
Satu jam kemudian, seluruh petinggi kota, telah datang memenuhi panggilan tuannya termasuk juga Bima
Sama seperti sebelumnya, kali ini wajah Sadewa masih kelihatan tegang, tapi terkesan marah.
Entah apa penyebab yang sebenarnya. Apakah karena takut atau kesal. ataupun karena masih ada saja ada orang atau kelompok yang berani mengusik nya
"Saudara saudara sekalian!. Dengarkan arahan ku baik baik!"
"Barusan tadi ada laporan masuk dari komandan Bima, yang menyatakan bahwa, dia telah mendeteksi adanya semacam pergerakan dari orang orang yang ingin mengacaukan kota kita!"
"Setelah mendapat laporan itu, aku mencoba mencari tahu melalui teknologi kita. berikut mencari tahu jumlahnya dan dari mana saja.mereka"
"Setelah meneliti dengan seksama didapati, memang benar ada pergerakan yang sedang menuju kemari, dengan jumlah yang tidak tanggung tanggung."
"Kelompok pertama, datang dari wilayah timur tengah selatan, masih di wilayah asia. berkekuatan cukup besar, sekitar 5.000 pasukan. 200 orang diantaranya, terdiri dari manusia mesin, yang di persenjatai dengan senjata otomatis."
"Sedangkan kelompok kedua datang dari benua barat, berkekuatan sebanyak 1.750 orang. juga di persenjatai dengan senjata otomatis dan senjata semi otomatis."
"Tujuan mereka datang kesini adalah, untuk merampas atau menjarah cincin penyimpanan ruang, yang akan kita lelang besok."
"Untuk itu, demi melindungi kota naga dan warganya, termasuk juga calon peserta lelang. dengan ini aku perintahkan! persiapkan orang orang terbaik kalian, untuk melindungi kota naga."
"Walaupun kota naga sudah di lindungi dengan prisai anti serangan udara, serta anti senjata apapun. Tapi tetap juga kita harus waspada, karena aku tidak mau melihat mereka menjadi khawatir, saat terjadinya serangan itu!"
"Ada rencana untuk menyerang mereka duluan, saat dalam perjalanan."
"Tapi mereka ke mari menggunakan mesin ruang dan waktu, yang tentunya tidak bisa di serang karena mengikuti jaringan kita."
"Untuk itu aku peritahkan, agar memblokir portal tempat mereka akan muncul nanti."
"Bima!. Segera kerahkan orang orang mu, agar berjaga di sekitar portal portal yang ada."
"Hancurkan setiap mesin dimensi yang bertanda merah, karena aku sudah menandai mereka!"
"Laksanakan sekarang!" Perintah Sadewa tegas
"Baik yang mulia!" Jawab Bima patuh. kemudian pergi menemui bawahannya di dunia dimensi, dan keluar satu jam kemudian
"Untuk kalian yang masih ada di sini!. Setelah arahan ini selesai, cepat beritahu orang orang kalian, agar tidak keluar, dan tetap tinggal di kantor, rumah, toko toko, serta hotel, penginapan dan lain sebagainya."
"Diperkirakan serangan mereka, akan selesai ditangani dalam waktu satu jam atau lebih."
__ADS_1
"Sekarang kalian boleh bubar, dan pergi jalankan tugas masing masing. Kerjakan!" Ucap Sadewa dengan perintah tegas
"Baik tuan!" Jawab mereka serempak
Setelah semuanya pergi, Sadewa menghubungi sistem, untuk meminta pendapat atau meminta bantuannya
"Sistem!" Panggilnya kuat
[ Ding!. Sistem siap menjalankan perintah ]
"Apakah tidak ada cara lain, agar tidak sampai jatuh korban di kedua belah pihak?" Tanya Sadewa ingin tahu
[ Sebenarnya ada tuan, tapi apakah tuan mau atau tidak melakukannya ]
"Maksud mu bagaimana?" Tanya Sadewa keheranan
[ Gunakan kekuatan tuan, untuk menghentikan waktu di zona ruang dan waktu, agar mereka mengalami distorsi, dan tersesat di dunia dimensi milik tuan ]
[ Jika mereka semua sudah ada di sana, akan mudah bagi tuan, untuk menghabisi mereka atau menundukkannya ]
[ Dalam dunia dimensi, kekuatan apapun tidak akan berfungsi, mereka akan tunduk seluruhnya pada hukum dan ruang dimensi itu ]
"Sebaiknya memang begitu. Tapi aku sudah mengerahkan sebagian kekuatan untuk menyambut musuh di portal portal dimensi yang ada."
[ Kalau masalah itu gampang tuan!. Serahkan semuanya pada sistem, tuan hanya inggal menunggu mereka di sana saja ]
"Baiklah kalau begitu!. Aku serahkan keselamatan kota naga pada mu, juga pada pasukan kita." Respon Sadewa senang, kemudian meninggalkan ruang itu untuk mempersiapkan segala yang di perlukan
***
Beberapa menit kemudian. terlihat Sadewa sedang berjalan tergesa gesa, menuju istana naga emas, padahal dia bisa saja pergi dan datang sesuka hatinya, tapi entah mengapa, kali ini dia tidak melakukannya
Entah karena lupa atau memang tidak mau melakukannya, itu masih menjadi misteri
Kali ini Sadewa benar benar panik .Padahal sebagai seorang penguasa, apalagi di dunia dimensi dia bergelar kaisar sembilan Surga, namun emosinya belum stabil juga
Walaupun Sadewa kuat dan sakti, tapi dia tetap tidak mau menggunakan kekuatan sejati pada musuhnya saat ini
Dia masih tetap mengandalkan kekuatan dari anak buahnya, terutama pada Bima, Karena hanya dengan kekuatan mereka saja, musuh sekuat apapun akan bisa di hancurkan oleh mereka
Cuma masalahnya adalah, musuh datang melalui ruang dimensi. dengan menggunakan mesin ruang dan waktu
__ADS_1
Jika mereka menyerang dengan menggunakan pesawat tempur, atau kapal kapal tempur serta yang lainnya. Hal itu akan mudah di atasi. Karena kota naga, sudah dilengkapi dengan senjata senjata modern dan mutakhir
Tapi saat ini, mereka datang dengan menggunakan mesin ruang, jadi sangat sulit untuk di atasi. Sebab jika menghancurkan portal portal itu, maka pengguna mesin lainnya, yang bukan musuh, akan terkena dampaknya
Oleh karena itu, Sadewa menjadi sangat kesal dan marah. Ternyata teknologi yang dia ciptakan, masih mengandung kelemahan besar, musuh bisa memanfaatkan teknologi itu dan menghancurkan kota naga, langsung dari dalam nya
Menyadari akan semua itu, Sadewa meminta bantuan pada sistem, agar membantunya, dan berencana akan menciptakan teknologi baru untuk mengatasi kelemahan itu
"Kutukan yang sudah di sematkan pada pemilik mesin ruang itu, sampai saat ini masih berfungsi dan tidak akan pernah hilang."
"Cuma masalahnya adalah, pembelinya telah menjual mesin mesin tersebut pada pemilik baru, yang di tubuh mereka, belum di pasangi segel kutukan tersebut."
"Jadi mau tidak mau, aku harus menata ulang, agar para penumpang mesin itu, seluruhnya mendapatkan segel kutukan." Ucap Sadewa pada diri sendiri. Lalu memasuki kamarnya, dan menghilang satu detik kemudian, masuk kedalam ruang dimensi miliknya
"Salam hormat yang mulia!" Sapa Bima dan ribuan anak buahnya penuh hormat
"Bangunlah!"
"Apakah semua prajurit sudah berkumpul?" Tanya Sadewa ingin tahu
"Belum seluruhnya yang mulia!. yang ada sekarang hanya berjumlah 100 ribu orang." Jawab Bima yang sudah di panggil oleh sistem, untuk kembali ke dunia dimensi
"Ini sudah lebih dari cukup!, karena jumlah mereka tidak sebanyak kita."
"Sekarang kalian dengarkan baik baik!"
"Sebentar lagi orang orang yang ingin menyerang kota naga, akan aku kirim ke mari, agar kita mudah menghancurkannya!" Ucap Sadewa penuh keyakinan
"Untuk itu, bersiaplah menyambut mereka di sini!" Teriak Sadewa kuat dan di sambut oleh ribuan prajuritnya, dengan suara bergemuruh, seperti prajurit yang sudah siap perang
"Kami siap yang mulia!" Respon mereka penuh semangat
"Bagus!. Itu baru prajuritku yang hebat!" Respon Sadewa senang
[ Tuan, musuh sedang di kirim kemari, tanpa mereka sadari ]
"Baik!. Terima kasih sistem." Jawab Sadewa lirih
"Musuh sebentar lagi akan datang, segera menyebar dan bentuk formasi!" Ucap Sadewa memberi perintah
"Bima!. Ambil alih komando, aku akan memasuki istana." Perintah Sadewa tegas. Kemudian tanpa menunggu jawaban dari Bima, Sadewa segera menghilang, dan dalam sekejab, sudah berada di atas singgasananya
__ADS_1