Legend Of System

Legend Of System
68. Peristiwa setelah pembantaian


__ADS_3

Bhuussh..!


Bhuuk..! Aaarrgh.!


Bhaaamm..! Uuughh.!


Dua sosok tubuh telah dilemparkan ke sebuah ruang tanpa ujung, dengan kondisi terikat rantai baja di seluruh tubuhnya


Dari mulut keduanya mengalir darah segar, pertanda ikatan rantai ditubuhnya semakin lama semakin kuat


Nafas keduanya memburu, tersengal sengal, bagai tak kuat menahan himpitan rantai yang mengikat tubuhnya


Keduanya berusaha melepaskan rantai yang semakin kuat mengikat, tatkala mereka bergerak liar, tapi usaha mereka hanya sia sia saja


Sampai kapanpun, rantai itu tidak akan bisa terlepas, jika belum tiba pada waktunya


Semakin mereka bergerak, semakin kuat pula rantai itu mengikatnya, jika mereka diam, rantai tersebut juga diam. jadi yang bisa mereka lakukan adalah menunggu, dan menunggu ,hingga tubuh mereka ambruk ke tanah. pingsan


Setelah satu hari, atau satu jam di dunia luar. rantai yang melilit di tubuh mereka terlepas sendiri. Saat itu sosok keduanya masih terbaring ditanah, sudah seharian mereka pingsan


Selang beberapa saat kemudian, keduanya terbangun dari pingsan nya, dan baru menyadari bahwa mereka tengah berada di suatu tempat asing, yang belum pernah mereka lihat sebelumnya


Mereka itu adalah Robert, dan yang satunya lagi adalah temannya, Jhon Roberton. Dua orang yang di tangkap dan lemparkan ke penjara dimensi oleh anak buah Bima, sewaktu terjadi peristiwa pembantaian di bandara Georgia Airport, Amerika


"Uhh..! Kepalaku." Teriak seseorang setelah terbangun dari pingsannya


Robert kah itu?. Ya itu adalah dia. Sosok yang semula sombong, kini tengah meringkuk tidak berdaya


Dengan sisa sisa tenaganya, dia berusaha bangun, setelah tegak, dia mengedarkan pandangannya ke segala arah, lalu berkata


"Dimana ini. Kenapa tempat ini begitu asing?" Tanya Robert pada diri sendiri. tapi matanya terarah pada temannya Jhon Roberton, Tentu saja yang ditanya, tidak bisa menjawab. karena dia sendiri juga tengah kebingungan


"Tadi Kita sedang berhadapan dengan orang orang kuat itu, tapi sekarang dimana mereka?" Robert bertanya lagi pada temannya, untuk memastikan sekarang mereka sedang berada dimana, sekaligus mencari keberadaan musuhnya, yang satu hari lalu, telah membinasakan ribuan anak buahnya


Tapi pertanyaan itu tidak ada jawabannya. Untuk memastikan mereka sekarang sedang berada dimana. mereka memutuskan untuk menelusuri penjara dimensi itu


Seharian mereka berjalan, mengelilingi penjara dimensi itu. Tapi tak seorangpun yang mereka temui. Lalu dimana Stefani, juga anak dari bos naga hitam yang sudah di hancurkan dulu"


***

__ADS_1


Kota naga, wilayah pantai utara, pada waktu yang sama


Satu menit setelah berhasil menghancurkan pasukan tempur Jhon Roberton, Bima dan orang orangnya, langsung berteleportasi kembali ke kota naga


Anak buah Bima langsung menyebar, dan kembali ke posnya masing masing, sedangkan dia pergi melapor kepada Sadewa


Setelah bertemu dengan Sadewa. Bima berkata


"Semua sudah di bereskan tuan. tinggal menunggu perintah selanjutnya." Ucap Bima senang


Dia sudah menduga, bahwa tuannya, Sadewa telah mengetahui berita itu sebelumnya. Tapi tetap dilaporkannya secara resmi


Bima hanya menunggu perintah selanjutnya dari Sadewa. Oleh karena itu dia segera datang menemuinya


Sadewa yang mendengar berita itu juga turut senang, walau dia sudah tahu hal itu sebelumnya, tapi tetap merasa senang setelah Bima melapor padanya.Kemudian dia membuka suara


"Retas sistem informasi data perusahaan, juga perbankan mereka, dan sita seluruh aset asetnya, termasuk keuangan mereka."


"Baik tuan." Jawab Bima sambil menundukkan kepala, kemudian berlalu dari hadapan tuannya


Bima sudah tahu apa yang harus dikerjakannya. karena dia mempunyai satu tim peretas yang handal, yang beranggotakan orang orang dari dunia lain, ditambah dari orang orang bumi yang sudah di uji ke ilmuannya


Tim itu masih berada dibawah komando Bima. di tangannya lah seluruh aset gangster atau klan naga hitam, beralih menjadi milik Sadewa


Tim peretas itu juga lah yang telah memperdaya dan menaklukkan ribuan hacker kelas dunia, hingga tidak berdaya


Ribuan hacker itu bernaung di bawah perusahaan besar goog dan baygu. mereka semua lewat dan bertumbangan dihantam tim hacker nya kota naga


***


Satu jam setelah itu. berita akuisisi atau pengalihan nama perusahaan George City milik Robert, beredar di dunia maya, tapi siapa yang telah mengakuisisi tidak diketahui oleh dunia


Seluruh direktur. manajer dan sekretaris serta staf perusahaan itu kebingungan. kepada siapa mereka harus melaporkan hasil kerja mereka di perusahaan itu, kalau pemiliknya saja belum diketahui


Lian, panggilan lain sistem. dipanggil oleh tuannya. untuk mengirimkan 10 orang terbaik ke perusahaan George City. Ltd, yang berada di kota Georgia, Amerika


"Lian, pasang segel dan perisai di perusahaan baru ku itu. ikat seluruh orang orangnya dengan segel kesetiaan dan kematian, agar mereka selalu setia padaku."


"Tempatkan 10 orang terbaik dari pengawal ku disana, dan kirim kan juga seribu orang pengawal, untuk berjaga disana.Segera!"

__ADS_1


{ Baik tuan, perintah akan segera dilaksanakan }


"Bima, datanglah menghadap ku. ada sedikit pekerjaan untukmu." Ucap Sadewa melalui saluran vidio canggih


"Saya menghadap tuan." Ujar Bima yang langsung datang begitu di panggil oleh Sadewa


"Aku akan mengirimkan 10 orang terbaikku, untuk menempati posisi strategis di perusahaan yang baru di akuisisi itu, serta seribu pengawal kota kesana."


"Aku ingin kau mengatur posisi mereka, sesuai dengan keahliannya masing masing."


"Baik tuan, perintah tuan akan segera dilaksanakan." Jawab Bima takjub


"Sekarang bersiaplah. kau akau ku kirim ke sana saat ini juga." Kata Sadewa tegas, dan


"Whus!


Tubuh Bima menghilang bersamaan dengan berakhirnya ucapan Sadewa. Dia telah dikirim ke kota Georgia, bersama dengan 1010 orang orangnya, untuk mengambil alih perusahaan yang baru di akuisisi oleh Sadewa


"Dengan ini. bebanku menjadi sedikit ringan. Hama pengganggu kotaku telah di bereskan. Saatnya menikmati hidup." Kata batin Sadewa lirih, ditujukan untuk diri sendiri dan tersenyum manis, kemudian keluar dari ruangan kerjanya dengan wajah berseri seri


***


Markas besar geng kobra, Georgia city bagian Utara


Charles, salah seorang komandan perang gangster kobra, berinisiatif mengumpulkan rekan rekannya sesama komandan di kesatuannya masing masing, untuk membicarakan tentang bos mereka. Jhon Roberton, atau yang sering mereka panggil bos Roben


Dalam pertemuan itu, dia ingin rekan rekannya menemukan sebuah cara, agar bos besar mereka bisa di ketahui keberadaannya


"Sudah dua hari bos besar kita tidak terdengar lagi kabarnya, Apakah berita yang kita dengar itu memang benar ada, atau hanya cerita belaka?" Ucapnya, sambil mengedarkan pandangannya ke semua rekannya, berharap menemukan jawaban yang di inginkan nya


"Bukan mengecilkan kekuatan dan kekuasaan bos kita, tapi ini memang nyata, bos Jhon saat ini, sepertinya sedang di tahan oleh seseorang yang lebih kuat dari pada dia, dan keberadaannya tidak bisa dilacak, walau sekecil apapun celahnya."


" Tim IT kita saja, tidak bisa melacak keberadaan tuan Roben. Keberadaannya seperti terputus di suatu tempat yang tidak diketahui ada dimana."


"Jika terus masuk dan menelusuri tempat itu, maka perangkat yang digunakan akan meledak dan membunuh operatornya. Itulah yang terjadi dalam dua hari ini."


" Bukankah bos waktu itu sedang berada di bandara, mengecek persiapan keberangkatan rekan rekan kita ke kota naga. Tapi sampai saat ini, beritanya belum juga kita dengar


"Apakah mereka sudah sampai di tempat itu, dan sekarang sedang berpesta merayakan kemenangan menaklukkan kota naga?"

__ADS_1


__ADS_2