
Dari pedalaman tempat yang tak terjamah cahaya, sesosok rupawan duduk bersandar diatas tahta batu. Posisinya begitu mengintimidasi dan ada penindasan kuat. Ketika dia mendongak, Raja Iblis melirik sesuatu dari sudut matanya sebelum menyeringai.
DUAR!!
Delt menoleh segera ketika merasakan ledakan energi yang amat kuat. Barrier yang melindungi wilayah itu tertembus, tetapi mereka tidak bisa melihat langit yang ada diluar karena barrier itu. Delt membeku selama dua detik. Ketika dia bereaksi, dia berlari meninggalkan semua penyihir hitam yang termangu menatap ledakan energi yang begitu besar itu.
"Ilo!" Batin Delt cemas.
Vleia yang berada ditempat lain juga terkejut dengan apa yang terjadi. Vleia berbalik setelah memastikan bahwa orang-orang yang ada diwilayahnya telah aman. Ia tahu energi itu.
Energi Iloania.
"Ahhhhh!!!" Jeritan Iloania memasukki kendang teling Delt ketika dia menapakkan kakinya didekat Iloania berada.
"Segelnya."
Delt mendekati Iloania, melangkahkan kakinya menembus ledakan energi yang terasa hampir menghancurkannya. Delt memaksakan dirinya untuk mendatangi Iloania. Meraih tangannya Iloania dan mengulurkan tangannya yang lain kearah perut Iloania. Meskipun gerakannya lambat, namun Delt berhasil meredakan ledakan energi Iloania dengan menarik energi itu untuk ketubuhnya sebelum mengalirkannya kembali ketubuh Iloania secara perlahan dan kembali memadatkannya.
Ketika Vleia datangpun, apa yang dilihatnya hanyalah pemandangan itu. Vleia segera mendekat. "Apa ini ... kekuatan Iloania?"
Dalam beberapa waktu itu, Iloania terbaring tak sadarkan diri.
Tetapi sebelum tak sadarkan diri, Iloania menyaksikan sesuatu muncul dari udara. Memburam sebelum semuanya menjadi gelap. Tetapi Iloania tahu, perasaannya mengatakan bahwa itu, bukanlah sesuatu yang baik.
"Ternyata anak kecil itu yang mengeluarkan energi sekuat ini."
Suara itu tertangkap indra pendengaran Delt dan Vleia. Vleia menoleh dengan cepat kala merasakan aura mengerikan yang mengiringinya. Tubuh Vleia merasakan ancaman, tetapi bahaya dari afeksi pria itu terlalu kuat. Namun Delt dapat menebak, bahwa mungkin saja seseorang yang ada dibelakangnya adalah Raja Iblis.
"Vle, tolong lindungi Iloania. Jangan biarkan pria itu mendekati Iloania, apapun yang terjadi." Delt menyerahkan Iloania kepada Vleia sebelum berbalik menghadap Raja Iblis.
Vleia tidak mengetahui apa yang terjadi. Namun, dia akan menuruti Delt untuk melindungi Iloania. Sesaat, ia langsung memasang barrier berlapis disekitarnya dan Iloania. Sebab, Vleia tidak pernah melihat wajah Delt yang seserius itu.
"Serahkan anak itu padaku." Ucap Raja Iblis.
"Mengapa aku harus menyerahkan Ilo padamu?
__ADS_1
Raja Iblis yang senantiasa berwajah datar mengangkat tangannya. "Karena kekuatannya harus menjadi milikku. Jika kau menghalangi, maka matilah ditanganku."
Asap hitam meluncur hendak menyerang Delt, tapi pria itu mampu menghindarinya dan melayangkan serangan balik. Ketika Delt menyatukan tangannya dan menariknya, ada pecahan kristal merah didepan dadanya, melebar seperti terangkai dan ketika Delt menyabetkannya, pecahan kristal itu segera melesat menuju Raja Iblis.
Kristal memang kelemahan bagi Iblis. Termasuk Raja Iblis, meskipun hanya sedikit, kristal berpengaruh terhadapnya.
Ketika kristal mendekat, Raja Iblis menahannya menggunakan asaph hitamnya. Namun, kristal itu hancur setelah menembus asap dan hampir mengenainya. Raja Iblis melirik kristal yang melebur, sebelum tatapannya tertuju pada Delt.
"Sangat sedikit bisa menemukan penyihir elemen kristal." Gumamnya.
Raja Iblis memiringkan kepalanya. "Bukankah mereka sudah musnah, duabelas tahun yang lalu. Ternyata masih ada yang tersisa."
Delt menajamkan matanya. "Apakah itu ulahmu? Apakah kau yang mempengaruhi kerajaan-kerajaan besar itu untuk memusnahkan seluruh pengguna elemen kristal?"
Raja Iblis menyeringai. "Sangat cerdas."
"Aku tidak akan memaafkanmu!" Desis Delt sembari mengeluarkan pedang kristalnya.
Aura yang dikeluarkan dua orang itu bertabrakan. Vleia yang menjaga Iloania dibelakang meneguk ludah dengan aura yang berat ini. Vleia tidak berharap, tetapi nampaknya, pertarungan ini tidak akan berakhir baik, bahkan jika dia turut serta membantu Delt.
Pakaiannya terkoyak, dan tubuhnya penuh dengan luka. Darah mengalir dari perutnya yang memiliki luka sayatan lebar, nyaris menunjukkan isi perutnya jika pakaian Delt tidak menutupinya.
Yang pasti, darah yang menggenang dibawah tubuhnya bahkan hampir menyentuh Iloania.
"Hah.. Hah.."
Iloania bangkit dengan cepat. Matanya tak lepas memandang Delt yang menatapnya dengan senyuman lembut diwajahnya yang nampak kesakitan. Air mata tak mampu tertampung dimata Iloania, yang langsung meluruh membasahi pipinya.
Dada Iloania sakit.
Tubuhnya gemetar. Tangannya yang sama gemetarnya terulur untuk menggapai Delt. Rasa panas membakar diperutnya tak dipedulikannya. Iloania hanya ingin menggapai gurunya.
"Gu-Guru .. Guru, hiks .. hiks .." Tangisnya.
Delt mengangkat tangannya, menggapai wajah Iloania dengan tangannya yang bersimbah darah sebelum meraih tangannya, dan memasangkan cincin dimensinya kejemari kecil Iloania. "Sa, maafkan guru, ya. Ta-Tangan guru .. kotor."
__ADS_1
"Ilo.."
Delt melembutkan suaranya. "Maafkan guru. Sepertinya, guru akan melanggar janji guru untuk menemani Ilo .. menemui Olena dan Orena. Maafkan guru .. karena guru akan melanggar janji guru untuk selalu menemani Ilo."
Iloania tidak mengatakan apapun. Hanya menangis dan menangis. Dia tahu kejadian seperti ini akan terjadi, tetapi dia tidak pernah siap untuk berpisah dari gurunya.
Sama sekali tidak.
"Ilo, hiduplah dengan baik. Berkelilinglah dan carilah kebahagiaanmu. Carilah siapa dirimu sendiri, dan jangan terpaku dengan masa lalu. Hiduplah rukun bersama dengan Vleia, dan segel yang sudah guru perbaiki, jagalah baik-baik, Ilo. Ah, soal Vleia .. guru memerangkapnya dalam segel abadi, karena dia terluka parah. Jangan lupa untuk mengeluarkannya setelah cukup lama ya, haha." Ucap Delt tersengal.
Delt meraih bagian belakang kepala Iloania dan menariknya mendekat, untuk mendaratkan sebuah kecupan didahinya.
"Kemudian .. guru .. mencintaimu lebih dari apapun yang ada didunia ini, Ilo."
"Guru mohon, hiduplah dengan penuh senyuman ... ya?" Bersamaan dengan itu, wajah Delt terjatuh dibahu kecil Iloania.
Sepasang manik biru itu tersembunyi dibalik kelopak mata yang terpejam. Ada senyuman damai diwajahnya. Iloania menyembunyikan wajahnya dibahu Delt dan menangis dengan keras.
"Haaaa!!! Guruu!!!"
"Hwaaa!!!"
Tangis yang penuh dengan luka, kemarahan dan penyesalan. Sebuah tangis, yang mengiringi Iloania pada mimpi buruknya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Last Update:
14/07/2022
Jangan lupa dukungannya~
Salam hangat,
__ADS_1
LuminaLux