Legend Of System

Legend Of System
42. Tak Sadarkan Diri


__ADS_3

Thio Sam Hong dan Wei Lian terkejut mendengar Sadewa berani memotong perkataan nya.Tapi mereka mendiamkan nya saja, dan menunggu apa yang akan Sadewa katakan pada mereka


"Apakah hanya karena alasan itu. Kau memilihku untuk menjadi tuan dari sistem mu?" Tanya Sadewa Sedikit kecewa


"Makanya dengarkan dulu penjelasan ku, agar kau tidak salah paham nantinya."


"Baiklah kalau begitu. Aku akan mendengarkannya." Jawab Sadewa masih dalam kondisi kecewa


"Selain dari alasan itu. Aku juga punya pertimbangan sendiri memilihmu, untuk menjadi penerus, dan pemilik kekuasaan juga kekayaanku di masa ini."


"Pertimbangan itu adalah. Selama satu tahun, sistem mengamati sikap. tekad. tanggung jawab dan prilaku mu, ketika tinggal di tempat kumuh itu."


"Keinginanmu yang terbesar adalah, ketika kau ingin merubah kehidupan mu, juga orang tuamu, beserta orang orang kampung mu itu menjadi lebih baik."


"Keinginan yang sangat tulus itu, juga di dukung oleh kebaikan hatimu pada semua orang. Walaupun disakiti, tapi kau memilih untuk diam."


"Sikap dan karakter seperti itu. sangat cocok dengan kriteria dari sistem."


"Lagi pula dengan kesadaran mu sendiri. kau telah berani menyelamatkan sistem dari kehancuran, saat akan di bakar oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Hingga kau mengabaikan keselamatan mu sendiri pada saat itu."


"Maka ketika genap satu tahun cita cita juga keinginan mu itu. Aku menarik mu masuk kedalam dunia dimensi ini, melalui buku yang selalu kau baca, dan mempertemukan mu dengan pengguna sistem ini sebelumnya."


"Setelah itu kau tahu sendiri apa kelanjutan cerita ini." Ujar Thio Sam Hong mengakhiri penjelasannya


Mendengar penjelasan yang panjang lebar itu, dan mengena di hati Sadewa. Membuat hatinya tidak kecewa lagi


Sekarang Sadewa mengerti. Mengapa dia dipilih oleh sistem, untuk menjadi penerus, sekaligus pewaris kekuatan, kekuasaan dan kekayaan Thio Sam Hong Sang Legenda semesta itu


"Terima kasih karena tuan telah memilihku." Ujar Sadewa merendah sambil menangkupkan kedua tangannya di dada. Kemudian menyeka sisa darah yang masih menempel di mulutnya


"Jangan panggil aku tuan. panggil saja aku guru. Karena aku akan menurunkan semua kekuatan, juga kesaktian ku padamu." Jawab Thio Sam Hong, sambil melangkah mendekati Sadewa, yang berdiri sempoyongan, dan berkata..


"Maafkan aku, karena tadi telah menyerang mu. Aku hanya menguji mu, untuk mengetahui, seberapa besar kekuatan mu, setelah menyatu dengan sistem ku." Kata Thio Sam Hong pada Sadewa lirih


Setelah mengungkapkan ganjalan di hatinya.Thio Sam Hong segera menjulurkan tangan kirinya, menyentuh pundak Sadewa. Sedangkan tangan kanannya, menyentuh kening Sadewa


Seketika, luka luka yang ada di tubuh Sadewa, menghilang begitu saja, dan tubuhnya kembali seperti sedia kala. Lalu dia melanjutkan berkata


"Tubuhmu masih tergolong lemah anak muda. Aku akan mengganti tubuh mu dengan tubuh semua pemilik kekuatan dari seluruh alam ini." Ujar Thio kepada Sadewa sambil menggelengkan kepalanya


"Tetapi. Proses penggantian tubuh itu, akan sangat menyakitkan. Aku harap kau bisa menahannya sebentar anak muda." Ujar Thio Sam Hong lagi, memberi pengertian kepada Sadewa


Kemudian. Dia menyuruh Sadewa untuk duduk dan berkata. "Sekarang duduklah, dan ambil sikap Lotus untuk memulai proses penggantian tubuh mu itu."

__ADS_1


"Kalau ingin berteriak karena rasa sakit,maka berteriak lah. tapi ingat, jangan sampai bergerak."


Sadewa pun duduk dan melakukan apa yang diperintahkan oleh Thio Sam Hong tadi, dan menunggu kejadian apa yang akan di alaminya sebentar lagi


Semenit kemudian, tubuh Sadewa bergetar hebat, setelah Thio Sam Hong menempelkan kedua tangannya di punggung Sadewa. dan..


"Aaaaaarrgghh..."


Teriakan kesakitan terdengar, dari mulut Sadewa, sampai mengakibatkan tubuhnya bergetar hebat. Semakin lama semakin tidak beraturan


Menit berikutnya, Sadewa merasakan rasa sakit yang sangat luar biasa, lebih sakit dari sebelumnya. Namun Sadewa masih bisa menahan rasa sakit itu. Tapi semenit kemudian..


"Aaaaaaaakkhhh...."


"Aaaaarrrrgggg..."


Di menit kelima, rasa sakit yang dialami oleh Sadewa semakin menyiksa, hingga sampai menit ke 10, Sadewa hampir tidak mampu lagi menahan rasa sakit itu. Dan tiba tiba..


"Krraaaaakkkh.. Kraaaaakh.."


"Bouoommmm.."


"Aaaarrghh..."


Menit demi menit terlewati. tapi proses penggantian dan pembentukan tulang itu masih terus berlangsung, dan sedikit mereda ketika sampai di menit ke 40


Setelah proses penggantian dan pembentukan tulang baru di tubuh Sadewa selesai. Thio Sam Hong melanjutkan aksinya dengan, mengganti, membuka dan memperbesar seluruh Dantian dan meridian Sadewa


Di menit ke 54, Thio Sam Hong membentuk tubuh Sadewa, menjadi tubuh penguasa dunia atau tubuh Mahadewa


Setelah 60 menit, proses penggantian dan pembentukan tubuh Sadewa telah selesai


Jangan ditanya lagi apa yang terjadi terhadap Sadewa. Menit demi menit dia lalui dengan teriakan sangat memilukan


Wei Lian yang menyaksikan kejadian itu pun, terpengaruh dengan teriakan Sadewa. yang mengalami rasa sakit tidak seperti biasa itu.


Ketika proses penggantian dan pembentukan tubuh Sadewa sedang berlangsung. Wei Lian bisa merasakan penderitaan dari tuannya itu


Rasa sakit yang dialami, bukanlah rasa sakit biasa, tetapi rasa sakit yang sangat luar biasa, yang tidak bisa lagi diucapkan dengan kata-kata


Dan hasilnya adalah, di menit ke 60 ketika proses penggantian itu selesai, tubuh Sadewa ambruk ke tanah, akibat dari selama satu jam, menahan kesakitan yang tidak tertahankan lagi


"Akhirnya selesai juga. Setelah ini, tidak ada yang perlu ku khawatirkan lagi tentang dirinya ."

__ADS_1


"Keberuntungan dan takdir hidup anak ini begitu besar. selaras dengan cita-cita dan angan angannya. Kiranya tidak salah aku memilihnya, menjadi pewaris ku di zaman ini." Ujar Thio Sam Hong berkata sendiri, sambil memandangi tubuh Sadewa yang terbaring lemah di tanah .


Kemudian dia berjongkok, dan kembali menyentuh tubuh Sadewa, di bagian kepala dan dadanya


Seketika seberkas sinar berwarna kuning keemasan, keluar dari tangan Thio Sam Hong, dan masuk kedalam kepala dan tubuh Sadewa


Wei Lian yang melihat kejadian itu, hanya diam saja, tanpa ekspresi apapun. Dia tahu apa yang sedang dilakukan oleh kekasihnya. Karena hal seperti itu selalu di lihatnya, pada kehidupan sebelumnya


Satu menit pun berlalu. Tubuh Sadewa mulai bereaksi, menerima sinar kuning keemasan, yang masuk ke dalam tubuhnya


Sedikit demi sedikit tubuhnya terangkat, dan melayang setinggi 1 meter dari tanah, dalam posisi masih berbaring


Thio Sam Hong, yang melihat peristiwa itu tersenyum, karena dia tahu, itu adalah pertanda yang baik


"Anak ini memang luar biasa. Setelah menerima kekuatan ku pun, dia masih tenang tenang saja."


"Apakah ini memang takdirnya. Seorang bocah yang telah diramalkan, akan bisa mematahkan kutukan dewa itu?"


"Aku akan selalu menjaga anak ini, karena melalui tangannya lah, kutukan dewa cinta itu akan hilang."


"Tapi kenapa dia belum sadar juga ya?" Guman Thio Sam Hong sambil mengerutkan dahinya


{ Thio gege!. Apakah usahamu gagal?. Kenapa sampai saat ini dia belum sadar juga? }


"Entahlah Lian er. Ini tidak seperti biasanya. Apakah karena anak ini terlalu istimewa. Gege juga tidak tahu."


"Ini Aneh. Atau mungkin Anak ini sudah mati. Tapi..ahh tidak mungkin." Ujar Thio Sam Hong dalam hati


Lalu dia menempelkan tangannya lagi ke tubuh Sadewa. Tapi tiba tiba..


"Zeeeet..Zeeet.. zeeeet.."


"Whuuuusss.."


"Aaaaaarrgghh.." Tubuh Thio Sam Hong terdorong mundur beberapa langkah ke belakang sambil berteriak


"Uuhhh..Kekuatan macam apa ini.Tubuhku seperti ditarik oleh Medan energi yang sangat besar ketika menyentuh tubuhnya." Keluh Thio Sam Hong sambil mundur lagi beberapa langkah ke belakang


{ Thio Gege. Ada apa? }


Wei Lian yang melihat kejadian itu bertanya keheranan kepada Tio Sam Hong, karena tidak biasanya tubuh kekasihnya tertolak mundur seperti itu, ketika sedang menyalurkan kekuatan ke tubuh pewaris nya


"Apakah ini karena aku terlalu meremehkannya, sejak awal pertemuan tadi. Atau jangan-jangan..?

__ADS_1


__ADS_2