Legend Of System

Legend Of System
38. Jangan Menyerah


__ADS_3

Mendapati perubahan sikap Teman baiknya, yang dulunya suka bercanda dan apa adanya. Shinta menjadi sadar, bahwa sekarang, jurang antara dia berdiri dengan Sadewa sudah terlalu lebar. Tak mungkin lagi untuk dilangkahi


"Uhhh..ternyata jatuh cinta itu sangat menyakitkan." Bisik seorang temannya didekat telinga Shinta


"Jangan menyerah, Kejar selagi bisa. Kalau memang jodoh nanti ia akan datang sendiri. Kalau kau tidak mau memperjuangkannya.biar untuk ku saja.Ha..ha..." Goda teman Shinta yang lain sambil tertawa


"Huuss..Ngawur..Biar aku saja. Shinta terlalu lemah,tak cocok dengan penguasa." Ejek temannya sambil berusaha lari karena Shinta ingin mencubitnya


"Sudahlah!. Ayo kita bersiap siap" Ujar Shinta sambil merajuk, ketika mendengar candaan teman temannya


Setelah Shinta selesai mengucapkan kalimat itu, dia buru buru pergi meninggalkan teman temannya, yang berdiri bengong atas perubahan sikap Shinta pada mereka,dan tidak tahu apa yang dimaksud dengan siap siap olehnya


"Padahal aku hanya bercanda tadi, tapi kenapa Shinta jadi begitu marah ya?"Tanya salah seorang teman Shinta yang berlagak bodoh


Mendengar pertanyaan itu, salah seorang temannya yang bernama Rani, berjalan mendekatinya, kemudian berkata. "Kau sih..Udah tahu hatinya lagi sedih, malah kau usik lagi dengan candaan mu yang sedikit kelewatan. Ayo cepat kita susul dia!" ujarnya khawatir sambil menarik tangan temannya


Tanpa berkata sepatah katapun, mereka berempat buru buru pergi mencari temannya Shinta, yang sepertinya menuju kantin sekolah, tapi setelah sekian lama, mereka tidak juga menemukan keberadaannya dimana pun, karena seluruh bangunan yang ada di sekolah itu telah berubah, baik bentuk maupun posisinya


"Ah..Dimana anak itu?"


***


Ditempat lain, jalanan Kota B


Iringan iringan mobil yang membawa Sadewa pulang menuju Kota Naga, masih melaju kencang, membelah jalanan kota B yang cukup lebar dan bersih.


Tapi saat itu, jalan yang dilalui oleh Sadewa, tidak begitu ramai. Hanya ada beberapa pengguna jalan yang lewat menggunakan kendaraan mereka


Begitu mobil mereka berpapasan dengan iring iringan mobil mewah Sadewa. Mereka dengan kesadaran sendiri menepi dan berhenti, untuk memberi jalan kepada iring iringan mobil itu untuk lewat


Orang orang yang melihat kejadian luar biasa itu, tentu saja merasa takjub, sambil menerka nerka dan memastikan rombongan siapakah yang sedang lewat di depan mereka itu


Kejadian seperti itu belum pernah terjadi di kota B. Dimana ratusan mobil mewah, yang belum pernah terlihat di kota itu, sekarang muncul dalam jumlah banyak


Tentu saja hal itu membuat orang orang yang melihatnya terkejut juga takjub, sembari bertanya tanya, mobil mobil siapakah itu, dan siapa yang sedang ada di dalamnya


Lain halnya dengan orang yang sedang duduk di kursi mobil mewahnya,di urutan ke 10, dari seratus mobil mewah yang sedang membelah jalanan Kota B

__ADS_1


Suasana di dalam mobil itu, begitu kaku dan tegang, Suatu suasana yang bisa membuat siapa yang ikut bersamanya merasa tidak tenang


Mobil siapakah itu?.Dan siapa orang yang sedang duduk didalamnya?


Ternyata mobil itu adalah mobil yang dinaiki oleh Sadewa, sang Penguasa Kota Naga


Semenjak dia pergi meninggalkan gerbang sekolah , Sepanjang perjalanan, dia hanya diam saja, membuat pengawalnya tidak berani bersuara sedikitpun, dia tetap fokus dengan kemudi mobilnya


"Apakah sikapku kepada Shinta tadi berlebihan." Guman nya dalam hati, sambil sedikit memiringkan tubuhnya untuk rebahan di sandaran tempat duduk mobil mewahnya, kemudian dia berkata lagi dalam hatinya


"Huh..sungguh merepotkan berada dalam situasi seperti ini. Aku jadi lemah. Tidak lagi seorang Sadewa, Tuan banyak nyawa di Kota Naga."


"Kalau ini sebuah peperangan, akan sangat mudah untuk ku selesaikan, tapi kalau sudah masalah hati.Uhh.. Dasar lemah."


"Sadewa Sadewa. Alangkah bodohnya engkau!"


"Aku yang terlalu berkuasa, atau orang orang yang terlalu segan dan takut kepada ku?"


"Ahh.. nanti sajalah kupikirkan itu, Sekarang aku harus fokus pada kelanjutan 100 rencana ku, untuk kemajuan Kota Naga." Batin Sadewa dalam hatinya, sambil memejamkan mata untuk menenangkan perasaannya


"Sistem!.Apakah kau mendengarku?" Tanya Sadewa dalam pikirannya


"Ah tidak ada sistem.Aku hanya ingin berkomunikasi denganmu saja. Tak lebih!" jawab Sadewa asal-asalan


{... ?..?.. }


"Sistem!. Apakah ada sebuah tehnik, jurus ,keterampilan atau obat yang bisa menghalau rasa gugup, dingin dan acuh seseorang?" Tanya Sadewa dengan suara lemah


{ Ada tuan. obat itu sudah tersedia di sistem sejak ribuan tahun yang lalu. tapi tidak pernah digunakan oleh pengguna sistem ini sebelumnya }


{ Pengguna sistem sebelum tuan, sampai masa akhir hidupnya, tidak pernah dekat dengan seorang wanita. Jadi dia belum pernah menikah }


{ Sistem lupa memberitahu tuan, bahwa apabila seseorang yang terpilih untuk hidup bersama dengan sistim, maka hatinya akan menjadi sekeras batu, dan tidak akan mudah tersentuh atau iba pada seorang wanita, kecuali pada Ibu juga saudara perempuannya. Tidak terkecuali tuan }


{ Tapi Sistem melihat dan merasakan, bahwa hati dan pikiran tuan, tidak mudah untuk ditundukkan oleh pengaruh sistem itu }


{ Masih ada rasa iba, suka sayang dan kagum dihati tuan pada seorang wanita, selain dari ibu, juga saudara perempuan tuan }

__ADS_1


{ Ini sebuah kemajuan tuan. Sistem yang ada di dalam tubuh tuan saat ini, sedang beradaptasi dengan kondisi dan lingkungan masa hidup tuan }


{ Jadi tuan bebas melakukan apa saja yang tuan inginkan, sesuai dengan apa yang ada di hati tuan saat ini }


{ Karena hati dan pikiran tuan, tidak bisa dipengaruhi oleh aturan sistem yang kaku, maka tuan tidak perlu menggunakan obat yang melegenda itu }


{ Sistem hanya akan menyegarkan kembali hati, pikiran dan ingatan tuan tentang masa masa indah tuan bersama dengan orang orang yang dulunya dekat dengan tuan. Jadi bersiaplah! }


Setelah sistem selesai mengucapkan itu. Seketika tubuh Sadewa bergetar halus, dan mengeluarkan sinar tipis berwarna ungu terang, yang melapisi seluruh tubuhnya, hingga membuat Sadewa tertidur pulas di sandaran mobil mewahnya


Peristiwa itu tidak bisa dilihat dan dirasakan oleh pengawal Sadewa, walaupun posisi mereka berdekatan, tetapi keberadaan sinar itu ditutupi oleh sistem, hingga membuat pengawalnya tidak menyadari apa yang telah terjadi pada tuannya


Pengawai itu hanya melihat Sadewa duduk tanpa berbicara sedikitpun, yang bertumpu di sandaran kursi tempat duduknya, sambil memejamkan matanya, dan pengawal itu berpikir bahwa tuannya sedang tidur


***


Sementara itu pada diri Sadewa. Setelah dia tertidur, dan tak lama kemudian bangun.Sadewa mendapati dirinya sedang berada di sebuah taman yang sangat indah, bagai di surga, dengan aneka bunga yang berwarna warni, serta harum


Dia melihat pemandangan yang disuguhkan di depan matanya itu, sangat luar biasa, hingga membuat hati dan pikiran Sadewa menjadi tenang, rileks dan tidak galau lagi


Tapi ketika Sadewa sedang asik asiknya menikmati ketenangan dan keindahan di taman bagai surga itu. Dia melihat tak jauh darinya, ada beberapa orang perempuan cantik bagai bidadari surga, sedang memetik bunga, yang diselingi dengan canda tawa mereka


Ketika salah seorang dari perempuan bagai bidadari itu menoleh kearah Sadewa. Seketika pandangan mereka beradu, dan membuat mereka sama sama terkejut, hingga membuat tubuh mereka terpaku diam, tanpa berusaha bergerak sedikitpun


Hal itu berlangsung cukup lama, sampai Sadewa menyadari, bahwa keberadaan seseorang yang sedang ditatapnya itu, perlahan menjauh dan menghilang dari hadapannya.


Tiba tiba Sadewa berteriak cukup kuat untuk menghentikan langkah perempuan itu, agar berhenti


"Shinta..! Tunggu!" Teriak Sadewa hingga terbangun dari mimpi indahnya


Teriakan Sadewa yang tiba tiba itu, tentu saja membuat pengawal yang sedang mengemudikan mobil mewah Sadewa terkejut. kemudian dia refleks bertanya pada Sadewa


"Ada apa tuan.Apakah ada sesuatu yang terjadi ?" Tanya pengawal Sadewa dengan reaksi yang berlebihan bercampur rasa khawatir


"Tidak ada apa. Lanjutkan tugasmu!" Ujar Sadewa tegas


"Baik tuan."Jawabnya singkat

__ADS_1


"Apakah tadi aku hanya bermimpi. Tapi kenapa seperti nyata?" Ujar Sadewa dalam hati tidak percaya


__ADS_2