
"Khaaaaaakk....khaaaakkk..."
"Whuuusss....whuuusss.."
"Bhaaaammm...dhuuuaaarr.."
"Aaaaarrrkkkh..."
"Tolong ampuni hamba yang mulia tolong jangan bunuh hamba. Hamba bersalah pada yang mulia." Ujar raja Ming Fei ketakutan, sambil terus berlulut semakin dalam
Bukannya mendengar perkataan dan permohonan raja, atau menghentikan aksinya. Burung phoenix api terlihat semakin brutal. Dari mulutnya terus menyemburkan api yang sangat besar, dan di tembakkan ke segala arah, termasuk ke pinggiran Kota yang dekat dengan bangunan istana
Aksinya tentu saja membuat penduduk kota yang tidak bersalah menjadi korban kebrutalan burung phoenix api tersebut
Jeritan pilu santer terdengar dari segala penjuru. Semakin lama semakin mengecil, dan hilang bersamaan dengan melayangnya nyawa mereka, meninggalkan ribuan bangunan yang terbakar
Raja Ming Fei yang melihat kejadian itu, semakin ketakutan. Habis sudah kesempatan untuk dia hidup lebih lama lagi
Kemarahan dan kemurkaan Thio Sam Hong atau dewa phoenix api, sudah tidak bisa diredakan oleh siapap menanggungnya
Saat itulah timbul penyesalan yang mendalam di hati raja Ming Fei. Dengan mata kepalanya sendiri, dia melihat bagaimana orang orangnya di bantai tanpa sedikitpun berbelas kasih
Istana yang sangat di banggakan, hancur rata dengan tanah. Hanya menyisakan puing puing yang membara, terbakar oleh api kemarahan Dewa Phoenix Api
Seluruh keluarganya mati, hangus terbakar bersamaan dengan terbakarnya bangunan istana
Pelindung kerajaan, jenderal, para menteri, dan seluruh prajurit, yang saat itu berada di sana, semuanya mati tak tersisa, tanpa bisa melakukan perlawanan sedikitpun
Mereka tidak mampu menahan kekuatan Thio Sam Hong, dikarenakan level kekuatan mereka kalah jauh dengan level kekuatan Thio Sam Hong
Sedangkan Raja Ming Fei sendiri, baru saja menerobos ke level saint tahap puncak. Selangkah lagi naik ke level saint emperor. Suatu prestasi yang sudah dikatakan sangat luar biasa pada masa itu
Sementara orang orangnya, baru menembus level saint tahap awal dan menengah. Sisanya yang lain, masih berada di bawah level saint itu, apalagi para prajuritnya
Level kekuatan seperti itu, tentu saja tidak mampu membendung kekuatan setengah dewa nya Thio Sam Hong.Walhasil mereka semua tewas, tanpa mampu melakukan perlawanan
Jangankan untuk melawan, menahan aura kekuatan Thio Sam Hong saja mereka tidak mampu
Bagi yang sedikit tinggi level kultivasi nya, mereka masih bisa bernapas. Tapi bagi yang level kultivasinya rendah, mereka langsung mati. Itulah yang sebenarnya terjadi
__ADS_1
Kembali ke keadaan burung phoenix api yang masih melayang di udara itu
Setelah puas melampiaskan kemarahan yang tanpa disadarinya. Burung phoenix api menghentikan aksinya
Masih dalam mode dewa phoenix api. Thio Sam Hong yang masih berada di udara, mengedarkan pandangan matanya ke segala arah
Sejauh mata memandang, di hadapan juga di sekelilingnya, hanya terlihat sisa puing puing bangunan yang terbakar
Sebahagian bangunan di ibu kota kerajaan, hancur rata dengan tanah, menyisakan tanah lapang yang gersang, dan pemandangan yang sangat memilukan
Setelah beberapa saat, tubuh burung phoenix api di angkasa itu, tiba tiba mengeluarkan sinar berwarna biru, dan perlahan berubah menjadi tubuh manusia. Semakin lama semakin tampak nyata
Hasil akhirnya adalah, tubuh phoenix api menghilang, dan berganti dengan tubuh Thio Sam Hong seperti sebelumnya, yang masih tetap melayang di udara
Setelah perubahan tubuh itu sempurna, perlahan lahan tubuh itu turun ke bawah, mendekati raja Ming Fei yang sengaja belum dibunuhnya
Menyadari kenyataan itu, raja Ming Fei mengambil kesempatan, untuk mendapat pengampunan dari Thio Sam Hong. Sambil merangkak, dia memohon mohon agar tidak dibunuh
"Yang mulia!. Tolong ampuni hamba. Hamba mengaku bersalah. Gara gara hambalah ini semua terjadi."
"Hampa bersedia mengabdi pada yang mulia, sepanjang hidup hamba juga setelah kematian hamba. Tolong jangan bunuh hamba yang mulia." Ujar raja Ming Fei memohon mohon
Dimana kekuatan, keangkuhan, juga kekuasaannya tadi?. Kenapa dunia bisa jadi terbalik?
Dari awal raja Ming Fei terlihat jumawa, bahkan terkesan berani menghina dan memprovokasi Thio Sam Hong. Tapi sekarang, dirinya seperti tikus yang terkena perangkap. Meringkuk dan bersimpuh di tanah, tanpa berani mengangkat kepalanya kearah lawan bicaranya
Sekian lama dia menunggu keputusan dari orang yang tadi dihinanya. Sedetik, semenit, dua menit, sampai 5 menit, belum juga ada suara yang terdengar
Dengan harap harap cemas, dia terus menunggu sebuah suara yang dari tadi ditunggunya
Setelah 6 menit berlalu, di tengah keputusasaan dan pengharapan yang menggunung. Raja Ming Fei mendengar Thio Sam Hong berujar..
"Ku beri kau kesempatan untuk hidup, dan kau tidak akan aku bunuh. Tapi kau harus melakukan sesuatu hal untukku."
"Kau akan aku penjarakan di dunia dimensi milikku, yang tentu saja semua kekuatan mu, akan ku musnahkan, dan kau akan dipasangi segel kematian."
"Tugasmu di sana adalah, menjaga jiwa kekasihku, untuk tetap hidup di dunia dimensi itu. Apakah kau bersedia?" Ujar Thio Sam Hong penuh wibawa
"Hamba bersedia yang Mulia." Jawab raja Ming Fei, tanpa berpikir panjang lagi
__ADS_1
"Sekarang enyalah dari hadapanku." Sambung Thio Sam Hong ketus, sambil melambaikan tangannya kearah raja Ming Fei yang selanjutnya disebut dengan Ming Fei saja
Seketika tubuh Ming Fei menghilang dari hadapan Thio Sam Hong, dan masuk ke dunia dimensi ciptaannya sendiri
Sejurus kemudian, Thio Sam Hong mengedarkan pandangan mata dewa nya, menyisir areal bekas bangunan istana giok biru,dan mendapati dalam radius 400 meter darinya, berada di bawah tanah, terdapat beberapa bangunan ruangan yang sangat luas
Terdapat ruangan penjara bawah tanah, yang didalamnya terdapat banyak sekali penghuninya. Satu lagi ruangan, seperti gudang penyimpanan harta kerajaan
Dengan tidak adanya bangunan istana, telah memudahkan usaha Thio Sam Hong, untuk menemukan dan keberadaan pintu besi, yang menjadi pintu masuk kedalam ruangan masing masing
Sebelum masuk, dia memasang array pelindung tingkat tinggi, di seluruh areal bekas bangunan istana, untuk mencegah orang orang dari dunia persilatan, atau orang awam, datang mencari, atau merampas harta bekas peninggalan istana kerajaan
Setelah dirasa cukup, Thio Sam Hong segera menyentuh pintu ruangan yang terbuat dari besi baja tebal itu. kemudian dengan kekuatan elemen logamnya, dibarengi dengan kekuatan elemen api, pintu besi itu meleleh begitu tangan Thio Sam Hong menyentuhnya
Sedetik setelah pintu besi tempat itu meleleh, terlihat di bawahnya, terdapat anak tangga menuju dasar ruangan
Tapi tanpa menggunakan anak tangga yang tersedia, Thio Sam Hong lebih memilih untuk melayang turun ke dasar ruangan
Seketika pandangannya tertuju ke beberapa ruangan, yang berisi ratusan orang yang ditahan di sana
Di salah satu ruangan, Thio Sam Hong melihat seorang pria dan wanita paruh baya, mengenakan pakaian kebesaran kerajaan, walau tanpa mahkota dan riasan sebagaimana layaknya seorang bangsawan
Begitu melihat ada orang datang. Pria paruh baya juga wanita itu, langsung bangun dari duduknya. dan berkata..
"Siapa kau?. Mengapa kau bisa masuk ke ruangan ini tanpa dikawal oleh seorang pun prajurit. Apakah kau antek anteknya Ming Fei, anak durhaka itu?" Tanya pria paruh baya penuh selidik
Raja Ming Fang dan permaisuri Lin Chia!. Ternyata Anda berdua masih hidup. Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Thio Sam Hong tanpa memperdulikan pertanyaan nya tadi
"Katakan dulu siapa kau? Apakah kau di utus untuk memaksaku menyerahkan medali tampuk kekuasaan kerajaan Giok Biru oleh anak durhaka itu?" Ujar Ming Fang masih penasaran dan hati-hati
"Aku Thio Sam Hong, atau yang di kenal dengan pendekar Thio, orang yang telah menghabisi seluruh prajurit, jenderal, juga seluruh menteri, serta orang orang yang bertugas melindungi kerajaannya."
"Aku juga orang yang telah menawan dan menyegel raja Ming Fei durjana itu."
"Dia telah berani menyinggung ku. Atas kesalahannya, istana Giok Biru telah rata dengan tanah. Tapi bagiku, semudah membalikan telapak tangan untuk membangun nya kembali" Begitulah Thio Sam Hong memberi penjelasanya panjang lebar
Bekas raja kerajaan giok biru itu sangat terkejut, mendengar berita itu. Baginya sangat mustahil untuk dapat mengalahkan Ming Fei beserta antek anteknya, karena dia dikelilingi oleh orang orang yang kuat dan kejam
Siapa sebenarnya orang ini?" Batinnya
__ADS_1