
Thio Sam Hong dan Wei Lian hanya diam saja, mendapat pertanyaan dari Sadewa. kejadian itu membuat Sadewa bertambah bingung dan penasaran terhadap tindakan mereka
"Katakan!. Kenapa kalian dari tadi berlutut padaku? Ceritakan apa yang sebenarnya terjadi?" Desak Sadewa kepada mereka
Mendengar kata kata tegas dari Sadewa, Thio Sam Hong menjadi ketakutan, lalu berkata. "Yang Mulia Kaisar, mohon ampuni kami."
Mendapat jawaban seperti itu. Sadewa semakin Penasaran. Lalu dia pun berkata. "Ini aneh. Kalau sebelumnya kalian terlihat begitu kuat, tapi sekarang dimana kekuatan kalian itu."
"Kami memang kuat yang mulia, tapi kalau dibandingkan dengan kekuatan yang mulia, kekuatan kami tidak ada seujung kuku pun dari kekuatan yang mulia." jawab Thio Sam Hong sambil gemetaran
"Baiklah kalau begitu. Tapi ini perintahku. Tolong katakan, apa yang sebenarnya terjadi."
"B..baik yang mulia."Jawab Thio Sam Hong gugup. Kemudian ia memperbaiki sikap berdirinya dan memulai ceritanya
"Peristiwa itu sudah berlangsung selama berabad abad, dan sudah menjadi Legenda. Yaitu tentang akan munculnya, Kaisar Penguasa 9 Surga, setiap satu juta tahun sekali."
"Hari ini adalah tahun yang ke sejuta, tepat dimana Kaisar 9 surga akan muncul"
"Dan yang tidak kami sangka adalah, kemunculan Kaisar 9 Surga itu terjadi di depan mata kami, dan itu adalah yang mulia sendiri."
"Ap..apa!. Kaisar 9 surga adalah aku? Tapi bagaimana mungkin?" Ujar Sadewa terkejut
"Hamba juga tidak tahu yang mulia. Yang kami tahu adalah, kemunculan Kaisar 9 Surga itu nyata terjadi."
"Untuk yang mulia ketahui. Kemunculan yang mulai kaisar, telah menimbulkan kegemparan besar di seluruh alam ini. Itu saja yang hamba tahu yang mulia." Ujar Thio sam Hong penuh hormat
Sadewa tidak menanggapi perkataan dari Thio Sam Hong. Di dalam benaknya, dia cuma berpikir, bagaimana peristiwa yang sangat besar itu, bisa terjadi padanya
Dan yang anehnya adalah, peristiwa kemunculan yang dikatakan orang dengan Kaisar 9 Surga itu, terjadi di zaman modern pula
Jika kemunculan Kaisar 9 Surga itu terjadi pada masa ke kaisaran benua timur zaman dulu, tentu hal itu merupakan peristiwa yang sangat besar, dan sangat dinanti nantikan oleh orang orang pada zaman itu
Tapi bagaimana dengan kemunculannya, yang terjadi di zaman modern ini, waktu dan tempatnya jelas-jelas berbeda
Apa reaksi orang orang di zaman ini, begitu mengetahui peristiwa yang sangat langka itu. Apakah mereka akan kagum, takjub atau mencemooh kemunculannya
"Huh..Ini sangat berbeda dengan jalan cerita novel itu." Kata Sadewa dalam hati
"Lalu apa yang sebenarnya terjadi pada kalian?. Kenapa kalian berada di ruang dimensi ini selama jutaan tahun tanpa menikah?."
__ADS_1
"Dan kutukan apa yang membuat kalian hingga tidak bisa menikah?" Tanya Sadewa kepada mereka
"Ceritanya sangat panjang yang mulia. Hamba takut yang mulia tidak mau mendengarkan penjelasan hamba." Jawab Mereka Serentak
"Ceritakan saja, aku akan mendengarkannya dengan baik." Jawab Sadewa tenang, sambil duduk di kursi yang tiba tiba saja muncul di belakangnya
"Baiklah yang mulia. Peristiwa itu bermula ketika....
"Paman menteri!. Apakah perwakilan yang dikirim ke rumah kepala desa Wei Lung sudah kembali?" Tanya sesosok pria yang duduk di kursi kebesarannya, yang ternyata adalah raja Ming Fei
"Mohon ampun yang Mulia. Sampai saat ini, perwakilan yang dikirim ke sana belum juga kembali. Mungkin belum mendapatkan kata sepakat dari kepala desa Wei Lung." jawab menteri Zhou Feng
"Apakah Jenderal Zhou Quan ikut dalam negosiasi itu?" Tanya raja itu lagi
"Benar yang mulia, bahkan Jenderal Zhou Quan didampingi oleh Jenderal Li Fang dan komandan Taeh Yung, untuk pergi ke desa itu." Jawab menteri Zhou Feng sambil menundukkan badannya ke arah raja Ming Fei
"Apakah putri dari kepala desa itu, telah berani menolakku?" Tanya raja Ming Fei emosi
"Hamba tidak mengetahui itu yang mulia, tetapi menurut mata mata yang dikirim ke sana. Putri kepala desa Wei Lung telah bertunangan dengan seorang pendekar yang mumpuni di sana."
"Bedebah !. Beraninya pendekar itu menghalangi jalanku." Kata raja Ming Fei emosi tanpa memperdulikan perasaan orang lain
"Jenderal Li. Bawa dua ribu pasukan terkuat mu atau lebih, untuk menangkap pendekar itu. Jika melawan bunuh dia!" Perintah raja Ming Fei tegas
"Baik yang mulia." Jawab jenderal Li sambil berdiri dan menangkupkan kedua tangannya di dada
Setelah Jenderal Li pergi dari hadapannya. Raja Ming Fei beranjak dari tempat duduknya, dan meninggalkan aula pertemuan di istana kerajaannya. Didampingi oleh beberapa orang menteri, sambil bergumam sendiri dalam hati
"Ini pertama kalinya aku ditolak oleh seorang perempuan dari kalangan biasa. Lihat saja nanti, jika masih berani menolak ku, akan kubunuh kau, juga keluargamu." Kata raja Ming Fei dalam hati kesal
Singkat cerita, utusan yang dikirim ke desa Bukit Bambu, telah selesai melakukan negosiasi, dan hasilnya adalah, kepala desa Wei Lung bersedia menyerahkan putrinya, untuk menikah dengan raja Ming Fei
Tidak ada yang bisa dilakukan oleh Putri kepala desa Bukit Bambu itu. Negosiasi atau lamaran yang ditujukan kepadanya, mau tidak mau harus diterimanya. Jika dia menolak, maka dia dan kedua orang tuanya akan dibunuh
Calon suami dari Putri kepala desa itu, tentu saja sangat marah, ketika mendengar tunangannya akan menikah dengan seorang raja di kerajaan itu
Wajar kalau dia marah. Hubungan pertunangan mereka, sudah berlangsung selama 1 tahun lebih, dan mereka berencana akan melangsungkan pernikahan nya enam bulan lagi
Tapi tidak disangka, rencana yang sudah mereka susun dengan matang, menjadi berantakan, karena kehadiran seorang raja yang lalim, juga kejam kepada rakyatnya
__ADS_1
Raja itu memaksakan kehendaknya, untuk menikahi Putri kepala desa Wei Lung yang sudah terkenal kecantikannya. Walaupun dia tahu, gadis itu sudah mempunyai tunangan
***
Setelah proses lamaran itu selesai. Rombongan yang diutus oleh raja Ming Fei, membawa Putri kepala desa Bukit Bambu menuju ibukota raja
Satu setengah jam setelah rombongan utusan raja itu pergi, calon suami dari putri kepala desa Bukit Bambu itu datang, dan menanyai kedua orang tuanya
Tapi jawaban yang didapatkan sangat menyakitkan hatinya
"Jangan bertanya lagi tentang keberadaan putriku. Dia sekarang telah di bawa ke kota raja, dan akan dinikahi oleh seorang raja di kerajaan ini."
"Putriku memutuskan pertunangan kalian, dan menerima lamaran dari yang mulia raja Ming Fei." Jawab istri kepala desa dibuat-buat
"Apa alasan paman dan bibi menerima lamaran raja Ming Fei itu. Bukankah paman dan bibi sudah mengetahui, bahwa raja itu sangat zalim kepada rakyatnya." Kata calon menantu kepala desa Bukit Bambu itu
"Kami tidak peduli apapun kata orang. Walaupun raja itu sudah mempunyai banyak istri, tetapi Kami yakin, putri kami akan sangat bahagia, dan hidupnya akan senang, jika menikah dengan seorang raja yang kaya raya." Jawab ibunya Wei Lian agak ragu ragu
"Pendekar Thio. Carilah gadis lain, dan jangan lagi mengharapkan Wei Lian untuk menjadi istrimu."
"Mulai saat ini, kamu bukan siapa siapa lagi bagi kami. Sekarang pergi!" Bentak Wei Lung kasar
Mendengar kalimat itu pendekar Thio menjadi lunglai, Hilang sudah semangatnya untuk hidup
Dia berpikir bahwa Wei Lian benar benar telah menghianatinya, karena dia telah memutuskan pertunangan mereka secara sepihak
Dengan gontai dia meninggalkan rumah Wei Lian, dan menuju ke sebuah bukit yang ada di desa itu, serta mendakinya sampai ke puncak
Sesampainya di atas bukit itu, dia mengangkat kedua tangannya dan berseru..
"Dewa dan Dewi cinta. Kenapa kalian memisahkan kami. Apakah kalian Dewa dan Dewi bodoh, yang tidak mengetahui perasaan orang lain?"
"Aku bersumpah akan memerangi kalian."
"Baaaammm...Dhuuuaaarrr.."
"Aaaarrrrghhh..."
"Thio Sam Hong.ucapanmu telah merendahkan kedudukan ku sebagai Dewa dan Dewi cinta
__ADS_1
"Mulai saat ini. Aku mengutuk mu, tidak akan pernah menikah dengan siapapun, sampai lahirnya seorang penguasa jagat raya ini, untuk mematahkan kutukan ini."