Legenda Bulan Kristal

Legenda Bulan Kristal
Bab 16 "Sampai Di Dragonia Academy"


__ADS_3

Jissiana terpatung ditempatnya. Ia menatap 2 sosok dihadapannya. Iloania baru saja mengatakan akan berjalan-jalan dan membelikannya sate. Ya, memang ia kembali membawa sate. Tapi laki-laki rupawan yang berdiri dihadapannya dan menatapnya dengan sorot datar tanpa ekspresi itu?!


"Dia siapa, Ilo?" Tanya Jissiana yang tak yakin akan sesuatu.


"Jie, dia ini kakak polisi. Kami pernah bertemu didistrik 11. Namanya kak Lasius Valletryern." Kata Iloania.


Jissiana menatap Lasius. Begitupun dengan Lasius yang menatap Jissiana dengan tatapan datar. "Anda adalah polisi?"


Lasius terdiam dan bergumam menekan dengan samar. Jissiana berbalik dan tersenyum miris. Merasa miris akan sikap Iloania yang asal mendeklarasikan status seseorang. Bagaimana bisa seorang Pangeran Perang dikatakan sebagai seorang polisi. Tentu saja Jissiana tahu siapa itu Lasius Valetryern. Orang yang terkenal akan kekuatan dan kemampuannya beberapa tahun terakhir.


Jissiana berbalik dan tersenyum lebar namun canggung. "Haha, senang berkenalan dengan anda. Saya akan bantu menjelaskan kebenarannya pada dikecil imut ini nanti~"


Tangan Jissiana bergerak mencubit pipi Iloania. Hingga ruam merah tercipta disana. Air mata menggenang dipelupuk mata Iloania. Ah! Jissiana lupa jika Iloania paling tidak suka dicubit pipinya. Karena katanya itu sangat menyakitkan.


Jissiana panik!


"Ilo!! Maafkan aku! Aku lupa kalau kamu tidak tahan pipimu dicubit!" Kata Jissiana mengatupkan kedua tangannya didepan wajahnya.


Iloania mengusap kedua pipinya yang memerah dan menganggukkan kepala kecil, "Humm."


"Coba kulihat, ap-"


Gerakan tangan Jissiana berhenti ketika sepasang tangan kokoh menyelanya. Menempelkan tangannya dikedua pipi Iloania, Lasius mendongakkan wajah Iloania dan menatapnya. Cahaya lembut kebiruan muncul dari tangan Lasius dan ekspresi Iloania nampak sangat nyaman. Iloania mengembangkan senyuman lima jari yang menyilaukan siapapun yang melihatnya.


"Rasanya dingin~" ucapnya riang.


"Hum." Gumam Lasius.


Jissiana mematung ditempatnya. Bibirnya rapat melengkungkan senyuman. Namun maniknya menampakkan perasaan syok yang amat.


Jissiana menangis dalam batinnya, "Huaaa!! Ilo-ku yang manis dan polos sedang didekati laki-laki tampan! Astaga-astaga! Dan mereka terlihat sangat manis! "


Ia menggigit jemarinya dan memalingkan wajahnya dan kembali membatin. "Tapi wajar saja. Ilo kan sangat cantik, Lasius ini sangat serasi dengan Iloania."


"Sudah." Ujar Lasius.


Iloania tersenyum, "Terima kasih kak~"


...***...


Ketika keadaan mulai sepi, Iloania, Lasius dan Jissiana melangkah menuju meja pendaftaran.


"Permisi. Kami akan mendaftar di Dragonia Academy. Apa saja syarat yang harus kami isi?" Tanya Jissiana.


2 pria yang berjaga itu mendongak. Tertegun begitu melihat sosok Iloania didepan mereka. Wajah mereka memerah dan nampak terpana. Namun sedetik kemudian aura gelap menyelimuti mereka. Ketika mereka menggeser pandang, manik ungu milik Lasius berkilat tajam.


Gulp!


2 pria itu mengalihkan tatapan dengan cepat. Menyadari kesalahan mereka. "S-Silakan isi formulir disini." Kata pria berwajah oriental itu.

__ADS_1


Iloania tersenyum dan menerimanya, "Terima kasih kak."


"S-Sama-sama." Jawab pria itu.


Lasius dan Jissiana ikut menerima formulir itu. Mengambil pena bulu, Iloania mulai membaca tiap pertanyaan yang tercantumkan didalam sana.


"Nama lengkap, Jenis sihir, level, usia." Iloania berhenti membaca.


Ia menatap pertanyaan yang ada dibawahnya. "Asal dan nama orangtua ?".


Iloania terdiam beberapa saat. Melirik kearah Jissiana dan Lasius yang nampak tenang mengisi formulir yang ada didalam kertas itu. Tangannya bergerak mengisi pertanyaan yang bisa ia jawab.


Nama lengkap: Iloania Rexelite


Jenis sihir: Sihir api dan angin


Level: Bumi 10


Usia: 16 tahun


Asal: -


Nama orangtua: -


Tujuan mendaftar ke Dragonia Academy: Hanya ingin.


Awalnya Iloania nampak ragu untuk menjawab darimana asalnya. Iloania bahkan tidak yakin apakah seseorang dari benua yang berbeda dan cukup terpencil itu diperbolehkan mendaftar. Ketika ia melihat kearah Lasius dan Jissiana, mereka melukai jari mereka dan menetekan darah ditempat yang disediakan dibagian kertas. Mengikutinya, Iloania melukai ibu jarinya dengan bagian tajam cincinnya. Darah menitik diatas kertas. Menyebar dan membentuk sebuah gambar berbentuk bulan sabit.


Ia menoleh pada Jissiana. "Jie, maksud dari gambar bulan ini apa?"


Jissiana menoleh, "Kau dapat bulan? Aku dapat gambar pohon."


"Kakak, apa yang kau dapat?" Tanya Iloania pada Lasius.


"Naga." Jawabnya.


Iloania bertanya pada salah satu pria tadi. "Kakak, apa maksud dari gambar ini?"


"Itu adalah ruangan tes di Dragonia Academy. Pergilah keruang tes yang sesuai dengan gambar itu. Tes akan dibagi menjadi 3 tahapan. Tes tertulis, tes umum dan tes khusus. Masing-masing tes akan dipimpin oleh penyihir elite yang berbeda. Tes dimulai pukul 4 sore. Jadi selamat berjuang. Semoga berhasil." Kata pria dengan surai panjang itu.


Iloania tersenyum, "Terima kasih kakak. Kami pergi dulu~"


Sebelum benar-benar pergi, Lasius menatap tajam 2 pria yang berkeringat dingin ditempat. Sampai pria-pria itu menyaksikan ketiganya menghilang tertelan oleh portal berwarna keunguan itu.


"Hah! Kurasa laki-laki tadi adalah malaikat maut! Lihat tatapan matanya, sangat menakutkan~"


"Hn, kau benar sekali. Aku sampai gemetaran karena dipelototinya. Tapi,"


Keduanya berucap bersamaan. "Apa salah kita?"

__ADS_1


...***...


Selepas melewati portal, Iloania, Jissiana dan Lasius sampai disebuah tempat yang sangat luas. Bangunan yang berdiri megah didepan mereka adalah bangunan dari Dragonia Academy. Bangunan dengan pilar raksasa dan jajaran dinding berlapis kaca sihir yang memukau. Bangunan itu dikelilingi hutan dan perbukitan yang luas. Dikelilingi taman, dan sebuah air mancur raksasa dibangun didepan Dragonia Academy. Dipuncak bangunan, sebuah patung berbentuk naga raksasa yang melingkupi bangunan itu terlihat. Naga patung dari batu itu tentu sudah dilengkapi sihir yang membuatnya jadi lebih ringan sehingga aman.


Naga itu nampak begitu megah dan mulia. Juga nampak begitu kuat dengan sayap yang kokoh. Iloania menatapnya tanpa berkedip selama beberapa detik, sebelum ia tersadar dan kembali pada apa yang ada disekelilingnya.


Orang-orang yang mendaftar nampak berlalu lalang. Mencari ruangan dimana tes mereka akan dilakukan. Jissiana nampak melihat jam bundar dari dalam sakunya dan mendapati jam menunjukkan pukul 3 lebih 45 menit. 15 menit sebelum tes dimulai.


"Oh gawat! 15 menit lagi tes dimulai. Ilo, kak Lasius, mari segera cari ruangan. Ilo, setelah selesai aku akan menemui. Atau kau akan menemuiku. Sampai jumpa!" Kata Jissiana kemudian bergegas pergi mencari dimana ruangannya.


Iloania menatap sekeliling dan bergumam pelan. "Dimana ruangannya ya?"


Iloania sedikit terkejut saat tangan Lasius menggenggam tangannya. "Eh? Ada apa kak?"


"Hn." Gumam Lasius sembari menarik Iloania pergi tanpa kata.


Iloania keheranan dan kebingungan dengan sikap Lasius. Kemana Lasius akan membawanya? Apakah menuju ruang tes? Tapi ruang tes mereka berbeda bukan? Iloania bahkan tak bisa protes ketika Lasius telah menariknya begitu saja. Bahkan mereka menjadi pusat perhatian orang-orang disana.


"Lihat, gadis itu sangat cantik."


"Cantik sekali."


"Laki-laki itu sangat tampan dan punya tubuh yang bagus."


"Dia tinggi dan tampan."


"Astaga, kulitnya bisa seputih itu. Bagaimana caranya?"


"Cih, paling hanya anak lemah."


"Benar. Lihat saja penampilannya, terlihat lemah."


"Sampai." Singkat Lasius.


"Eh?" Beo Iloania saat mendengar kata Lasius.


Lasius menunjuk pintu bercat putih dengan gambar bulan sabit ditengahnya. Ia menoleh pada Lasius.


"Kakak mengantarku? Terima kasih banyak~ Tapi kakak akan terlambat keruangan kakak karenaku." Iloania berujar sedih.


Namun Lasius menyela, "Tidak. Kalau begitu aku pergi. Aku akan menemuimu nanti. Sampai jumpa."


Iloania melambaikan tangannya dan mengulum senyuman, "Sampai jumpa kak~"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Last Udate:


12/05/2021

__ADS_1


Jangan lupa beri dukungan tiap sudah membaca chapter~


Makasih banyak...


__ADS_2