
Persis seperti apa yang dibayangkan oleh Sadewa pada malam hari nya
Kehebohan dan kegemparan besar segera terjadi di kota Sembilan Naga, begitu mereka terbangun lebih awal, atau tepatnya pukul 4.40 pagi
Hampir separuh warga kota, juga para pelancong yang ada di dalam kota, beramai ramai, keluar menuju tepi laut
Sesampainya di sana, kehebohan segera terjadi. Ribuan orang yang pergi ke ke tepi pantai itu, sama-sama melihat, satu pemandangan yang sangat luar biasa di depan mata mereka
Satu keajaiban, yang jauh lebih ajaib, dari keajaiban pertama, yang pernah mereka saksikan sebelumnya, yaitu munculnya 10 kota baru, di 10 buah pulau yang sangat terang benderang, dengan cahaya lampu yang dipancarkannya
Mereka juga bisa melihat, sebuah bangunan yang sangat besar, berdiri megah di sebuah pulau sebelah barat, yang tidak jauh dari wilayah kota Sembilan Naga
Dua titik cahaya yang berpendar sangat terang, juga terlihat dari kejauhan,di dua buah pulau yang tidak begitu besar, menandakan ada kehidupan disana
Pandangan mereka juga tertuju ke enam buah pulau lainnya,Secara samar, mereka melihat kerimbunan berbagai macam jenis pohon tumbuh disana
Ke enam pulau itu, juga diterangi oleh cahaya lampu, di seluruh tepian pantainya, sehingga orang orang yang ada di tepi laut kota Naga,bisa melihat apa yang ada disana
Bukan itu saja yang membuat mulut mereka semakin menganga lebar, adalah didepan mereka terbentang ribuan jembatan besar dan tinggi, yang saling terhubung satu sama lain, menghubungkan semua pulau pulau itu, dengan daratan Pantai Utara ini
Tidak lama kemudian, terdengar komentar dari beberapa orang di tepi laut itu
"Apakah ini masih wilayah pantai utara.Sejak kapan semua ini ada?"
"Luar biasa. Inikah yang pemimpin kita janjikan dua hari yang lalu."
"Ini bukan lagi dunia,tapi ini surga.Kalau dunia, tak mungkin semegah ini."
"Kota apa itu.Aku ingin kesana."
"Coba lihat dan perhatikan. Kota Naga ini semakin besar dan luas.Tanah kosong yang dulunya ada, sekarang telah di isi oleh bangunan besar."
"Apakah ini masih Kota Sembilan Naga."
"Penguasa muda memang hebat,ajaib."
"Woi!. Kalian lihat.Pulau sebelah barat itu pulau apa, dan bangunan apa yang ada disana?"
"Mana aku tahu."
"Sudah..sudah..sudah..Mari kita pergi kesana lewat jembatan ini, jika masih penasaran."
"Tunggu!. Jangan sembarangan masuk, sebelum ada izin dari penguasa."
"Alah...kenapa takut, toh ini wilayah pantai Utara juga.Ayo masuk dan menyebar." Kata salah seorang dari mereka dengan yakin, diantara riuh rendahnya bermacam komentar kekaguman dari warga kota,tapi tiba tiba ..
__ADS_1
" Slaaassh.."
"Baaammm.."
"Aaakkh.."
"Wusss..."
"Baaammm.."
"Uuuggghh.."
Empat orang yang mencoba memasuki gerbang jembatan besar itu, tiba-tiba tubuh mereka terpental ke belakang sejauh 3 meter, hingga menabrak kerumunan orang yang ada di belakangnya
Kenapa bisa demikian? dan apa yang sebenarnya terjadi?
***
Dua setengah jam sebelum warga kota terbangun
Ketika Sadewa memerintahkan kepada sistem, untuk memasang segel di seluruh wilayah yang baru terbentuk itu. Sistem juga melapisi seribu jembatan itu dengan segel.Sehingga apabila ada yang mencoba masuk sebelum mendapatkan izin dari tuannya, maka orang itu akan terpental dengan sendirinya
***
"Minto, Barga, Adi dan Slamet!Apa yang terjadi, kenapa tiba tiba kalian terpental dan menabrak ku?" Ujar salah seorang warga, yang tubuhnya tertabrak oleh salah seorang dari keempat orang yang terpental itu dengan emosi
"Dan kalian bertiga, apa jawaban kalian, tentang kejadian yang menimpa kalian tadi." Kata orang yang ditabrak dengan suara tinggi
"Kami juga tidak tahu pak Tino, tiba-tiba saja tubuh kami terpental, dan seperti ditolak ketika ingin memasuki gerbang itu."
"Rasanya seperti dipukul oleh pukulan yang sangat keras di dada kami." Kata seorang lagi sambil meringis kesakitan
Pak Tino sedikit maju mendekati seorang lagi yang belum memberikan penjelasannya dan bertanya
"Lalu kamu Slamet. Apa pembelaan mu."
"Maafkan aku pak Tino, dadaku sangat sakit sekali." Kata selamet sambil memuntahkan sedikit darah segar lagi dari mulutnya
Kerumunan orang-orang itu menjadi hening, ketika melihat selamet sekali lagi, memuntahkan darah segar dari mulutnya
Lalu salah seorang dari kerumunan itu berjalan mendekati keempat orang yang sedang merasakan sakit itu, dan memeriksanya
"Kalian sungguh gegabah.
Ketahuilah. Kalian telah terkena segel kutukan di jembatan itu. Berani beraninya kalian memasuki jembatan itu, sebelum ada izin dari penguasa kita." Ujarnya sedikit khawatir
__ADS_1
"Kami juga tidak menyangka pak Juki. Kami tidak tahu bahwa di jembatan itu terpasang segel. Kami harus minta maaf pada penguasa." Kata Minto penuh penyesalan
***
Kerumunan orang-orang yang datang ke tepi laut, untuk melihat keajaiban yang sangat luar biasa, masih terus berlangsung
Semakin lama orang-orang yang datang semakin banyak, sehingga membentuk lautan manusia yang tidak terhitung jumlahnya lagi
Orang orang penting kota, juga para petingginya, beramai ramai datang dan bergabung dengan lautan manusia itu
Pak Tarno, ibu Elisa juga Sadewa, masih berada di dalam istananya
Sadewa telah mendengar dari sistemnya, bahwa hampir seluruh warga Kota berbondong bondong pergi ke tepian laut, untuk melihat peristiwa yang telah terjadi di wilayah Pantai Utara itu
"Ah biarkan sajalah dulu. Biarkan mereka menikmati rasa penasaran itu. Satu jam lagi baru aku akan ke sana." Kata Sadewa, sambil menggerak gerakkan badannya. Seperti sedang merenggangkan otot-otot kaku di tubuhnya
Ayah dan ibu Sadewa sudah mengetahui apa yang telah terjadi, karena sebelum dewa melakukan keajaiban itu, Sadewa telah menceritakan dengan panjang lebar kepada kedua orangtuanya tentang hal itu
Tapi sebagai seorang manusia biasa, mereka berdua juga penasaran dengan apa yang telah dilakukan oleh anak mereka, Sadewa
Mereka tidak sabar ingin melihat langsung ke sana, tetapi Sadewa mencegahnya dengan halus
***
Satu jam kemudian
"Tuan muda, tuan penasehat, nyonya." Ujar orang-orang penting dan petinggi kota Sembilan Naga, setelah Sadewa sampai ke lokasi keramaian sambil menunduk hormat
"Bangunlah!" Perintah Sadewa kepada mereka tegas
"Warga kota semuanya. Yang kalian lihat di depan itu, juga di kota ini, adalah suatu hal yang telah aku janjikan kepada kalian dua hari yang lalu."
"Aku telah membeli dan menguasai 19 buah pulau, beserta perairan nya, dan merubahnya menjadi pulau yang subur, serta mendirikan 10 kota besar lainnya di wilayah pantai utara ini. dengan luas sekitar 200 ribu kilometer persegi"
"Kota Sembilan Naga, juga sudah aku perluas, yang menempati sepertiga dari wilayah pantai utara ini."
"Aku juga telah membangun bandara yang sangat besar, dan membuat enam buah pulau berukuran sedang,untuk menjadi habitat tumbuh tumbuhan, juga hewan yang bernilai ekonomis tinggi."
"Sepuluh kota besar itu nanti, propertinya akan aku jual kepada seluruh penduduk bumi, dan akan menjadi warga yang sah di wilayah pantai utara ini."
"Bagi warga yang mempunyai sanak saudara di luar, dan sudah memenuhi syarat untuk bekerja, silakan mendaftarkan diri kepada divisi tenaga kerja, yang telah aku bentuk mulai hari ini."
"Kota yang kita tempati ini, sekarang akan disebut dengan Kota Naga Emas, dan istana yang kutempati tetap disebut Istana Sembilan Naga."
"Sementara kota yang lain, juga akan disebut dengan sebutan naga."
__ADS_1
"Hidup dan bekerjalah dengan tenang di kotaku, keselamatan kalian, juga keluarga kalian, akan aku lindungi."
"Empat orang yang terluka. Kemarilah!"