
"Kurang ajar.! Siapa yang menyuruhmu untuk tunduk dengan mereka." Teriak seseorang yang tiba tiba muncul di ruangan tersebut, ditujukan kepada orang orangnya Black Eagle
Orang yang baru datang itu, didampingi oleh 100 orang yang berbadan tegap dan terlihat kuat, yang berdiri di kiri kanannya, Sedangkan di belakangnya, berjejer ratusan orang lagi, yang juga berbadan tegap. Di balik jas mereka masing masing, terselip senjata otomatis berjenis pistol laras pendek
Secara serentak, semua orang memandang ke arah orang yang berteriak tadi, tak terkecuali orang orangnya Bima, yang masih berada di sana saat itu
"Bos Dixon!" Ujar seluruh anggota Black Eagle secara serempak
"Aku sungguh kecewa dengan kalian. Tak kusangka, begitu mudahnya kalian menghianati temanku John, hanya selang beberapa hari setelah dia hilang." Ucapnya penuh kesombongan
"Kami bukan menghianatinya bos John, tapi kami menyadari akan posisi kami saat ini. Kehilangan orang yang menjadi panutan, telah menggoyahkan hati kami ditambah lagi....
Orang tersebut tiba tiba berhenti untuk mengatakan hal yang sebenarnya, karena takut akan mendapat hukuman, dari orang orang Bima, yang sudah diketahui sangat kuat itu
"Jangan berhenti di tengah jalan kalau sedang berbicara. Katakan!. Jangan takut selama masih ada aku disini." Ucapnya masih juga tetap sombong
Jhonson yang saat itu menjadi ketua Black Eagle, mewakili bos besar nya maju ke depan dan berkata
"Ini adalah urusan internal di organisasi kami, walaupun anda adalah teman karib dari bos besar kami, tapi saat ini, kami telah menyatakan tunduk dan patuh kepada bos besar kami yang baru."
"Beraninya kau berbicara seperti itu, kau pikir kau itu siapa ha!. Kau hanya wakil, dan bukan ketua di organisasi Black Eagle ini."
"Walaupun kau sudah mengatakan tunduk dan patuh kepada orang lain, tapi aku sebagai teman karib dari bosmu yang lama, tidak akan terima." Ucapnya emosi, sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan yang cukup luas itu
Keningnya berkerut dan matanya melotot, ketika mendapati bahwa di ruangan itu, ada orang lain selain daripada anggota Black Eagle sendiri
Kemudian dengan lantang dan sombong dia berkata " Siapa kalian?, dan kenapa kalian ada di sini?. Sungguh berani sekali!" Ucapnya marah
Salah seorang bawahan Bima maju selangkah dan berkata "Kau tidak perlu sesumbar dengan kata kata kosongmu itu. Sebelum terlambat, pergilah kalian dari sini, jangan sampai membuat pikiran ku berubah!" Ucapnya tenang, tapi mengandung ancaman yang sangat mematikan
"Hahaha..!" Sungguh lucu dan berani." Ucap Dixon geli, sambil memberi kode kepada orang orangnya, untuk menghabisi orang yang barusan berbicara padanya tersebut
"Kau pikir ucapanku main main, Kau pikir kekuatanmu sudah sangat luar biasa. Apakah kau tidak menyadari, diatas langit masih ada langit?" Ucapnya mengintimidasi dengan aura yang sangat menakutkan
Orang orang Dixon yang mencoba untuk mencelakai bawahan Bima, menjadi ketakutan dan berhenti melangkah
Di pandangan mereka, orang yang akan mereka celakai itu bukankah manusia, tetapi seperti seekor monster yang sangat menakutkan
Tubuh orang itu dalam pandangan mereka, berubah menjadi seekor beruang putih yang sangat besar, dengan cakar cakar nya yang panjang dan mengeluarkan api yang sangat panas sekali
__ADS_1
"Siapa kau sebenarnya?" Ucap mereka serempak, kemudian mengalihkan pandangannya ke bos mereka
Yang di pandang tentu saja keheranan, tapi kemudian dengan wajah penuh emosi Dixon berkata
"Kenapa kalian berhenti, apakah kalian ingin mati karena telah berani menolak perintahku?" Bentaknya lantang
"Bos!. Kita telah berada di tempat yang salah, sebaiknya kita keluar dari sini secepat yang kita bisa, sebelum sesuatu yang buruk terjadi pada kita semua." Salah seorang dari bawahannya, tiba tiba memberanikan diri, untuk memberikan saran kepada bosnya, walaupun dengan rasa takut yang menggelayuti pikirannya
"Apa katamu!. Sejak kapan kau menjadi sepenakut itu, ha!" Hardik Dixon marah, dan..
Dor. dor!
Sesosok tubuh tinggi tegap, tiba tiba ambruk dan jatuh ke lantai, ketika terkena terjangan peluru yang menembus kepala juga dada nya
Ternyata orang yang menjadi tangan kanan dari bos Dixon itu mengerti, akan kode yang diberikan padanya, untuk menghabisi orang yang kurang ajar itu
Maka dengan secepat kilat, dia mengambil pistol yang terselip di pinggangnya, dan menembakkan pelurunya ke ke arah orang yang sudah mati tersebut
"Apakah masih ada lagi yang meragukan perintah ku?" Tanya Dixon kepada anak buahnya yang lain
Tidak ada satupun dari ratusan anak buahnya yang berani berkata lagi. Mereka hanya berdiri diam, dengan kepala tertunduk takut
"Sekarang bunuh orang itu, juga yang lainnya!" Perintah Dixon tegas
"Dor dor dor!
Plak. buk. buk. dez..!
Baaamm!. buk.. brakk !
Bunyi tembakan bertubi tubi terdengar di ruangan itu, diselingi dengan bunyi pukulan dan tendangan serta tamparan, yang mengiringi pertempuran tidak seimbang tersebut
Puluhan orang orangnya Dixon bertumbangan lagi, setelah terkena terjangan peluru, juga tendangan serta pukulan dari orang orangnya Bima, walau bawahan Dixon sendiri sempat menembakkan pistolnya ke arah mereka, tapi tak satupun dari peluru yang mereka tembakan berhasil mengenai orang orangnya Bima
Dor dor dor!
Terdengar beberapa tembakan lagi dan lagi, sehingga membuat ruangan itu menjadi pengap dan bising
Orang orang Black Eagle termasuk komandannya, menjadi ketakutan, dan berusaha kabur dari ruangan tersebut, tapi dihalang-halangi oleh orang orangnya Dixon, dengan mengarahkan moncong pistol ke arah mereka
__ADS_1
Dor dor dor!
Dor dor dor!
Belasan orang bertumbangan lagi, menambah jumlah korban semakin banyak, tapi semua korban korban itu bukan berasal dari orang orangnya Bima, tapi berasal dari orang orangnya Dixon
Dari 200 orang yang tadi dibawa oleh Dixon, sekarang hanya tinggal setengahnya saja, sedangkan yang setengah lagi sudah mati tertembus peluru
Sekarang di ruangan itu, hanya tinggal bawahan Bima dan orang orangnya Dixon, sehingga membuat ruangan yang semula sesak, menjadi sedikit lapang
"Sekarang tinggal kau dan aku, beserta orang orang mu yang bodoh itu."
"Apakah perseteruan ini akan kita teruskan atau cukup sampai disini, dengan catatan, kau menyerah juga tunduk kepada kami." Ucapnya dengan wajah yang tenang
"Sampai kapanpun dan dalam kondisi apapun, aku tidak akan pernah tunduk pada orang sepertimu, apalagi kepada orang lemah itu."
"Walaupun kau dan orang orang mu cukup kuat, dan berhasil membunuh separuh dari pasukanku, tapi aku Dixon, tidak akan pernah mau menyerah." Ucapnya cukup jumawa
Buk..plak!
Bammm..!
"Aaarrrggghh!"
Tubuh Dixon melayang beberapa meter, dan jatuh setelah menabrak dinding yang ada di belakangnya
Kondisinya saat ini, tidak bisa dikatakan baik, ada setitik darah yang keluar dari mulut dan hidungnya
Ternyata penyebab tubuhnya melayang tadi adalah, karena adanya sebuah tendangan dan pukulan yang sangat kuat, yang dilancarkan oleh bawahan Bima, yang tadi sempat berbicara padanya
Entah kapan bawahan Bima itu terlihat bergerak, tiba tiba saja tubuh Dixon melayang, setelah terkena pukulan nya
Tubuh tinggi tegap yang dimiliki oleh Dixon, bukanlah tubuh sembarangan, tapi bisa melayang akibat terkena tendangan dan pukulan dari bawahan Bima, tentu bisa dibayangkan, betapa kuatnya orang yang telah membuat Dixon melayang seperti itu
Separuh dari anak buah Dixon, bergegas maju ke arah bos mereka, dan langsung berkata dengan nada khawatir
"Bos !"
"Bos !"
__ADS_1
Ujar beberapa orang anak buahnya dengan wajah khawatir
Dixon berusaha membuka matanya, dan berusaha menggapai tangan salah seorang bawahannya, seperti ingin menyampaikan sesuatu