Legend Of System

Legend Of System
32. Berkunjung


__ADS_3

Ke empat orang yang dipanggil Sadewa, gemetar. Mereka buru buru merangkak ke arah Sadewa, yang berdiri dengan wibawanya


"Bangunlah."Perintah Sadewa tegas


"Pengua...."


"Berhenti!.Jangan diteruskan. Aku sudah tau apa yang terjadi pada kalian.Bangun!" Kata Sadewa sambil melambaikan tangannya pada empat orang laki laki malang itu


Seketika seberkas sinar berwarna biru keluar dari tangan kanan Sadewa,dan menerpa tubuh mereka berempat


Ajaib!.Beberapa saat kemudian, semua luka luka ditubuh mereka menghilang. Tubuh mereka kembali sehat dan menjadi kuat


Melihat mereka berempat itu sudah sembuh, Sadewa sedikit mendekat ke tempat mereka dan berkata. "Untuk kedepannya, jangan bertindak ceroboh lagi. Semua wilayah pantai utara ini, telah ku pasangi dengan segel kutukan. sebelum ada izin dariku, jangan coba coba untuk memasukinya."


"Terima kasih Penguasa." Kata ke empat laki laki malang itu serempak sambil menunduk


Orang orang yang menyaksikan peristiwa pengobatan yang tidak biasa itu. terkejut luar biasa. Luka luar dan luka dalam mereka sembuh dalam waktu hanya beberapa detik


Bagi warga kota, mereka sudah pernah melihat pengobatan seperti itu sebelumnya. Tapi bagi warga pendatang, baru pertama kali mereka lihat


Kejadian seperti itu, tentu saja membuat mereka takjub, kagum sekaligus bertambah hormat kepada Sadewa


Mereka semuanya merasa beruntung, bisa menyaksikan peristiwa yang sangat langka itu. Bagi warga kota asli, mereka semakin membulatkan tekad, untuk tetap tinggal bersama dengan penguasa muda mereka


Sebaliknya bagi para pelancong atau pendatang, mereka ingin pindah dan menjadi warga Kota Naga yang sah dan bekerja pada Sadewa, dengan menjual rumah dan tanah mereka di tempat asalnya


"Sekarang sudah waktunya, untuk melakukan aktivitas seperti biasa. Kembali ke tempat kalian masing masing." Kata sadewa dengan suara keras memerintahkan mereka semua untuk pulang


Serentak mereka membubarkan diri, dari tepian laut pantai utara itu, termasuk juga orang-orang penting dan petinggi kota "Naga Emas" yang namanya baru saja dirubah oleh Sadewa


***


Beberapa jam kemudian,di bumi bagian lain


Berita tentang terbentuknya pulau dan kota baru di Pantai Utara itu, santer terdengar di seluruh penjuru bumi, bahkan sampai ke dunia lain


Peristiwa fenomenal itu diliput dan disiarkan secara langsung oleh semua divisi Kota Naga, termasuk juga oleh warga kota, serta para pelancong atau turis yang kebetulan berada di sana


Berita yang mereka siarkan, tentu saja membuat gempar penduduk bumi, karena berita itu disiarkan secara visual dan di sertai dengan bumbu penyedap indera pendengaran dan Indera mata


Bersamaan dengan itu, di beritakan juga, bahwa properti serta pertokoan di sepuluh kota baru dan di Kota Naga, akan dijual kepada penduduk bumi, yang berniat ingin membelinya

__ADS_1


Hasilnya. Sepertiga penduduk bumi dibuat penasaran dengan berita itu. Mereka ingin datang ke Kota Naga dan membuktikan sendiri akan kebenaran beritanya


Dua hari kemudian, berduyun duyunlah orang datang dari seluruh penjuru bumi, Baik dengan kapal atau dengan pesawat pribadi mereka


Banyak juga orang yang datang dengan mesin dimensi, yang sudah mereka beli beberapa hari yang lalu di kota ini


Singkat cerita, sepuluh hari pun berlalu. Banyak transaksi yang sudah berhasil dibuat. Separoh properti juga pertokoan sudah laku terjual


Geliat kehidupan di kota baru itu sudah mulai kelihatan. Toko toko sudah mulai menjajakan dagangannya, termasuk juga di Kota Naga


Hotel, penginapan atau inn, juga homestay penuh sesak dengan turis yang berdatangan setiap hari


Mereka datang karena penasaran dengan berita yang dilihat juga didengar. Dan hasilnya memang sesuai dengan kenyataan, bahkan lebih hebat dari pemberitaan itu


Hasilnya adalah. Kota Naga Emas, juga 10 kota baru, termasuk enam pulau habitat tumbuhan dan hewan, mendapat julukan "Kota dan Tanah Impian"


***


Kota Naga, pukul 10,30 pagi


"Ganteng benar hari ini? apakah mau mencari calon menantu untuk ibu." Tanya ibu Sadewa sambil menggoda


Mendapat pertanyaan yang tiba-tiba seperti itu, Sadewa menjadi gugup lalu berkata kepada ibunya. "Hari ini Dewa mau berkunjung ke sekolah Dewa bu. seperti yang beberapa hari Dewa rencanakan."


"Apakah Dewa mau pergi sendiri?.atau bersama orang orang mu?"


"Ibu takut terjadi apa-apa di sana. Bukankah dulu Dewa banyak dimusuhi oleh kawan-kawan Dewa sendiri?"


"Ibu tenang saja, tidak akan terjadi apa-apa pada Dewa, percayalah. Dewa sekarang bukanlah Dewa yang dulu." Kata Dewa meyakinkan ibunya kemudian dia kembali berkata


"Dewa pergi dulu Bu." Ujar Dewa sambil mencium tangan ibunya, kemudian melangkah pergi, sambil berkata dalam pikirannya menghubungi bawahannya Bima


"Bima!.Datanglah menghadap ku.Sekarang!"


Tidak membutuhkan waktu lama, tiba-tiba di hadapan Sadewa, muncul seberkas sinar berwarna biru, dan berubah menjadi sesosok laki-laki berbadan tegap dan berwajah dingin. kemudian berkata..


"Hamba menghadap tuan. Apakah ada sesuatu yang tuan butuhkan dari hamba?"


"Persiapkan orang-orang mu, untuk mendampingi ku pergi ke sekolah ku yang lama dulu. Dan jangan muncul sebelum aku panggil" Perintah Sadewa tanpa ber basa-basi lagi


"Siap laksanakan tuan." Jawab Bima tegas

__ADS_1


Sedetik kemudian Sadewa menjentikkan jarinya dan langsung menghilang dari pandangan Bima


"Tuanku memang hebat. Dia sudah bisa menguasai teknik transportasi tingkat surgawi, hanya dalam beberapa hari."


"Tidak salah aku memilih nya menjadi tuanku yang baru, menggantikan tuan ku sebelumnya." Guman Bima sambil memasuki portal dimensinya dan melangkah pergi


***


Di luar pagar belakang Sekolah Menengah Atas 17, kota B


Sesosok tubuh laki-laki muda, yang ternyata adalah Sadewa. Tiba tiba muncul di sana, tanpa menimbulkan suara sedikitpun. Kemudian ber guman sendiri


"Sudah 1 tahun lebih aku tidak bersekolah di sini lagi. bangunannya belum berubah sama sekali, malah semakin buruk."


"Bangunan ini tidak layak lagi disebut sebagai sebuah institusi tempat menimba ilmu, tapi layak disebut dengan rumah kumuh." Ujar Sadewa prihatin, dan melanjutkan perkataannya..


"Apakah pemilik yayasan sekolah ini tidak peka, atau mementingkan diri sendiri ? Sehingga tidak ada perbaikan ruang dan lain-lainnya sama sekali?" Guman Sadewa lagi sambil melihat bangunan bangunan yang ada di depannya, tapi tiba-tiba...


"Aha... pucuk dicinta ulam pun tiba. Lihat ada mangsa di depan kita. Kelihatannya dia orang kaya."


"Ayo kita rampok dia!" Teriak seorang laki-laki muda, yang masih berseragam sekolah bagian bawah, tapi atasannya memakai kaos warna hitam bertuliskan "Kobra"


Sadewa bergegas menoleh kearah suara yang baru datang dari belakangnya, dahinya sedikit mengerut mengingat siapa mereka itu


Ada 10 orang remaja tanggung sepantaran dengannya, yang juga masih mengenakan seragam sekolah. Kemudian salah seorang dari mereka berkata kepada Sadewa


"Kau kelihatannya orang kaya, tidak salah kalau kau mau sedikit berbagi harta kepada kami semua."


"Kalau kau masih mau hidup, serahkan semua hartamu.Sekarang!" Teriak pemuda yang berbaju kaos hitam sambil menggertak Sadewa


"Bocah bau kencur, Sudah berani mengancam ku. Mimpi!" Kata Sadewa tidak kenal takut


"Kurang ajar!. Beraninya kau melawan ku. Kau tidak tahu siapa kami. Kami anggota genk kobra hitam yang terkuat di kota ini."


"Kobra Hitam? Berarti kalian anak buah Mr.Spinx?"


"Baguslah kalau kau sudah tahu. keluarkan dompetmu sekarang. Kalau tidak..?


"Kalau tidak apa..? memukulku?.Sini. Ku ajari kau cara memukul yang benar."


"Bedebah kau.Sudah bosan hidup ha?. Cepat!. Tangkap dia untukku." Perintah pemuda yang berbaju kaos hitam kepada 9 orang anak buahnya

__ADS_1


Sadewa hanya tersenyum melihat tingkah laku dari pemimpin mereka. Kemudian berkata. "Dasar sampah tidak berguna. Beraninya main keroyokan"


"Sini!.. akan ku ajari kau sopan santun, bagaimana seharusnya bersikap pada bos mu."


__ADS_2