
"Baiklah semua laporan sudah aku terima, kecuali laporan dari divisi pengumpulan data dan informasi." Ujar Sadewa menggantung, lalu dia melanjutkan berkata..
"Dawson!. Segera laporkan data dan informasi apa yang telah kau dapatkan." Tanya Sadewa Tegas
Dawson yang ditanya sedikit gelagapan, dan tidak menyangka, tapi dia tetap menjawab pertanyaan Sadewa. "Sama seperti laporan dari divisi Intel, maka dari divisi pengumpulan data dan informasi, juga masih tetap yang itu itu saja tuan"
"Memang sempat ada pergerakan kecil, yang sudah terdeteksi, tapi dalam 3 hari, pergerakan itu hilang dari satelit mata mata kita."
"Sudah kami telusuri pergerakan itu, tapi tetap saja tidak terdeteksi."
"Jadi untuk saat ini, data dan informasi yang bisa kami laporkan, masih sama seperti beberapa hari yang lalu." Tegas Dawson mengakhiri laporannya
"Baiklah!, karena seluruh divisi dan asosiasi telah melaporkan perkembangan nya, maka pada hari ini, aku akan mengumkan pembentukan satu divisi, yang tidak kalah pentingnya dengan divisi yang sudah ada." Ucap Sadewa bersemangat, kemudian berhenti, tak lama kemudian melanjutkan perkataannya
"Adapun divisi yang dimaksud adalah, divisi penanaman modal dan investasi."
"Walaupun kekayaan wilayah kota kita sudah sangat banyak, tapi untuk bisa menguasai dunia, itu masih belum mencukupi."
"Untuk mengepalai divisi penanaman modal dan investasi, aku percayakan kepada Bramanta, yang saat ini menjabat sebagai kepala divisi perdagangan dalam negeri."
"Divisi perdagangan dalam dan luar negeri, akan dikepalai oleh 1 orang, yaitu Darma, sementara Bramanta, akan mengepalai divisi baru, yaitu Divisi penanaman modal dan investasi."
"Apakah saudara Bramanta bersedia?" Tanya Sadewa tiba tiba
"Saya bersedia tuan, dan saya siap untuk menjalankan amanah dari tuan!" Jawab bramanta berani dan tegas
"Terima kasih." Ucap Sadewa singkat, kemudian melanjutkan berkata
"Karena divisi penanaman modal dan investasi masih baru, maka aku memberi waktu selama satu minggu, kepada Bramanta, untuk mendapatkan peluang penanaman modal dan investasi di negara ini, maupun di negara negara lain."
"Baik tuan!. Perintah akan saya laksanakan dengan baik!" Jawab Bramanta pasti
"Untuk ketua dewan penasehat kota, ayahku, apakah ada yang ingin disampaikan kepada mereka?" Tanya Sadewa penuh hormat kepada ayahnya
Tarno, yang baru kali ini diajak untuk mengikuti rapat lengkap sedikit gugup, tapi tidak sampai terlihat oleh orang lain, kecuali Sadewa sendiri
Lalu dengan percaya diri, Tarno berdiri dari tempat duduknya, dan segera memberikan pengarahan kepada orang orang yang ada di depannya
__ADS_1
"Saudara saudara petinggi Kota Naga dan wilayah pantai utara, kita telah dijadikan orang terhormat di kota ini,
adalah berkat dari usaha Sadewa."
"Kita ketahui bersama bahwa Sadewa anakku ini, adalah pemilik sah dari wilayah pantai utara, dan kota kota sekitarnya."
"Cita citanya yang sangat tinggi, untuk mengangkat derajat hidup orang banyak, termasuk kita semua yang ada di sini, patut kita dukung dengan segenap jiwa dan raga kita."
"Untuk itu, apapun yang telah ditetapkan oleh nya, mari kita patuhi bersama. Jangan pernah ada satupun yang berkhianat, atau pun mencoba menjadi musuh di belakangnya."
"Aku yakin, apa yang dicita citakan oleh nya, juga oleh kita, akan menjadi kenyataan beberapa tahun yang akan datang."
"Untuk itu, bekerjalah dengan baik, dan lakukan tugas dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab." Ucap Tarno mengakhiri pengarahannya
"Kami berikrar, bahwa kami akan melaksanakan tugas yang diberikan oleh tuan penguasa kita dengan baik. Apabila kami ingkar, maka kami bersedia dihukum mati, untuk mempertanggung jawabkan perbuatan kami." Jawab mereka serempak, sambil menunduk hormat kepada Sadewa dan ayahnya
***
Baru tiga hari, Bramanta melaksanakan tugasnya sebagai kepala Divisi penanaman modal dan investasi, dia sudah menghadap Sadewa, dan ingin melaporkan sesuatu yang sangat penting kepadanya
"Bergerak di bidang apakah ketiga perusahaan tersebut?" Tanya Sadewa singkat
"Satu perusahaan bergerak di bidang ritel, yang menguasai 60% pangsa pasar Amerika."
"Dua perusahaan sisanya, sama sama di bergerak di bidang pertambangan. Satu perusahaan, memfokuskan pada pertambangan minyak bumi, dan satu lagi memfokuskan pada pengolahan minyak mentah menjadi bahan jadi."
"Jadi informasi persis lokasi ketiga perusahaan itu berada di mana?" Tanya Sadewa untuk lebih memastikan
"Menurut data yang diperoleh dari kepala Divisi Informasi, ketiga perusahaan besar tersebut, satu diantaranya berlokasi di Amerika Sarikat, dan dua lainnya di benua Eropa."
"Menurut data intelijen yang terpercaya, dan informasi yang valid, perusahaan tersebut saat ini sedang membutuhkan suntikan dana yang sangat besar, dan akan menjual 70% sahamnya kepada pihak luar."
"Jadi menurut hemat saya, sebaiknya tuan mengakuisisi 3 perusahaan tersebut hari ini juga. Demikian laporannya tuan." Ujarnya bersemangat
Sadewa yang mendengar laporan tersebut, juga bersemangat, kemudian dia berkata. "Aku tidak mau 70% sahamnya, tapi aku mau 100%. Apakah kau bisa mengusahakannya Bramanta?"
Bramanta tidak tegas menjawab, tetapi dia tetap berkata dan menyanggupi permintaan dari tuannya. "Akan saya usahakan tuan, karena dari hasil negosiasi tim kami, mereka seperti mengindikasikan bahwa, pemilik perusahaan tersebut, ingin menjual tuntas perusahaannya."
__ADS_1
"Bagus kalau begitu. Segera akuisisi perusahaan tersebut sebesar 100%. Aku ingin hari ini juga transaksi jual beli sudah ditandatangani." Ucap Sadewa tegas dan tanpa ragu ragu lagi
"Baik tuan, hari ini juga, ketiga perusahaan tersebut akan menjadi milik tuan. Kalau begitu, saya permisi undur diri." Jawab Bramanta dengan sikap hormat, kemudian berlalu dari hadapan Sadewa
Setelah Bramanta pergi, Sadewa segera menghubungi Bima. "Segera datang menghadapku!" Perintah Sadewa tegas kepada Bima, melalui sambungan Vidio
30 detik kemudian, Bima yang dipanggil sudah ada dihadapan Sadewa, dan siap mendengarkan, perintah apa yang diberikan untuknya
"Aku akan membeli tiga perusahaan besar, 1 di negara Amerika, dan dua lagi di benua Eropa. Aku ingin kau mengirimkan orang orang terbaikmu, untuk menangani ketiga perusahaan tersebut."
"Tempatkan mereka di posisi yang strategis, karena aku akan mengakuisisi 100% perusahaan tersebut."
"Baik tuan. Perintah akan segera dilaksanakan." Jawab Bima tegas, dan seperti biasanya menunduk hormat ke arah Sadewa
Sadewa yang mendapat penghormatan dari Bima itu cukup puas, kemudian diapun berkata. "Kalau begitu kau boleh pergi, dan tunggu perintahku selanjutnya." Ujarnya
"Baik tuan!. Aku undur diri." Ucap Bima singkat kemudian berlalu dari hadapan Sadewa
Masih di ruangan yang sama, Setelah Bima keluar dari ruangan tersebut, Sadewa berguman sendiri
"Inilah saatnya mewujudkan rencana ku. Secara perlahan aku akan memperluas wilayah kekuasaan ku, dimanapun itu berada, sepanjang masih berada di permukaan bumi." Kata batinnya dalam hati
"Semoga apa yang dilaporkan oleh Bramanta benar adanya, dan aku sudah tidak sabar ingin mengakuisisi perusahaan tersebut."
"Perusahaan baygu dan gog sudah berada dalam kendaliku, dalam masa dekat ini, aku akan menyasar ke sistem informasi dan perbankan dunia"
"Setelah semuanya selesai, sasaran selanjutnya adalah, sistem operasi komputer, yang saat ini merajai pangsa pasar dunia."
"Walaupun saat ini, tim riset dan pengembangan teknologi, sudah mengembangkan sistem operasi komputer yang jauh lebih canggih dari sistem yang ada, aku tetap ingin menguasai 50% saham sistem operasi komputer tersebut."
"Aku akan membeli minimal 50% sahamnya, dan jika perlu 70%, agar aku bisa menempatkan orang orang ku disana."
"Rencana selanjutnya adalah, menciptakan aplikasi startup, yang mengungguli aplikasi startup yang ada saat ini."
"Untuk memuluskan rencana ku, maka aku akan mengusahakan dengan berbagai macam cara, melalui orang orang ku, agar perusahaan startup tersebut, mau menjual sahamnya kepadaku."
"Dan yang tak kalah pentingnya adalah, pada masanya nanti, aku akan membeli saham empat perusahaan besar, penyedia jasa angkutan laut, berupa pembuatan kapal mewah dan kapal-kapal konvensional lainnya." ucap Sadewa berguman lirih
__ADS_1