
Matahari berangsur-angsur menampakkan dirinya. Cahaya lambat laun menerangi bangunan Dragonia Academy yang menjulang tinggi. Disebuah koridor asrama, Jissiana nampak mengetuk berulang pintu kamar milik Iloania. Ketukannya berulang dan sesekali berhenti untuk menempelkan telinganya untuk mendengarkan suara sekecil apapun didalam kamar asrama Iloania.
"Ilo.. Ilo kamu didalam?" Tanya Jissiana sembari mengetuk pintu.
"Ilo, apa dia masih tidur? Tapi tidak mungkin, Ilo selalu bangun pagi." Gumam. Jissiana.
Disisi lain, Iloania nampak melangkah menuju gerbang masuk Dragonia Academy. Ketika Iloania menunjukkan token yang dimilikinya kepada penjaga gerbang dan melangkah masuk ketika diizinkan. Iloania baru saja sampai dikota Shie setelah perjalanan lama, nyaris tidak tidur, namun Iloania hanya sedikit menampakkan wajah lelah yang tersirat dimatanya. Ketika penyihir lain melihatnya, mereka terpukau sekilas sebelum kehilangan jejak Iloania.
"Um?" Gumam Iloania ketika mendapati Jissiana hendak mendobrak pintu kamar asramanya.
"Jie?" Panggilnya.
Mendengar suara Iloania, Jissiana yang hendak menghantam pintu berhenti mendadak dan berbalik. Iloania berdiri dan menatapnya dengan bingung.
Iloania menunjuk pintu kamar asramanya. "Apa yang akan Jie lakukan?"
"Ilo, kamu darimana saja? Aku sudah memanggilmu ribuan kali dan tak ada balasan. Jadi kupikir terjadi sesuatu padamu dan aku akan mendobrak pintu. Tapi siapa tahu ternyata kamu sudah pergi entah kemana." Kata Jissiana.
Iloania menggulung senyuman hingga menampilkan gigi kecilnya, "Maaf ya. Aku tadi berkeliling sebentar. Tidak tahu kamu akan datang menjemput."
Jissiana mengangguk, "Ya sudah ayo sarapan dikantin. Bawa uangmu oke?" Kata Jissiana membuat Iloania menganggukkan kepalanya tanda paham.
"Jadi dimana kita bisa mendapatkan barang itu?" Tanya Lasius.
"Tuan Maidrel menyimpannya. Minggu depan aku akan mengambilnya ketika tuan Maidrel sudah ada ditempat." Kata Zalion pelan.
Keduanya duduk disalah satu meja dikantin dan berada disudut. Dihadapan mereka ada segelas teh dan beberapa macam hidangan untuk sarapan. Namun, nampak Lasius tak berniat menyentuh sedikitpun makanan yang dihidangkan. Tangannya hanya sesekali bergerak mengangkat cangkir teh dan dengan pikiran yang melayang.
"Kau lagi?! Apa yang kau lakukan disini?!" Teriakan itu membuat Zalion menoleh kesumber suara dan menyipit.
"Dan bahkan berpakaian seperti gadis lagi?!".
Zalion bergumam, "Bukankah itu Iloania?"
Mendengar nama Iloania disebutkan dalam gumaman Zalion, Lasius tertarik dari lamunannya dan mengikuti arah pandang Zalion. Dan hal yang terjadi padanya adalah mengernyitkan dahinya dengan ekspresi dingin.
...***...
Ketika melangkah memasuki kantin, Iloania tidak bisa tidak terpukau. Kantin itu sangat-sangat luas sebab digunakan oleh 3 angkatan Dragonia Academy. Yakni kelas 1 sampai kelas 3 tanpa membedakan pembagian tempat. Semua sama saja asalkan bisa sarapan, makan siang dan makan malam dikantin.
"Jie, kantinnya sangat bagus." Kata Iloania mendapat respon anggukan antusias dari Jissiana.
"Ayo pesan makanan dan cari tempat duduk." Ajak Jissiana sembari menggandeng Iloania menuju tempat pemesanan makanan yang ada didekat pintu masuk.
Mengambil makanan yang ingin dimakannya, Iloania terlebih dulu mundur dan memberi ruang untuk Jissiana. Ketika Jissiana mengambil makanannya, seseorang tidak sengaja menabrak bahu Iloania, dan membuat Iloania nyaris jatuh bersama dengan makanannya yang kini berakhir dilantai kantin dengan tragis. Bahkan kue kacangnya yang berserakan dan seakan menangis dan memanggil Iloania berulang kali dengan sedih. Berbalik, Jissiana yang mendengar keributan mendapati sosok Vurrey yang menatap tajam pada Iloania sebelum menunjuk Iloania.
__ADS_1
"Kau lagi?! Apa yang kau lakukan disini?!" Teriak Vurrey kesal
Manik hitamnya menyusuri Iloania yang masih terdiam menunduk dari atas sampai bawah. Dan lagi-lagi Vurrey menyurakan ketidaksukaannya dengan tudingan.
"Dan bahkan berpakaian seperti gadis lagi?!" Kata Vurrey.
Jissiana memberi jarak diantara Iloania dan Vurrey dengan dirinya sendiri. "Tolong tenang. Apa yang kaulakukan pada temanku?"
"Kau temannya?"
"Dengar, jika kau temannya apa kau tahu jika dia seorang laki-laki ? Sungguh, bagaimana dia bisa berpakaian seperti seorang gadis seperti itu?" Kata Vurrey.
Jissiana mengernyitkan dahinya, "Ilo itu perempuan. Apa kau buta?"
"Beraninya kau menyebutku buta! Biarkan aku menunjukkan siapa yang buta!" Katanya sembari mendorong Jissiana dan hendak menangkap Iloania.
Namun sebelum itu, sebuah tangan dingin menahan pergerakan tangan Vurrey. Vurrey yang merasa diganggu menoleh dan mendapati sosok Lasius berdiri dengan wajah dingin. Menatap Vurrey yang mengernyit marah.
"Jangan mengganggu. Pergilah!" Katanya angkuh.
Orang-orang yang awalnya acuh kini memandang dengan penasaran. Ketika bahkan sosok Pangeran Perang ikut dalam masalah itu. Orang-orang mulai berbisik, sementara Iloania tidak bergerak sama sekali disamping Jissiana yang menatap Lasius dan Vurrey bergantian. Pikirannya dipenuhi dengan dorongan agar Lasius memukuli Vurrey hingga babak belur karena telah mengganggu Iloania.
"Bukankah dia Lasius?"
"Yang satunya Vurrey si biang onar itu bukan?"
"Lepaskan! Kau tidak tahu siapa aku?!" Kata Vurrey.
"Gah~ Dia bahkan berani mempertanyakan siapa dirinya dihadapan Pangeran perang. Sungguh gila."
"Berani sekali dia."
"Menjauh darinya." Dingin Lasius membuat bulu kuduk Vurrey sedikit meremang, namun tak membuatnya gentar.
"Kau pikir kau siapa?! Ah, apa kau kekasihnya? Sungguh memalukan. Bagaimana bisa kekasih kecilmu menipu semua orang dengan penampilan gadisnya? Apakah dia penyuka sesama jenis dan mengubah penampilannya untuk menarik laki-laki? Ku beritahu padamu, jangan mendekati seseorang sepertinya at—!" Kata Vurrey.
Cengkraman ditangannya menguat, "Iloania perempuan."
"Ugh!" Desis Vurrey.
"Aku mengetahuinya sendiri. Dia adalah laki-laki!" Kata Vurrey menunjuk Iloania sembari menarik tangannya.
"Kau sungguh buta. Aku sudah bersama Iloania lama sekali dan bahkan sering mandi bersamanya. Jelas-jelas dia perempuan, dimana diantara dia yang laki-laki dimatamu?" Kata Jissiana yang juga mulai kesal.
"Dia .. perempuan?" Gumam Vurrey terkejut.
__ADS_1
"Jelas saja Iloania perempuan. Orang buta pun tahu itu." Kata Jissiana.
Vurrey menatap Iloania. Mengeram dengan pelan, ia melangkah pergi tanpa kata. Meninggalkan kantin yang dipenuhi bisikan-bisikan dari orang-orang yang sudah sarapan disana. Jissiana menyentuh pundak Iloania.
"Ilo, kamu baik?" Tanya Jissiana.
Punggung dan pundak Iloania bergetar. Sedetik kemudian Lasius dan Jissiana tertegun ketika melihat bulir air mata mengalir dari sepasang mata cantik Iloania. Turun mengalir kepipi halusnya dan berakhir didagunya. Hidungnya memerah dengan bibir yang sedikit digigit menahan isakan yang nyaris dikeluarkan Iloania. Tidak hanya keduanya.
Orang-orang dikantin yang menangkap pemandangan itu tertegun.
Jissiana panik. "I-Ilo! A-Apa orang itu menyakitimu? Astaga, beritahu aku, biar aku mematahkan lehernya untukmu, ya~"
"Hiks.. Hiks.." Isak Iloania.
Lasius menatap kearah dimana Vurrey melangkah pergi dan bergumam dengan aura membunuh. "Aku akan membunuhnya."
"Hiks.. Kue kacangku~"
Gumaman Iloania membuat Jissiana dan Lasius membeku. Detik berikutnya mereka menatap kearah kue kacang dan beberapa makanan yang berceceran dilantai kantin dan nyaris hancur. Jissiana berbalik dan menangis dengan senyuman.
"Sial! Ilo sangat lucu dan imut, bagaimana orang kejam dan keji itu membencinya? Ilo-ku yang malang." Batin Jissiana.
Lasius menghela napas dan mengulurkan tangannya menghapus air mata Iloania. "Jangan menangis. Beli kue kacang yang baru."
"Hm." Gumam Iloania.
Zalion yang tengah makan menggigit ayam goreng dengan tatapan datar. Giginya mengunyah dan mengunyah.
"Ckck, bagaimana bisa pria itu menjadi lembut hanya pada seseorang? Hmm~ Sungguh rasa asam yang menyengat." Gumamnya.
Jissiana menggigit tahu goreng disampingnya, "Benar sekali. Rasa asam ini sungguh menyengat."
Keduanya sama-sama menganggukkan kepalanya dan menonton Lasius dan Iloania yang bergerak menuju tempat pemesanan makanan.
Ditempat lain, Vurrey memandang linglung jalanan didepannya. Pikirannya melayang pada Iloania.
"Sebenarnya dia laki-laki atau perempuan?" Gumamnya bingung.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Last Update:
13/06/2021
Jangan lupa dukungannya
__ADS_1
Salam hangat,
LuminaLux