
"Mohon maaf tuan, kami terlambat datang." Kata seseorang yang tiba-tiba muncul di hadapan Sadewa, didampingi oleh seratus orang yang terlihat sangat kuat
Siapakah mereka itu?
Ternyata mereka adalah Bima dan 100 orang prajuritnya. Mereka datang setelah mendapat perintah dari Sadewa, untuk menyusulnya ke belakang markas Naga Hitam secepatnya
Tapi Bima dan 100 orang prajuritnya, sedikit terlambat, karena begitu mereka sampai di tempat yang dituju, Sadewa dengan kekuatannya telah melancarkan serangan yang sangat dahsyat ke arah musuh yang sedang dihadapinya
Begitu mereka sampai. Mereka hanya melihat, ratusan tubuh yang sudah menjadi mayat, dengan kondisi yang sangat mengenaskan
*****
Dari 1000 prajurit yang ditugaskan untuk mengawal Angkara .termasuk para ninja juga karateka. hanya tersisa 600 orang saja
Menyadari keadaan itu, Angkara sebagai pemimpin mereka, tentu saja sangat ketakutan. Sudah tidak ada lagi harapan untuk menang
Jangankan untuk menang, dengan melakukan perlawanan. untuk mempertahankan nyawa mereka pun, mereka sudah tidak punya harapan lagi
Dan tiba tiba...
Duk...Duk..duk.."Terdengar bunyi ratusan suara benda tumpul ketika menyentuh lantai
Ternyata Angkara dan keluarganya, beserta orang- orangnya, berlutut di hadapan Sadewa dengan tubuh yang gemetar
Saat itu Sadewa masih dalam mode tubuh petir.Petir itu bergulung-gulung mengelilingi tubuhnya, sehingga pemandangan itu, menambah rasa takut bagi lawan- lawannya
"Gluuggh..."
"Tidak mungkin, pasukan terkuat ku bisa mati hanya dalam sekali Serang."
"Siapa sebenarnya orang yang sedang kuhadapi ini.Kekuatan apa yang dia miliki."
"Apakah aku telah menyinggung orang yang salah. Duhh.. menyesal pun sudah tidak ada gunanya lagi."
"Sudah kepalang basah. Aku akan merendahkan harga diri ku, untuk meminta pengampunan darinya, demi nyawa keluargaku juga orang-orang ku."
Guman Angkara bertubi tubi dalam hati, ketika melihat puluhan orang orangnya,mati secara menggenaskan, dengan kondisi tubuh yang sulit untuk dikenali lagi,akibat terkena tembakan petir dari Sadewa,lalu..
Dengan memberanikan diri, Angkara mengangkat kepalanya ke arah Sadewa dan berkata...
"Kekuatan apa yang tuan gunakan.Tuan lebih kejam dari yang paling kejam."
"Tuan lebih hitam dari golongan hitam."
"Dan tuan lebih iblis dari iblis itu sendiri . Siapa tuan sebenarnya?"
"Apakah aku dan orang orang ku, bisa meminta pengampunan dari tuan."
__ADS_1
"Aku dengan taruhan nyawaku bersumpah, akan merubah jalan hidup ku,juga orang orang ku."
"Aku dan keturunanku, juga orang-orang ku, akan menjadi pelayan tuan selamanya. Tolong ampuni kami." Kata Angkara memohon pengampunan dari Sadewa sambil berlutut
Melihat itu,Sadewa tidak bergeming,masih tetap dengan sikap dinginnya,dan tidak berusaha untuk membuka mulutnya,hingga..
"Mungkin mereka akan berguna dimasa yang akan datang,tuan."Kata Bima memecahkan keheningan suasana
"Menurut rasa dari sudut pandang manapun,kalian tidak berhak hidup lebih lama lagi di dunia."
"Dosa dan kesalahan kalian sudah sangat banyak,jadi kalian tetap harus mati." Kata Sadewa dingin menggertak mereka
"Tolong ampuni kami tuan, kami dan keturunan kami, akan melayani tuan selama lamanya." Kata orang orang yang sedang berlutut menghadap Sadewa serentak penuh harap
"Tuan..?"Kata Bima kepada Sadewa
"Zeeettt...zeeettt...zeeettt.."
"Swuuussssshhh..."
Tiba tiba dari tangan kanan Sadewa, meluncur seberkas sinar biru dan mengarah ke orang orang yang sedang berlutut itu,bergulung gulung mengelilingi mereka semua, dan...
"Aaaarrrrkkkh....aaarrrkkkh."
Ratusan orang yang terkena sinar biru itu,berguling guling di lantai,termasuk juga Angkara.
"Ampun...ampuni aku... ampuni kami tuan. Tolong hentikan siksaan ini. Kami sudah tidak sanggup menahannya."Kata Angkara sambil berguling guling liar di lantai
"Zhuuuuutttt....Siiinggg..."
"Blaaammm..."
Seketika sinar biru itu menghilang dari tubuh mereka,dan berganti dengan sinar hijau dan melingkupi seluruh tubuh mereka kembali
Kali ini,sinar hijau yang meliputi tubuh mereka, tidak menimbulkan rasa sakit, malah menimbulkan rasa nyaman di tubuh mereka
"Kalian akan merasakan siksaan yang lebih pedih daripada ini."
"Jika kalian mencoba menipu ku, juga berkhianat terhadap ku, maka detik itu juga, tubuh kalian akan hancur dan mati."
"Aku sudah memasang segel kutukan di tubuh kalian, jadi jangan coba-coba untuk menghianati ku."
"Kalian ku ampuni, dan mulai sekarang, kalian adalah pelayan ku, maka kerjakan tugas kalian dengan baik." kata Sadewa masih tetap bersikap dingin kepada mereka
"T..te.terima kasih tuan. Kami akan melayani tuan selamanya." Kata mereka serentak, dengan roman wajah yang sangat senang
"Sekarang bangunlah." Perintah Sadewa kepada orang-orang Angkara, yang sekarang telah menjadi budaknya
__ADS_1
"Terima kasih tuan." Kata mereka serentak sambil mulai berdiri
"Bima, aku sudah mengampuni mereka, dan menjadikan mereka sebagai pelayan ku. Atur kedudukan mereka di markas ini."
"Ambil alih kekuasaan juga aset aset mereka yang ada di seluruh dunia."
"Tempatkan orang-orang mu disini, untuk mengawasi mereka beberapa bulan kedepan."
"Pasang semua segel yang dibutuhkan di seluruh wilayah markas ini."
"Umumkan kepada dunia, bahwa markas besar Naga Hitam, sudah diambil alih oleh penguasa Sembilan Naga."
"Mulai sekarang, sudah tidak ada lagi nama Klan Naga Hitam, tapi sudah berganti dengan Klan Sembilan Naga."
Kata Sadewa panjang lebar, memerintahkan kepada Bima untuk mengatur segala sesuatu yang diperlukan, pasca pengambilalihan kekuasaan markas besar Naga Hitam
"Setelah ini, aku akan kembali ke kota Sembilan Naga secepatnya." Kata Sadewa mengakhiri perintah juga penjelasannya
"Siap laksanakan tuan."Jawab Bima dengan hormat
Seketika tubuh Sadewa menghilang, beberapa saat setelah dia selesai memberi arahan juga perintah kepada Bima, bersamaan dengan hilangnya portal kuning keemasan, yang tiba-tiba muncul di hadapannya
Setelah Sadewa pergi, Bima segera menjalankan semua arahan dan perintah dari tuannya, dibantu oleh 100 orang anak buahnya, untuk mengatur segala sesuatu, seperti yang diarahkan oleh tuan mereka,Sadewa
Dibantu oleh anak buahnya juga, berita pengambilalihan kekuasaan Klan Naga Hitam oleh kota Sembilan Naga, disiarkan ke seluruh dunia, melalui portal portal berita yang ada. baik langsung ataupun tidak langsung
Bima juga mengatur kedudukan dari bekas pemimpin besar Naga Hitam, dia tetap menjadi pemimpin mereka mewakili tuannya, Sadewa
Ke 600 prajurit Angkara yang masih tersisa, diberdayakan untuk menjadi pelayan Kota Sembilan Naga, begitu juga dengan Angkara serta keluargannya, tetapi kedudukan mereka masih tetap berada di bekas markas Naga Hitam
Bima juga telah menunjuk 50 orang nya, untuk menjadi pengawas sekaligus wakil Sadewa, di markas Sembilan Naga yang baru, yang sebelumnya bernama markas Naga Hitam
Setelah itu, Bima memerintahkan kepada orang-orangnya, untuk memasang segel di seluruh wilayah bekas markas Naga Hitam
Yang terakhir adalah, Bima segera mengambil alih semua aset Naga Hitam sebelumnya, dan dialih namakan atas nama Kota Sembilan Naga
*****
Berita kejatuhan dan kehancuran klan Naga Hitam, tentu saja membuat dunia gempar. ada yang percaya dan ada juga yang tidak
Bagaimana mungkin, sebuah organisasi atau klan yang begitu kuat, disegani sekaligus ditakuti oleh para pemimpin dunia, bisa jatuh dan takluk begitu saja,pikir mereka
Menurut mereka, Klan Naga Hitam, adalah sebuah organisasi yang sudah Malang melintang puluhan tahun lamanya, dan sudah mempunyai kekuasaan wilayah dan aset yang begitu banyak di seluruh dunia
Para pemimpin nya juga, terdiri dari orang-orang yang kuat, dan sangat sulit untuk dikalahkan
Lalu..bagaimana mungkin, sebuah organisasi yang begitu kuat, bisa takluk dengan penguasa Kota Sembilan Naga yang baru beberapa hari terbentuk
__ADS_1
Itu berita bohong dan tidak masuk akal, pikir mereka tidak percaya