Legend Of System

Legend Of System
72. Dunia lain


__ADS_3

"Bos Dixon!"


"Kau diamlah!. Ada yang ingin aku katakan padamu komandan Qirin." Dixon diam sejenak, untuk mengambil nafas, dan memperlambat detakan jantungnya, tak lama kemudian dia melanjutkan berkata


"Apa yang dikatakan oleh temanmu tadi itu memang benar, bahwa kita telah berada di tempat dan waktu yang salah."


Dia mengambil nafas lagi, untuk menenangkan hati dan pikirannya. Komandan Qirin dengan setia tetap menunggu, apa yang akan dikatakan oleh bos besarnya itu


"Sebaiknya kita menyerah saja, daripada kita mati percuma di sini."


"Tapi bos kami masih mampu untuk melawannya."


"Apakah kau bodoh, mereka bukan manusia, tapi monster, hanya seorang diri, mampu menghabisi sekian banyak orang orang kita, apalagi kalau mereka semuanya bergabung dan membantai kita semua disini."


"Jadi bos?" Desak komandan Qirin ingin tahu


"Ini urusanku. Aku akan pura pura menyerah, demi untuk menyelamatkan nyawaku, juga nyawa kalian. Tapi setelah itu, aku akan menyusun strategi dan membalaskan dendam kita kepada mereka." Bisik Dixon pelan pelan


"Bagaimana! Apakah pertempuran ini akan kita teruskan?" Kata komandan bawahan Bima, Shelong memotong pembicaraan mereka


Dixson yang ditanya gelagapan. Dalam hatinya masih ragu ragu, menyerah atau tetap melawan, tapi begitu dia teringat, betapa kuatnya orang yang ada di depannya itu, hatinya menjadi ragu dan takut, lalu dia berkata


"Tolong ampuni kami. Kami menyerah, tapi dengan syarat, jangan ganggu orang orang ku. Mereka masih punya keluarga, yang perlu mereka hidupi di luaran sana."


"Dasar orang bodoh!. Kau pikir aku tidak tahu apa rencanamu kedepannya?" Potong Komandan tersebut emosi


"Memangnya apa yang kami rencanakan?"


"Kau pura pura bodoh atau tuli?. Mengatakan menyerah kepada kami, tapi kemudian, apabila ada kesempatan, maka kau akan membalaskan dendam dan sakit hati kepada kami, begitu kan?"


"A..a aku. aku tidak pernah berkata seperti itu." Bantah Dixon terbata bata


"Mulutmu memang tidak berkata seperti itu, tapi hatimu dan bisikanmu kepada orang orang mu tadi , telah ku dengar dan ku ketahui. jadi kau tidak bisa berbohong lagi kepadaku." Ujarnya tegas dan mengena di hati


"Sekarang begini saja. Aku sudah terlalu muak dengan orang seperti kalian ini, dimana mana selalu membuat kekacauan."


"Serahkan saja nyawa kalian untuk kami habisi, agar tidak ada lagi pengganggu ketenangan tuan muda kami kedepannya." Ucap Shelong serius dan terkesan mengancam


Dixon mengerti akan situasi tersebut, lalu dengan gugup dia berkata. "Kalau boleh tahu, siapa tuan yang kau katakan tadi?"


"Itu bukan urusanmu, dan kau tak perlu tahu, yang perlu kau tahu adalah, kau menyerah, atau lebih memilih mati?"


"Aku hanya ingin tahu, siapa tuan yang akan kami ikuti itu." Jawab Dixon masih juga mengulur ulur waktu


Shelong yang melihat itu sedikit marah, baginya waktu sangat berharga. Kalau menurutkan kata hati, ingin rasanya membantai mereka semua saat itu juga

__ADS_1


Tapi demi meluaskan kekuasaan tuannya, Sadewa, Shelong terpaksa menahan hati, lalu berkata


"Suatu saat nanti, kau akan tahu dengan sendirinya, siapa tuan yang akan kalian ikuti itu."


"Kekuatannya sudah tidak bisa di ukur lagi, hanya dengan satu jentikan jarinya saja, sudah mampu menghancurkan gunung batu sekeras apapun." Terang Shelong panjang lebar


Mendengar itu, hati Dixon menjadi mantap, dan tanpa ragu ragu memutuskan. "Aku menyerah tanpa syarat, tapi mohon jangan apa apa kan kami, setelah kami menyerah." Ujar bos Dixon ketakutan


"Itu tergantung situasi. Kalau kau dan anak buahmu, masih terus juga mengganggu ketentraman tuan muda kami, maka percayalah, nyawa kalian akan aku cabut begitu saja."


Perkataan yang berupa ancaman itu, bagi Dixon tidak main main, maka dia segera berlutut, yang diikuti oleh seluruh bawahannya, lalu berucap


"Aku sebagai pemimpin mereka, dengan ini berikrar, bahwa aku dan orang orang ku, beserta organisasi Dragon Snake yang aku pimpin, sekarang ini berada di bawah kekuasaan tuan yang mulia kalian."


"Bagus!. Aku mewakili tuan yang mulia, menerima ikrar mu, juga orang orang mu." Ucap Shelong senang, dan melanjutkan ucapannya


"Untuk kedepannya, tuan kami akan menjamin hidup dan keselamatan kalian, karena pada suatu saat nanti, yang mulia akan menguasai dunia ini."


"Siapa kalian sebenarnya?" Tanya Dixon masih penasaran, terutama pada orang yang dipanggil tuan yang mulia itu


Siapa orang yang mampu menaklukkan Black Eagle, beserta organisasinya dalam waktu singkat. itu juga pertanyaan yang masih bergelayut di pikiran Dixon, sebelum dan sesudah dia menyatakan menyerah


"Jangan tanyakan masalah kami, apalagi tentang tuan yang mulia kami. Urus saja urusanmu, kalau tidak mau mati." Ucapnya lagi karena sudah mulai bosan


Maka tanpa membuang waktu, Shelong, komandan bawahan Bima, segera melepaskan segel kesetiaan dan kematian, kepada Dixon beserta orang orangnya


Setelah selesai melaksanakan tugasnya, dia berkata


"Mulai saat ini, organisasi mu berikut orang orang mu, adalah milik tuan yang mulia, dan kalian akan berada dibawah perlindungan nya."


"Terima kasih tuan, karena telah mengampuni nyawa kami." Ucap Dixon lagi lagi ketakutan


***


"Lian!"


{ Ding, Saya menghadap tuan }


"Wah, ternyata kau bisa muncul di dunia nyata ini Lian."


{ Sebenarnya sudah lama Lian ingin muncul di hadapan tuan, dengan fisik asliku ini, tapi karena tuan tidak memintanya, maka aku tetap memilih berada di dalam tubuh tuan }


"Lalu kenapa kau sekarang tiba tiba muncul dengan tubuh asli mu itu?"


{ Ada sesuatu yang ingin Lian sampaikan kepada tuan, karena bagaimanapun, tuan harus mengetahui tentang ini, karena tidak lama lagi, tuan akan Lian bawa ke suatu tempat yang belum pernah tuan datangi }

__ADS_1


" Tentang apa, dan tempat apa itu?" Tanya Sadewa penasaran


{ Lian ingin menjelaskan tentang dunia atau alam lain selain bumi ini tuan. masalah tempat apa, nanti tuan akan tahu sendiri }


"Maksudmu tentang planet, atau bintang bintang yang ada di luaran sana itu?"


{ Benar tuan, untuk itulah maka Lian sengaja datang dengan sosok utuh Lian demi untuk itu }


..."Baiklah aku terima alasanmu. Sekarang katakan!, dunia atau alam lain itu apa, dan di mana keberadaannya."...


{ Bumi yang tuan tempati ini, adalah salah satu rasi bintang, dari ribuan gugusan bintang bintang yang ada di semesta ini }


{ Selain dari bumi ini, masih ada ratusan, bahkan ribuan bintang, atau planet lain yang ditinggali oleh makhluk hidup, yang hampir sama dengan tuan }


"Dari mana kau tahu semua itu Lian?"


{ Apakah tuan lupa, bahwa Lian sudah hidup jutaan tahun yang lalu }


"Oh ya kau benar. Kalau begitu terus kan!" Ucap Sadewa menyesal, karena telah memotong perkataan Lian, sistemnya


{ Di alam semesta ini, terdapat lebih dari 1.000 rasi bintang, yang telah ditinggali oleh makhluk hidup yang mirip dengan manusia di bumi ini }


{ Lima diantaranya adalah, bintang Dewa, atau yang disebut oleh manusia bumi dengan planet Wolf, letaknya dekat dengan sistem tata surya bumi, jaraknya hanya sekitar 14 tahun cahaya }


{ Yang kedua disebut dengan Bintang Naga, atau planet Kepler, yang berjarak sekitar 1.200 tahun cahaya, dengan jumlah air yang melimpah, lebih banyak daripada bumi, dan orbit planet nya sangat stabil, berbeda dengan orbit bumi yang tuan tempati ini }


{ Yang ketiga adalah bintang Qirin, atau yang disebut manusia dengan planet Gliese. Planet ini hampir mirip dengan bumi, letaknya sejauh 16 tahun cahaya, dan hampir mirip dengan planet Jupiter, istilah manusia bumi }


{ Yang keempat adalah bintang Mahadewa, atau planet Kepler 2, dan hampir mirip dengan planet Kepler sebelumnya, tapi jaraknya lebih dekat dari planet Kepler sebelumnya, yaitu sekitar 1.100 tahun cahaya, dan memiliki ukuran 33% lebih besar daripada bumi ini }


{ Dan yang terakhir adalah bintang Elfia, atau planet Proxima Centauri, istilah manusia. Memiliki jarak terdekat dari bumi, yaitu sekitar 4 tahun cahaya. Kalau dikonversikan ke hitungan bumi, sekitar 40 triliun kilometer dari bumi }


"Wah tak kusangka, ternyata ada kehidupan lain selain daripada bumi ini." Ucap Sadewa lirih


...{ Benar tuan, orang orang yang membeli teknologi yang tuan ciptakan itu, lebih banyak berasal dari dunia lain, yang tuan katakan dengan alam lain itu }...


"Apakah kehidupan di sana jauh lebih maju daripada di bumi ini, dan apakah fisik nya sama seperti ku?"


{ Tiga planet yang yang Lian sebutkan tadi, penghuninya mirip dengan manusia bumi, sedangkan dua bintang lagi sedikit berbeda }


"Maksudnya?"


{ Nanti tuan akan tahu sendiri, ketika suatu saat nanti, Lian akan bawa tuan ke sana }


"Baiklah kalau begitu Lian apakah informasi yang akan kau sampaikan hanya segitu saja?"

__ADS_1


__ADS_2