Legend Of System

Legend Of System
65. Kau ragu dengan keputusanku


__ADS_3

"Dasar nyamuk pengganggu, tidak ada kapok kapok nya terus merongrong ketenangan kota naga."


"Kalau dibiarkan terus, banyak rencana yang akan terbengkalai, dan tidak sesuai dengan apa yang sudah digariskan."


Sadewa sangat geram, karena terus menerus dihadapkan dengan masalah yang tak habis habisnya


Hilang satu masalah, timbul lagi masalah lain, tapi kali ini Sadewa tidak akan membiarkan siapapun membuat masalah di kota naga lagi


"Bima..!"


"Siap Tuan..!"


"Kerahkan orang orang terbaikmu, hadang pergerakan mereka, jangan sampai tujuan mereka kesini tercapai."


"Siap laksanakan tuan!"


"Retas sistem pertahanan mereka, dan pastikan titik koordinatnya, agar mudah bagi kita untuk memantau pergerakannya."


"Pastikan juga, musuh yang akan kita hancurkan sudah memasuki pesawat yang akan mereka tumpangi"


."Setelah mereka semua masuk ke pesawat, hancurkan mereka dengan kekuatan kalian di bandaranya langsung, Jika perlu hancurkan bandaranya sekalian."


"Jangan sisakan seorangpun hidup, aku mau mereka membayar dengan nyawa, karena telah berani mengancam ku juga kota ku."


"B..baik tuan." Jawab Bima gugup karena tugas kali ini lain daripada yang lain


Kalau hanya menghancurkan satu gerombolan pengacau semacam gangster, mafia atau klan, yang masih berada di wilayah negara, dimana kota naga berada, itu pekerjaan mudah, tapi kali ini tugas yang diberikan harus mengancurkan suatu gerombolan yang berada di wilayah negara lain


Jika ini terjadi, maka serangan ini akan memicu peperangan besar, antara Kota Naga, atau katakanlah negara penaungnya dengan si empunya bandara tersebut


Tapi perintah sudah diberikan, tidak bisa ditarik ulang, apalagi dia tahu Sadewa adalah tuan besar mereka, yang tak berani sedikitpun dia lawan atau bantah


Dia meyakini bahwa apa yang sudah diputuskan oleh tuannya, tentu sudah dipikirkan terlebih dahulu


"Apakah kau ragu dengan keputusanku Bima?" Tanya Sadewa sambil memandang tajam kearah Bima, dan mengagetkannya


"Tidak sekalipun tuan, karena kami yakin akan keputusan tuan."


"Sebenarnya sangat mudah bagiku untuk menghancurkan mereka, tanpa campur tangan kalian. tapi aku ingin kalian berperan dalam mempertahankan kota naga."


"Dan satu lagi, sebenarnya sangat mudah menghancurkan mereka, tanpa datang ke sana, cukup dengan kecanggihan persenjataan kita, yang kita operasikan langsung dari sini, maka gerombolan tersebut berikut bandaranya akan musnah dalam seketika."


"Tapi aku mau menunjukkan kepada mereka, bahwa Kota Naga, apalagi penguasanya, tidak bisa diremehkan walau sedikit pun."


"Jadi aku perintahkan kepada kau Bima, juga orang orang mu, untuk langsung ke sana dan menghancurkan pesawat mereka berikut bandaranya, jika otoritas bandara ikut campur dan melawan kalian."

__ADS_1


"Kau boleh mengaturnya nanti di sana, dan kau boleh menerapkan strategi apa yang terbaik bagi kalian."


"Aku tidak mau setengah setengah dalam menumpas kesombongan mereka."


"Dan aku ju..."


"L..lapor tuan." Seru salah seorang bawahan Bima dengan gugup, memotong perkataan Sadewa karena tergesa gesa


Mendengar itu Sadewa ingin marah, tapi begitu melihat orang yang datang itu bersungguh sungguh ingin melapor kan hal penting, maka Sadewa memutuskan untuk meredam kemarahannya


"Ya katakan!" Ujar Sadewa dingin


Bertambah gemetarlah orang yang barusan datang itu. Sekilas dia melirik atasannya Bima, meminta persetujuannya untuk melapor. Bima mengetahui isyarat itu, dan menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan. baru bawahannya berkata dengan napas tersengal sengal


"Kami telah berhasil meretas sistem pertahanan mereka, berikut sistem pertahanan bandara, dan negara yang memilikinya."


"Dari hasil meretas sistem tersebut diketahui bahwa, orang yang memerintahkan gerombolan itu adalah seseorang yang bernama Robert."


"Dia adalah seorang CEO perusahaan raksasa dunia, yang menguasai separoh perdagangan bumi, dan asetnya tersebar di beberapa belahan dunia."


Dia berhenti sejenak, mengambil nafas dan mengaturnya agar tenang


"Lanjutkan!" Perintah Sadewa dingin


"Alasan kenapa dia ingin menghancurkan kota naga adalah, karena seorang sekretarisnya yang bernama Stefani, menghilang di kota ini, dan sekaligus ingin membalas dendam kepada Tuan."


"Hemmm" Guman Sadewa lirih, sambil menganggukkan kepalanya, tanda dia mengerti duduk permasalahannya, lalu dia menghubungi sistem


"Sistem!. Keluarkan gadis yang beberapa waktu lalu ditahan dipenjara dimensi, dan bawa dia ke sini!" Ucapnya dalam hati kepada sistem


{ Baik Tuan }


{ Ding!. Tugas telah dilaksanakan }


Seketika muncul sesosok wanita yang cantik, tapi kelihatan pucat, dengan tubuh yang gemetar, dia adalah Stefani, seorang sekretaris utusan tuan Robert, yang telah berencana ingin menghancurkan kota naga, dalam waktu dekat ini


"Kau tahu kenapa aku bawa kau ke sini?" Tanya Sadewa dingin tanpa ekspresi


"Siapa kau!. Kenapa kau menahanku di suatu tempat yang asing bagi ku?" Bukan menjawab malah bertanya balik kepada Sadewa. Jelas dia tidak menyadari siapa orang yang sedang dihadapinya


"Diam!". Beraninya kau bersikap seperti itu pada Tuanku !". Bentak Bima geram, dengan aura mengintimidasi ke arah Stefani


Sadewa memberi isyarat pada Bima untuk mundur


"Kau tidak berhak tahu siapa aku, dan kau tidak layak untuk mengetahuinya." Jawab Sadewa masih tetap bersikap dingin pada Stefani

__ADS_1


Walaupun sejujurnya Stefani itu cantik, dan tidak kalah cantik dengan gadis yang disukai oleh Sadewa, Shinta. Tapi bagi Sadewa itu hanya angin lalu, dan tidak dianggap nya ada


"Mudah bagiku untuk mengetahui niat mu, juga alasan mu datang ke kota naga ini, tapi aku ingin mendengarnya langsung dari mulutmu nona." Tegas Sadewa dingin, dengan aura yang menakutkan, hingga membuat Stefani mundur selangkah


"Jangan harap aku akan mengatakannya padamu. Kau laki laki yang tidak punya hati. Beraninya hanya pada perempuan. Dasar monster!" Jawabnya masih saja tidak menyadari situasi, walau sedang ketakutan melihat aura Sadewa yang ditujukan padanya


Plak!


"Aaarrrkkh..!"


Stefani terhuyung beberapa langkah kebelakang, walau tidak sampai terjatuh, setelah mendapatkan tamparan yang cukup keras dari Alicia, seorang ketua divisi pemasaran properti


Sudah sejak awal dia tidak tahan melihat tuanya selalu dihina dan direndahkan perempuan bernama Stefani itu


"Kau..!"


"Ya! aku kenapa?" Jawabnya garang


"Beraninya kau menghina tuan ku yang mulia. Ketahuilah, hanya dengan satu kata darinya, kau akan menjadi debu kalau dia menginginkannya, maka berhati hatilah kau berucap." Jawabnya geram


Stefani terdiam setelah mendapatkan informasi itu, sekarang dia berada di tempat yang asing, tidak ada yang bisa membantunya


Sementara Sadewa hanya diam saja, melihat orang orangnya marah, setelah mendengar dia dihina oleh Stefani


Kalau dia mencegah tindakan dari orang orangnya, terhadap perempuan yang tidak tahu tempat itu, tentu saja akan menurunkan kepercayaan diri mereka. Oleh karena itu, dia memutuskan diam saja, sambil melihat sejauh mana kemampuan dari seseorang Alicia mengatasi masalah sekecil itu


Stefani masih tidak percaya, bahwa dia telah mendapat sebuah tamparan yang cukup keras dari Alicia. Seumur umur, dia belum pernah mendapatkan tamparan walau sekecil apapun dan dari siapapun


"Sekarang katakan!. Kenapa bos mu Robert ingin menyerang Kota Naga ini. Apakah karena kau perempuan jalang?" Tanya Alicia geram, dan berniat ingin menamparnya lagi


Stefani jadi semakin gemetar dan menciut nyalinya, sambil terbata bata dia berkata


"Aku tidak tahu apa apa tentang itu, karena hampir 2 tahun aku berada di penjara yang entah di mana itu. Selama waktu itu, tentu sudah banyak terjadi perubahan di dunia ini." Jawab Stefani dengan jujur


Sadewa yang mendengar kata kata Stefani tersebut hanya tersenyum, karena dia mengetahui perbedaan waktu di dunia dimensi dengan dunia saat ini sangat jauh. 1 jam di bumi, sama dengan 1 hari di dunia dimensi


"Kau datang kesini karena tuanmu si Robert itu, ingin agar kau bisa bernegosiasi dengan penguasa kota naga demi mesin ruang dan waktu itu bukan?"


"Selain itu, bukankah kau juga disuruh untuk mencoba menggoda ku, dengan menukar kepercayaan itu dengan tubuhmu, demi mesin itu. Begitu kan?" Tanya Sadewa tanpa ditutup tutupi sedikitpun, dan mengagetkan stefani


Stefani tak habis pikir, bagaimana Sadewa bisa mengetahui sampai sedetail itu, tentang tujuannya datang ke kota naga


"Ayo jawab!. Bukankah tebakanku ku benar?" Sambung Sadewa sambil menatap lurus ke mata stefani yang sedang gemetar itu


"I..i..itu tidak benar. Dari mana kau tahu semua itu?"

__ADS_1


__ADS_2