
"Yah itu anak kita!. Tapi kenapa penampilannya berubah?. Ibu seperti tidak mengenalinya lagi." Ucap Alisa penasaran
"Nanti kita tanyakan padanya." Jawab Tarno enteng
"Lebih baik kita jangan mengganggu proses yang sedang berjalan ini, kalau tidak mau melihat Sadewa marah lagi!" Ucap Tarno pada Alisa istrinya itu
"Baiklah yah!. Kita tunggu sampai mereka semuanya pergi." Jawab Alisa patuh
Sementara itu, Sadewa masih tetap duduk di singgasananya, didampingi oleh seorang wanita yang sangat cantik. Anggun dan menawan
Di atas kepalanya, juga terdapat sebuah mahkota yang sangat indah, cocok sekali dengan penampilannya
Alisa yang melihat itu jadi tersadar, lalu berkata. "Yah!. Siapa perempuan yang sedang duduk disamping anak kita itu, apakah dia manusia seperti kita?" Ujarnya
"Mana aku tahu!. Sebaiknya kita tanyakan nanti padanya, siapa tahu perempuan itu calon istrinya!" Jawab Tarno apa adanya
"Ah ayah ini!. selalu saja tidak tahu!' Rutuk Alisa kesal
"Ingat bu, jangan sampai terlepas kendali lagi!"
"Kau harus bisa berubah, bukan hanya di bibir saja, tapi didalam hati dan tindakan juga!" Ucap Tarno mengingatkan istrinya itu
"Baiklah! baiklah!. Ibu ingat itu!' Jawab Alisa ketus
Kalau sudah dasarnya memang tidak bisa diam untuk berbicara yang bukan bodangnya. Seorang manusia seperti Alisa itu, masih saja tetap melakukan perbuatannya, selalu ingin tahu urusan orang lain
Ketika melihat Sadewa belum juga menikah, hampir setiap hari dia selalu membicarakan itu, hingga terjadi hal yang sangat menakutkan, sampai membuatnya berjanji untuk tidak melakukan itu lagi
Tapi setelah itu berlalu, dia mengulanginya lagi. Dasar perempuan yang tidak tetap pendirian
Sebaiknya orang seperti itu, di cuci otaknya saja, dan dimasukkan ke dalam sebuah kolam besar, perubah sifat dan kelakuannya, itupun jika ada
Hari ini, waktu dunia dimensi, Alisa kembali berulah, dengan menanyakan siapa perempuan yang sedang duduk disamping anak nya itu, dan ingin menanyakan langsung pada Sadewa tapi dicegah oleh suaminya tersebut
"Jangan bertindak gegabah, kalau tidak mau melihat anak kita marah!" Ujarnya tegas
"Sebaiknya kita tunggu hingga Sadewa memanggil kita, karena aku lihat, dia seperti sedang memberikan wejangan pada orang orang yang sedang duduk didepannya itu."
"Kalau kIta datang, tentu akan mengganggu mereka. jadi sebaiknya kita tungga saja disini, dan duduk dengan manis." Ucap Tarno cukup bijaksana
"Tapi ibu penasaran dengan perempuan itu. Wajahnya sangat cantik sekali, dan pembawaan sangat tenang, sangat cocok sekali dengan Sadewa."
"Mungkinkah itu calon istrinya yah?" Ucap Alisa penuh harap
"Mungkin saja!" Jawab Tarno singkat, kemudian kembali fokus pada anaknya Sadewa, yang saat itu tengah memberikan wejangan pada anak buahnya
Tak lama kemudian, orang orang tersebut menghilang dari pandangan mata, termasuk wanita cantik tersebut, dan itu membuat Tarno serta Alisa menjadi terkejut
"Apa yang terjadi yah. Kemana mereka?" Tanya Alisa keheranan
"Mana ayah tahu!. Ayo kita tanyakan pada anak kita. Siapa tahu dia mau menjelaskannya!" Jawab Tarno juga keheranan
__ADS_1
"Ayah! ibu!" Sapa Sadewa lembut, setelah turun dari singga sananya
"Dewa!. Syukurlah kau sudah kembali. Ibu sangat khawatir, ketika melihat kau hampir menghilang itu!" Respon Alisa cepat
"Ibu tenang saja!. Sekarang dewa telah kembali, dan kalian tentu masih ingat ini di mana?" Jawab Sadewa enteng
"Ya, ibu ingat dan masih hapal tentang istana ini."
"Tapi kenapa kau membawa kami ke sini Dewa?" Tanya Tarno penasaran
"Ini adalah akibat dari desakan ibu itu!"
"Ketika Sadewa memutuskan untuk menuruti kehendak ibu itu, Dewa masuk ke ruang dimensi ini, untuk mengummumkan tentang rencana pernikahan tersebut"
"Tapi semua penghuni ruang ini, juga yang di alam lain, menentang keputusan Dewa, karena jika Dewa melakukannya, maka mereka tidak akan bisa pulang ke tempatnya atau tepatnya berengkarnasi."
"Namun Dewa tetap bersikeras untuk melanggar pantangan itu, sebelum waktunya tiba, maka jadilah seperti ini." Ucap Sadewa menjelaskan duduk permasalahannya
"Walau kejadian ini masih di luar nalar kita sebagai manusia, tapi bukti telah ada didepan mata."
"Ternyata apa yang kau katakan itu memang benar ada, dan sudah terjadi."
"Untuk itu, ayah dan ibumu ini, sekarang telah percaya, bahwa yang demikian itu memang nyata."
"Untuk kedepannya, ibu mu telah berjanji, bahwa dia tidak akan mencampuri urusan mu lagi tentang masalah pernikahan mu"
"Jadi sekarang, ayah mewakili ibu mu, untuk meminta maaf atas sikap nya yang keterlaluan tersebut."
"Jadi sekarang tidak ada yang perlu dibicarakan lagi."
"Dewa tahu kalau ayah dan ibu masih penasaran ,kenapa Dewa membawa kalian ke sini?" Ucap Sadewa tiba tiba
"Ya Dewa! Jadi tolong katakan, apa alasannya!" Jawab Tarno cepat
Tik!
Sadewa menjentikkan jarinya ke udara, dan tiba tiba saja muncul seseorang, yang tadi sempat dilihat oleh Tarno dan Alisa, duduk bersama anaknya di singgasana
Kini gadis cantik tersebut sedang menuju ke arah mereka, berjalan anggun, dan tersenyum ramah pada keduanya, termasuk juga pada Sadewa, lalu berkata,
"Salam tuan dan nyonya besar!" Ucap gadis tersebut dengan sikap hormatnya
"Ya! ya!. Terima kasih, dan salam juga!" Jawab mereka serempak, tapi sedikit gugup, karena keanggunan perempuan itu sangat mempersona
"Ibu ayah!!. Kenalkan, ini putri Shinta Aulia. seorang putri dari kerajaan Mayapada. Dialah yang akan menjadi pendamping Dewa nanti di dunia." Ucap Sadewa berterus terang
"Kenapa kau tidak mengatakan pada ibu nak, kalau kau sudah mempunyai calon!" Jawab Alisa kesal
"Belum waktunya untuk memperkenalkan dia bu, nanti setelah mau menikah, baru Dewa berencana akan memperkenalkannya pada ayah dan ibu."
"Lagi pula Ibu sudah melihatnya waktu di dunia?" Respon Sadewa apa adanya
__ADS_1
"Kapan dan dimana?" Tanya ibunya penasaran
"Shinta, dialah orang nya!." Jawab Sadewa tegas
"Shinta, anak yang pernah datang mencari mu dulu?" Tanya Alisa keheranan
"Benar bu!"
"Lalu bagai mana dia bisa ada disini, dan menjadi seorang putri?. Ibu masih tidak mengerti Wa!" Respon Alisa keheranan
"Shinta adalah perwujudan jiwanya di dunia manusia. Kelak dialah yang akan menjadi istri Sadewa." Jawab nya singkat
"Tapi ibu masih tidak mengerti juga Wa!" Protes Alisa bingung
"Sudahlah bu! ,jangan ngeyel begitu!. Kalau Dewa sudah mengatakan seperti itu, kita percaya saja. Jangan malah ngotot begitu!" Tegur Tarno mengingatkan istrinya
"Baiklah!. Untuk sementara ibu percaya saja, karena kau memang anak yang penuh keajaiban."
"Tapi kedepannya kau harus menjelaskan lagi pada ibu!" Ujarnya kesal lalu,merajuk
"Terima kasih karena ibu sudah memakluminya!" Respon Sadewa senang
"Kalau begitu mari kita menuju ruang penyimpanan semua harta ku di dunia ini!"
"Ruang penyimpanan harta?. tempat apa itu. Memang sebanyak apa hartamu di sini?" Tanya Alisa penasaran
"Ibu lihat saja nanti!' Jawab Sadewa cuek
"Baiklah, ibu percaya saja!" Respon Alisa datar
Setelah berkata seperti itu, Sadewa mengajak orang tuannya, juga calon istrinya itu, untuk mengikutinya menuju ke tempat ruang penyimpanan harta
Sesampainya mereka disana, Sadewa segera menjentikkan jarinya sekali lagi ke udara, dan tiba tiba saja dihadapan mereka, berdiri puluhan bangunan, yang sangat besar dan megah
Disekilingnya, di jaga oleh ratusan pengawal tanpa senjata, tapi ada keanehan ditangan mereka masing masing
"Salam hormat yang mulia!" Sapa seluruh pengawal itu pada Sadewa
"Ya terima kasih!, dan bangunlah!" Jawab Sadewa ramah
"Buka seluruh bangunan bangunan ini. agar aku dan kedua orang tua ku bisa memasukinya!" Perintah Sadewa tegas
"Baik yang mulia!" Jawab seorang komandan prajurit itu patuh. Kemudian memerintahkan pada anak buahnya, untuk membuka bangunan itu seluruhnya
Begitu bangunan tersebut sudah terbuka, sadewa mengajak orang tuanya, juga putri Alisha untuk memasuki bangunan tersebut
Setelah masuk, mulut Tarno, terutama Alisa ibunya Sadewa itu, terbuka lebar, seakan tidak percaya dengan apa yang sedang dilihatnya itu
"Bagaimana mungkin?. ada harta sebanyak ini. Semuanya terbuat dari emas" Ucap Alisa dengan ekspresi takjub
"Dewa!. Benarkah apa yang ibu lihat itu?. Apakah ibu sedang tidak bermimpi?" Tanya Alisa penasaran
__ADS_1
'Ini bukan mimpi bu, semuanya nyata!. Kalau ibu tidak percaya, silakan ibu periksa emas emas itu. ayah juga boleh memeriksanya." Jawab Sadewa cuek saja