
Tubuh ketiga jenderal itu. terpental sejauh 7 meter dari tempatnya berdiri, dan berhenti ketika menabrak dinding bangunan istana hingga retak
Dari mulut ketiganya, keluar darah segar hingga membasahi pakaian mereka. Kondisi tubuh mereka pun tidak bisa dikatakan baik baik saja
Mereka bertiga mengalami luka dalam yang sangat serius, akibat terkena pukulan penghancur gunung lawannya. Diperkirakan tulang mereka hancur, atau setidaknya patah
Jenderal yang sangat dibanggakan, juga yang sangat ditakuti oleh lawan lawannya di kerajaan itu, kini terkulai tidak berdaya, menghadapi seorang pendekar yang sangat digdaya seperti Thio Sam Hong
Hal itu terjadi karena, tingkat kultivasi mereka bertiga, kalah jauh dengan kekuatan sejati milik Thio Sam Hong. Bagai langit dengan bumi jaraknya
Padahal pada saat itu, Thio Sam Hong hanya mengerahkan seperempat kekuatan Qi nya di tahapan pendekar Dewa tahap puncak saja. Dua tingkat lebih tinggi dari tahapan pendekar surgawi
Tapi akibat yang ditimbulkan dari tahapan itu, membuat lawan lawannya, tidak berdaya, dan tidak mampu melukai apalagi membunuhnya
Peristiwa itu membuat salah seorang jenderal yang masih tersisa, yang ternyata adalah jenderal besar Ming Zu, Seorang kerabat dekat raja Ming Fei, menjadi sangat marah
Begitu melihat ketiga jendral bawahannya, juga ribuan prajurit mati, membuat dia menjadi gelap mata.Kejadian pembantaian itu berlangsung begitu cepat, sehingga dia tidak mampu untuk mencegahnya
Dengan emosi yang meluap luap. Dia menaikkan tingkat kultivasinya ke level pendekar agung tahap menengah. Setingkat lebih tinggi dari pendekar Surgawi. lalu melesatkan serangannya ke tubuh Thio Sam Hong dengan sekuat tenaga
"Hiaaat..Matilah kau badjingan" Teriaknya penuh emosi, tanpa berbasa basi lagi, langsung menyerang musuh yang ada di depannya, dengan tehnik serangan tingkat tingginya
Mendapat serangan dari seorang pendekar besar, yang sudah memasuki tahap pendekar agung, tidak membuat Thio Sam Hong menjadi gugup atau takut
Dia malah dengan santainya, menunggu serangan itu sampai mengenai tubuhnya
Thio Sam Hong sangat yakin, pukulan yang lemah seperti itu, tidak akan mampu membuat tubuhnya terluka, atau terpental jauh
Oleh karena itu, Dia memutuskan untuk tidak menghindar, dan menerima pukulan itu, tanpa melakukan perlawanan sedikitpun"
"Swuuuzzzh.....dhuuuaaarrr......dhuuaarr...."
" Baaaammm..."
"Aaaaarrrkkk..."
Salah satu jenderal yang masih tersisa dari pasukan itu, menyerang Thio Sam Hong dengan ganas, menggunakan jurus tangan besi. Sebuah jurus yang sangat ditakuti oleh lawan lawannya
Dia berharap dengan serangan terkuatnya itu.Tubuh Musuhnya akan hancur. atau setidaknya mati.
__ADS_1
Tapi apa yang terjadi?. Apakah hasil akhirnya sesuai dengan harapan?
Ternyata. Bukan tubuh Thio Sam Hong yang hancur, malah tubuhnya yang terpental sangat jauh, menabrak sebuah pohon di halaman istana itu, hingga patah
Terlihat tubuhnya menancap di patahan pohon itu. dan tidak bergerak lagi. Mati!
Mengapa bisa demikian?
Ternyata ketika menerima serangan dari jenderal Ming Zu. Diam diam Thio Sam Hong membentengi tubuhnya dengan jurus pembalik roh. Sehingga apabila tubuhnya terkena serangan, bukan tubuhnya yang akan hancur, tetapi tubuh penyerangnya yang akan celaka
Itulah yang terjadi pada jenderal Ming Zu. Tubuhnya terpental, setelah serangannya mengenai tubuh Thio Sam Hong, hingga membuatnya terkena jurusnya sendiri, dan mati seketika
Melihat Jenderal terkuat nomor dua di kerajaan itu mati secara menggenaskan. Sontak saja membuat ketiga jenderal, juga beberapa orang prajurit yang masih hidup, menjadi sangat ketakutan
Di tengah kebingungan juga ketakutan yang melanda, tiba-tiba terlihat seberkas sinar yang sangat menyilaukan, keluar dari tangan Thio Sam Hong menuju ke arah mereka
Melihat serangan yang sangat dahsyat itu. ketiga jenderal, juga beberapa orang prajurit yang masih hidup, hanya bisa pasrah, menunggu nasib yang akan menimpa mereka
Tapi di detik-detik terakhir serangan itu sampai dan mengenai tubuh mereka. Tiba tiba seberkas sinar yang sama besarnya, datang dari arah kanan, menghalau serangan itu, sampai berbelok ke kiri, dan mengenai sebuah bangunan hingga hancur
"Sungguh biadab perbuatan mu pendekar Thio. Kau menyerang orang yang sudah tidak bisa melawan lagi. Sini!. Akulah lawan mu." Ujar seseorang yang tiba tiba datang menghalau serangan tehnik dari Thio Sam Hong dengan congkaknya
Dalam jarak sekitar 50 meter dari tempat berdirinya. Terlihat sesosok laki laki berperawakan gagah, kisaran 35 tahun, berdiri dengan kokoh di atas atap sebuah bangunan istana, sambil memegang kipas
Ternyata yang datang itu adalah pendekar kipas emas, yang keberadaannya sudah sangat dikenal di kerajaan tersebut
Dia dikenal sebagai pendekar pelindung kerajaan. Biasanya dalam bertugas dia didampingi oleh keempat rekannya, yaitu pendekar pedang ganda. pendekar tombak emas.siluman kelelawar dan hantu seribu wajah
Tapi kini dia hanya datang sendiri. Sambil petantang petenteng di atas atap genteng bangunan komplek istana, dengan sikap kemayu
Selain dikenal dengan pendekar kipas emas.pilar kerajaan Giok Biru. Dia juga dikenal sebagai seorang Patriak sebuah sekte besar beraliran netral, tapi lebih condong ke aliran hitam
"Ternyata kau pendekar kipas emas. Tidak heran kau mampu menghalau serangan ku. Tapi jangan bangga dulu, serangan tadi itu, tidak sampai seujung kuku dari seluruh kekuatan ku." Ujar pendekar Thio mencoba menjelaskan tingkat kekuatan sejatinya melalui kata-kata
"Ha..ha...ha..Dua kali kita mengadu kekuatan, dua kali pula kau kalah. Apakah kau akan mengulangi lagi untuk yang ketiga kalinya." Ejek pendekar kipas emas, sambil membalikkan ibu jarinya ke arah bawah
"Kau boleh berbangga hati, atas kemenangan mu terhadap ku tempo hari. Tapi sekarang, jangan harap kau akan bisa menang melawanku."
"Jangankan untuk melukaiku atau membunuhku, menyentuh baju ku pun kau tidak akan mampu." Ujar pendekar Thio mengejek tak kalah sengitnya
__ADS_1
"Ha..ha..ha...Cecunguk sepertimu terlalu tinggi bermimpi. Ketahuilah pendekar Thio. Kematian kekasihmu itu, adalah hasil dari perbuatan ku, yang telah berhasil mempengaruhi raja Ming Fei."
"Tujuanku sangat jelas, yaitu meminjam tangan mu untuk menghancurkan raja yang gila kawin itu beserta keturunannya."
"Setelah raja bodoh itu mati, maka aku, pendekar kipas emas, yang akan menjadi raja di kerajaan ini.Ha..ha..ha..."
" Dan kau..ak..."
"Tik..."
"Whuusssh.. "
"Blaaaarr"
"Baaammm.."
"Uuughh.."
Belum sempat pendekar kipas emas menyelesaikan kata katanya, pendekar Thio tiba tiba muncul di hadapannya, dan langsung memberikan pukulan yang sangat mematikan, ke tubuh pendekar kipas emas itu
Tubuhnya terpental sangat jauh, hingga menjebol bangunan utama istana. Sampai membuat raja dan para menteri, yang sedang melakukan pembicaraan, dibuat kaget. Begitu juga dengan empat orang jenderal yang selalu setia mengawal sang raja
"Apa yang terjadi. Bagaimana mungkin seorang patriark yang mempunyai kekuatan besar, bisa terhina seperti ini." Bentak raja Ming Fei murka
"Hanya menghadapi seorang pengacau, kalian tidak mampu mengatasinya."
"Jendral Zhong!. Pendekar pedang ganda, pendekar tombak emas, siluman kelelawar, dan hantu muka seribu!. Lakukan tugasmu." Perintah raja Ming Fei tegas, sambil melambaikan tangannya, memberi isyarat untuk mereka pergi
"Baik yang mulia." Jawab mereka serentak, sambil membungkukkan badannya ke arah raja. Kemudian semuanya beranjak pergi, meninggalkan ruang pertemuan itu, diiringi oleh beberapa orang komandan dan pendekar pendekar lainnya
Sementara itu, pendekar kipas emas, yang tubuhnya terpental akibat pukulan dari pendekar Thio, mencoba bangkit dari reruntuhan tembok bangunan istana yang menimpanya, dibantu oleh beberapa orang menteri
Kekalahan pendekar kipas emas kali ini adalah, karena dia terlalu meremehkan kekuatan dari lawannya
Sehingga ketika pendekar Thio tiba tiba muncul, dan melakukan serangan terhadap nya. membuat dia tidak waspada, hingga dia tidak mampu melakukan perlawanan sedikitpun.
Akibatnya adalah. Kipas emas yang selalu dibanggakan nya, dan yang selalu dibawa kemana mana, hancur menjadi debu
"Bagaimana mungkin ini bisa terjadi. Mengapa kekuatan Thio Sam Hong meningkat dengan pesat" Guman pendekar kipas emas dalam hati yang diselimuti rasa penasaran
__ADS_1
"Patriak Kumala!. Apa yang sebenarnya terjadi?"