Legend Of System

Legend Of System
66. Dasar manusia rendah


__ADS_3

"Kau sendiri yang telah mengatakannya barusan. Jadi kau tidak bisa mengelak lagi." Tegas Sadewa hingga Stefani terdiam


"Kau benar, aku datang ke sini karena disuruh oleh tuan Robert, untuk menawar lisensi mesin temuan mu itu dengan harga tinggi, jika gagal, maka aku akan menukarnya dengan...."


Stefani tidak mampu melanjutkan perkataannya karena malu


Sebagai seorang wanita, tentu saja dia malu mengakuinya, di depan begitu banyak laki laki yang sedang memandangnya, walaupun ada juga beberapa perempuan lainnya dalam ruangan itu


"Kau tidak akan bisa berbohong di kotaku, karena setiap yang berniat jahat di kota ini, akan menerima kutukan dari segel yang telah terpasang, dan akan langsung ditahan di suatu tempat yang tidak akan ditemukan oleh siapapun, kecuali aku."


"Baiklah, aku mengakui apa yang menjadi tujuan ku ke sini, aku memang berniat jahat terhadapmu, atas desakan dari tuan Robert, kalau tidak, maka aku akan dipecat dari pekerjaan ku."


"Hanya karena itu, kau mau menukarkan keselamatanmu, juga harga dirimu dengan ancaman dari tuan mu yang bodoh tersebut?" Tanya Sadewa keheranan


"Ya!, memang seperti itu, dan aku tidak bisa berbuat apa apa." Jawab Stefani putus asa


"Kau tahu !. Mudah bagiku untuk menghancurkan tuan mu yang serakah dan berlagak kuat di hadapanku itu."


"Kalau kau mampu, lakukanlah.!" Jawab Stefani meremehkan Sadewa


"Tunggulah waktunya. Kau akan tahu arti kekuatan yang sesungguhnya." Jawab Sadewa geram


"Sekarang kau sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi. maka tolong lepaskan aku. Aku berjanji tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi." Kata Stefani memelas


"Tidak untuk hari ini, karena si Robert itu, ingin mencari gara gara dengan ku. Dia berencana mengirim orang orangnya ke sini, untuk menghancurkan kota ku."


Sadewa sejenak terdiam. lalu melanjutkan perkataannya


"Apakah aku harus tinggal diam, dan menunggu kotaku dihancurkan oleh nya?"


"Jadi kau berniat menjadikanku sebagai tameng atau sandera, agar tuan Robert berpikir dua kali, untuk menghancurkan kota ini, karena keberadaan ku di sini?"


"Salah! semua tebakan mu salah. Kau terlalu percaya diri."


"Kau tidak ku butuhkan disini. Urusan kotaku, tidak ada sangkut pautnya dengan mu."


"Sekarang enyah lah dari hadapanku, sebelum pikiranku berubah." Kata Sadewa sambil melambaikan tangannya kearah Stefani, dan seketika tubuhnya lenyap entah kemana


"Kau pikir kau itu siapa. nyawa dan keberadaan mu, tidak ada artinya bagiku. "Dasar manusia rendah!" Kata Sadewa dalam hati


Orang orang yang melihat kejadian itu, kecuali Bima dan anak buahnya terkejut, sama terkejutnya ketika Sadewa mendatangkan Stefani ke hadapan mereka, tapi mereka tidak berani bertanya


"Sekarang semuanya bubar dan kembali ke pos kalian masing masing."


"Untukmu Bima, laksanakan tugasmu dengan baik!" Ucap Sadewa, sambil berlalu dari hadapan mereka

__ADS_1


"Baik tuan, kami akan berbuat yang terbaik di sana." Jawab Bima sambil membungkuk. Sadewa menghentikan langkahnya, dan menatap Bima, lalu berkata


"Kalau pihak otoritas bandara tidak ikut campur, dan tidak mencoba melawan mu, juga pasukan mu, jangan apa apa kan mereka, juga bandaranya."


"Mungkin suatu saat nanti, aku akan membutuhkannya." Ucap Sadewa tegas, kemudian melangkah dan menghilang di balik pintu


***


Di tempat lain sehari setelahnya


"Seluruh persiapan untuk penyerangan ke kota kecil itu telah selesai, tinggal menunggu perintah dari mu besok."


"Bagus!. Aku tidak salah memilihmu sebagai mitra usaha ku. Kedepannya, aku akan terus memakai jasa mu, juga orang orang mu, untuk mendukung semua ambisi ku, guna menguasai ekonomi dunia."


"Berapa orang yang akan kau berangkatkan ke kota naga naga itu Jhon?" Tanya Robert penasaran


"2.200 orang. Aku rasa itu sudah lebih dari cukup, karena kekuatan dari masing masing mereka sudah tidak bisa diragukan lagi."


"Aku yakin, dalam waktu 1 jam, kota naga akan rata dengan tanah."


"Hahaha.. Tidak percuma aku membayar mu mahal, dan rela menyerahkan kendali 6 pesawat Boeing kepadamu, untuk memuluskan rencana ku."


Robert senang bukan main, begitu melihat persiapan penyerangan yang begitu matang dan fantastis


"Setelah rencana ku berhasil, aku serahkan kota naga itu padamu. Kau bangun ulang tempat itu lebih bagus dari sebelumnya. Kuasai wilayahnya, dan sebarkan orang orang mu, untuk mempengaruhi penduduknya, agar mau bekerja sama dengan kita."


Tapi apakah mereka hanya bermimpi, dan belum sempat bangun dari tidurnya, hingga di hari penentuan yang ditentukan, ketika semua pasukan yang dipersiapkan sudah masuk ke dalam pesawat, serta bersiap siap akan lepas landas, tiba tiba terjadi kegaduhan di 4 buah pesawat yang dipersiapkan tersebut


Empat diantara pesawat itu mengalami mati mesin secara mendadak, sedangkan yang 2 lagi, sudah mulai mengangkasa dengan gagahnya, tapi tiba tiba..


Blaaarrr..! booomm...!"


Duaaarr..! duaaarr...!"


Seketika dua pesawat yang sedang mengangkasa,hancur berkeping keping


Terlihat serpihan bangkai pesawat terjun bebas ke tanah, seluruh penumpangnya dipastikan tewas, akibat ledakan yang sangat dahsyat tersebut


Api berkobar dengan hebatnya di serpihan badan pesawat yang sedang terjun bebas itu, ditambah hembusan angin yang cukup kencang, menambah kobaran api semakin besar. padahal sebelumnya, cuaca sangat bagus, angin pun berhembus, masih dibawah ambang batas seperti biasa


Tidak ada tanda tanda akan terjadi kecelakaan pesawat seperti itu, tapi kenapa bisa meledak begitu saja. Tidak ada peringatan, tidak ada mayday, tiba tiba pesawat hancur menjadi serpihan kecil dan jatuh ke tanah


Peristiwa tersebut tentu saja menimbulkan kepanikan pada penumpang yang masih berada dalam 4 pesawat carteran tersebut


Mereka berusaha untuk keluar dari dalam pesawat, takut kalau pesawat mereka juga akan meledak seperti dua pesawat sebelumnya

__ADS_1


Tapi usaha mereka gagal, pintu pesawat tidak bisa dibuka, seluruh sistem yang ada dalam pesawat mati total, karena mesinnya mati


"Tolong..! tolong..! Siapapun tolong. Jangan bunuh kami!"


Kepanikan semakin menjadi, hingga kru pesawat tidak bisa lagi mengatasi kekacauan tersebut


Seluruh penumpang, juga kru pesawat kebingungan dan ketakutan berada dalam situasi seperti itu


Tapi tidak ada yang bisa mereka lakukan. mereka hanya menunggu keajaiban dan pertolongan, yang akan datang membebaskan mereka


"A...a..apa yang terjadi?. Kenapa pesawat itu tiba tiba meledak. Apakah sebelumnya terjadi masalah dengan pesawat tersebut?" Tanya tuan Robert gugup dibalut rasa takut


"Aku juga tidak tahu.pahalal sebelumnya baik baik saja." Jawab Jhon Roberton juga gugup dan takut


Kemana pihak otoritas bandara. Kenapa mereka belum juga sampai disini?" Terlihat sekali ketakutan yang tergambar di wajah keduanya


"Sungguh mengherankan, ledakan yang begitu besar dan dahsyat seperti itu, mereka tidak mendengar, atau memang sengaja tidak mau tahu."


Robert berkata dengan geram, karena tidak dilayani dengan baik. Padahal untuk enam pesawat yang akan terbang dari bandara tersebut, dia telah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, tapi kenapa mereka tetap tidak datang


Lalu apa yang sebenarnya terjadi?


Ternyata satu jam sebelum pesawat itu lepas landas, Bima dan pasukannya telah sampai di bandara, dan menguasai sistem keamanannya


Seluruh areal bandara telah mereka kuasai. Para pegawai bandara telah mereka tahan, agar tidak turut menjadi korban


Hanya orang orang Bima yang bekerja, dan mengoperasikan sistem tata kelola bandara, oleh karena itu, begitu dua pesawat yang lepas landas meledak di udara, tidak ada satupun pihak otoritas bandara yang datang, karena mereka seluruhnya telah dimasukkan ke dalam dunia dimensi atas perintah Sadewa


"Blaaarr..booomm..duuuaarr."


"Duuaaarrr..duuaaaarrrr..."


Ditengah kepanikan yang melanda mereka, secara tiba tiba tiga pesawat yang masih ada di landasan pacu, meledak dengan suara yang menggelegar, dan menimbulkan asap tebal di angkasa


Disusul oleh 1 pesawat yang berada di landasan pacu sebelah kiri dan..


"Bouoomm...duuaarrr.."


Pesawat terakhir pun meledak, dengan suara yang lebih memekakkan telinga


Ternyata pesawat terakhir yang meledak, diisi penuh dengan persenjataan, hanya ada 85 orang penumpang yang ada didalamnya termasuk kru pesawat


Melihat kejadian itu, tuan Robert, apalagi John Roberton menjadi panik dan ketakutan, mereka tidak mengerti kenapa tiba tiba semua pesawatnya meledak


Padahal pesawat tersebut terkenal handal di kelasnya tapi kenapa meledak juga

__ADS_1


"Habis sudah!. Bagaimana bisa menghancurkan kota naga, juga penguasa bedebah itu, kalau belum apa apa mereka sudah mati, dan pesawat ku turut menjadi korban. Benar benar sial..l"


"Siapa yang telah berbuat keji seperti ini. Siapa..!"


__ADS_2