Legend Of System

Legend Of System
34. Bertemu Teman Lama


__ADS_3

Mendengar kata-kata bijak dari Sadewa, ketua yayasan sangat terharu mendengarnya begitu juga dengan guru-guru lain,dan dia langsung berkata.


"Tapi walau bagaimanapun, kami tidak berani sembarangan bersikap terhadap anda. sekarang anda adalah seorang penguasa."Ujarnya sopan


"Penguasa atau tidaknya, aku dulunya tetaplah siswa di sini jadi panggil saja aku Dewa." Kata Dewa membela diri, dan masih tetap menolak panggilan kehormatan tuan padanya


"Kalau begitu kita ambil jalan tengahnya saja. Kami semua akan memanggilmu" Penguasa " Ujar ketua yayasan masih tetap ngotot dengan pendapatnya


"Hem, terserah kalian sajalah." Guman Sadewa sedih


Suasana menjadi hening, ketika Sadewa mengucapkan kata kata itu. Mungkin di dalam hati mereka membatin dengan kata kata bersalah dan menyesal, karena dulu selalu memanggil Sadewa dengan si miskin dan selalu membully nya


"Oh ya tujuanku kesini adalah, untuk berkunjung dan bertemu dengan guru guru ku, juga teman temanku yang lain" Kata Sadewa dengan suara berwibawa, memecahkan suasana hening di sekitar mereka


"Mari kita ke ruang pertemuan sekolah, mungkin ada yang ingin penguasa bicarakan dengan kami." Kata ketua yayasan dengan sikap semakin hormat


Singkat cerita. Mereka yang berada di areal baku hantam antara Sadewa dan siswa tadi. Semuanya membubarkan diri, dan masuk ke halaman sekolah dengan tertib


Tapi bagi siswa yang pingsan, atau tidak sadarkan diri, akibat terkena pukulan dari Sadewa, mereka di gotong dengan menggunakan tandu dan dibawa ke ruang kesehatan sekolah


150 orang bodyguard Sadewa, tetap berada di luar. Sedangkan 50 orang dari mereka, ikut masuk ke halaman sekolah, dan berjalan mendampingi Sadewa di kiri kanannya


Penampilan mereka yang sangat mengintimidasi itu, membuat ketua yayasan dan guru guru, juga siswa yang melihatnya, terdiam seribu bahasa


***


Insiden perkelahian yang terjadi, di jalan belakang sekolah itu, yang melibatkan puluhan siswa dengan orang luar, beritanya merebak begitu cepat di sekolah juga sekitarnya, hingga menjadi pembicaraan hangat semua orang


Pada saat Sadewa datang, kebetulan sedang waktu istirahat. Jadi ketika insiden itu terjadi, banyak yang ingin mencoba keluar, tapi dicegah oleh security di pintu gerbang


Mendengar keributan masih belum berhenti. Akhirnya beberapa orang siswa menerobos keluar gerbang yang dipimpin oleh ketua siswa mereka, dan tak lama kemudian, disusul oleh ketua yayasan atau kepala sekolah, juga guru-guru yang ada di sana. Dan selanjutnya, kita sudah mengetahui apa yang telah terjadi disana


***


Begitu rombongan guru-guru, yang mendampingi Sadewa masuk ke halaman sekolah, suara riuh rendah segera terdengar di sana


"Lihat!. Bukankah itu Sadewa? jadi yang berkelahi di luar tadi, adalah Sadewa." Ujar salah seorang siswa laki-laki, sambil mengarahkan tangannya kedepan, setelah Sadewa hampir melewatinya


"Sadewa yang mana?. Aku tidak mengenalnya." Tanya kawannya penasaran

__ADS_1


"Kau mana kenal dengan dia. Ketika kau masuk, dia sudah keluar dari sekolah ini. Berhenti." Kata temannya yang lain


"Shinta!. Bukankah itu Sadewa?. Teman baikmu dulu." Ujar Ghea kepada temannya Shinta, sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah depan, dimana rombongan Sadewa yang masih berjarak 50 meter dari Ghea berjalan semakin mendekat


"Benar. itu Dewa!. Tapi kenapa penampilannya sekarang lain?. Apakah dia yang dijuluki, penguasa Pantai Utara itu?" Kata teman Shinta yang lain


"Cie..cie...Sang pangeran telah kembali.CLBK nich.." Ledek temannya sambil menggoda Shinta


"Apalah kata kalian ini. Sadewa dulu tidaklah sama dengan Sadewa sekarang. Dia seorang penguasa,sedangkan aku?" Kata Shinta membela diri, tapi pipinya bersemu merah


"Tuh kan benar. mulut mu bisa berkata tidak, tapi coba lihat, wajahmu tiba-tiba menjadi merah merona" Ledek temannya Ghea, sambil memegang pipi Sinta dan mencubitnya


"Auww..aduh.."Triak sinta kesakitan


Teriakan Shinta yang bersuara kuat itu ditengah keheningan, sukses membuat siswa yang berkerumun, menoleh ke arahnya, termasuk juga rombongan guru, ketua yayasan dan Sadewa


Seketika mata Sadewa berbinar, dan mengenali siapa yang berteriak itu. jantungnya berdegup kencang dan hatinya jadi tidak menentu. Tapi dia tetap berusaha menyembunyikannya dengan baik


Ketika Sadewa melewati rombongan Shinta, dan kawan kawannya, Sadewa menoleh kearah Shinta dan tersenyum manis kepadanya


Melihat Sadewa tersenyum kepada Shinta, teman temannya yang lain, juga tersenyum kepadanya, sambil sebentar melihat Shinta, sebentar melihat Sadewa


Kegugupan Shinta dan salah tingkahnya, membuat teman temannya geram, lalu serentak mencubit pinggangnya


"Aduh..Sakit.." Triak Shinta sekali lagi, dengan suara yang tidak kalah kuatnya dengan teriakan pertama tadi


Teriakan Shinta yang kuat itu, sekali lagi sukses membuat semua mata siswa, juga rombongan Sadewa, menoleh ke arahnya, yang membuat Shinta jadi salah tingkah dan merasa bersalah


***


Apa hubungan Sadewa Dengan Shinta sebenarnya?


Shinta dengan Sadewa dulu adalah teman dekat, Shinta merupakan primadona sekolah, yang berhati baik, dan tidak sombong, pintar lagi


Dia selalu bertutur kata lembut serta sopan. dan dia merupakan siswi tercantik di angkatannya


Banyak siswa laki-laki yang mencoba merayunya, tapi semuanya ditolak secara halus oleh Sinta, karena di dalam hatinya, hanya ada satu orang yang berhak menempatinya, yaitu Sadewa.


Walaupun dia tidak pernah mengatakannya secara langsung kepada Sadewa, tapi semua teman temannya, bisa merasakan dan melihat kedekatan mereka bukan hanya sekedar teman

__ADS_1


Banyak yang merasa iri kepada Sadewa, bahkan membencinya. Mereka ditolak oleh Shinta gara gara Sadewa, pikirnya


Seringkali Sadewa menjadi objek penghinaan, pemukulan dan pengancaman dari siswa yang lain, bahkan mereka berniat untuk melenyapkan Sadewa dari muka bumi ini, jika ada kesempatan


Tapi nasib berkata lain, Sadewa tiba-tiba memutuskan berhenti dari sekolah itu, ketika mereka masih di kelas 2 SMA


Secara otomatis, pertemanan Sadewa dengan Shinta terputus, dan sejak saat itu, mereka tidak pernah bertemu atau berkomunikasi lagi


Banyak siswa yang merasa senang, dan berpikir akan mempunyai banyak kesempatan untuk mendekati Shinta lagi


Tapi mereka tidak tahu, Shinta merasa sangat kehilangan dan sedih, sejak Sadewa berhenti dari sekolah itu secara mendadak


Sejak saat itu, Shinta tidak pernah bertemu dengan Sadewa lagi. Dia hanya mendengar dari teman temannya, bahwa Sadewa sekarang bekerja menggantikan ayahnya melaut


Walaupun demikian, Shinta masih tetap berharap dalam hatinya, pada suatu saat nanti, dia akan bertemu dengan lelaki yang sangat dikaguminya itu


Walaupun teman-temannya yang lain selalu meledeknya, karena kemiskinan Sadewa, tapi Shinta tidak peduli. Baginya kebaikan hati Sadewa adalah yang paling utama dalam hidupnya


Oleh karena itu, ketika Sadewa datang kembali ke sekolahnya, hati Shinta jadi tak karuan, berdegup sangat kencang, dan gugup, tapi dia berusaha menyembunyikan itu semua


Shinta berharap Sadewa melihatnya, diantara kerumunan siswa yang berdiri berjajar, di jalan yang didahului oleh Sadewa, Dan harapannya terkabul ketika Sadewa melihat dan tersenyum manis kepadanya


Akibatnya, benih benih cinta bersemi kembali di hati Shinta, bagai tanaman yang layu terkena air hujan yang sejuk dan menyejukkan,Ahai..!


***


Aula pertemuan SMA tingkat 17 kota B


"Mari silakan masuk Penguasa." Kata ketua yayasan dengan suara rendah


"Terima kasih pak ketua."Kata Sadewa dengan suara sesopan mungkin


Mereka mendadak menjadi sibuk, mengatur jalannya pertemuan, antara Sadewa dan pihak sekolah. Sikap mereka yang berlebihan itu, membuat Sadewa merasa risih dan tak enak hati, tapi dia tidak bisa mencegahnya


Karena semua guru guru juga staf kantor, dan perwakilan pengurus siswa menghadiri pertemuan itu, otomatis proses pembelajaran tidak bisa berlangsung seperti biasa


Kejadian itu membuat Sadewa semakin tidak enak hati, jadi tanpa membuang waktu, Sadewa segera berinisiatif untuk memulai pertemuan nya


Tapi sebelum dia berkata, ketua yayasan sudah memulai percakapan dengan Sadewa dan berkata..

__ADS_1


__ADS_2