Legend Of System

Legend Of System
29. Memperluas Wilayah


__ADS_3

Sesaat setelah Sadewa mentransfer pengetahuan, kepada orang-orang yang dia pilih, untuk memimpin satu divisi, dewan atau asosiasi,suasana menjadi hening,seorang pun tidak ada yang berbicara


"Kepada 14 orang pimpinan yang sudah aku pilih, yang ada di sini, setelah pertemuan ini selesai, segera menuju ke pos kalian masing-masing."


"Apakah masih ada yang ingin kalian utarakan atau yang ingin ditanyakan." Kata Sadewa kepada orang-orang yang ada di ruangan pertemuan itu


"Tidak ada yang perlu ditanyakan lagi tuan, karena segala sesuatu, tuan lebih tahu daripada kami."


"Semua keputusan tuan, adalah yang terbaik bagi kami. Kewajiban kami adalah, menjalankan apa yang telah tuan tetapkan kepada kami." Kata salah seorang pemimpin divisi yang ada dalam pertemuan itu


"Jika demikian, maka pertemuan ini dianggap selesai. Kembali ke pos kalian masing- masing, dan persiapkan 2 hari ke depan akan ada kejadian besar yang akan terjadi di wilayah pantai utara ini." Kata Sadewa mengakhiri pertemuan itu


Setelah pertemuan satu arah itu selesai, Sadewa memanggil sistem yang ada di dalam tubuhnya


"Sistem !.Tunjukkan profil 850 orang yang akan didatangkan ke kota Sembilan Naga ini." Perintah Sadewa kepada sistem


{ Ding...}


Seketika muncul layar lebar berwarna putih di depan Sadewa, menampilkan gambar dan profil orang- orang yang akan didatangkan untuk bekerja di dalam kota


"Sangat menarik, mereka sepertinya terdiri daripada orang- orang yang benar-benar mempunyai kemampuan tinggi, yang saat ini belum mendapatkan pekerjaan di tempat mereka."


"Seperti biasa, ikat hati dan jiwa serta pasangkan segel di tubuh mereka masing masing." Perintah Sadewa tegas


{ Siap laksanakan tuan }


"Sistem!. Apakah ada kemungkinan untukku memperluas wilayah pantai utara ini?" Tanya Sadewa kepada sistem sekali lagi


{ Ding!. Sistem mendeteksi, ada belasan pulau besar dan kecil, yang ada di sekitar pantai utara ini, yang belum berpenghuni dan bisa dibeli }


{ Rata-rata pulau itu terdiri dari karang dan bebatuan gersang, serta bukit Bukit batu tinggi yang tidak subur, dan sulit sekali untuk dijadikan pemukiman }


{ Apakah tuan ingin memiliki pulau-pulau itu juga perairan nya? }


"Ya. Aku ingin membeli semua pulau- pulau itu, untuk memperluas wilayah kekuasaan ku, di pantai utara ini."


"Jadi, beli semua pulau pulau itu untukku. Aku ingin dalam masa dua hari, semua transaksi pembelian pulau karang, juga perairan nya itu telah selesai." Perintah Sadewa tegas kepada sistem

__ADS_1


"Kemudian sama seperti pantai utara ini sebelumnya, buat semua pulau-pulau itu menjadi daerah yang subur. dengan mendatangkan tanah dan bebatuan dari alam lain."


"Perluas pulau-pulau karang kecil, dan hilangkan bebatuan serta karang yang gersang dan tinggikan tanahnya, sama seperti daratan Kota Sembilan Naga ini."


"Untuk pulau-pulau yang terdiri dari bukit bukit tinggi, yang bukan berada di bagian luar perbatasan wilayah pantai utara.jadikan pulau itu rata dan sama tinggi seperti daratan kota ini."


"Di semua pulau-pulau yang akan kita beli nanti, pasang dam laut sama seperti pantai utara."


"Hubungkan semua pulau pulau yang akan dibeli itu, dengan kota sembilan naga menggunakan jembatan jembatan yang tinggi, kokoh juga lebar, yang dilengkapi dengan fasilitas yang sangat baik."


"Yang terakhir, pasang segel pelindung juga segel kutukan di seluruh wilayah yang akan kita beli itu." Perintah Sadewa panjang lebar kepada sistem penuh semangat


{ Perintah dilaksanakan }


Sadewa segera berdiri dan beranjak pergi, setelah mendapat jawaban pasti dari sistem, untuk menemui kedua orang tuanya


Di ruang keluarga Istana Sembilan Naga


Jam pada saat itu menunjukkan pukul 3, berarti Sadewa melakukan pertemuan dengan orang- orangnya, memakan waktu sekitar satu setengah jam


Di diceritakan sebelumnya, setelah Sadewa selesai memberikan penjelasan, kepada warga kota, di depan pelabuhan, juga di depan terminal portal dimensi, 30 menit sesudahnya, Sadewa pulang ke istananya dan makan bersama dengan kedua orangtuanya


Sesampainya Sadewa di ruang keluarga istana, kedua orang tuanya sedang duduk berbincang-bincang, sambil menikmati hidangan ringan di atas meja


"Ayah,ibu."Teriak Sadewa pelan memanggil kedua orang tuanya


"Ha... kebetulan sekali kamu datang Dewa. Banyak yang ayah dan ibu ingin bicarakan juga tanyakan padamu." Kata ibunya senang


"Masalah apa yang ingin ayah dan ibu bicarakan. Apakah masalah tentang kota kita ini, atau ada masalah lain." Tanya Sadewa penasaran


"Satu bulan lagi, umurmu kan 17 tahun, apakah Dewa sudah punya calon?" Tanya ibunya sambil tersenyum


"Dewa masih terlalu muda bu. belum kepikiran ke arah itu. Belum saatnya juga Dewa berumah tangga. Masih banyak hal yang harus Dewa kerjakan untuk kemajuan kota kita ini."


"Kenapa pula ayah dan ibu tiba-tiba membicarakan hal itu pada Dewa?"


"Ayah dan ibu semakin menua, kalau kau menikah, tentu akan ada yang mengurus mu nanti."Jawab ibunya enteng

__ADS_1


"Usia ayah kalau tidak salah baru 40 tahun, dan ibu 35 tahun, jadi masih belum terlalu tua bu, yah."


"Tapi setidaknya Dewa sudah punya calon diusia segitu." Jawab ibunya menyangkal perkataan Dewa


"Kalau masalah itu, Dewa bisa jujur. Satu setengah tahun yang lalu, Dewa ada menyukai seseorang di kampung kita dulu, tapi sekarang dia sudah menikah dan ikut suaminya ke kota."


"Apakah Dewa tidak bisa mencari yang lain?, dan memperkenalkannya kepada ibu?"


"Kalau masalah itu, belum Dewa pikirkan lagi bu. tapi nanti, setelah Dewa selesai mewujudkan apa yang Dewa inginkan, baru Dewa akan mencari calon yang ayah dan ibu inginkan." Kata Sadewa menenangkan ibunya


"Dengan usiamu yang hampir 17 tahun itu, juga dengan kekayaan yang sekarang Dewa miliki, apa yang tidak bisa dilakukan olehmu termasuk dalam urusan perempuan." Kata ibunya masih ngotot


"Bu!. Biarkan anak kita yang menentukan, siapapun jodohnya. Kita sebagai orang tua, hanya menyetujui dan merestui semua apa yang Dewa pilih." Kata ayah Sadewa mendebat perkataan istrinya


"Tapi ibu ingin..."


"Sudahlah Bu, kita serahkan saja pada keputusan Dewa. Lagipula usia Dewa masih terlalu muda untuk menikah. Walaupun dia kaya, masih banyak hal yang harus dia kerjakan, untuk membangun kota kita ini."Jawab ayah Sadewa memotong perkataan istrinya


"Terserah ayah sajalah. ibu berharap setidaknya Dewa punya calon, dan sesekali dibawa kesini, untuk menemani ibu, agar ibu tidak kesepian lagi." Kata ibu Sadewa berterus terang


"Ha...ha..ha.. Jadi karena masalah itu, ibu ingin Dewa secepatnya mempunyai pendamping hidup. Kirain ingin cepat-cepat menimang cucu." Kata Sadewa sambil tertawa


"Ah kamu ini Wa, bisanya cuma ngeledek ibu saja." Kata ibunya pura-pura merajuk


"Sudah..sudah..sudah. Ayah lihat Dewa sepertinya kelelahan, biarkan dia istirahat dulu." Ujar Ayah Dewa membelanya


"Ayah ibu. Beberapa hari kedepan, Dewa berencana ingin mengunjungi bekas sekolah Dewa."


"Dewa ingin berterima kasih kepada guru-guru Dewa, juga ingin bertemu dengan kawan-kawan Dewa disana."


"Dewa juga ingin memberikan sesuatu untuk kemajuan sekolah Dewa dulu."


"Walaupun dulu orang-orang di sana, juga lingkungannya, tidak begitu menerima Dewa, karena kemiskinan Dewa saat itu, tapi Dewa tetap akan datang, dan berterima kasih kepada guru-guru dewa, juga teman-teman Dewa." Kata Dewa sedikit sedih


"Apapun yang telah mereka lakukan pada Dewa, itu karena ketidaktahuan mereka tentang keistimewaan mu nak."


"Dengan kemampuan, kekuatan juga kekayaan mu sekarang. tidak akan ada manusia yang berani mengganggumu lagi." Kata ibu Sadewa dengan yakin

__ADS_1


"Ayah dan ibu menyetujui rencana mu. Tapi ingatlah, jangan membuat masalah di sana." Ujar ibu Sadewa khawatir


__ADS_2