
"Ini sangat luar biasa!. Ternyata anak ku sangat kaya sekali!' Ucap Alisa senang
"Ini belum seberapa bu, masih ada yang lain" Respon Sadewa biasa saja
"Kalau ibu sudah puas melihat lihat!, ayo kita pergi ke gedung lain." Ujarnya lagi
"Tunggu sebentar!. Ibu ingin memilih beberapa gelang juga kalung yang ada di sini, Kelihatannya sangat bagus sekali!" Jawab Alisa cuek
"Huh dasar perempuan!. dimana mana sama saja!' Ujar Tarno kesal, ,kemudian berusaha membujuk istrinya, agar mendengarkan perkataan Sadewa
"Sudahlah bu,!. Lain kali kan masih bisa, karena mungkin saja Dewa masih banyak pekerjaan di luar." Usulnya
"Huh baiklah!. Kau harus janji membawakan cincin, gelang dan kalung serta perhiasan lain untuk ibu pakai nanti!" Respon Alisa kurang senang
"Baiklah bu, itu perkara mudah buat Dewa." Jawab Sadewa enteng. Kemudian mengajak keluarganya untuk mengunjungi gedung kedua
Di tempat ini, Alisa semakin terperangah, kagum dan takjub, ketika melihat banyak sekali perhiasan yang bertumpuk di setiap tempat yang tersedia
Ada kalung permata, berlian, zamrud, platinum, Safir, butiran jutaan permata berbagai macam warna. dan batu batu mulia lainnya
"Apakah ibu sedang tidak bermimpi Wa. Kenapa banyak sekali barang berharga di ruangan ini?"
"Dari mana kau mendapatkannya?" Tanya Alisa bertubi tubi dan penasaran
"Kalau untuk masalah itu, Sadewa tidak bisa mengatakannya bu, karena sebelum sadewa masuk ke sini, semua barang berharga tersebut sudah ada di sini." Jawab Sadewa apa adanya
"Tapi ini benar benar luar biasa Wa!. Rasanya ibu tidak mau keluar lagi, agar selalu dekat dengan perhiasan perhiasan ini!" Sanggah Alisa kegirangan
"Sudahlah bu!. Mau berapa lama lagi kau akan terus memelototi perhiasan tersebut. Toh ini semua tidak akan kemana mana"
"Kalau kau ingin memilikinya, kau bisa meminta nya pada Dewa nanti, jadi tidak perlu susah susah datang ke sini!" Ucap Tarno kesal, pada kelakuan istrinya itu
"Ayah benar bu!, Kalau nanti ibu mau apa saja yang ada disini. Dewa akan mengambilnya untuk ibu."
"Jadi sekarang mari kita ke gedung lainnya, karena masih banyak yang ingin Dewa tunjukkan pada kalian."
"Baiklah kalau begitu!. Ibu menurut saja. Tapi kau berutang penjelasan pada ibu mu ini!" Jawabnya cuek dan mau menang
Setelah keluar dari gedung kedua, Sadewa membawa keluarganya tersebut keruang lain, dimana ditempat itu, juga terdapat banyak sekali gunungan emas, intan yang belum di olah, berlian. koin koin emas dan lain sebagainya
Sementara di ruangan lain, bertumpuk uang yang berasal dari belasan negara negara yang ada di bumi. Semuanya masih berlaku dan tetap akan berlaku
Pergi dari gedung satu ke gedung lainnya, itulah yang dilakukan oleh mereka, Alisa tidak merasa kelelahan, apalagi bosan. Semua yang dilihatnya sangaT membuat jiwanya hidup, dan semangatnya membara
Sudah ada delapan gedung yang dimasuki oleh Sadewa. Selama berada di gedung itu, Alisa, Tarno, termasuk juga Shinta. menjadi terkagum kagum dengan semua kekayaan yang dimiliki oleh Sadewa itu
__ADS_1
Mereka tidak habis pikir, dari mana Sadewa mendapatkan semua kekayaan itu. Apakah mungkin karena perjuangannya selama menciptakan dunia baru, kota naga tersebut atau karena faktor lain
Apalagi setelah Sadewa membawa mereka ke empat gedung lainnya. Kekaguman mereka bertambah besar, dan sudah tidak bisa lagi melukiskan nya dengan kata kata
Hampir dua hari mereka terus berkeliling dari satu gedung ke gedung lainnya, tanpa merasa lelah atau mengantuk
Semua gedung yang mereka kunjungi itu, isinya adalah harta kekayaan di dunia dimensi tersebut
Kalau di pikir pikir, untuk apa lagi Sadewa berjuang untuk mendapatkan uang di dunia nyata, kalau semua yang dibutuhkan sudah ada di dunia dimensi miliknya?
Jawabnya masih penuh dengan misteri
Akhirnya setelah kurang lebih empat hari, dan telah mengunjungi sebagian dunia itu, termasuk bangunan bangunan megah yang ada, atau sekitar empat jam waktu dunia, Sadewa mengajak kedua orang tuanya untuk keluar
Jam pada saat itu baru menunjukkan pukul 4 pagi. Sadewa memutuskan untuk masuk ke kamarnya dan beristirahat, begitu juga dengan kedua orang tuanya
Sedangkan Shinta masih tetap berada di dunia dimensi, atau kembali ke dunia atas, untuk bergabung dengan para penghuni nya di sana
***
Pagi harinya, aktivitas kota naga berjalan sebagaimana mestinya. Tidak ada perbincangan tentang kejadian malam tadi, semua terlihat alami, dan seperti tidak pernah terjadi apa apa
Itu semua bisa terjadi, karena semua orang yang berada di kota naga dan sekitarnya, ingatan kejadian itu sudah dihapus oleh sistem, dan sudah tidak ada lagi yang tertinggal di memori otak mereka
Pagi itu, Sadewa bangun agak kesiangan, karena tubuhnya sangat letih sekali. Ini semua gara gara keegoisan Alisa ibunya itu
Ingin rasanya dia meminta kepada sistem, untuk merubah sifat ibunya itu, agar tidak cerewet dan gegabah lagi
Tapi dia tidak mau melakukannya, dengan alasan bakalan durhaka. Tapi sungguh sangat dilema dengan sikap Alisa itu
Sadewa mengkhawatirkan kejadian pemaksaan tersebut akan terulang lagi.
Mungkin pada masanya, Sadewa akan mempertimbangkan, agar sistem bisa merubah sifat ibunya itu, sampai usianya mencapai 20 tahun atau lebih
"Salam yang mulia!' Ucap Bima pada Sadewa dengan sikap hormat
"Ada urusan apa hingga sepagi ini kau datang padaku Bima?" Tanya Sadewa dengan dingin nya
"Saya ingin melaporkan, bahwa ada pergerakan yang mencurigakan mulai bergerak dari arah timur dan barat."
"Mereka berniat ingin mengacaukan pelelangan yang akan di adakan besok, dan merebut semua cincin ruang yang akan di pasarkan itu."
"Mohon petunjuk agar kami tidak ragu dalam bertindak!" Ucap Bima dengan sopan
"Untuk sementara!, pantau terus pergerakan mereka, Laporkan setiap perkembangan yang terjadi."
__ADS_1
"Jika mereka memang benar benar ingin mengacaukan pelelangan itu, dan berniat merebut apa yang ada. Kirim orang orang mu kesana."
"Pastikan mereka tidak sempat mengacaukan acara pelelangan tersebut, dan hancurkan sampai tidak tersisa!" Jawab Sadewa tegas
"Baik yang mulia!" Respon Bima cepat, kemudian berlalu dari hadapan Sadewa dengan tergesa gesa
"Sistem!. Tunjukkan lokasi orang orang tersebut, dan analisa berapa jumlah kekuatan mereka!" Ucap Sadewa pada sistemnya
[ Baik tuan ]
Tak lama kemudian sistem segera memindai lokasi, jumlah kekuatan dan barang apa saja yang akan mereka bawa, serta dengan apa mereka akan ke kota naga
[ Ding! ]
[ Lokasi mereka yang datang dari arah barat, berasal dari benua Amerika ]
[ Jumlah kekuatan mereka sebanyak 1.750 orang, yang dipersenjatai dengan senjata otomatis berbagai ukuran, dan akan datang kesini dengan menggunakan mesin ruang dan waktu, yang mereka beli dari kita ]
[ Sedangkan yang datang dari arah timur, berasal dari wilayah bagian timur tengah selatan ]
[ Jumlah kekuatan mereka, jauh lebih banyak dengan yang akan datang dari arah barat ]
[ Diperkirakan mereka akan datang ke sini dengan kekuatan penuh, sekitar 5000 orang tentara bayaran. Dipersenjatai dengan senjata senjata berat, dan semi berat ]
[ Diantara mereka, sejumlah 200 orang, ada yang berupa manusia mesin. dengan senjata otomatis di tiap robot itu, dan pelurunya tidak akan habis, walau bertempur selama dua jam ]
[ Demikian laporannya tuan ]
"Salin informasi ini, dan tampilkan pada pertemuan ku dengan panglima perang, juga orang orang ku di kota ini."
"Aku ingin mereka tahu, bahwa kota naga sedang menghadapi ancaman yang sangat besar."
"Kau tetaplah mendampingi ku selama pertemuan tersebut, dan tampilkan apa apa saja yang di perlukan nanti di sana!"
[ Baik tuan ]
"Hubung kan aku dengan para petinggi kota naga. Sekarang!" Perintah tegas Sadewa pada sistem
Setelah mendapat perintah, sistem segera mengeluarkan layar putih didepan Sadewa, dan langsung terhubung dengan seluruh orang orang nya
Ada yang muncul di layar komputer, ada yang muncul di dinding ruang kerja, ada yang muncul di udara, bahkan ada yang muncul dalam dunia dimensi
Segera setelah itu, sadewa memberikan instruksi pada mereka yang terhubung, untuk berkumpul di aula pertemuan satu jam dari sekarang
Mendapat perintah tegas seperti itu, ditambah ketika melihat roman wajah Sadewa tidak seperti biasa. mereka menjadi paham, bahwa telah atau akan terjadi sesuatu yang kemungkinan sangat besar pada kota naga
__ADS_1
Bima yang barusan bertemu dengan tuannya itupun menjadi keheranan, ketika melihat wajah Sadewa setegang itu
Timbul tanda tanya dalam hatinya. "Ada apa dengan tuannya itu? Kenapa dia begitu panik dan kelihatan tidak senang?" Batinnya dalam hati