
Tidak ada prediksi yang pasti tentang keberadaan bos besar Jhon Roberton . Semua hanya menduga duga saja
Sampai kapanpun tidak akan ada titik temu diantara mereka. Segala daya dan upaya telah mereka usahakan, tapi tetap saja tidak membuahkan hasil yang memuaskan
Sehingga orang nomor dua dalam gengster tersebut, mengambil keputusan yang tepat, dengan berkata
"Kita tunggu saja dalam waktu satu minggu ini, jika tidak ada juga berita tentang bos sama sekali, baru kita bergerak."
"Kita ratakan kota naga itu, kalau benar bos besar kita ditahan disana."
" Peter!. Siapkan seluruh orang orang terbaik kita, seleksi mereka dengan ketat dari divisi mereka masing masing."
"Sementara sisanya, tetap tinggal dan menunggu markas ini "
"Komandan Bruce, berapa sisa kekuatan kita, yang saat ini ada di markas?"
"Jumlah seluruhnya sebelum 2.200 orang diberangkatkan adalah 7.500 orang. Jadi sekarang hanya tinggal 5.300 orang saja."
"Hemm!. cukup banyak. Mulut Jhonson mengguman pelan
"Kalau begitu, kerahkan lagi sejumlah 4.300 orang, dari jumlah itu. tapi seperti yang ku katakan sebelumnya. seleksi mereka dengan ketat. karena aku tidak mau mereka mati percuma disana."
"Baik wakil ketua." Jawab salah seorang komandan kepada Jhonson, yang merupakan orang nomor dua setelah Jhon Roberton dalam organisasi gangster tersebut
Jhonson saat ini, tengah memimpin rapat internal, membahas tentang segala kemungkinan dimana saat ini bos mereka berada
"Sekarang semuanya bubar, dan persiapkan pasukan yang akan kita bawa ke kota naga, empat hari setelah ini." Katanya sambil berdiri dan bergegas meninggalkan tempat rapat
***
Sementara itu, di markas pusat data dan intelijen Kota Naga
Morgan, kepala divisi Intel kota naga, menerima laporan dari bawahannya, tentang adanya sebuah rencana, yang akan mengancam ketentraman kota tersebut
Maka dengan tergesa gesa, dia menemui Sadewa, guna melaporkan tentang masalah itu kepadanya
Setelah diterima masuk, Dia di perkenankan untuk melaporkan temuannya kepada Sadewa
"Tuan. pusat data dan intelijen kota, telah mendeteksi akan adanya ancaman serius, yang mengarah ke kota naga ini."
"Ancaman itu berupa pengerahan seluruh kekuatan tempur terbaik, dari gangster yang tuannya telah di tahan di kota ini. Jadi apa yang harus kita lakukan tuan?"
"Kau tentu lebih tau apa yang harus di lakukan selanjutnya." Ujarnya setelah menerima laporan tersebut
"Bima, segera menemui ku, ada satu pekerjaan lagi yang harus kau selesaikan, sebelum terlambat." Perintahnya melalui sambungan vidio kepada Bima
Sesaat kemudian, Bima datang, Sadewa langsung berkata
"Urus bawahan Jhon Roben itu, mereka berencana akan datang kemari, untuk mencari bos mereka."
__ADS_1
"Cegah agar mereka tidak jadi datang kesini. beri dua pilihan pada mereka, tunduk atau mati!"
"Kalau tunduk, ikat hati dan jiwa mereka, jadikan mereka ada dibawah kekuasaan kita."
"Dengan adanya organisasi itu di wilayah barat, mungkin sebagai langkah awal untuk mengembangkan kekuasaan ku disana melalui mereka."
"Tapi kalau mereka melawan, habisi saja. Aku sudah bosan dengan pengganggu seperti mereka."
"Banyak rencanaku yang tertunda gara gara ulah mereka. Aku hanya ingin mengembangkan kota dan wilayah ku saja, tanpa ada gangguan sedikit pun dari orang orang tersebut."
"Dan untuk mu juga Morgan, perluas jaringan intelijen mu keseluruh dunia, deteksi secara dini pergerakan sekecil apapun yang ada, atau adanya rencana yang bakal mengganggu ketentraman kota kita ini."
"Untuk itu, segera perintahkan bawahan mu, untuk terus menerus memantau setiap pergerakan yang terjadi di dunia."
"Dan cepat laporkan masalah itu padaku."
"Untukmu Bima, hari ini juga, kerahkan orang orang terbaik mu, untuk pergi kesana."
"Baik tuan. Perintah akan segera dilaksanakan." Sahut Bima hormat sambil menundukkan kepalanya dan berlalu
Setelah tinggal dalam kesendirian, di ruang kerjanya yang cukup luas dan nyaman itu, Sadewa berguman sendiri
"Huhh..! Ini tidak bisa dibiarkan. Kalau begini terus, bagaimana 100 rencanaku akan bisa terlaksana dengan baik."
"Sampai saat ini, baru 17 rencana yang sudah terlaksana, dan masih banyak lagi yang sedang menunggu realisasinya." Guman Sadewa sambil mengurut keningnya pertanda risau
{ Ding. Siap melaksanakan perintah tuan }
"Aku bukan ingin menyuruhmu untuk mengerjakan sesuatu, tapi hanya ingin mengetahui apa pendapatmu tentang permasalahan kota naga ini." Jawab Sadewa sambil menggelengkan kepalanya
{ Maksud tuan? }
"Sejak kapan kau menjadi sistem yang bodoh, dan tidak mengetahui perkembangan kota naga ku?" Ucap Sadewa kesal
{ Maafkan Lian tuan. Akhir akhir ini, tuan jarang menghubungi ku, dan meminta bantuan ku. Jadi Lian pikir, tuan telah mampu menyelesaikan sendiri masalah kota tanpa bantuan sistem lagi }
"Baiklah kalau begitu. Aku terima alasanmu. Sekarang kau pindai, dan tampilkan di layar itu, kondisi bumi saat ini."
"Deteksi, apakah ada pergerakan yang akan mengarah ke sini dalam masa setahun mendatang."
{ Siap laksanakan tuan }
Kemudian sistem dengan kepintarannya, memindai seluruh permukaan bumi, dan mengaturnya menjadi alat yang akan mendeteksi, bahaya apa yang akan menimpa kota naga setahun yang akan datang
Dari pantauan itu didapati, ada 7 rencana jahat yang terdeteksi sepanjang tahun itu, yang dimulai dari saat ini
Salah satu di antaranya adalah, serangan yang akan dilancarkan oleh salah satu organisasi gangster besar dunia dengan kekuatan penuh
Saat ini, gangster tersebut dipimpin oleh seorang wakil ketua, Jhonson, yang merupakan orang terkuat nomor dua di organisasi tersebut
__ADS_1
"Ini tak bisa di biarkan." Batinnya geram
"Lian!" Apakah ketujuh ancaman itu bisa di cegah dari sekarang?"
{ Tidak bisa tuan, karena itu sudah di gariskan di alur cerita novel yang tuan miliki}
"Lalu, apa yang harus aku lakukan untuk meminimalisir ketujuh ancaman itu, agar tidak meluas dan membahayakan kota naga beserta warganya?" Tanya Sadewa menguji sistemnya
{ Yang bisa tuan lakukan adalah, mengatasi ancaman itu tiga hari sebelum terjadi peristiwa tersebut, hingga tidak sampai memakan korban jiwa }
{ Justru dari ketujuh peristiwa itu, posisi tuan akan sangat di untungkan, karena 6 diantaranya, akan menjadi kekuatan tuan. Mereka seluruhnya akan tunduk dibawah kekuasaan tuan, hingga kedepannya, wilayah yang tuan kuasai bukan hanya pantai utara ini, tapi bisa meliputi separoh dari negara yang tuan tempati saat ini, bahkan bisa meliputi seperempat belahan bumi }
"Kenapa bisa begitu Lian?"
{ Karena empat diantara 6 pengganggu itu, adalah kepala dari 4 pemimpin negara di Asia juga Eropa, sedangkan 2 lagi adalah pemilik perusahaan bersekala besar, yang menguasai pasar dunia secara global }
"Lalu tentang gangster di wilayah barat itu bagaimana?"
{ Mereka hanya sekumpulan serangga kecil, yang tidak berguna banyak bagi tuan saat ini. Karena aset mereka tidak sebanyak aset perusahaan yang telah tuan ambil kemarin }
"Teruskan!"
{ Walau mereka memilih tunduk pada tuan, tapi saat ini, organisasi mereka sedang kehilangan arah, akibat pemegang kendali organisasi menghilang beberapa hari yang lalu }
{ Dan juga kondisi keuangan mereka sedang pailit, setelah seluruh aset aset keuangan mereka tuan ambil kemarin }
"Lalu bagaimana dengan yang lainnya?" Lagi lagi Sadewa menguji sistemnya
{ Sementara dengan yang lainnya, kalau tuan mengalahkan mereka, tuan dan pasukan tuan akan mengambil alih wilayah yang mereka perintah saat itu }
{ Wilayah atau negara yang mereka kuasai, dua diantaranya adalah negara besar dan maju, sedangkan dua lagi walau tidak sebesar negara sebelumnya, tapi negara mereka kemajuannya sudah melampaui negara lain }
{ Jadi menurut Lian, tuan jalani saja apa adanya, tunggu sampai tanda tanda ancaman itu muncul, baru tuan bertindak }
{ Orang orang tuan sangat kuat dan setia, kekuatan mereka sudah berada di puncak }
{ Enam ribu diantaranya, dulunya sudah berada di tingkatan Supreme being, apalagi sekarang }
{ Ditambah dengan kekuatan yang tuan miliki saat ini. Tidak ada yang mampu mengalahkan tuan }
{ Tubuh kaisar penguasa sembilan surga yang tuan miliki saat ini dan nanti, adalah jaminan yang kuat untuk mengalahkan ancaman yang akan datang itu }
{ Senjata jenis apapun yang manusia saat ini miliki, tidak akan berpengaruh pada tubuh tuan sedikitpun }
{ Jadi tidak ada yang perlu tuan khawatir lagi }
"Terima kasih Lian. Kau memang partner terbaikku."
{ Sama sama tuan }
__ADS_1