Legend Of System

Legend Of System
48. Hari Pembalasan 1


__ADS_3

"Slaaasshh.."


"Baaammm.."


"Aakh.."


Hanya teriakan itu yang terdengar, setelah seberkas sinar berwarna biru keluar dari tangan Thio Sam Hong, meluncur ke arah komandan arogan itu, yang ternyata bernama Taeh Yung, dan tepat mengenai tubuhnya


Bisa dibayangkan apa yang yang terjadi pada tubuh komandan itu, setelah terkena serangan tingkat tinggi dari Thio Sam Hong, yang berada di level yang jauh lebih tinggi dari siapapun


Tubuh komandan itu hancur, berubah menjadi kabut darah di udara, dan menguap hilang ditiup angin begitu saja


Prajurit rendahan yang melihat kejadian itu, tentu saja merasa ketakutan. Serta merta mereka melangkah mundur perlahan ke belakang, dengan senjata yang masih tetap terhunus ke arah Thio Sam Hong


Rasa muak yang membuncah di dada Thio Sam Hong, membuat dia tidak peduli lagi dengan keadaan sekitarnya, Dia segera merilis teknik tangan dewa tingkat tinggi, dengan sedikit mengangkat tangannya ke udara


Seketika ratusan prajurit yang tadi mengepungnya, berhenti melangkah mundur. Tubuh mereka berdiri diam bagai terkunci, dan terpaku di tanah dengan mata melotot


Tiba tiba secara perlahan, tubuh ratusan prajurit itu terangkat ke udara setinggi 3 meter.dan...


"Kraaak ..."


"Aaaakh..aaah..aaaaa"


"Booouummm..."


Ratusan tubuh prajurit yang tadi melayang di udara, seluruhnya hancur menjadi debu, setelah Thio Sam Hong mengepalkan tangannya kuat kuat


Tepat pada waktu itu, lebih seribuan orang prajurit datang dari segala arah, yang dipimpin oleh 4 orang jenderal kebanggaan raja Ming Fei, dengan persenjataan lengkap


Mereka sangat terkejut sekali, melihat rekan rekan sesama prajurit, tubuhnya meledak di udara


Tanpa di komando. mereka serentak mengambil posisi mengepung orang yang sudah membunuh rekan rekan mereka dengan senjata yang terhunus


Merasa terkepung dari segala arah, tidak membuat Thio Sam hong menjadi takut. Bibirnya malah menyunggingkan senyum yang sangat misterius, seperti menyiratkan maksud jahat yang tersembunyi


"Siapa kau?.Dan kenapa kau berani mengacau di istana giok biru ini." Bentak salah seorang jenderal muda yang bernama Li Fang, yang memimpin ribuan prajurit itu, sambil mengerahkan level kultivasi nya ke tingkat pendekar langit tahap puncak


"Ha..ha..ha.. Hanya jenderal cecunguk sepertimu, berani memamerkan tingkat kultivasi rendahan pada dewa kematianmu ini." Tawa Thio Sam Hong pecah, ketika melihat tingkat kultivasi yang dikuasai oleh jenderal kebanggaan kerajaan yang rendah itu

__ADS_1


"Kurang ajar!. Rasakan ini." Teriak jenderal Li Fang sambil berkelebat dan mengarahkan pukulannya ke tubuh Thio Sam Hong


Mendapat serangan yang lemah itu. Thio Sam Hong tidak bergerak dari tempat dia berdiri. Dia berniat untuk menerima pukulan yang dilancarkan oleh jendral Li Fang ke tubuhnya


Pukulan jurus yang tergolong cepat itu, menurut perkiraan dari jenderal Li Fang, telak mengenai tubuh Thio Sam Hong, hingga menciptakan suara yang memekakkan telinga, Serta debu yang tebal menutupi tubuhnya


"Dhuuaaarrr...Bouuummm..."


"Rasakan itu bangsat!" Ujar jenderal Li Fang puas, yang menyangka serangan jurus terkuat nya, akan mampu menghancurkan tubuh Thio Sam Hong, sambil meloncat mundur ke belakang


Tapi apa yang terjadi?.


Beberapa saat kemudian, debu yang menutupi tubuh Thio Sam Hong menghilang tertiup angin, dan menyisakan tubuh yang terkena pukulan tadi, masih berdiri tegap di tempatnya, dan tidak bergerak sedikitpun dari sana


Jangankan terluka, pakaian yang dikenakan pun, masih terlihat utuh, dan tidak kurang suatu apapun


"B..ba..bagaimana mungkin kau tidak terluka. Siapa kau sebenarnya?" Ujar jenderal Li Fang gugup


"Aku adalah malaikat maut mu. Datang kesini ingin mencabut nyawamu, juga nyawa raja mu." Jawab Thio Sam Hong santai


Mendengar jawaban yang sangat meremehkan itu, membuat keempat jendral, dan seluruh prajurit yang ada di tempat itu, menjadi sangat emosi. Kemudian salah seorang jenderal di antara 4 jenderal itu, berkata kepada ribuan prajurit di hadapannya


"Prajurit!. Seraaang!" Triak jenderal tersebut lantang, sambil memerintahkan kepada tiga jenderal bawahannya, untuk memimpin penyerangan itu. Sementara dia sendiri, hanya mengamati dari jauh


Ribuan prajurit yang mendapat perintah dari jendralnya, Begitu juga dengan ketiga jenderal bawahannya, serentak maju menyerang Thio Sam Hong, sambil berteriak teriak untuk membuat lawannya ketakutan


Ada yang menyerang menggunakan tombak pedang, juga ada yang menggunakan panah


Mereka maju menyerang Thio Sam Hong bersamaan, seperti ingin melumatkan tubuhnya sampai tidak tersisa


Bukannya takut atau gentar, mendapat serangan dari ribuan prajurit dan 3 jendral kerajaan tersebut. Thio Sam Hong malah tersenyum, sambil menggeleng gelengkan kepalanya keheranan


Ketika jarak serangan mereka


hanya tinggal 3 meter. Thio Sam Hong segera merilis tehnik tangan dewa nya sekali lagi


Teknik tangan dewa yang dirilisnya sekali ini, tidak tanggung tanggung. Dia menerapkan dua tingkat sekaligus. Yaitu tingkat ke 3 dan ke 4, dari 7 tingkat tahapan tangan dewa nya,


Tingkat ke 3 adalah pukulan peremuk tulang, dan tingkat ke 4 adalah pukulan penghancur gunung

__ADS_1


Walaupun baru tingkat ke 3 dan 4.Tapi kekuatan yang ditimbulkan oleh ke dua pukulan itu, bisa menghancurkan gunung batu sekeras apapun, tanpa bersusah payah menyentuhnya


Setelah dirasa cukup, Thio Sam Hong segera mengangkat tangannya ke udara, dan memutar mutarkan nya ke empat arah yang berbeda secara cepat, yang bisa di ikuti oleh mata biasa


Ribuan prajurit yang tadi bergerak ingin menyerang Thio Sam Hong, mendadak berhenti. Tubuh mereka bagai di paku di tanah, diam mematung, dengan mata melotot, dan mulut meringis, mengeluarkan darah dari mulutnya masing masing


Begitu juga dengan ketiga jenderal yang ikut memimpin penyerangan. Tubuh ketiganya juga berhenti bergerak. Cuma bedanya kondisi mereka tidak separah tubuh para prajuritnya


Hanya membutuhkan waktu sebentar, tapi dengan usaha yang mempertaruhkan nyawa. Tubuh ketiganya terbebas dari rasa sakit, setelah mengerahkan seluruh kekuatannya


Jenderal Zhou Quan, menaikkan level kultivasi nya ketingkat pendekar Surgawi tahap akhir, hingga dia bisa sedikit terbebas dari rasa sakit. Tapi masih tetap tidak bisa bergerak dari tempatnya


Sedangkan Jenderal Li Fang, sekali lagi mengerahkan kekuatan pendekar langit nya hingga ke level puncak. Setingkat lebih rendah dari level kultivasi jenderal Zhou Quan


Dia juga terbebas dari rasa sakit, walau hanya sedikit, akibat tekanan aura teknik pukulan peremuk tulang, juga pukulan penghancur gunung nya Thio Sam Hong


Sementara jenderal Li Chen, kakak sepupu jenderal Li Fang, mengerahkan kekuatan pendekar Surgawi nya sampai ke tahap menengah, hingga dia juga bisa terbebas dari tekanan aura yang kuat itu


Baru saja ketiga Jenderal itu terbebas dari tekanan aura yang dilancarkan oleh Thio Sam Hong. Walaupun masih tidak bisa bergerak dari tempatnya


Tiba tiba mereka melihat, dari tangan kanan Thio Sam Hong, keluar siluet ribuan kepalan tangan, yang semuanya memancarkan api kuning kehitaman yang sangat panas, menuju ke arah mereka juga prajuritnya, dan..


"Baaammm.....baaammm......baaammm..."


"Dhuuuaarrr.....dhuuaaarrr......dhuuaarr..."


"Bouuummm....."


"Aaaaakh..aaaaaa...aaaaaa.."


Jeritan pilu dari ribuan prajurit yang terkena pukulan langsung, dari tehnik yang di lancarkan oleh Thio Sam Hong, terdengar sangat menyayat hati


Ratusan prajurit yang berada di bagian paling depan mati seketika, terkena pukulan penghancur gunung Thio Sam Hong. Tubuh mereka langsung hancur menjadi kabut darah


Sedangkan ratusan prajurit di lapis kedua, mengalami hal yang juga sama dengan rekannya di bagian depan. Cuma bedanya tubuh mereka tidak seluruhnya hancur, masih juga menyisakan sedikit bagian lain. Tapi nyawa tetap melayang


Sementara prajurit di lapis ke tiga, hanya mengalami luka yang sedikit ringan, tapi sebagian dari mereka tulangnya hancur


Ada yang langsung mati, ada juga yang terlihat berguling guling di tanah, sambil meraung Raung kesakitan

__ADS_1


Ketiga jenderal yang memimpin penyerangan itu juga mengalami hal yang sama dengan prajuritnya. Cuma bedanya, nyawa mereka masih melekat di badan. Walau kondisi ketiganya tidak bisa dikatakan masih baik


__ADS_2