini sangat strategis, karena berada di pusat kota. Oleh karena itu, banyak orang orang kaya atau perusahaan perusahaan besar, yang ingin membelinya dengan harga tinggi }
{ Pemilik tanah ini bernama Brandon, pemimpin mafia yang menguasai wilayah kota B dengan jumlah anak buah mencapai 3000 orang }
{ Menyadari banyak tawaran yang menggiurkan itu. Pemilik tanah ini, berencana ingin menjual tanah dan bangunannya dengan mematok harga 2.8 triliun X, kepada Sebuah perusahaan terkemuka di kota J. tapi mereka berkeberatan dengan harga semahal itu }
"Sistem!. Beli tanah dan bangunan ini untukku, Sekarang!" Perintah Sadewa tegas kepada sistem
__ADS_1
{ Siap laksanakan tuan }
Tidak menunggu waktu lama, di kepala Sadewa terdengar bunyi notifikasi dari sistem, yang menyatakan bahwa pembelian tanah dan bangunan sekolah telah berhasil dilakukan
Setelah semua siswa berkumpul, dan berbaris rapi di halaman sekolah. Sadewa dipersilahkan untuk naik ke atas panggung kecil, untuk menyampaikan apa yang ada dalam pikirannya
50 pengawalnya mendampingi Sadewa, dan berjalan di kanan kirinya, dengan sikap yang masih dingin, dan tidak bersuara sedikitpun
Kemudian Sadewa naik ke atas panggung kecil itu, dan berkata kepada seluruh orang yang ada dilapangan sekolah, dengan suara yang kuat serta dikawal oleh 50 orang pengawal setianya
Begitu Sadewa menaiki panggung, dan berdiri menghadap mereka, Terdengar kasak kusuk di barisan paling belakang, dari barisan siswi sekolah itu termasuk juga barisan di mana Shinta berada
Sadewa berdiri sejenak,sambil mengarahkan pandangannya ke seluruh barisan yang ada di depannya. Matanya mencari keberadaan teman baik nya, Shinta. Setelah ketemu, Sadewa memulai pidatonya
"Bapak ketua, bapak ibu guru, dan seluruh teman-teman yang ada di sini.pertama aku minta maaf, karena berdiri sedikit lebih tinggi dari kalian di panggung ini."
"Ada sesuatu hal penting yang akan aku sampaikan kepada kalian semua, yaitu tentang masalah tanah, berikut bangunan nya, yang akan dijual oleh pemilik baru tempat ini. Sehingga kalian harus pindah ke tempat lain untuk belajar."
"Tapi Kalian jangan khawatir lagi, kalian tidak akan pindah dari sekolah ini sampai kapanpun, karena tanah dan bangunan sekolah ini sudah aku beli"
"Sekarang tanah dan sekolah ini adalah milikku, dan aku adalah pemilik baru tempat ini."
"Akan kubuat sekolah ini, menjadi sekolah yang berkelas tinggi, dengan fasilitas yang lengkap dan modern, yang dilengkapi dengan sistem pengamanan, yang tidak akan bisa dibobol oleh orang lain."
"Sekolah ini nantinya, akan melahirkan lulusan yang berkualitas baik."
"Belajarlah dengan giat, Setelah kalian lulus dari sini, jadilah pekerja keras, dengan melanjutkan pelajaran kalian ke sekolah yang lebih tinggi lagi."
"Setelah kalian lulus, dan berminat untuk bekerja di kotaku. Aku sebagai pemilik wilayah pantai utara itu, akan dengan senang hati menerima kalian bekerja di kotaku."
"Aku pastikan lulusan dari sekolah ini, semuanya akan diterima untuk bekerja di sana. sesuai dengan keahliannya." Kata Sadewa mengakhiri pidatonya, sambil melambaikan tangannya ke semua arah, mengirimkan segel kesetiaan dan kutukan kepada mereka semua
"Maafkan aku semua, aku terpaksa melakukan ini karena aku tidak mau di hianati di kemudian hari nanti." Kata Sadewa dalam hati
Setelah Sadewa selesai memberikan pidatonya, suara riuh rendah dan sorakan bergema di halaman sekolah itu
"Hidup Sadewa."
__ADS_1
"Sadewa!.Kami disini."
"Hidup Penguasa Muda!"
"Terima kasih Penguasa"
Bermacam macam teriakan terdengar di halaman sekolah itu. Menyadari ada kejanggalan dalam teriakan itu, Ketua yayasan langsung naik ke atas panggung, dan menganggukkan kepalanya kearah Sadewa. lalu berkata kepada seluruh orang-orang yang ada di depannya
"Anak-anak semuanya mulai hari ini, orang yang kalian panggil Sadewa itu, adalah pemilik dari tanah dan sekolah kita ini."
"Sebagai pemilik, maka dia berhak untuk mengatur semua urusan yang ada di sekolah ini."
"Di samping itu, tuan Sadewa adalah pemilik yang sah dari wilayah pantai utara dan sekitarnya. Dialah yang dijuluki dengan "Penguasa Muda Pantai Utara"
"Karena alasan itu semua, maka kita tidak boleh sembarangan memanggil namanya.Mulai saat ini, kita semua harus memanggilnya Tuan atau Penguasa."
"Hidup Penguasa." Triak ketua yayasan sambil mengangkat tangannya keatas, dan disambut oleh tepukan gemuruh dari seluruh yang hadir di lapangan itu
Selesai suara gemuruh dan temukan itu mereda, Sadewa kembali mengangkat tangannya ke atas dan berseru lantang..
"Apakah kalian akan belajar dengan giat?"
"Ya."
"Apakah kalian bersedia menjadi orang orang ku dan bekerja denganku"
"Bersedia"
"Apakah kalian akan selalu setia padaku."
"Ya. Kami akan selalu setia pada penguasa."
"Sekarang angkat tangan kalian ke atas ,dan jangan diturunkan sebelum ku perintahkan." Teriak Sadewa dengan aura yang sangat mengintimidasi mereka
Mendengar kata kata yang sangat berwibawa dan tegas itu, seluruh yang hadir di lapangan sekolah itu, terdiam dan tanpa mereka sadari, refleks tangan mereka terangkat ke atas kepala mereka
"Aku akan mentransfer segel pengetahuan kepada kalian semua." Kata Sadewa sambil mengirimkan segel itu kepada mereka
__ADS_1
Seberkas sinar pelangi yang berwarna warni dan kasat mata, tiba tiba keluar dari tangan Sadewa dan menyebar ke seluruh areal sekolah itu
Suasana hening dan mistis segera meliputi areal sekolah itu.Semua terdiam dengan pikiran hanyut, menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya..?