Legend Of System

Legend Of System
Sistem lelang berubah


__ADS_3

Tanpa perlawanan atau usaha keras, seluruh para penyerang, yang berniat untuk menghancurkan kota naga, dan berniat untuk menggagalkan pelelangan telah berhasil di tumpas


Sekarang mereka bukan saja tertangkap, tapi kesadaran jiwa mereka juga telah di tawan, dan di tempatkan dalam penjara dimensi


Entah kapan mereka akan di bebaskan, mungkin setelah mereka menyatakan tunduk dan mengakui kekuatan Sadewa dan kota naga, barulah mereka akan menghirup udara kebebasan dalam dunia sesungguhnya


"Dimana kita sekarang?"


"Kenapa tempat ini begitu luas dan sepi, padahal kita jumlahnya sangat banyak sekali, tapi dimana orang orang itu?" Ucap salah seorang komandan pasukan dari wilayah barat keheranan


"Aku sendiri tidak tahu tempat apa ini, dan di mana kita sekarang!"


"Yang aku tahu adalah, sekarang kita telah di tawan dan dijadikan pesakitan di tempat sepi dan luas ini."


"Tidak ada yang bisa kita perbuat selain menunggu pemiliknya datang, dan menghakimi kita!"


"Memikirkan semua itu, aku menjadi menyesal telah mengikuti kemauan orang itu, dan akhirnya sekarang menjadi tawanan di tempat ini!"


"Jika aku tidak menurutkan kata hati dan serakah, kita pasti tidak akan berada di tempat ini!" Jawab seorang komandan lainnya dengan penyesalan tinggi


"Menyesal kemudian tiada guna!. Sekarang kita telah di tawan, dan mungkin akan di jadikan budak!"


"Mengapa kau berkata demikian?" Tanya kawannya dengan raut muka kurang senang


"Kau lihatlah sekeliling tempat ini!"


"Sangat memungkinkan bagi pemiliknya bisa membuat kita kelIhatan seperti budak, karena seluruh kesadaran kita telah terpisah dari jasad dan kita tidak tahu di mana jasad asli kita berada." Jawab temannya enteng


Bum!


Wus!


Tiba tiba saja muncul ribuan kesadaran seperti mereka, tidak berbentuk utuh, tapi bisa bersuara, namun tidak mempunyai daya dan kekuatan untuk menggapai sesuatu


Sama seperti mereka, yang sejak dari awal berada di tempat itu. yang barusan datang pun menjadi kebingungan, padahal mereka tadi tengah berada di tempat lain


Tapi entah mengapa dan bagaimana, mereka tiba tiba bisa saja berada di tempat asing tersebut, dan..


Bum!


Bum!


Sekali lagi terjadi ledakan besar di depan mereka dalam bentuk cahaya kuning, dan sangat menyilaukan mata yang memandangnya


Dari ledakan itu muncul ribuan orang kuat, dan kelihatan wajahnya tidak ramah ketika memandang


"Siapa mereka?. Kenapa bisa muncul tiba tiba seperti itu?" Ucap beberapa orang diantara mereka kebingungan


"Aku juga tidak tahu, tiba tiba saja mereka muncul, dan mengagetkan kita!" Respon seseorang apa adanya


"Mungkin mereka pemilik tempat ini!" Jawab temannya yang lain


"Dengarkan kalian semua!. Aku adalah penguasa tempat ini!" Ucap Sadewa dengan suara lantang dan penuh aura intimidasi


"Sekarang kalian adalah tawanan ku, dan terserah bagiku apa yang akan aku lakukan pada kalian!"


"Karena kalian datang dengan niat kurang baik, maka aku akan menghukum kalian dengan hukuman berat!"


"Kalian akan dikurung di sini selama tiga tahun!, dan harus mengerjakan sesuatu, agar hukuman kalian itu habis!"

__ADS_1


"Tidak akan ada pengampunan atau sejenisnya, seperti di dunia manusia."


"Di sini kalian harus benar benar tunduk dan patuh pada pada ku, juga orang orang ku!"


"Setelah nanti aku kembalikan kesadaran kalian ke tubuh masing masing, maka kalian harus mengikuti arahan dari orang orang ku untuk mengerjakan sesuatu di dunia ini."


Wus!


Setelah berkata seperti itu, tiba tiba seberkas cahaya berbagai warna, muncul dari tubuh Sadewa. Semakin lama semakin membesar, dan melingkupi seluruh wilayah dimana saat ini mereka sedang berdiri kebingungan


Ternyata Sadewa tengah menanamkan segel kesetiaan, kutukan dan kematian, kedalam setiap jiwa yang ada di tempat itu, dan dalam sekejap, mereka menjadi tertunduk diam, seperti mahluk yang sangat patuh pada tuannya


Setelah selesai melakukan hal demikian, Sadewa kembali berkata.


"Karena kesadaran jiwa kalian telah terpisah dari badan, maka aku akan mengembalikan jasad jasad itu pada kalian detik ini juga!"


Tik!


Bum!


Bum!


Ribuan jasad tanpa kesadaran, tiba tiba saja muncul di tempat itu, dan jatuh dekat jiwa jiwa mereka


"Sekarang masuklah dalam jasad kalian itu, dan jangan sampai tertukar."


"Setelah ini, kerjakan apa yang akan di perintahkan pada kalian."


"Tempati ruang ruang yang sengaja di peruntukkan bagi kalian untuk berteduh dan tidur."


"Semua makanan telah tersedia, dan boleh kalian manfaatkan dengan baik untuk menyambung hidup di tempat ini!" Ucap Sadewa memberi perintah


Kemudian menghilang dari tempat itu dengan gerakan cepat, dengan meninggalkan para pengawalnya termasuk juga Bima


***


Sadewa sudah kembali ke dunia nyata, dan sedang melakukan aktivitas nya seperti biasa


Tidak ada tanda tanda kelelahan di wajah dan tubuhnya. semua terlihat biasa biasa saja


Saat itu dia tengah memantau kejadian yang terjadi di dunia dimensi, atau tepatnya ruang penjara dimensi, yang sejatinya terpisah dari ruang dimensi tempat biasanya dia tinggal, dan menyimpan seluruh harta yang sangat banyak itu di sana


"Kerja kalian cukup bagus!. Tidak pernah membantah atau melawan."


"Entah dari mana asal kalian itu?"


"Suatu saat nanti, aku akan menanyakan langsung pada mereka terutama si Bima tersebut." Batin Sadewa dalam hati


"Sebaiknya aku pulang dan menemui orang tua ku, dan berbincang ringan dengan mereka." Ucapnya lagi


"Tapi ini belum waktunya makan, dan aku juga belum merasa lapar, walau sebenarnya sejak kejadian itu, perut ini belum di isi sebagai mana biasa."


"Entah mengapa, sejak di angkat secara resmi menjadi seorang kaisar dalam dunia dimensi. dan menerima anugrah dari ratusan pelayan ku, yang katanya para dewa itu. perut ku tidak merasa lapar lagi."


"Mungkin ini ada hubungannya dengan kekuatan juga kelebihan jiwa ku yang sudah bukan seperti manusia lagi."


"Jika orang luar mengetahui akan keadaan ku, tentu saja mereka akan menangis darah, dan tidak percaya akan apa yang telah terjadi pada ku."


"Mereka tahunya, aku hanya Sadewa yang kaya, dan menguasai wilayah pantai utara ini entah dengan cara bagaimana."

__ADS_1


"Tapi mereka tidak tahu, bahwa Sadewa sejatinya adalah seorang kaisar dan penguasa sembilan surga, yang aku sendiri belum pernah datang ke sana."


"Pada suatu saat nanti, aku pasti akan datang juga, dan menguasai tempat misterius itu, serta memerintah para penghuninya, layaknya seperti dalam cerita dongeng, atau novel novel fantasi." Ucap Sadewa lirih pada diri sendiri, dengan ekspresi dingin dan tekad kuat, seperti tidak akan tergoyahkan, kemudian dia berkata lagi


"Memikirkan semua itu!, aku harus membuat perubahan besar, bukan yang itu itu saja!' Ucapnya lagi penuh semangat


"Sesuai dengan cita cita ku sejak dari awal, bahwa aku ingin menjadi seorang pemimpin. Bukan hanya di wilayah ini, tapi juga wilayah wilayah lainnya di negara ini!"


"Nanti setelah pelelangan cincin ruang selesai, aku akan menghubungi sistem, juga orang orang ku, untuk membicarakan tentang rencana ku ini!" Ucap Sadewa penuh semangat, lalu beranjak dari tempat itu, dan pergi entah kemana


***


Keesokan harinya sekitar pukul 9.30 pagi


Ruang pelelangan telah penuh sesak, oleh para pengunjung dan peserta lelang yang sudah terdaftar


Masing masing telah menempati tempat yang sudah di sediakan untuk mereka, termasuk para pemimpin dunia, juga penguasa tempat tempat lain


Di arena lelang itu, juga dihadiri oleh lima sampai tujuh ratusan pengusaha besar, kecil dan menengah


Rata rata mereka menginginkan cincin itu, dan bermimpi akan mendapatkannya kali ini, Karena memang telah terbukti sangat berguna dan sangat efesiensi


Satu hari bahkan satu minggu sebelumnya, mereka sudah datang ke kota naga dan langsung mendaftarkan diri


Seluruh tempat ruang VIP telah terisi, apalagi ruang ekonomi dan menengah, semuanya telah penuh sesak oleh para pengunjung


Melihat pemandangan itu, Sadewa melalui sistem, menambah luas ruangan tersebut menjadi setengah lebih besar dari semula, agar para peminat lelang semuanya bisa masuk dan tertampung di dalamnya


Tanpa mereka sadari dan perhatikan, ruang yang semula penuh sesak, sekarang telah menjadi lapang


Seluruh peserta lelang yang berjumlah belasan ribu itu. telah masuk seluruhnya dan tidak perlu khawatir lagi, tidak akan kebagian tempat


Setelah dirasa cukup, Sadewa dengan di ikut oleh para bawahannya, serta orang orang penting kota naga, memasuki ruangan itu, dan segera membuka acara lelang tersebut


"Selamat datang di kota naga, dan selamat menjadi orang terpilih untuk mengikuti lelang besar kali ini!"Ucap Sadewa ramah, dengan menyapa seluruh peserta lelang yang ada


"Kini tibalah saatnya bagiku, membuka lelang besar ini!" Ucapnya lagi penuh semangat


"Tidak seperti lelang sebelumnya. Kali ini di depan tempat duduk kalian masing masing, telah ada semacam alat penawaran."


"Jika kalian berkenan membeli barang yang ditawarkan, maka tekan lah tombol yang tersedia.di layar itu"


"Lalu pilihlah opsi atau pilihan harga yang tertera di masing masing layar tersebut."


"Pilihan kalian akan tertulis di depan layar besar, yang ada di seluruh ruangan ini."


"Jangan khawatir pilihan kalian akan tertukar dengan pilihan orang lain."


"Di masing masing layar yang ada di depan kalian itu, tertera nomor peserta, berikut nama pesertanya. Juga mencantumkan dari mana saja kalian berasal"


"Jadi jangan ragu untuk menekan tombol, dan menawar harga yang kalian kehendaki."


"Jika pilihan kalian sudah melebihi dan keluar dari harga yang di tetapkan, maka kalian harus menuliskan harga pilihan, dengan menekan tombol harga lain."


"Seketika di layar depan anda akan terbuka, dengan harga harga yang fantastis."


"Jangan khawatir tidak kebagian. Karena dalam lelang kali ini, aku akan melelang cincin penyimpanan sebanyak 10 ribu buah, terdiri dari bermacam kelas dan fungsinya."


"Ada 7 jenis cincin ruang yang tertera di layar itu, kalian boleh memilihnya sesuai dengan kemampuan kalian dalam membeli."

__ADS_1


"Sekarang secara resmi, lelang cincin ruang aku buka, dan kalian sudah bisa membuka layar yang ada di depan kalian itu."


"Pilihlah cincin mana yang kalian inginkan!" Ucap Sadewa panjang lebar dan penuh semangat


__ADS_2