Legenda Bulan Kristal

Legenda Bulan Kristal
Bab 75 "Opini Dan Interogasi"


__ADS_3

Jissiana menunggu didepan kelas Lasius. Sudah sehari sejak kejadian penyerangan Raja Iblis. Dan karena pembangunan bangunan Dragonia Academy menggunakan sihir, bangunan yang rusak dapat diperbaiki dengan cepat, dan academy kembali beroperasional setelah memberikan arahan kepada penduduk bahwa kemarin hanyalah penyerangan penyihir hitam biasa.


Keamanan Dragonia Academy-pun diperketat. Setiap mereka yang hendak masuk ataupun keluar, akan diperiksa dengan shift bergilir. Baik itu dari pihak pengawas sekolah ataupun pengawas siswa dari tingkat tiga. Selama orang itu tampak mencurigakan, mereka akan menangkapnya terlebih dahulu untuk diperiksa. Barulah jika orang itu bukan berniat jahat, mereka akan melepaskannya. Begitupun sebaliknya.


...***...


Sore itu Jissiana menunggu disebelah kelas Lasius dengan wajah pucat. Tangannya gemetar dengan jemari yang saling bertautan. Manik hijaunya sesekali menengok untuk melihat apakah Lasius sudah keluar dari kelasnya.


Tap .. Tap ..


"Tadi cukup menyenangkan."


"Menyenangkan apa, tadi pelajaran yang membosankan."


"Aku sudah melakukannya kau tahu? Aku yakin kau pasti belum."


Orang-orang dari kelas 1-1 itu berduyun-duyun keluar. Jissiana sedikit bersembunyi, sampai Jissiana memastikan bahwa Lasius tidak ada diantara kerumunan itu, Jissiana segera mendekat kepintu. Melihat Lasius tengah duduk disatu bangku sembari membaca buku diatas meja.


"Kak Lasius!" Panggilan Jissiana membuat Lasius menoleh.


"Ada apa?" Tanya Lasius.


Jissiana menatap sekelilingnya cepat. Bibirnya bergetar saat menyampaikan kata-katanya, yang membuat manik Lasius melebar. Pemuda itu segera bangun dari kursinya, kemudian berlari keluar tanpa mengindahkan panggilan Jissiana yang sama cemasnya.


"Iloania! Anggota APA membawa Iloania dengan alasan penyelidikan. Aku mendengar bicara bahwa walaupun mereka tidak mencurigai Iloania adalah komplotan Raja Iblis, namun mereka akan memeriksa untuk membuktikan opini mereka. Sekarang, Iloania sudah dibawa pergi menuju markas utama APA!"


Lasius mengeratkan rahangnya, "Mereka bahkan tidak tahu bagaimana Vleia mengorbankan dirinya untuk melindungi Iloania dan semua orang. Bahkan diriku !"


...***...


"Hey, apakah aku dianggap sebagai penjahat disini?" Iloania bertanya.


Saat ini dia tengah berada disebuah ruangan kosong tanpa jendela dengan hanya satu pintu diseberang meja dan bangku yang didudukinya. Iloania mencoba menggunakan sihirnya sedikit, namun ia tak bisa menggunakan sihirnya sedikitpun.


"Apakah aku menjadi penjahat disini ?" Batin Iloania.


Iloania menopang wajahnya dengan satu tangan dan sedikit menunduk. Diamnya menandakan bahwa dia sedang berpikir. Tak ada senyuman diwajahnya, dan kelembutan diwajahnya menghilang, dipenuhi keseriusan.


"Vle, aku mungkin mengenal guru Gamma karena saat aku berusia 2 tahun, seingatku aku pernah diajak guru bertemu dengannya. Tetapi, apa dua yang lainnya ?" Batin Iloania.


Ia masih berpikir. "Si Buta Peniup Seruling. Vleia tidak mengatakan dimana aku bisa menemukannya. Apakah dia .. ada dikerajaan ini? Itu mungkin saja."

__ADS_1


"Lalu, apakah guru Gamma masih akan mengenaliku? Itu sudah belasan tahun." Iloania segera menepis pemikirannya.


"Guru Gamma tentu saja masih akan mengenaliku. Bagaimanapun, kurasa mungkin aku yang tidak mengenali guru Gamma." Pikirnya.


Iloania sedikit mengernyitkan alisnya, "Zhoie. Jika aku harus kembali kesana, apakah untuk menemui mereka ?"


Cklek!


Iloania tertarik kedunia nyata ketika mendengar suara knop pintu yang berputar dan terbuka. Manik emasnya menangkap sesosok pria setengah baya. Kumis putih itu sedikit menutup bibirnya, melangkah dengan penuh ketegasan. Dibelakangnya, seorang gadis bersurai hitam terlihat mengikutinya dibelakangnya. Dilihat dari penampilannya, gadis itu mungkin masih berusia delapan atau sembilan tahun. Lengkap dengan sebuah boneka beruang ditangannya.


Pria itu menarik satu bangku diseberang Iloania dan duduk, membiarkan gadis kecil tadi duduk disebelahnya.


"Nama saya Vacco Brai. Saya adalah anggota inti APA yang mendapatkan kewenangan untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus Raja Iblis. Tentunya kau juga tahu, bahwa keberadaan Raja Iblis sangat dan sangat berbahaya bagi kesemibangan dunia. Jadi saya harap, kau dapat bekerjasama dengan saya." Kata Vacco memperkenalkan dirinya.


Iloania duduk didepannya, tersenyum dan menganggukkan kepalanya singkat. Tak ada jejak kegugupan diwajahnya, dan sikapnya alami.


"Kau tidak usah gugup atau cemas. Saya hanya akan menanyakan beberapa pertanyaan untmu, dan saya harap, kau dapat menjawabnya sesuai dengan apa yang kami harapkan." Kata Vacco lagi.


"Ah, ya?" Gumam Iloania samar.


"Raja Iblis dibangitkan dan mengapa dia mengincar dirimu? Karena seperti laporan yang saya terima, target Raja Iblis sepertinya adalah kau." Tanya Vacco.


Iloania menjawabnya dengan senyuman, "Aku tidak tahu." Sangat menjijikkan, karena aku juga tidak tahu alasan makhluk sepertinya mengincarku. Apakah aku pernah membunuhnya dikehidupanku sebelumnya?


Lagi-lagi, Iloania menjawab dengan senyuman, "Aku tidak tahu." Ah benar, mungkin karena dia mengincar kekuatanku. Tapi, darimana ya .. kekuatanku?


Wajah Vacco tidak berubah, dan anak kecil disampingnya masih memainkan bonekanya dengan tenang. "Bisakah kau menjawab darimana kau berasal dan bagaimana kau bisa berakhir dikerajaan ini?"


"Aku dari Zhoie. Dan aku, sudah tak memiliki alasan untuk ada disana." Karena guru, sudah tak ada lagi disana. Apakah, aku masih bisa menyebutnya sebagai rumah?


"Mengapa begitu?" Tanya Vacco.


"Karena guru tidak lagi disana." Jawab Iloania singkat.


"Siapa gurumu?" Tanya Vacco lagi.


Iloania sedikit menurunkan matanya, "Guruku .. aku tidak tahu siapa dia. Aku hanya tahu bahwa dia merawatku sampai aku berusia 5 tahun." Siapa ya, guru? Mengapa aku tidak pernah menanyakan hal ini padanya ya dulu? Sepertinya .. karena aku yakin, akan mengenal guru seiring berjalannya waktu. Tetapi, karena dia .. karena dia aku bahkan kehilangan guru. Raja Iblis itu!


Pertanyaan Vacco membuat Iloania sedikit tersentak. "Apakah kau tahu sesuatu yang lain? Bisakah kau mengatakannya?"


Iloania diam selama dua detik, sebelum menjawab, "Aku akan menceritakan, semuanya yang kutahu. Bagaimana aku awalnya bertemu pertama kali dengan Raja Iblis. Tetapi mungkin, ini akan menjadi cerita yang cukup panjang."

__ADS_1


Anak disebelah Vacco mengangkat wajahnya. Ketika Iloania membuka bibirnya untuk mulai bercerita, sepasang manik hitam biru gadis itu menjadi hitam sekelam malam, bahkan hingga kearea putih matanya.


...***...


"Hallias, percepat."


Lasius menunggang dipunggung Hallias yang melesat cepat dilangit malam. Perjalanannya menuju Kerajaan Vartea. Kerajaan Vartea berada ditengah benua Atlas, yang menjadikannya teritori terbaik untuk markas APA. Selain itu, Vartea adalah kerajaan netral. Yang artinya, tidak memihak kerajaan manapun. Sehingga sangat pas menjadi markas APA.


"Aku harus segera sampai disana! " Batin Lasius.


Hallias berhenti tiba-tiba, membuat Lasius mengernyitkan alisnya. Hendak bertanya, sebelum pertanyaannya tertelan ketika melihat Gheorn dipuncak menara.


"Kau akan pergi?"


Lasius bertanya, "Bagaimana anda bisa tahu?"


Gheorn sedikit tertawa, "Dragonia Academy adalah mataku. Aku bisa melihat semuanya, kecuali beberapa tempat tentunya."


"Jadi, kau akan pergi?" Tanya Gheorn mengulangi.


Lasius mengangguk tegas tanpa keraguan, "Aku akan membawa Iloania keluar dari sana. Aku tidak tahu alasan mereka membawa Iloania, namun jika alasan itu adalah karena kecurigaan mereka terhadap Iloania, aku tidak bisa membiarkan mereka."


"Jika kamu membawanya keluar, bagaimana jika mereka menganggapmu sebagai seorang pengkhianat?" Tanya Gheorn.


"Aku akan melawan siapapun itu." Kata Lasius penuh keyakinan.


Gheorn memandang Lasius, menyunggingkan senyuman sebelum berbalik menuruni tangga menara itu.


"Semoga berhasil." Ujarnya sebelum menghilang dibalik dinding.


Lasius menatapnya sesaat, sebelum dengan tegas menatap kedepan. "Kita lanjutkan perjalanan kita, Hallias."


"Baik tuan." Jawab Hallias sebelum kembali melesat cepat menuju Vartea.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Last Update:


18/04/2022


__ADS_1


LuminaLux


__ADS_2