
"Tuan. apa tidak sebaiknya kita mendaftarkan diri, untuk mengikuti lelang nanti?"
"Saya khawatir, tempat ini akan di pesan oleh orang lain, kalau kita tidak membelinya sekarang!" Ucap seorang pengawal
seorang kepala negara dengan sopan nya
"Kalau itu kemauan kalian, maka lakukan yang terbaik. Aku ingin mendapatkan cincin ruang level 7 nanti, bagaimana pun caranya!" Jawabnya penuh semangat
"Baik tuan raja!" Respon pengawalnya cepat. Kemudian turun dari lantai dua, untuk mendaftarkan rajanya, agar bisa mengikuti pelelangan yang akan diadakan sebulan lagi
"Selamat sore tuan presiden!. Apakah tuan berkenan untuk menghadiri pelelangan yang akan diadakan sebulan lagi?" Tanya seorang tentara berpangkat jenderal bintang dua pada presidennya
"Kau atur saja mana yang terbaik. aku ingin mendapatkan cincin ruang level 7 itu nanti. Jika perlu level tertinggi, walau berapapun harganya!" Jawab presiden tersebut dengan semangat
"Baik tuan presiden!" Jawab jenderal tersebut patuh
Sama seperti pengawal raja yang berada dikamar sebelahnya itu, Jenderal itupun segera turun dari lantai dua, dan menemui panitia yang bertugas untuk mencatat pendaftaran peserta lelang nanti
Bukan hanya mereka saja, ada ribuan orang yang sedang antri untuk mendapatkan kuota, guna mengikuti lelang. Mereka dengan tertib mengantri untuk sampai didepan meja ratusan panitia yang disediakan oleh kota naga
Tidak membutuhkan waktu lama, karena dibantu oleh sistem, panitia lelang telah berhasil mencatat calon peserta lelang yang akan diadakan sebulan lagi itu
Kini waktunya untuk mereka pulang. Tapi banyak peserta lelang, yang memutuskan untuk tetap tinggal di kota naga tersebut, karena jarak kota mereka lumayan jauh dari kota naga. Jadi mereka tetap tinggal di kota tersebut
Tidak terasa waktu sebulan yang dijanjikan, sudah hampir sampai, Hanya tinggal tiga hari lagi lelang akan diadakan
"Selamat datang tuan tuan!. Silakan mampir di pondok makan kami, dan silakan pesan apa saja yang di inginkan." Sapa seorang pengusaha rumah makan kota naga dengan ramahnya
"Terima kasih!. Kebetulan perutku sudah lapar, dan ingin segera diisi." Respon seorang saudagar kaya juga dengan sikap sopan nya
Tak jauh dari saudagar itu, ada beberapa orang yang sedang makan, tapi sikap mereka tenang dan tidak banyak omong
Sambil menikmati makanannya, sesekali mereka mengedarkan pandangannya ke areal sekitar. Tak lama kemudian, seseorang diantara mereka berkata.
"Ramai juga kota ini!. Bangunannya sangat megah dan kokoh. Belum pernah aku melihat bangunan yang seperti ini di negara manapun, kecuali ditempat ini." Ucap salah seorang diantara 8 orang tersebut penuh kekaguman
"Aku juga belum pernah melihat negeri seperti ini. Mungkinkah ini negeri dongeng, atau dunia khayalan saja?" Respon temannya juga keheranan
"Kalau tidak diingatkan oleh pengawal tadi ,ingin rasanya aku serang tempat ini, dan kuasai wilayahnya, tapi ditubuh kita telah dipasangi segel yang entah dari mana itu."
'"Begitu segel tersebut dipasang, seluruh keinginan ku hilang begitu saja, dan berganti menjadi rasa bimbang dan takut."
"Sebaiknya kita patuhi saja aturan mereka. Karena kita datang kesini bukan untuk menyerang, tapi dengan tujuan untuk mendapatkan salah satu cincin ruang itu." Jawab seorang temannya mengingatkan yang lain
"Bos kita sangat tertarik dengan benda tersebut, kalau kita pulang dengan tangan kosong, maka bersiaplah menghadapi kemarahan dari bos kita itu!" Ucap temannya mencoba menasehati temannya tersebut
"Sebenarnya ini tempat apa?. Kenapa begitu melihat orang orangnya, apalagi penjaga tempat ini, hati ku bergetar dengan rasa takut yang tidak bisa dikatakan."
"Apalagi ketika bertatap dengan mata para penjaga itu. Tatapan mata mereka, seperti menyiratkan ancaman kematian yang sangat mengerikan sekali!"
"Biasannya ditempat kita, orang orang akan merasa takut, ketika bertemu atau mendengar kita akan datang. tapi di tempat ini. kita pula yang merasa takut."
__ADS_1
''Aku jadi penasaran apakah benar ini tempat yang sangat kuat." Ucap salah seorang diantara mereka dengan sikap angkuhnya, tapi tiba tiba..
"Aarrrkkhhh!" Teriak orang tersebut kesakitan, sambil memegang kepalanya erat erat. Tak lama kemudian, orang yang bersikap angkuh itu jatuh, dan mati begitu saja
Ketujuh temannya yang lain, tentu saja terkejut bercampur rasa takut. Kawannya tadi hanya mengatakan ingin menguji, apakah tempat itu berbahaya atau tidak
Baru saja selesai mengucapkan kata kata tersebut, didepan mata kawan kawannya sendiri, temannya mati dengan lidah terjulur keluar, seperti habis di cekik
"Apa yang terjadi?. Kenapa kawan kita tiba tiba jatuh dan mati?" Tanya ketua pemimpin kelompok itu keheranan
"Kawan kalian itu mempunyai niat yang kurang baik disini, maka dia terkena kutukan."
"Jika kalian ingin menyusulnya, silakan ucapkan kata kata yang merendahkan kota ini. Aku jamin, nyawa kalian akan lepas dari badan detik itu juga!" Ucap seorang pengawal, yang tiba tiba saja muncul didepan mereka
"Siapa kamu?" Tanya ketua pemimpin kelompok itu ketakutan
"Aku salah seorang penjaga kota ini." Jawab orang tersebut datar, kemudian hilang begitu saja dari pandangan mereka
"Kawan kalian itu akan dikirim ke tempatnya semula dengan beberapa keterangan." Ucap penjaga itu dari balik bayangannya
"Ih!. Benar benar kota penuh misteri, dan tidak bisa diremehkan!"
"Kita harus berhati hati selama berada ditempat ini, dan jangan berbuat macam macam lagi!" Ucap pemimpin kelompok tersebut sambil bergidik ngeri
***
Sementara itu, di bagian lain. para peserta lelang juga sudah mulai bersiap siap untuk memasuki penginapan, hotel atau sejenisnya
Sebelum mereka memasuki kota naga, mereka sudah diingatkan, agar tidak berbuat macam macam, semisal membuat keributan, atau mengganggu jalannya aktivitas orang orang kota naga
Jadi mereka saat ini hanya duduk manis, sambil menikmati hidangan mewah tapi berharga murah, di tempat makan tersebut
Ada yang duduk dan makan di restoran mewah dalam kota. Ada juga yang duduk serta makan di tepi laut, sambil menikmati mentari senja, yang akan menuju peraduannya di ufuk barat
Sambil makan itu mereka berkata. "Indah nian kota ini!. Tidak bosan bosannya aku memandang panorama disekitarnya."
"Lautnya terlalu bersih, dan airnya juga jernih, tidak seperti di tempat kita, kotor, keruh dan kumuh!"
"Andai ditempat kita seperti ini, maka aku akan betah duduk berlama lama di tepi pantai dan makan seperti ini." Ucap seorang pelancong, sekaligus calon peserta lelang. Utusan dari sebuah organisasi sarikat perdagangan kota negara tetangga
"Mungkin itu hanya angan angan saja. Sudah banyak usaha dari pemerintah kita. tapi tetap saja orang orang yang tidak bertanggung jawab. membuang limbah rumah tangga maupun lingkungan langsung kelaut." Sambut temannya sesama pelancong sedih
"Aku heran!. Bagai mana kota ini bisa terbentuk, dan bagaimana pemimpinnya mengatur serta mengelola kota sebesar ini, hingga menjadi bersih dan penduduknya begitu patuh pada aturan!" Ucap seorang temannya yang lain
"Kebetulan tadi aku melihat ada seorang pelancong seperti kita, membuang sampah sembarangan di jalan,."
"Tak lama kemudian, datang empat orang penjaga kota, menangkap orang itu, dan dibawa entah kemana." Respon temannya yang lain
"Kalau begitu kita harus bertindak hati hati, dan jangan sampai ceroboh, agar kita tidak mendapatkan masalah selama disini!" Jawab pemimpinnya mengingatkan anak buahnya
"Benar benar kota yang hebat, dan tidak bisa dianggap remeh!" Respon temannya yang lain lagi dengan ekspresi kagum
__ADS_1
***
Pada malam harinya. sekitar pukul 7 malam
Sadewa dan kedua orang tuanya, sedang duduk bersama di satu meja makan mewah dan besar. diruang makan istananya
Di atas meja itu penuh dengan berbagai macam hidangan. Yang dimasak oleh asisten istana. Tapi sebelum mereka makan. ibu Sadewa berkata.
"Ibu bangga dengan pencapaian mu yang sangat gemilang ini Dewa. Tidak disangka, kita yang dulunya miskin, sekarang telah berubah menjadi orang kaya, bahkan mungkin terkaya di dunia."
"Untuk pencapaian mu ini, ibu pikir harus dibarengi dengan pencapaian mu sebagai seorang laki laki." Ucap Ibunya mencoba menggiring opini anaknya, untuk mengabulkan apa yang dimintanya selama ini. Menikah!
"Itu terus yang ibu bicarakan pada anak kita ini!. Bukankah sudah dia katakan, Sadewa akan menikah di usia 20 tahun. Sedangkan sekarang umurnya baru menginjak 18 tahun 8 bulan, berarti masih ada satu tahun lebih lagi untuk dia menikah?" Bantah suaminya kurang senang
"Kenapa harus menunggu selama itu Dewa?. dan kenapa harus menunggu usia mu mencapai 20 tahun. Bukankah bisa kau lakukan kapan saja?" Sanggah ibunya kesal dan masih tetap ngotot juga
"Baiklah kalau itu yang ibu inginkan!. Berarti ibu tidak sayang pada dewa!" Jawab Sadewa pasrah
"Kenapa kau katakan itu anak ku? Bukankah itu hal yang wajar dikatakan oleh setiap orang tua?" Sanggah ibunya masih tidak mengerti
"Ibu memang benar, tapi dalam kondisi ini, Dewa sedikit berbeda dengan yang lain. Tapi jika ibu tetap memaksa maka dewa akan kabulkan keinginan ibu itu!"
"Tapi setelah itu, Dewa akan pergi selamanya, dan akan kembali setelah seratus tahun dari sejak pernikahan itu."
"Apa maksud mu Dewa?. Ayah dan ibu tidak mengerti, kenapa kau berkata seperti itu!" Ucap ayahnya penasaran, dan sedikit mempunyai firasat kurang enak terhadap anaknya
"Bukankah ibu ingin agar Dewa menikah secepatnya?. Jadi Dewa akan kabulkan keinginan ibu itu." Jawab Sadewa lemah, seperti mengisyaratkan kekecewaan yang sangat dalam, tapi tidak mampu dia utarakan didepan orang tuanya itu
"Mungkin sekaranglah saatnya, Dewa harus berterus terang pada kalian, siapa sebenarnya Dewa ini." Ucapnya dingin, dengan tatapan kosong seperti ruang dimensi yang sedang terbuka
Dan tiba tiba saja suhu di ruangan itu berubah dengan drastis, sebentar panas sebentar dingin
"Apa yang terjadi?. Kenapa suhu di ruangan ini tiba tiba berubah?"Tanya ibu Sadewa keheranan
"Itulah pertanda awal dewa akan pergi dari kehidupan ayah dan ibu. Dewa tidak main main dengan ucapan dewa ini!" Jawab Sadewa sudah memulai penjelasannya
"Sebenarnya Dewa adalah sistem, dan sistem adalah Dewa."
"Jika Dewa menikah dalam usia yang belum mencapai 20 tahun, maka sistem ditubuh Dewa akan menghilang, bersamaan dengan menghilangnya Dewa dari kehidupan kalian."
"Jika kalian memang menginginkan Dewa menikah, dalam usia Dewa sekarang, maka bersiap siaplah akan kehilangan Dewa untuk selamanya!" Ucap Sadewa berterus terang, dengan ekspresi sedih
"Tapi bagaimana itu bisa terjadi Dewa?" Tanya ibunya masih tetap tidak mengerti."
"Panjang ceritanya bu!. Jika Dewa menceritakannya, tidak akan cukup seminggu untuk mendengarnya."
"Jadi cukuplah dewa katakan. Kalau ibu masih tetap memaksa agar Dewa menikah, maka hari ini juga akan Dewa kabulkan!" Ucapnya pasrah dan terlihat sangat sedih sekali
Setelah mengatakan itu, tanpa menyentuh makanan sedikit pun yang ada di atas meja, Sadewa meninggalkan ruang makan itu dengan langkah gontai
"Tunggu Dewa!" Teriak ibunya kuat
__ADS_1
"Tidak perlu ibu katakan lagi!. Sekarang carikanlah seorang gadis untuk Dewa nikahi, dan tetapkan harinya. paling lambat hari ini. Besok akan dilangsungkan pernikahan itu." Respon Sadewa sedih. kemudian berlalu pergi