Legend Of System

Legend Of System
53. Pengakuan


__ADS_3

Apakah cerita tuan bisa kami percaya?. Apakah tuan bukan orang orangnya Ming Fei, anak durhaka itu?. Raja Ming Fang masih belum percaya juga


"Terserah kau mau percaya atau tidak pak tua. Yang jelas, aku kesini karena penasaran saja. Kebetulan sekali, kalian tidak turut menjadi korban atas terbakarnya istana giok biru di atas sana." Jawab Thio Sam Hong enteng, kemudian melanjutkan berkata


"Kalau kalian mau bebas, mundur lah!. Aku akan menghancurkan jeruji besi ini dengan tanganku." Ujarnya memberi perintah


Chia er! mundur lah! Kita percayakan saja nasib kita kepada orang itu. Walau kita belum begitu mengenalnya, tapi sepertinya dia orang baik." Ujar Ming Fang kepada istrinya penuh kelembutan


Sesaat setelah perempuan yang dipanggil Chia er oleh Ming Fang itu mundur. Thio Sam Hong meletakkan kedua tangannya di jeruji besi ruangan itu


Tidak membutuhkan waktu yang lama. Jeruji besi yang disentuh oleh Thio Sam Hong terbakar, sedetik kemudian hancur menjadi debu


Melihat kejadian itu Ming Fang dan istrinya terkejut. Serasa tidak percaya. Jeruji besi yang begitu besar dan tebal, hancur hanya dengan sentuhan tangan Thio Sam Hong


Tawanan lain yang berada di ruangan itu, juga terkejut dengan mulut melongo. Mereka juga tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Tapi bukti telah ada di depan mata


"Apakah kalian hanya bisa melongo saja seperti itu?. Apa tidak ingin bebas seperti pak tua ini?" Tanya Thio Sam Hong mengagetkan mereka


"To.. to.. tolonglah kami pendekar. Kami juga mau bebas seperti raja kami itu." Jawab mereka serempak


"Apa jaminannya kalau kalian telah ku bebaskan. Apakah kalian akan melakukan kejahatan lagi di luaran sana?" Tanya thio Sam Hong menguji


"Kami bukan tahanan kriminal pendekar. Kami adalah para menteri, jenderal, panglima juga komandan kerajaan giok biru, yang tidak mau tunduk kepada kekuasaan Ming Fei


"Benar apa yang mereka katakan itu tuan. Mereka adalah orang orang ku. Mereka rela dipenjara karena tidak bersedia mengakui ming Fei sebagai raja


"Jadi tolong bebaskan mereka tuan." Kata Ming Fang memohon


"Kalau begitu, kalian mundur lah!. Jauhi jeruji besi itu." Sambung Thio Sam Hong memberi perintah


Mendengar perintah itu, serentak mereka semua mundur, merapat ke dinding tanah di belakang mereka


Beberapa saat kemudian, kejadian seperti tadi terulang kembali. Seluruh jeruji besi penghalang itu, terbakar, dan hancur menjadi debu


Kali ini, kejadiannya lebih dramatis lagi. Ruangan yang semula gelap, berubah menjadi terang, akibat dari terbakarnya jeruji besi, hasil dari kekuatan elemen logam dan api, yang dikeluarkan oleh Thio Sam Hong


Dengan hancurnya jeruji besi itu, otomatis mereka semua terbebas dari kurungan. Serentak mereka menundukkan kepala, ke arah Thio Sam Hong seraya berkata


"Terima kasih pendekar. Kami tidak tahu, dengan apa kami harus membalas kebaikan tuan." Ujar mereka penuh hormat


"Berterima kasihlah kepada raja kalian ini. Dialah yang pantas kalian hormati." Thio Sam Hong berkata demikian, agar mereka sadar akan keberadaan raja mereka, Ming Fang

__ADS_1


Mendengar perkataan itu, serempak mereka berlutut ke arah Ming Fang raja mereka


"Yang mulia raja!. Mohon ampuni kami, yang tidak berbakti ini." Ujar mereka serempak


"Bangunlah!. Kalian tidak bersalah. Kalian adalah orang orang terbaikku."


"Aku yang seharusnya berterima kasih pada kalian. Karena kesetiaannya pada ku. Kalian rela dipenjara di sini bersamaku." Sambung raja Ming Fang lembut


"Terima kasih yang mulia." Jawab mereka serempak lagi, sambil berdiri


"Karena kalian semua telah bebas. Mari kita naik ke atas. Tapi jangan kaget. Istana giok biru kalian, telah hancur." Kata Thio Sam Hong tanpa beban


Mendengar kalimat itu. Mereka semua terkejut. Kalau istana sudah hancur, bagaimana raja mereka akan memerintah?" Itu pikiran mereka


Tapi walau demikian, mereka tetap menuruti saran dari pendekar Thio. Satu persatu mereka menaiki tangga menuju ke permukaan


Begitu beberapa orang yang sampai di atas duluan, termasuk raja Ming Fang dan permaisuri, menjadi sangat terkejut


Istana yang begitu besar dan megah dulunya, kini telah tiada. Hanya puing puing terbakar yang masih tersisa


Sejauh mata memandang. Tidak ada satupun bangunan yang masih utuh, atau tegak semuanya rata dengan tanah


Begitu juga dengan seluruh tawanan yang baru saja terbebas tadi. Mereka semuanya melongo, seakan tidak percaya terhadap apa yang mereka lihat di depan mereka


Mau marah tidak punya kuasa. Kepada siapa harus marah?. Kepada penyelamat mereka. Jauh sekali


Alhasil mereka hanya diam. Menunggu apa yang akan dikatakan oleh raja mereka


"Tuan pendekar!. Dengan hancurnya istana giok biru. Otomatis aku bukan lagi raja di kerajaan ini. Karena tuan telah menaklukkan nya maka tuan lah yang harus menjadi raja setelah ini."


"Aku dan rakyat ku, adalah tawanan tuan. Otomatis adalah bawahan tuan. Jadi kami menunggu perintah dari tuan."


Setelah kalimat itu selesai, raja Ming Fang dan permaisuri, juga seluruh orang orangnya, berlutut kepada Thio Sam Hong, sebagai wujud pengakuan mereka terhadap kekuasaan Thio Sam Hong


Melihat kejadian itu, Thio Sam Hong terkejut dan buru-buru berkata


"Kalian semua bangunlah!" Serunya lantang, kemudian melanjutkan berkata


"Raja Ming Fang, dan kalian semua. Aku memang telah menaklukkan kerajaan ini, tapi bukan berarti aku ingin menjadi raja


"Aku hanya menumpas kezaliman dari raja sebelumnya. Dia telah sewenang wenang membunuh orang yang paling aku sayang. Kedua orang tuanya, juga seluruh penduduk desa Bukit Bambu."

__ADS_1


"Tidak ada pilihan lain. Mereka terlalu arogan terhadap kekuasaan. Sewenang wenang memerintah. Oleh karena itu, dengan tanganku sendiri, aku menumpas kejahatan mereka."


"Akibatnya adalah, istana giok biru terkena dampaknya."


"Tapi jangan khawatir aku akan membangun kembali istana yang telah hancur itu sebagai permintaan maaf ku." Ujar Thio Sam panjang lebar dan..


Tik.. !


Seketika waktu berhenti. Semua orang yang berada disitu terdiam, berdiri kaku, karena Thio Sam Hong menghentikan waktu untuk beberapa saat


Tidak mau menunggu lama. Thio Sam Hong segera mengeluarkan beberapa bangunan kecil mirip kompleks istana, dan menempatkan di bekas reruntuhan istana giok biru yang sudah hancur


Seketika bangunan itu berubah, dan menyesuaikan diri dengan lokasi bekas reruntuhan istana


Tidak membutuhkan waktu yang lama, seluruh proses perubahan, penempatan dan penyesuaian bangunan istana baru telah selesai


Bangunan istana tersebut, lebih besar dan lebih megah dari istana sebelumnya


Fasilitasnya pun sangat lengkap. Tidak bisa dipungkiri lagi. Istana baru tersebut, merupakan istana yang satu satunya terbesar dan termegah, juga indah di seluruh benua timur itu


Istana Kaisar saja kalah besar, indah, dan kalah Megah dari istana baru itu


Setelah dirasa cukup. Thio Sam Hong kembali menjentikkan jarinya, untuk mengembalikan waktu yang tadi terhenti. Dia menunggu apa reaksi dari orang orang yang ada di dekatnya


Sedetik setelah Thio Sam Hong menjentikkan jarinya. Seluruh orang orang yang berada di dekatnya, terbangun dan tersadar dan sikap diamnya


Terkejut, melongo. Itu yang terjadi pada mereka semua


Serentak mereka mengucek ucek matanya, juga mencubit tangannya sendiri, untuk membuktikan bahwa mereka sedang tidak bermimpi


"A..a..apakah ini nyata?"


"Dimana Kita?"


"Apakah kita sudah mati, dan berada di surga?" Teriak orang orang yang hadir bersahut sahutan. Dan masih banyak lagi suara suara takjub yang terdengar


Raja Ming Fang yang pertama kali menyadari, bahwa semua yang ada di depannya itu nyata, bukan khayalan atau mimpi


"Tu..tuan pendekar! Bagaimana ini bisa terjadi?


"A..a..apakah ini semua sihir?"

__ADS_1


__ADS_2