Legend Of System

Legend Of System
37. Masih Berharap


__ADS_3

Sadewa menoleh ke arah suara yang menegurnya. Terlihat seorang siswa yang berpakaian seragam sekolah, yang atasannya terbuka, dan memperlihatkan baju kaos oblong berwarna hitam


Pemuda itu adalah pemimpin kelompok berandal naga Hitam, untuk kelompok remaja sekolah yang bernama Romi


"Kamu adalah....?"


"Aku Romi, orang yang diluar tadi, yang telah berani kurang ajar pada penguasa." Kata Romi sambil membungkuk


"Panggil saja aku Dewa. Aku juga temanmu" Ujarnya merendah


"Kami tidak berani mengabaikan keberadaan anda penguasa. Walaupun kita teman, tapi posisi anda lebih tinggi dari pada kami." Ujar Romi masih tetap membungkuk


"Huh..merepotkan!. Apakah benar.posisi seseorang sangat berpengaruh dalam kehidupan ini?" Guman Sadewa dalam hati, Kemudian dia maju kehadapan Romi,dan memeluknya,sambil berkata..


"Setelah lulus dari sekolah ini. dan tidak mau melanjutkan pelajarannya lagi, datang lah ke Kota Naga. Aku jamin kamu akan diterima untuk bekerja di sana." Kata Sadewa lirih


"Terima kasih Penguasa." Jawab Romi hormat


Setelah dialog singkat itu selesai. Sadewa beranjak dari tempat dia berdiri, dan berjalan mendekati kepala sekolah, juga guru-guru yang lain, kemudian dia mengucapkan sesuatu.


"Terima kasih atas sambutan yang sangat luar biasa ini. 1 bulan lagi, aku akan ke sini lagi, dan aku harap semua yang telah tersedia disini sudah selesai di atur." kata Sadewa penuh wibawa


"Kami akan berbuat yang terbaik, agar apa yang telah disediakan oleh penguasa di sekolah ini, bisa berjalan dengan semestinya."


"Baiklah kalau begitu, Aku tunggu realisasinya 1 bulan ke depan. Aku ingin melihat sekolah ini dikenal karena mutu pendidikannya yang bagus."


"Selamat menjalankan tugas semuanya." Kata Sadewa, sambil melangkah pergi, menuju ke mobil mewah yang sudah menunggunya


Kepala sekolah, guru guru, juga teman teman Sadewa, semuanya menyaksikan kepergian Sadewa dengan kekaguman yang sangat luar biasa


Mereka melihat 100 buah mobil mewah berjajar rapi, dengan 200 orang pengawal yang berbadan kekar dan berwajah dingin. Menambah berkharisma nya Sadewa


Timbullah tanda tanya di hati mereka masing-masing, siapa sebenarnya Sadewa, dan bagaimana dia bisa mendapatkan Itu semua, hanya dalam masa 1 tahun, Sadewa yang semulanya miskin, sekarang telah menjadi orang yang sangat luar biasa. Ajaib!. Itu yang ada dalam pikiran mereka


Mereka semua terus melihat kepergian Sadewa, dengan rasa terima kasih juga kekaguman yang dalam di hati semua orang, sampai Sadewa mendekati mobil mewah nya

__ADS_1


Ketika Sadewa hampir memasuki mobil mewahnya itu, tiba tiba 5 orang siswi datang berlarian dari arah lain, menuju ke arahnya


50 orang pengawal yang mendampingi Sadewa, yang belum memasuki mobilnya, berusaha mencegah kelima orang siswi yang sedang berlari menuju ke arah Sadewa


Melihat itu, Sadewa mengangkat tangannya, sebagai isyarat, agar mereka tidak perlu melakukan hal seperti itu, kemudian dia menoleh ke arah 5 orang siswa yang sedang berlari menuju ke arahnya


Setelah satu menit mereka sampai ke hadapan Sadewa, salah seorang dari kelima orang siswa itu berkata kepada nya dengan gugup, dan terlihat jelas rona wajahnya memerah tanda malu


"K..kak Dewa...eh..Penguasa!." Kata salah seorang siswi itu yang benar benar gugup, ketika berhadapan dengan Sadewa


"Kamu Shinta kan?" Tanya Sadewa lirih, tapi dalam hatinya berkata lain, Shinta yang dikenalnya dulu tidak secantik yang dilihatnya sekarang. Ada rasa kekaguman di hatinya.tapi Sadewa dengan cerdik menutupi kekagumannya


"B..be.. benar Penguasa!" Jawab Shinta masih tetap gugup, dan tidak tahu, kenapa dia jadi segugup itu


"Aku Dewa. Panggil saja seperti itu." Kata Sadewa yang terkesan santai, agar lawan bicaranya tidak grogi


"Kami tidak berani Penguasa." Jawab Shinta lembut


"Ah sudahlah!.Ternyata sama saja.Merepotkan" Guman Sadewa dalam hati


"Apa ada yang perlu disampaikan?" Ujar Sadewa kali ini penuh wibawa, walau dalam hatinya penuh dengan penyesalan, bersikap formal seperti itu pada Shinta. Padahal dulu Sadewa suka bercanda dengannya


"Kenapa aku jadi segugup ini ketika berhadapan dengan Sadewa. Ada apa dengan perasaanku ini?" Batin Shinta dalam hati malu. sambil memainkan jari jemarinya perlahan.Terlihat benar dia sangat gugup berhadapan dengan Sadewa


"Ya Tuhan,ada apa sebenarnya. Kenapa aku jadi segugup ini." Kata Shinta dalam hatinya lagi dan berkata kepada Sadewa


"Pe..penguasa.!. Kami undur diri." Kata Shinta lirih mewakili ke empat temannya, yang sejak dari awal hanya diam saja


Teman temannya yang lain, memang sejak dari datang tidak membantu Shinta berbicara. Mereka hanya diam mematung begitu sampai di depan Sadewa. Padahal dari awal, merekalah yang paling semangat ingin berbicara dengan Sadewa. Tapi apa yang terjadi?


Mereka bukan tidak mau berbicara, tapi begitu mereka berhadapan dengan Sadewa, keberanian mereka lenyap begitu saja, Berubah menjadi rasa bimbang bahkan takut


Jangankan mereka para siswa. Kepala sekolah, guru guru juga tenaga ahli kantor pun dibuat tidak berdaya, dan bergetar ketika berhadapan dengan Sadewa


Maka ketika Sadewa dihadang oleh 5 orang siswa nya. Mereka hanya diam saja. Mau mencegah takut Sadewa marah atau tidak senang. Jadi mereka hanya melihat dari jauh kelakuan ke 5 orang siswi itu dengan tanda tanya besar di benaknya

__ADS_1


Kenapa bisa demikian?


Hal itu terjadi karena, tanpa disadari oleh Sadewa, setelah dia menunjukkan jati dirinya kepada guru dan kepala sekolah di luar pagar sekolah sebelumnya. Tubuhnya memancarkan aura Penguasa Naga yang sangat kuat, Sehingga orang orang yang melihatnya, akan segan juga takut. Maka jadilah Sadewa begitu mendominasi keadaan pada saat itu


Kembali ke Shinta


Setelah Shinta mengucapkan kata undur diri itu, dia memutar tubuh ramping nya, dan mulai melangkah pergi, di iringi oleh ke empat temannya yang lain. Tapi belum sampai lima meter mereka melangkah. Mereka mendengar Sadewa berseru


"Tunggu.!"


"Serentak mereka berhenti, dan memutar tubuhnya menghadap Sadewa, menunggu apa yang akan di ucapkan olehnya


"Mungkin ada hal yang akan kalian sampaikan secara pribadi denganku.tapi tidak di tempat ini. Oleh karena itu, Aku mengundang kalian ke Kota Naga sekarang atau hari lain." Kata Sadewa seramah mungkin kepada mereka sambil melirik wajah cantik Shinta yang merona merah


Rasa keterkejutan jelas terlihat di wajah mereka. Mau tidak percaya, tapi didengar oleh ke lima siswi itu. Mau percaya serasa tidak mungkin. Tapi itulah kenyataannya


Seorang penguasa, pemimpin dan pemilik wilayah pantai utara, menawari dan mengundang mereka untuk datang secara pribadi ke Kota Naga miliknya


Undangan itu tentu saja membuat hati mereka sangat senang, walau masih tidak percaya. Senyum sumringah terlukis jelas di wajah mereka semua. Lalu, salah seorang dari kelima siswa itu berkata, tapi bukan Shinta


"Tentu kami mau penguasa." Jawabnya penuh semangat sambil menarik tangan kawannya untuk mendukung nya.


"Kami mau."


"Aku juga."


Hasilnya, ke lima orang siswa itu semuanya setuju atas undangan Sadewa,bahkan sangat mengharapkannya


"Kebetulan hari ini,tidak banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Kalian boleh datang ke sana setelah pelajaran usai." Kata Sadewa kepada mereka


Mereka serentak melihat jam tangannya, untuk memastikan pukul berapa pada saat itu


"12.57." Kata seorang siswi senang, pertanda 30 menit lagi sekolah bubar, tapi dia tidak berani menyampaikannya ke Sadewa


"Baiklah kalau begitu. Aku pergi dulu." Kata Sadewa sambil melambaikan tangannya ke semua orang dan dibalas oleh mereka. Kemudian dia masuk ke mobil mewahnya

__ADS_1


Tak lama kemudian. Iring iringan mobil mewah terlihat meninggalkan gerbang sekolah, dengan pemandangan yang sangat luar biasa sekali


"Kak Dewa, kau sekarang telah berubah, tidak lagi peduli denganku. Apakah engkau tidak bisa melihat, bagaimana perasaanku padamu." Batin Shinta dalam hati sedih, sambil menghapus air matanya


__ADS_2