
"Ayah tolong nasehati Dewa, agar tidak bersikap begitu. Ibu cuma ingin agar dia ada yang mengurus, tidak seperti sekarang ini!" Ucap Alisa ibunya Sadewa, masih juga tidak menyadari keadaaan
"Ibu ini bagaimana?. Bukankah Dewa sudah mengatakan, jika ibu terus mendesak agar dia menikah, maka dia akan pergi untuk selamanya dari sisi kita." Bantah Tarno kesal
"Sekarang ibu pilih, apakah tetap akan menikahkan Dewa, dengan resiko kehilangannya, atau memilih agar dewa tetap dengan kita, dan menunggu sampai usianya 20 tahun?" Jawab Tarno ayah Sadewa itu kesal bercampur marah
"Ibu lebih memilih agar Dewa tetap dengan kita, tapi dia nurut agar mau menikah dalam masa dekat ini!" Jawab Alisa dengan wajah tidak bersalahnya tersebut
"Itu jawaban egois. Ternyata ibu tetap tidak menyadari ancaman Sadewa ya, masih tetap memaksa agar Sadewa menikah sebelum usia 20 tahun." Protes Tarno semakin kesal, kemudian dia berkata lagi
"Tadi Dewa ada mengatakan, agar ibu mencarikan seorang gadis untuk dinikahinya. Jadi tunggu apa lagi?. Sekarang carilah!"
"Tapi jangan salahkan suami mu ini, kalau anak kita nanti akan pergi seperti yang dikatakannya itu!" Ucap Tarno kasar, sudah bosan untuk memberi pengertian pada istrinya tersebut
"Pergi kemana memangnya dia?. menghilang atau merajuk gitu?"
"Ibu tetap tidak percaya dengan semua itu. Ibu ingin lihat apakah mesin yang ada di tubuhnya tersebut memang ada!"
"Kalau mesin itu tidak ada, ibu akan marahi dia, karena telah berani berbohong pada kita!" Respon Alisa kesal
"Terserah kau saja!. Susah dikasi tahu. Aku tidak akan ngurus lagi masalah itu!" Jawab Tarno juga kesal. sambil ngeloyor pergi
Alisa, ibunya Sadewa, sekarang tersenyum bahagia. Merasa menang dalam perdebatan tadi, dan sudah membayangkan bakal mendapatkan menantu tidak lama lagi.
Baik Sadewa maupun Tarno suaminya itu, sudah kalah berdebat dengannya, dan menyerahkan keputusan menikah atau tidak bagi Sadewa, tergantung dari keputusannya sendiri
Karena Sadewa adalah penguasa kota naga, maka Alisa berencana akan membuat pesta pernikahan Sadewa semeriah dan semegah mungkin
Semua orang orang penting akan diundang. dan tempat pestanya akan dilangsung kan di aula istana
"Sebaiknya aku hubungi anak itu, agar datang kesini, dan merundingkan pernikahannya dengan Sadewa."
"Aku yakin anak itu akan senang, dan menyetujui rencana ku." Batinnya dalam hati, tersenyum sumringah, lalu pergi dari tempat itu begitu saja
Dia sudah lupa tentang makanan yang belum sempat disentuh oleh keluarganya. Semua itu ditinggalkan begitu saja, sangking senangnya, bakal mendapatkan apa yang selama ini diinginkan olehnya. Menantu!
Tapi apa yang bakal terjadi selanjutnya
***
Malam itu sekitar pukul 12 malam, terjadi goncangan kuat di seluruh wilayah kota naga
Suasana yang biasanya ceria di seluruh kota, malam itu tampak suram dan redup, seiring redup nya istana kota naga
Tidak seperti biasanya, kota yang tak pernah mengenal kata tidur bagi penghuninya itu, malam ini tampak berbeda
Tidak ada satupun warga atau pelancong yang terlihat dijalan jalan. Semuanya telah terlelap tidur di peraduannya
Didalam istana, Alisa terlihat gelisah dalam tidurnya. Itu terlihat dari pergerakan tubuhnya yang tidak tenang. Tapi Tarno suaminya itu, tampak tenang tenang saja, dan masih tidak terganggu karena ulah istrinya tersebut
"Sadewa!" Teriak Alisa tiba tiba, dan langsung terjaga dari tidur
Tarno yang sedang tidur lelap di samping Alisa menjadi kaget, dan langsung terbangun dari tidurnya
"Ada apa Alisa!. Kenapa kau berteriak seperti itu?" Tanya Tarno kebingungan
__ADS_1
"Ibu lihat tubuh Sadewa seperti menghilang sedikit demi sedikit. hanya tinggal separoh badannya saja."
"Ibu khawatir itu nyata yah!" Ucapnya berterus terang
"Tunggu dulu!. Kenapa suasana istana ini meredup, dan hilang serinya, apa yang terjadi?" Ucap Tarno penasaran sekaligus khawatir
"Benar apa yang ayah katakan itu, Jangan jangan...!"
"Sadewa yah!. Cepat kita pergi ke kamarnya!" Teriak Alisa gusar
"Ayo!" Jawab Tarno cepat, dan bergegas bangkit dari tempat tidurnya, dan segera membuka pintu
"Ayah lihat!" Teriak Alisa ketakutan
"Apa yang terjadi?. Kenapa semua pengawal yang selalu berjaga, tubuhnya juga berangsur menghilang?" Ucap Tarno penasaran
"Cepat kita buka kamar Dewa! Ibu khawatir tubuh Dewa juga menghilang!" Respon Alisa cemas.
Kemudian bergegas membuka pintu kamar anaknya, dan mendapati sesuatu sedang terjadi pada tubuh Sadewa
"Lihat!" Teriak Alisa kuat
"Dewa!. Kenapa kau jadi seperti ini?" Tanya Alisa dan Tarno berbarengan
"Inilah pilihan ibu!. Bukankah sudah Dewa katakan, kalau Dewa menikah sebelum pada waktunya, maka Dewa dan seluruh tempat ini akan menghilang."
"Kota naga dan wilayah pantai utara juga akan menghilang."
"Bukankah ini yang ibu inginkan terjadi pada Dewa?"
"Dewa tahu ibu ingin agar dewa cepat menikah, dan memberikan cucu. Tapi ibu lupa, kalau itu pantangan bagi Dewa, jika menikah sebelum Dewa genap berusia 20 tahun."
"Selamat tinggal ibu, ayah. Dewa pergi dulu, dan akan bertemu kembali seratus tahun kemudian." Ucap Sadewa sedih, sambil berurai air mata. Tubuhnya semakin cepat menghilang
"Dewa!. Apakah kau tidak sayang pada ibu juga ayahmu ini. Kembalilah dewa. Jangan tinggalkan kami!"
"Ibu minta maaf!, karena bersikap egois dan mau menang sendiri." Ucap Alisa memelas, tapi Dewa menjawab lain
"Sudah terlambat bu. waktu tidak bisa dihentikan lagi!" Jawab Sadewa pasrah
"Sistem!. Lakukan tugas mu!. Gulung semua tempat ini dan kembalikan seperti semula!" Perintah Sadewa tegas
[ Baik tuan! ]
"Dewa!" Teriak Alisa kuat, sambil menangis sedih dan berusaha memeluk anaknya agar tidak pergi
Tapi tubuh Sadewa tidak bisa disentuh atau dipeluk. Tarno yang tadi bersikap tenang, pun ikut ikutan menangis serta ketakutan
Dia berusaha membujuk anaknya agar tidak pergi, tapi usahanya sia sia saja. maka berurai lah air mata tuanya, karena sedih bakal kehilangan anak semata wayang nya itu
Sebaliknya bagi Alisa, Air matanya sudah tidak bisa dibendung lagi. Penyesalan sudah tidak ada artinya.
Dia sungguh tidak mengira, keegoisannya akan membuat anak nya celaka, dan menghilang selamanya
Sementara itu tubuh Sadewa semakin lama semakin transparan dan semakin pula tidak terlihat karena tertutup oleh cahaya
__ADS_1
"Sadewa!" Teriak Alisa panik
"Kembalilah nak!. Ibu minta maaf!, dan tidak akan memaksakan kehendak ibu lagi!" Ucap Alisa menyesal
Tapi sayang, teriakan sekuat apapun tidak mampu lagi mencegah tubuh Sadewa untuk menghilang, Keputusasaan jelas terlihat dari wajah Alisa dan suaminya Tarno.
Sementara ditempat lain juga terjadi kehebohan, orang orang yang sedang tidur di rumahnya, juga di hotel dan tempat lain , saat ini sedang kebingungan sendiri
Mereka berlarian ke sana kemari, mencari jawaban dari apa yang terjadi di kota naga wilayah pantai utara itu
"Apa yang terjadi?. Kenapa tiba tiba kota ini sedikit demi sedikit menghilang, dan tempat kita juga menghilang?" Tanya seorang warga kota itu kebingungan
"Mana aku tahu, tiba tiba saja semuanya berubah, dan kulihat istana tuan kita juga berangsur menghilang. Mungkin itu penyebabnya." Jawab temannya sesama warga
"Tapi bagaimana keadaan tuan kita di sana, apakah dia tahu tentang ini?" Tanya seorang warga yang lain penasaran
"Mungkin ini karena istana itu, sudah separoh bangunannya menghilang, dan tempatnya menjadi laut kembali."
"Apakah mungkin wilayah ini akan kembali menjadi lautan sama seperti dulu?"
"Oh tidak!. jika ini terjadi habislah kita!" Ucap seorang wanita yang ada disebelahnya ketakutan
'"Tuan presiden. tuan raja, sebaiknya cepat keluar dari hotel ini dan selamatkan diri kalian masing masing." Ucap seorang pengawal kepada mereka berdua
"Mari tunjukkan jalannya!" Jawab mereka serempak, cemas sekaligus takut
"Apa yang sebenarnya terjadi?. sebelumnya tidak apa apa. tapi kenapa malam ini tiba tiba saja berubah ,seperti akan terjadi kiamat?" Ucap seorang calon peserta lelang, dari organisasi perdagangan dunia bagian utara
"Atau jangan jangan memang benar benar akan kiamat!" Respon seorang raja asal sambung dan asal bicara karena terlalu panik
"Saudara raja!, jangan bicara seperti itu. Mari kita sama sama berdoa, agar tidak terjadi apa apa ditempat ini, dan akan kembali seperti semula
"Suamiku, cepat lakukan sesuatu!. Jangan biarkan anak kita menghilang, Aku benar benar menyesal, karena bersikap egois pada sadewa!"
"Jika Sadewa kembali, aku janji tidak akan memaksakan kehendak ku lagi!. Jadi cepat tolong anak kita ,jangan sampai dia menghilang seperti itu!"
"Aku tidak bisa hidup tanpa anak kesayangan kita itu!"
"Jika dia mati!, maka aku juga akan mati!. Jadi cepat lakukan sesuatu pada sadewa!" Ucapnya nya sudah benar benar putus asa
"Dewa!. Tolong dengarkan permintaan ibumu ini. Dia benar benar menyesal dan minta maaf padamu, karena keegoisannya kau jadi seperti ini!"
"Kalau kau pergi, maka kedua orang tua mu akan bersedih karena kehilanganmu."
"Jadi kembalilah anak ku, jangan pergi dengan cara seperti itu!"
"Dewa!. Tolong maafkan ibu!. Jangan pergi dewa!. Ibu sayang pada Dewa, dan tidak akan berbuat seperti itu lagi!"
[ Ding!. Tuan sudah saatnya untuk pergi, Apakah tuan yakin? ]
"Tidak!" Respon otak Sadewa cepat
Tiba tiba saja sistem yang ada dItubuh Sadewa bangun, dan menemui tuannya melalui pikiran, yang didahului oleh sebuah notifikasi di otak sadewa
Otak sadewa bereaksi setelah mengatakan tidak, dan tiba tiba saja keluar cahaya dari kepalanya, menyinari seluruh ruang itu
__ADS_1
Ajaib!. Mendadak semuanya berubah, dan berangsur angsur kembali seperti semula
"Yah lihat!. Anak kita kembali! Teriak Alisa senang, sambil berurai air mata, dan berlari kearah tubuh Sadewa, yang sudah mulai terbentuk nyata