
Sementara itu, Bima dan pasukannya sudah berada di markas besar gangster di yang sangat di takuti di sana
Ternyata nama organisasi mereka cukup keren. Nama nya tertera di gerbang masuk markas tersebut, tertulis dengan jelas
Black Eagle, itulah namanya.
Tulisan itu terpampang dengan jelas, di depan pintu gerbang masuk bangunan yang lumayan luas
Tanpa diketahui oleh siapapun, ternyata bangunan itu adalah markas besar organisasi gangster yang sangat ditakuti dunia
Selama ini, orang orang-orang hanya mengetahui, bangunan itu adalah sebuah perusahaan manufakturing, yang bergerak di bidang tekstil, otomotif, elektronik dan kerajinan
Tapi ternyata, bangunan yang lumayan luas itu, masih menyimpan ruang ruang lain, yang tidak sembarang orang bisa masuk kesana
Hanya orang orang tertentu, dan anggota gangster tersebut, yang bisa masuk ke sana dengan bebas, itupun masih dibatasi, dan terus dipantau tentang keberadaan mereka
Di ruang tersembunyi itulah, Bima dan pasukannya, tiba tiba masuk dan menyergap mereka semua, hingga mereka tidak bisa bergerak atau melawan sedikitpun
Pasukan Bima yang berjumlah 1000 orang, yang dibekali dengan persenjataan lengkap otomatis, telah mengejutkan mereka
Sedangkan mereka saat itu, sedang tidak memegang senjata apapun, jadi keberadaan mereka merupakan umpan yang empuk bagi pasukan Bima
Serentak mereka menjatuhkan diri ke lantai, dengan bertumpu pada lutut mereka, dan kedua tangan diletakkan di atas leher mereka tanda menyerah
Jhonson yang saat itu hendak keluar dari ruangan tersebut, juga tidak bisa berbuat apa apa, termasuk komandan komandan yang lainnya
Bima dengan keahliannya, mengambil alih situasi di dalam ruangan tersebut, kemudian berkata
"Kalian hanya diberi dua pilihan, menyerah atau mati!"
"Kalau menyerah, maka kalian akan menjadi orang orang tuanku yang mulia."
"Kalau melawan, maka seluruh orang orang mu akan kami binasakan, termasuk bangunan yang kalian banggakan ini." Ucap Bima mengintimidasi
"Siapa kalian, dan bagaimana bisa masuk ke sini?" Tanya Jhonson penasaran, sambil mengepalkan tangannya, yang diletakkan di atas lantai, berbeda dengan orang orangnya yang lain
"Kalian tidak berhak tahu siapa kami, tapi yang perlu kalian ketahui adalah, kalian telah mencoba untuk mengancam kekuasaan tuan kami yang mulia."
"Dan mudah bagi kami, untuk mendeteksi keberadaan seseorang di manapun mereka berada, apalagi keberadaan kalian."
__ADS_1
Jhonson yang mendengar itu masih juga tidak percaya, dan dengan penasaran dia bertanya
"Katakan dengan jelas, siapa tuan yang mulia kalian. Apakah kami telah menyinggung nya?
"Bukankah 4 hari yang akan datang, kalian akan menghancurkan kota naga, kota dimana tuan yang mulia kami berada?"
"Bagaimana kalian tahu rencana kami? padahal tidak ada kami bicarakan dengan siapapun, kecuali komandan komandan Black Eagle."
"Sudah ku katakan bahwa, sangat mudah bagi kami untuk mengetahui rencana sekecil apapun, yang akan mengancam ketentraman Kota Naga. Kami adalah sebagian kecil dari pasukan tuan kami yang mulia."
"Hanya dengan kami saja, sebuah negara besar bisa kami hancurkan, apalagi organisasi kalian yang kecil seperti ini."
"Sekarang putuskan. kalian menyerah atau memilih mati!"
Mendengar desakan itu, hati Jhonson ragu ragu, tapi kemudian, dia mengedarkan pandangannya ke arah komandan yang lain, untuk meminta pendapat mereka
Komandan yang ditatap hanya menundukkan kepala, menandakan bahwa mereka memilih untuk menyerah daripada mati
Tapi dalam hati mereka saat ini mengatakan, menyerah dulu, baru kemudian menyusun strategi untuk membalaskan dendam mereka
"Baiklah kami menyerah, dan kami menyatakan tunduk kepada tuan yang mulia kalian."
"Hahaha..! Kau pikir aku bodoh!. Aku tahu apa yang ada di hati kalian saat ini. Bukankah dalam hati kalian mengatakan menyerah, tetapi dibalik itu, hati kalian juga mengatakan, saat ini menyerah, tapi satu saat nanti akan membalaskan dendam dan sakit hati kalian kepada kami, bukankah begitu?"
"Bagaimana kau bisa tahu apa yang ada dalam hati kami." Ucap Jhonson ketakutan
"Dasar bodoh!. Urusan sekecil itu, walaupun ada di dalam hati kalian, kami sangat mengetahuinya."
"Jadi tegaskan dengan benar, menyerah dengan sungguh sungguh, atau pura pura sebelum kesabaranku habis."
"Kami menyatakan tunduk dan menyerah tanpa syarat." Ucap mereka serempak sambil berlutut di lantai
"Hahaha..bagus, dan pilihan tepat. Ternyata kalian tidak sebodoh yang ku pikirkan."
"Penyerahan kalian diterima, tapi ingat!, jika suatu saat nanti, kalian membelot dan memberontak kepada penguasa kami, maka saat itu juga, seluruh nyawa kalian termasuk nyawa keluarga kalian, akan kami binasakan." Ucap Bima sambil melepaskan segel kesetiaan juga kematian kepada mereka semua
Segel yang dilepaskan oleh Bima, adalah segel khusus yang sudah sejak lama dia kuasai. Selain tuannya Sadewa, Bima juga sudah menguasai jauh hari sebelum tuannya menguasai segel itu
Rata rata bawahan Bima juga menguasai berbagai macam jenis segel, yang sudah diajarkan oleh tuan mereka sebelumnya
__ADS_1
Jadi ketika mereka mengabdi kepada Sadewa, kemampuan melepaskan segel kepada orang lain, juga lingkungan, telah mereka kuasai dengan baik
Apalagi Bima, orang yang telah dipilih sebagai komandan besar mereka, kemampuannya saat ini sudah sangat mumpuni, tapi masih tetap berada di bawah tuannya Sadewa
Sehingga saat ini, segel yang dilepaskan oleh Bima segera menyebar ke seluruh areal organisasi Black Eagle, tanpa terkecuali
Siapapun yang termasuk anggota organisasi itu, secara otomatis tubuhnya dimasuki oleh segel tersebut, tanpa mereka sadari sama sekali
Setelah selesai melepaskan segel kesetiaan dan kematian kepada mereka, Bima memberikan arahan, tentang langkah apa yang harus mereka lakukan kedepannya
"Sekarang kalian adalah orang orangnya kota naga, sekaligus adalah bawahan dari tuanku yang mulia."
"Di tubuh kalian semua, telah ditanamkan segel kesetiaan dan kematian, jika kalian melakukan hal hal buruk kedepannya, dengan tujuan untuk memberontak dan berkhianat kepada tuan ku yang mulia, maka saat itu juga, kalian mati!"
"Di markas kalian yang cukup besar ini, akan ku tempatkan 600 orang orang ku, untuk mengatur segala sesuatu tentang organisasi kalian kedepannya."
"Apapun yang akan ditetapkan oleh mereka, adalah keputusan dari tuanku yang mulia."
"Apakah kalian sudah memahaminya." Tanya Bima tegas
"Kami semua telah memahaminya tuan, dan kami akan tunduk dan patuh atas keputusan apa yang diberikan kepada kami nanti." jawab mereka serempak masih dalam posisi berlutut
"Sekarang bangunlah, dan kerjakan tugas kalian masing masing. Nanti akan diatur, tentang siapa yang akan menjadi ketua di organisasi ini menggantikan tuan kalian sebelumnya."
"Oh ya, untuk kalian ketahui, bahwa tuan kalian yang telah berniat untuk menghancurkan kota naga, bersama dengan seorang pemilik sebuah perusahaan besar, saat ini telah ditangkap, dan dimasukkan ke penjara, yang tidak satu orang pun tahu di mana itu berada."
"Jadi tidak perlu bersusah payah lagi, untuk mencari keberadaan mereka." Tegas Bima penuh wibawa, kemudian tubuhnya serta merta menghilang, bersamaan dengan 400 orang anggotanya
Sementara yang 600 orang lagi, masih tetap berada di situ, dan mengerjakan segala sesuatu, sesuai dengan petunjuk tuan yang mulia mereka
Kepergian Bima dan 400 orang anggotanya yang secara tiba tiba itu, tentu saja sangat mengejutkan seluruh orang yang ada di dalam ruangan tersebut
Di dalam hati mereka masing masing berkata dan hampir sama
"Pantas saja keberadaan orang orang Black Eagle dengan mudah dideteksi oleh mereka."
Dan akibatnya adalah, kejadian yang langka itu, semakin menambah rasa takut di hati mereka, dan membuat tekad mereka semakin kuat, untuk mengabdi kepada tuan baru mereka
Di tengah rasa takjub dan kagum terhadap peristiwa yang telah terjadi di depan mereka, tiba tiba terdengar sebuah suara yang membahana
__ADS_1