
...JUDUL:...
...LEGENDA BULAN KRISTAL 2...
...KEBANGKITAN SANG RAJA IBLIS CALLUM...
...Penulis:...
...LuminaLux...
...Genre:...
...Romance, Adventure, Fantasy, Magic, Demon, Action, Teen...
...Status:...
...Paused...
...Part 1: [70-115]...
...Summary:...
...Pada Turnamen Festival Lentera, penyihir hitam mengacaukan turnamen dengan menyerang mereka semua yang ada disana. Dengan menggunakan kekuatannya hingga batas terakhir, Iloania berhasil melindungi seluruh orang dengan bantuan Lasius. Sayang sekali, bahwa satu penyihir hitam masih sadar, dan membuat segel Iloania hancur. Pada saat itu, langit terbelah, dan ledakan energi berhasil mengguncang Dragonia Academy....
...Tetapi tak hanya sampai disana. Bangkitnya kekuatan Iloania juga membangunkan Sang Penguasa Dunia Bawah. Sang Raja Iblis yang ada dalam legenda. Merebut separuh kekuatan Iloania, dan berhasil menumbangkan Vleia. Ancamannya adalah ketakutan seluruh dunia, dunia harus takut kepadanya dan bergetar dibawah kakinya....
...Ini adalah perjalanan panjang Iloania, demi menyelamatkan sang sahabat. Menemukan keadilan, menemukan jati dirinya, dan menyelamatkan dunia dalam kekacauan bayangan merah. Ini adalah, LEGENDA BULAN KRISTAL....
...Note:...
...Halo. Bagaimana, apakah ada yang merindukan Legenda Bulan Kristal? Sudah 74 hari Legenda Bulan Kristal Volume 1 hiatus. Dan sekarang, aku kembali dengan Legenda Bulan Kristal Volume 2, Yeay! Untuk itu, jangan lupa untuk tetap menaruh LBK di Favorite, untuk notif update-nyaπΈ...
...Cerita tidak berhubungan dengan dunia nyata, ada kesamaan nama, tempat itu murni ketidaksengajaan. Adanya kesalahan yang menyinggung itu murni ketidaksengajaan, jadi mohon maaf. Ini adalah Volume 2 dari Legenda Bulan Kristal. Selamat membaca, dan jangan melupakan like dan vote tiap selesai membaca~...
\=β’\=β’\=β’\=β’\=β’\=β’\=
LEGENDA BULAN KRISTAL 2
KEBANGKITAN SANG RAJA IBLIS CALLUM
__ADS_1
\=β’\=β’\=β’\=β’\=β’\=β’\=
Ada sebuah langkah kaki yang terdengar disepanjang jalan setapak dikaki gunung. Suaranya terdengar tenang dan seirama, namun jika didengarkan lebih teliti, itu hanya suara samar yang bergantian. Tempat itu cukup terang meskipun hari itu telah gelap, dengan lentera yang menyorot kesegala arah dengan api merah yang temaram, namun membawa rasa hangat.
"Guru, beberapa waktu yang lalu aku mendengar pembicaraan orang-orang tentang suku Pendongeng Suci yang katanya bisa melihat masa lalu dunia. Apakah mereka benar-benar ada, guru?" Iloania bertanya.
Gadis bersurai pirang bermanik emas itu duduk diatas piringan hitamnya dengan tatapan bertanya yang diarahkan pada sang guru, Delt Loxele. Pria bersurai merah itu menggulirkan matanya dan memasang pose berpikir, guna mengingat-ingat sesuatu.
"Ah, suku pendongeng suci. Suku Mue ya?" Kata Delt.
"Guru tahu?" Tanya Iloania.
Delt menganggukkan kepalanya, "Tentu saja guru tahu. Guru pernah sekali bertemu dengan mereka saat perjalanan beberapa bulan guru itu. Mereka menolong guru yang terluka dan merawat guru selama beberapa hari."
"Jadi, mereka orang baik?" Tanya Iloania.
"Tentu. Mereka adalah suku ramah yang baik. Sama seperti Lavia." Jawab Delt.
"Berbicara tentang Lavia, aku jadi merindukan Orena dan Olena. Guru, ayo berkunjung kesana setelah kembali." Kata Iloania membuat Delt menganggukkan kepalanya.
"Baiklah. Guru juga sudah merindukan rasa sup teratai Nenek Sheo."
Iloania terkikik, "Janji ya?"
...***...
"Nona, saya mendapat kabar bahwa Dragonia Academy telah diserang." Falleren berlutut dengan satu kaki dibelakang seseorang yang membelakanginya.
Helaian surai sewarna langit itu tersibak oleh angin yang mengalir lembut oleh malam yang temaram. Namun malam itu, jauh lebih dingin dari malam-malam yang biasanya.
"Benarkah?" Suara dingin itu terdengar penuh keacuhan.
"Lalu, bagaimana?" Gadis itu menolehkan kepalanya, memandang dingin Falleren.
Itu Miaka, kembali bertanya. "Apakah itu sesuatu yang penting?"
Menunukkan kepalanya dengan keringat mengalir dari dahinya, wanita bermata kosong itu menggelengkan kepalanya. "Maafkan saya nona Miaka."
"Katakan apa yang diinginkan pria itu?"
Falleren dengan hati-hati menjawab, "Pimpinan ingin anda mencari dan membawakan padanya sebuah artefak yang terdapat di Gunung Ezheon."
__ADS_1
"Artefak apa itu?" Tanya Miaka.
Falleren menjawab, "Sebuah harta yang tak dapat dibandingkan apapun dengan yang ada didunia. Cawan Dewa."
"Dengan siapa aku kesana?"
Falleren nampak ragu selama beberapa detik sebelum menjawab, "Pimpinan menganggap ini sebagai ujian untuk nona karena sempat meninggalkan kelompok. Karena itu nona harus pergi sendiri. Jika anda kembali dengan membawa Cawan Dewa, maka anda diizinkan kembali kekelompok dan akan dijadikan penerus utama."
Berbalik, Miaka menggulung senyuman miring, namun menjawab dengan nada datar. "Baiklah, aku akan pergi sendiri setelah urusanku disini sudah selesai."
"Cawan Dewa itu, akan kudapatkan."
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Last Update:
01/04/2022
[Chapter ini masih merupakan PROLOG untuk Volume 2 Legenda Bulan Kristal. Bab selanjutnya, adalah chapter pertama untuk Volume 2]
Akan hadir dalam 3 hari kedepan~β₯]
βββ TIPS UNTUK AUTHOR GRATIS TANPA TOP-UP βββ
Hai, dengan kebijakan baru Noveltoon, sekarang pembaca semua golongan dapat mendukung karya favoritnya. Bagi pembaca yang tidak bisa melakukan TOP-UP pun dapat mendukung sebuah karya hanya dengan beberapa ketukan jari. Gimana caranya?
MUDAH BANGET!
Pertama: Masuk ke laman cerita fav kalian
Kedua: Klik panel hadiah, beri
Terakhir: Tekan "Tonton" iklan dibawah, iklan bermacam dan tidak lama.
__ADS_1
Kemudian setiap satu hari pembaca akan mendapatkan 10 kalo jatah nonton. Ini benar-benar gratis dan tidak perlu TOP-UP uang. Jadi, mohon bantuannya dengan berikan tips untuk authorππ
Bye-bye~