
Blaaaaarrr..!
"Uuugghh..."
"Si..siapa kalian, Kenapa tiba tiba bisa muncul di sini? Kurang ajar!"
"Kau penasaran dengan orang yang telah menghancurkan ambisi mu itu, manusia lemah!" Tanya sesosok pria bertubuh kekar dan kuat, didampingi oleh ratusan prajurit nya, yang juga terlihat kuat, dia adalah Bima, tangan kanan Sadewa penguasa 9 surga
"Katakan siapa kalian?. Jangan membuatku marah. Kau tahu siapa aku?. Bentak tuan Robert dengan suara yang tegas dan dingin yang dibuat buat
"Hahaha. Mau mengancamku. Manusia lemah dan bodoh sepertimu, tidak pantas bersikap sombong di hadapanku, apalagi di depan tuanku." Jawab Bima enteng, berniat merendahkan lawan bicaranya
"Badjingan! kubunuh kau!" Teriaknya sambil maju ingin memukul Bima dengan kekuatan tangannya sendiri
Plak!
"Aaarrrkkh."
Buk.!
"Uugghh.!"
Tubuh tuan Robert terbang, terkena tendangan kaki Bima, hingga menabrak temannya Jhon Roberton. Mereka berdua sama sama jatuh ke tanah yang berumput, di tepi landasan pacu pesawat itu
Alih alih berniat ingin memukul Bima, malah tubuhnya sendiri yang terbang, terkena sapuan kaki Bima di perutnya
"Kurang ajar! kau akan menyesal karena telah memukul ku. Orang orang ku akan menghabisi mu!"
"Hahaha.! Kau bilang orang orang mu. Jangan mimpi!" Jawab Bima cuek
"Aku kenal dengan beberapa jenderal polisi, juga jenderal semua angkatan di negara ini, kau telah berani memprovokasi ku."
"Mereka tentu tidak akan tinggal diam, melihat kalian telah berani berbuat kekacauan di negara ini."
"Uh..Takut.! Bima mundur sambil menutup matanya dan gemetar
Anak buahnya tertawa, melihat tingkah komandan mereka, yang belum pernah sekalipun mereka lihat
"Cepat merangkak dan berlutut kepadaku!, mungkin aku akan mempertimbangkan pengampunan padamu setelah ini."
"Merangkak, berlutut. Hahaha..!" Jawab Bima geli mendengar perintah dari Robert yang tak kenal situasi itu
Jangankan hanya seorang Robert, seluruh kekuatan militer, yang dibantu oleh seluruh kekuatan pihak kepolisian setempat pun, tidak akan membuat Bima dan pasukannya Gentar. Sungguh lucu batinnya
Cepat merangkak dan berlutut!" Teriak Robert sekali lagi
"Kalau tidak, aku akan menghubungi para jenderal itu, agar kau dan pasukan mu tahu, seberapa berkuasanya aku di sini. Hahaha..! Tawa Robert meledak, pertanda mengejek penuh kemenangan
Dia sangka, Bima akan ketakutan dengan ancamannya, maka Robert bersikap terlalu percaya diri
Kemudian dia mengirim SMS kepada seluruh jenderal militer dan kepolisian, yang dikenalnya, untuk meminta bantuan
__ADS_1
Tapi sekian menit ditunggu, apa yang diharapkannya tidak kunjung menjadi kenyataan. Dia jadi tak habis pikir, mengapa jenderal yang selalu membantunya, saat ini tidak juga datang
Ada apa sebenarnya?
***
Sebelum dia dan pasukannya sampai di negara itu, Bima telah memasang puluhan segel di seluruh kota dan areal bandara, tujuannya agar segala informasi dan kejadian, tidak bocor keluar. Dunia ilusi adalah kuncinya
Jadi orang orang yang telah dihubungi oleh Robert pun adalah orang orang ilusi. Handphone yang dipakainya pun, adalah handphone ilusi
Semua pegawai bandara pun tidak menyadari, bahwa mereka telah dipindahkan ke lokasi lain, mereka tetap menjalankan tugas sebagaimana biasa, jadi mereka tidak melihat kejadian apapun di bandara tersebut
Semua masih aman aman saja. Mereka masih berada di tempat kerjanya masing masing
Pesawat mengangkasa sesuai jadwal, penumpangnya pun berangkat dan bersikap seperti biasa
Tidak ada ledakan, tidak ada kebakaran, juga tidak ada kekacauan walau sekecil apapun di lokasi bandara. Semua telah diatur oleh Bima dan pasukannya, sesuai arahan tuannya Sadewa
Hebat.! Benar benar hebat. dunia ilusi ciptaan Sadewa memang seperti nyata, sehingga Robert dan John Roberton, tidak menyadari itu semua
Lalu siapa yang telah dihubungi oleh si Robert itu? Apakah itu juga dunia ilusi?
"Aku tidak mau membuang waktu secara percuma di sini. Kalian berdua harus mempertanggung jawabkan perbuatan kalian, dihadapan yang mulia tuanku nanti."
"Pasukan! Tangkap kedua manusia rendah ini, dan masukkan ke penjara dimensi!" Perintah Bima tegas
"Tunggu!. Katakan siapa kau sebenarnya?"
"Kau dengan sombongnya ingin menghancurkan kota naga, dan menguasainya, hingga kau rela mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk menyewa orang orang lemah itu."
"Kau tidak mengukur kemampuanmu sendiri Robert. Kau pikir hanya dengan mengandalkan kekayaanmu itu, akan mampu menghancurkan kota naga tersebut?"
"Bermimpi. itu kata yang pantas kau sandang saat ini."
"Kau tahu, kenapa aku menghancurkan kalian di negara kalian sendiri?. Itu karena tuanku tidak mau mengotori tangan suci nya, dengan darah kalian yang rendah tersebut."
"Tuanku tidak mau ketentraman kotanya, terganggu hanya gara gara ulah kalian."
"Jadi dia mengirimku, juga pasukanku untuk mengatasi masalah kecil ini. Kau tahu itu!" Bima benar benar marah pada lawan bicaranya kali ini
"Tidak mungkin..! tidak mungkin!. Bagaimana bisa pemimpinmu mengetahui pergerakan kami yang sangat rahasia ini."
"Hahaha..! Tawa Bima lepas.lalu berkata
"Kau bilang bahwa pergerakan mu sangat rahasia dan terlindungi, dan kau yakin itu?. Sungguh naif manusia hina seperti kalian ini."
"Tidaklah sulit bagi kami, untuk mengetahui pergerakan sekecil apapun, dari manapun, dan dari siapapun, bila mereka berniat untuk mengganggu ketentraman kota naga milik yang mulia tuanku."
"S.. si..siapa tuanmu yang sebenarnya?" Tanya Jhon Roberton ketakutan
"Kau tidak layak untuk tahu siapa tuanku, dan kau tidak berhak tahu tentangnya."
__ADS_1
"Cuma yang bisa aku katakan padamu adalah, bahwa tuan ku itu orang yang sangat kuat. Satu perkataannya saja, bisa menghancurkan sebuah negara sekuat apapun, termasuk negara mu apalagi kalian."
"Kalau kau pernah mendengar sebuah penghancuran Klan terbesar di dunia timur itu, dan menyita semua aset asetnya, itulah tuanku yang mulia."
"A...ap...apa.jadi...?"
"Ya. Kau sekarang sudah menyadari akan kekuatannya bukan?. Kenapa kau berani memprovokasi nya?" Tanya Bima geram
"Uh..sial. habislah sudah." Kata batinnya ketakutan
"K..k..kalau aku tahu siapa orang yang akan ku hadapi, tidak mungkin aku berani menuruti permintaan temanku yang bodoh itu."
"Jhon saudara ku. Kenapa kau menjadi penakut seperti itu?. Kau itu kuat, dengan ribuan pasukan dan persenjataan yang kau miliki. tidak akan ada yang berani melawan mu. Tapi kenapa sekarang kau seperti tikus got. ha..!
Plak..buk..plak!
"Aaarrrkkh. Kenapa kau memukul ku bodoh!. Aku ini bos mu!"
"Bos katamu. Orang bodoh seperti ini mengaku bos di depanku?"
"Plak..plak..!
Dua kali Jhon Roberton menampar wajah Robert, untuk melampiaskan kekesalannya, karena telah menyeretnya ke dalam jurang kehancuran dan kematiannya
Selama ini, orang yang paling ditakuti oleh nya, juga orang orang Nya adalah Sadewa, penguasa pantai utara, negara timur asia tenggara
Mereka cuma tahu, Sadewa adalah penguasa pantai utara, bukan kota naga, sehingga tanpa berpikir panjang, dia menyetujui rencana Robert temannya itu, untuk menghancurkan kota naga, padahal kota naga itu berada di pantai utara, di mana Sadewa menjadi pemimpin nya
Terjebak. itulah yang pantas dikatakan untuk Jhon Roberton, karena ingin membantu temannya, dia rela keluar dari sarangnya atau turun gunung, untuk membantu melampiaskan dendam teman sejatinya, Robert
Tapi nasi sudah menjadi bubur, apapun alasannya, dia sekarang hanya pasrah ditangkap oleh orang orangnya Bima, begitu juga dengan Robert yang sombong itu
Begitu mereka telah ditangkap, langsung dikirim ke penjara dimensi, tanpa diberi kesempatan untuk membela diri
Dan sekarang, mereka berdua telah berada di dunia yang entah berada di mana, mereka juga tidak tahu
Swuusshh...blaaammm!
Seluruh puing pesawat, termasuk mesinnya yang masih berserakan di landasan pacu, juga di tanah berumput, seketika hancur menjadi debu, dan terbang hilang ditiup angin, setelah terkena pukulan jarak jauh dari Bima
Keadaan kembali seperti semula, tidak ada tanda tanda kerusakan atau kecelakaan pesawat, semua normal normal saja
Rumput rumput yang ada di tepi landasan pacu pun masih tetap menghijau, tidak ada bekas tertimpa benda berat, atau terbakar api
Pegawai bandara juga sudah kembali ke tempat nya masing masing, tanpa mereka sadari. Mereka hanya menyangka, bahwa dari tadi mereka tetap berada di tempatnya, tidak berubah sedikitpun
Itulah kehebatan Sadewa dan kecanggihan dunia ilusinya, tidak ada yang bisa mendeteksi, walau dengan alat secanggih apapun
Jadi peristiwa itu, tidak akan terdengar oleh siapapun
"Sekarang saatnya kembali!" Kata Bima ditujukan kepada pasukannya
__ADS_1