
"Tunggu!. Kau bilang. Si jalang Wei Lian itu tunangan mu. Jadi kau adalah pendekar Thio yang malang itu?" Tanya raja Ming Fei terkesan menghina. Lalu melanjutkan berkata
"Si jalang itu, juga kedua orang tuanya, berikut penduduk desa Bukit Bambu memang pantas mati. Karena telah berani menolak titah seorang raja, yang harusnya di sembah oleh mereka"
"Selain itu, mereka diketahui ingin memberontak terhadap kerajaan ku, melalui pernikahan anak gadis kepala desa itu dengan ku."
"Tapi sebelum rencana itu terlaksana. orang-orang terbaikku telah mengetahuinya terlebih dahulu."
"Jadi aku perintahkan kepada prajurit juga jenderal ku, untuk menghabisi mereka semua, termasuk si jalang, tunangan mu itu.Ha...ha..ha.." Ujar raja Ming Fei sambil tertawa puas, walau dalam hati sangat murka terhadap Thio Sam Hong
"Dasar Manusia rendah!. Kau tidak pantas menjadi seorang raja. Kau hanya pantas menjadi penghuni kebun binatang!" Emosi Thio Sam Hong meledak, setelah mendengar penuturan dari raja yang zalim itu, tanpa memperdulikan lagi siapa orang yang sedang dihadapinya
"Jaga sikap mu bhangsat.Kau sedang berhadapan dengan seorang raja." Teriak salah seorang jenderal pengawal raja Ming Fei penuh emosi, juga tanpa mengindahkan lagi etika berbahasa kepada orang lain
"Raja mu hanya diperalat oleh orang orang kepercayaannya. Salah satunya adalah pendekar kipas emas. Dia yang telah meracuni otak rajamu, untuk memaksa tunanganku menikah dengannya."
"Dia juga yang telah menyebarkan isu adanya pemberontakan dari penduduk desa Bukit bambu."
"Dan semuanya itu tidak benar. Mereka hanya menjadi korban keserakahan dari pendekar kipas emas. Yang sebentar lagi akan menerima balasannya."
"Raja mu yang bodoh itu terlalu percaya kepada orang orang nya. sehingga seluruh tindakannya tidak diperhitungkan terlebih dahulu."
"Akibat sikap bodohnya, dan tindakan yang telah diperbuat nya, telah menyebabkan ribuan nyawa mati. Maka hari ini, aku ingin mencabut nyawa nya."
"Aku bahkan sebelum membunuhnya, ingin mengkuliti tubuh raja mu yang bodoh itu. Akan ku panggang hingga menjadi sate, dan ku beri makan kepada anjing kurap di luaran sana." Ujar Thio Sam Hong penuh dendam
Mendengar kata kata yang sangat kasar itu, Raja Ming Fei menjadi naik pitam. Kemudian memberi perintah kepada orang orang nya
"Jenderal Ling, jenderal Yang juga jenderal Zang, dan kalian semua pelindung kerajaan.Kepung dan tangkap perusuh itu hidup hidup. Aku ingin merobek mulut nya yang kurang ajar itu kepada ku." Kata raja Ming Fei, memerintahkan kepada seluruh pasukannya untuk mengepung pendekar Thio
Mendengar perintah itu. Thio Sam Hong tertawa terbahak bahak, seraya berkata
"Ha..ha..ha..Hanya cecunguk sampah, berani mengintimidasi ku.Jangan mimpi kalian." Ujar Thio Sam Hong Lantang, lalu kembali berkata
__ADS_1
"Kalian dan raja kalian hari ini harus mati!" Teriak nya lantang, sambil merilis kekuatan kultivasinya ke tingkat Holy monach tahap puncak
Segera setelah Thio Sam Hong merilis kekuatan puncaknya. Udara di sekitarnya berubah drastis. menipis. Waktu seakan berhenti berputar
Rasa sesak dan sulit bernafas, segera melanda seluruh orang orang yang berada di dekat pendekar Thio. Begitu juga dengan orang orang yang berada di sekitaran istana
Raja Ming Fei dan ketiga pengawalnya, juga jenderal lain yang terluka. Pendekar tombak emas.hantu muka seribu, siluman kelelawar, juga pendekar kipas emas, yang baru datang, pendekar pedang ganda, para menteri serta seluruh pendekar pelindung kerajaan, termasuk seribuan prajurit, semuanya terjatuh dan berlutut, dengan tubuh menggigil ketakutan
Sebagian besar dari mereka, tubuhnya tidak bisa digerakkan lagi, akibat tekanan aura yang maha dahsyat, yang di akibatkan oleh kekuatan holy monach tahap puncaknya Thio Sam Hong
"K..ke..kekuatan macam apa itu.Kenapa tubuhku tidak bisa di gerakkan." Ujar pendekar pedang ganda dalam hati terbata bata, seakan tidak percaya. Yang sebelumnya dia sangat bangga atas kekuataannya
Dari mulut, hidung dan telinga nya keluar darah segar. begitu juga dengan yang lain. Apalagi para prajurit yang tingkat kultivasinya lebih rendah
Sebagian besar dari mereka langsung mati, setelah tubuhnya jatuh ke tanah, berguling guling, tidak mampu menerima kekuatan yang sangat dahsyat itu
"S..si.siapa sebenarnya dia?. dan kekuatan apa yang dimiliki nya." Batin raja Ming Fei juga dalam hati,.Dari mulutnya pun keluar darah segar. Tubuhnya bagai di tindih batu ribuan ton
Rasa takut yang membuncah di hati raja, juga yang lain itu, tidak bisa disembunyikan lagi
Beramai ramai didalam hati mereka, menyalahkan raja Ming Fei, atas tindakannya terhadap tunangan Thio Sam Hong, juga orang tuanya
Di tengah kekalutan dan ketakutan mereka. Tubuh thio Sam Hong, tiba-tiba berubah menjadi besar, dan secara perlahan berganti menjadi tubuh Phoenix api, yang diselimuti api berwarna biru, merah, kuning, ungu dan jingga
Bola mata burung phoenix api itu, berubah menjadi warna merah darah, seperti menyiratkan ancaman kematian, bagi siapa saja yang melihatnya
Seperti kejadian sebelumnya, seluruh tubuh Thio Sam Hong, yang telah berubah menjadi burung phoenix api, bertubuh besar itu, diselimuti oleh cahaya merah, kuning dan biru, setinggi dan selebar kurang lebih 5 meter, memancarkan aura kematian yang sangat pekat di sekitarnya
Tubuh raja dan orang orangnya terdorong beberapa meter ke belakang, akibat tekanan aura kematian yang sangat kuat, dari tubuh Phoenix api itu
"D..de..Dewa Phoenix Api.. B...b...bagaimana mungkin ini bisa terjadi." Guman Raja Ming Fei ketakutan begitu melihat wujud burung phoenix api yang sebenarnya. Lalu dengan cara merangkak, dia berusaha mendekati burung phoenix api itu, dan berkata dengan terbata bata
"A.a.. ampuni hamba dewa yang agung. Su...sungguh hamba tidak tahu, akan keberadaan Dewa di kerajaan ini."
__ADS_1
"To...to..tolong jangan bunuh hamba yang mulia. Ha..hamba akan mengabdi pada yang mulia Dewa." Itulah kalimat kalimat terakhir yang di ucapkan oleh raja Ming Fei penuh dengan penyesalan
Burung phoenix api itu, jangankan menyahut, menoleh pun tidak kepada raja Ming Fei, yang berlutut memohon ampunan pada nya
Begitu juga dengan bawahannya yang masih bisa bernafas. Mereka kompak menempelkan kening mereka ke tanah, sebagai wujud permohonan maaf mereka kepada dewa phoenix api
Burung phoenix api itu, tidak bergeming. Dia lebih Memilih untuk terbang tinggi ke angkasa, sambil mengeluarkan suara yang sangat memekakkan telinga
Orang orang di kota kerajaan Giok Biru, yang melihat keberadaan burung phoenix api itu, menjadi sangat ketakutan, karena aura kematian yang ditimbulkan nya, sangat menakutkan
Lalu secara tiba tiba, burung phoenix api itu, meluncur turun dengan kecepatan tinggi, menuju ke istana giok biru
Begitu jaraknya tinggal 100 meter dari bumi. Burung phoenix api itu berhenti di udara, seraya mengedarkan pandangannya ke seluruh bangunan istana yang ada di bawahnya.
"Kraaakk..kaaak..."
Pandangannya nanar, menatap seluruh bangunan istana, dan orang orang yang ada di dalamnya, sambil mengeluarkan suara yang lebih memekakkan telinga
Kemudian dia merentangkan sayapnya berapi nya lebih lebar, lalu Mengepak kepakkan sayapnya beberapa kali ke arah bangunan istana dan areal di sekitarnya
"Whuuuussz...Whuuuusss.."
"Bhaaamm.. Duuuaarrr..."
"Bouuummm..blaaaarr..."
"Aaaaaark...aaaark...Tolong.."
"Toloooong...tolong...."
Aksi yang dilakukan oleh burung phoenix api itu, tentu saja membuat bangunan istana dan orang-orang yang ada di dalamnya mati, roboh, dan hancur seketika, serta rata dengan tanah
Seluruh prajurit yang masih tersisa, dayang dayang kerajaan, dan anggota keluarga dari raja Ming Fei, berikut para pelindung kerajaan, para menteri, jendral dan orang orang penting lainnya, turut menjadi korban keganasan serangan burung Phoenix api itu
__ADS_1
Hanya terdengar jeritan jeritan pilu, mengiringi kematian para penghuni istana
Lalu apa yang terjadi terhadap Raja Ming Fei?