
"Slaaazsshh..."
"Baaammm.. Dhuuaaarr.."
Tidak ada angin tidak ada hujan, tiba-tiba petir dan Guntur membahana di langit kota B, membuat orang-orang yang ada di halaman sekolah maupun diluar lingkungan sekolah itu terkejut, dan jatuh pingsan
Setelah itu,waktu seolah-olah berhenti diseluruh wilayah kota B . Semuanya berdiri dan diam mematung ditempatnya, kecuali Sadewa dan para pengawalnya
Di saat itulah, Sadewa memerintahkan kepada sistem untuk membuat sekolah baru dengan desain modern di areal tanah yang sudah dibeli nya
Di saat itu juga, sistem segera mengeluarkan puluhan bangunan besar dan kecil, baik yang terbuka maupun yang tertutup, dan menempatkannya di areal yang strategis, dan enak dipandang mata
Seketika di hadapan Sadewa terlihat puluhan bangunan yang berdiri dengan kokoh. terbuat dari material yang berkualitas tinggi, dan dilapisi dengan cat tembok dominan biru terang
Rata-rata bangunan itu bertingkat 3, yang diperuntukkan untuk ruang belajar.
Ada 4 buah bangunan yang besar dan luas, bertingkat tiga yang diperuntukkan untuk arsip, perpustakaan, ruang guru dan ruang kepala sekolah serta staf kantor
Selain itu terdapat juga 5 bangunan besar seperti apartemen, di bagian kiri berjarak sekitar 100 meter dari jalan raya kota B, yang bertingkat 5.
Ke 5 bangunan itu dilengkapi dengan fasilitas canggih seperti lift, tangga berjalan atau eskalator, yang diperuntukkan untuk asrama guru dan staf. asrama siswa dari kota, dan yang bukan berasal dari kota B
Terdapat 200 ruang yang diperuntukkan untuk belajar, juga kegiatan lain yang menunjang proses pembelajaran
Dan masih banyak lagi bangunan bangunan yang ada di sana. Baik yang tertutup, maupun yang terbuka, Seperti aula pertemuan, yang bisa menampung sekitar 2500 sampai 3000 orang yang dilengkapi dengan fasilitas canggih dan modern, dan bangunan itu pun ada dua
Ada juga ruang terbuka, dan ruang tertutup, untuk semua cabang olahraga, ruang tehnik mesin, ruang komputer, ruang tata busana, ruang tata boga, ruang desain dan grafik, ruang seni dan teater dan lain-lain
Untuk bangunan yang berada di ruang terbuka lain, seperti tambak ikan dan kandang unggas berumur pendek, dibangun di sebelah kiri, paling ujung, bagian belakang tanah sekolah itu, yang berdekatan dengan aliran sungai yang mengalir jernih
Tidak jauh dari bangunan tambak juga kandang unggas, terdapat juga areal yang diperuntukkan untuk bercocok tanam, untuk jenis tanaman komoditas sehari-hari
Semua bangunan bangunan itu, menempati areal yang jauh dari bangunan utama untuk belajar dan administrasi, tapi bisa diakses dengan mudah oleh warga sekolah
Dengan luas tanah yang hampir mencapai 13 hektar itu, banyak hal yang bisa dibuat oleh sistem
__ADS_1
Seluruh areal tanah sekolah itu, dipasang pagar yang kuat dan tinggi, yang terbuat dari besi pilihan berkualitas baik, dan dilapisi dengan segel pendeteksi panas dan penyusup juga segel kutukan
Setelah dirasa cukup, Sadewa menjentikkan jarinya, dan seketika waktu yang terhenti, jadi berjalan seperti biasa. Orang-orang yang jatuh pingsan di hadapannya, juga terbangun dalam keadaan linglung
Setelah beberapa saat, kondisi mereka menjadi normal kembali. Begitu mereka mengedarkan pandangannya, alangkah terkejutnya mereka melihat apa yang ada di depannya. Lalu mereka ramai-ramai bersuara
"Di mana kita sekarang?"
"Bangunan apa itu?"
"Kenapa bisa begini dan siapa yang telah membuatnya?"
"Ini mustahil!. Tadi kita bukan berada di tempat ini, tapi di sekolah kita. Lalu di mana kita sebenarnya?"
Kepanikan juga melanda ketua yayasan, guru-guru serta staf kantor, yang ada di depan Sadewa. Lalu salah seorang guru berkata kepada Sadewa dengan suara yang terbata-bata
"P...p..Penguasa, kita ini di mana?.Bisakah anda menjelaskannya kepada kami."
"Semua bangunan ini, siapa yang membuatnya. Kenapa tiba tiba sekolah kita berubah seperti ini?. Apakah ini masih sekolah kita?"
"Apakah ini semua tuan yang telah membuatnya? Tapi bagaimana mungkin?" Kata ketua yayasan juga penasaran
"Ya Tuhan!. Keajaiban apa yang ada di depan mata kami ini." Seru beberapa siswa dengan suara kuat
Mendengarkan komentar juga pertanyaan yang bertubi-tubi dari mereka, Sadewa segera mengangkat tangannya ke atas. Seketika semua orang yang ada disitu terdiam, kemudian Sadewa memulai penjelasannya
"Seperti yang telah ku janjikan sebelumnya. Setelah membeli tanah dan sekolah yang lama. Aku akan merombak segala sesuatu di tempat ini, sesuai dengan keinginan ku. Dan inilah hasilnya."
"Ada puluhan bangunan, baik kecil maupun besar, yang diperuntukkan untuk kepentingan sekolah dan penunjang proses belajar mengajar di sekolah ini."
"Ada 20 jurusan yang tersedia yang bisa kalian pilih, sesuai dengan minat dan bakat kalian."
"Silakan pilih dan tentukan jurusan apa yang paling kalian minati. Semua petunjuk dan brosur tentang jurusan itu telah tersedia di kantor kepala sekolah dan staf tata usaha."
"Mulai dari sekarang.Sekolah ini bukan lagi bernama SMA tingkat 17, tetapi telah berganti nama dengan SMK Naga Biru kota B. sesuai dengan nama yang terpampang di pintu gerbang dan di plang sekolah"
__ADS_1
"Untuk mengatur segala sesuatu tentang urusan administrasi guru dan siswa. aku tetapkan bapak Herlino menjadi pemimpin atau kepala sekolah, di sekolah ini."
"Untuk bapak dan ibu guru serta tenaga administrasi, ditetap kan menjadi guru tetap, dan tenaga terampil tetap bagi tenaga administrasi
Gaji bulanan yang akan diterima oleh guru dan tenaga terampil bervariasi, tergantung dari masa kerja di sekolah ini."
"Bagi guru dan tenaga terampil yang belum mempunyai tempat tinggal, akan menempati asrama guru
di sebelah kiri bangunan sekolah ini."
"Karena banyaknya ruang dan luasnya areal sekolah ini, aku akan mengirimkan 200 orang tenaga ahli, untuk mengurus itu semua."
"Karena jumlah guru masih sedikit, maka aku akan mendatangkan 30 orang guru yang ahli di bidangnya masing masing ke sekolah ini."
"Hal-hal yang belum disampaikan saat ini, akan dibicarakan pada kesempatan lain."
"Setelah semuanya selesai, aku akan meninggalkan tempat ini secepatnya, karena masih banyak pekerjaan di luar sana yang harus aku selesaikan segera."
"Bekerjalah dengan baik. Di tubuh kalian sekarang, telah terpasang segel kutukan dan segel kesetiaan."
"Bagi siapa yang mencoba berbuat kejahatan seperti yang selama ini terjadi.maka dia akan menerima hukuman dari segel kutukan itu." Kata Sadewa mengakhiri pidatonya yang tanpa jeda, dan melangkah turun dari podium, lalu menghampiri kepala sekolah, juga guru guru untuk pamit
"Kami sangat berterima kasih sekali kepada penguasa, karena telah mempercayakan sekolah ini kepada kami semua. Kami berjanji akan bekerja dengan baik." Ujar kepala sekolah kepada Sadewa
Mendapat perlakuan yang baik itu, Sadewa jadi semakin risih, lalu maju mendekati kepala sekolah, dan memegang serta mencium tangannya. Tak lama kemudian dia memeluk kepala sekolah dengan erat
Kepala sekolah yang mendapat perlakuan baik dari Sadewa, sangat terkejut sekali dan merasa tidak enak hati, walaupun dulu Sadewa adalah murid nya, tapi sekarang Sadewa adalah pemilik sekolah itu, dan dia bekerja padanya
Setelah melepaskan pelukan dari kepala sekolah, Sadewa mendekati guru-guru, untuk menyalami serta mencium tangan mereka satu persatu. Tapi mereka menolak untuk dicium tangannya
Di tengah keakraban Sadewa dan guru. tiba tiba datang puluhan siswa menyerbunya, dan berebut ingin bersalaman dengannya
Peristiwa itu tentu saja membuat kepala sekolah juga guru guru terkejut, dan maju untuk menghadang puluhan siswa itu. Tapi Sadewa mencegahnya
"Kemari lah, kalian adalah temanku." Ujarnya lembut
__ADS_1
"Dewa... eh penguasa. Maafkan kesombongan kami diluar tadi, Kami mengaku salah. Kami berjanji akan berbuat baik selamanya,dan tidak berani lagi mengulanginya." Kata seorang siswa yang memakai baju kaos hitam sambil menunduk,Tapi siapa kah siswa itu?