Legenda Bulan Kristal

Legenda Bulan Kristal
Bab 53 "Bayangan Hitam, Bayangan Putih Dan Bayangan Merah"


__ADS_3

"Jadi, hal penting apa?" Tanya Iloania ketika melihat Eleanor berdiri bersandar pada sebatang pohon.


Eleanor memasang dinding pelindung yang menjaga agar suara tidak dapat ditransmisikan keluar. Tangannya bergerak meraih cincin dimensinya dan memunculkan sebuah perkamen tua. Memberikannya kepada Iloania, Iloania menyipitkan sedikit maniknya. Bukankah ini, perkamen milik gurunya? Ada tanda tangan gurunya dibagian belakang perkamen itu.


"Keluarga kami membelinya dari pelelangan beberapa tahun yang lalu. Aku membacanya dan menemukan beberapa fakta tentang perang dewa dan iblis." Kata Eleanor.


Iloania mengangguk dalam hati. Jadi ini yang dikatakan gurunya dulu, bahwa salah satu perkamennya hilang. Ternyata telah ditemukan dan bahkan dimasukkan kepelelangan.


"Vleia, bagaimana menurutmu ?"


"Tidak ada pendapat. Jika dia mengetahui sesuatu, katakan saja. Toh sepertinya dia tidak jahat."


"Kenapa memakai kata sepertinya ?" Iloania sungguh merasa geli mendengarnya.


Suara Vleia malas, "Yah, aku tidak mempercayai orang-orang seratus persen. Kecuali kamu tentunya."


"Owh, sangat manis~".


Eleanor yang melihat Iloania membukanya berkata. "Tetapi aku menemukan sebagian memiliki huruf kuno dalam penulisannya. Jadi, aku dan keluargaku hanya mengetahui beberapa hal kecil."


Eleanor menatap Iloania dan berkata dengan serius. "Fakta mengenai, Bayangan Merah."


Ucapan itu bersamaan dengan hembusan angin yang menyapa. Suasana menjadi hening untuk beberapa waktu, dan untuk beberapa alasan, Eleanor tidak membuka kembali suaranya. Menanti gadis didepannya yang sepertinya mengetahui lebih banyak informasi darinya untuk berbicara.


Iloania mendongak dan tersenyum. "Yah, itu beruntung untuk tahu."


Ia kemudian meregangkan tubuhnya dan membanting pantatanya keatas rumput dengan ringan. Ia menyilangkan kakinya dan sedikit bernostalgia. "Bayangan putih, bayangan hitam. Sangat lucu melihat semua orang begitu naif dan bodoh. Dan sangat miris, ketika menyadari bahwa meskipun aku tahu sesuatu, tidak banyak yang bisa dilakukan."


"Selain mereka tidak percaya, bisa saja mereka justru akan menyerang karena tersudut." Ucapnya.


Mata Eleanor sedikit turun menatap tanah dan bergumam. "Tentu saja, siapa yang akan percaya jika bayangan putih yang dianggap sebagai teman dan banyak membantu bahkan merupakan abdi dewa, adalah penyamaran mereka bayangan merah, yang adalah abdi iblis."


"Lalu dimana bayangan putih?" Tanya Eleanor.

__ADS_1


"Sebenarnya bayangan putih itu, lebih lemah dari bayangan hitam. Setelah dimensi dunia langit, dunia fana dan dunia bawah dikunci, mereka kehilangan energi mereka dan dibawah tekanan bayangan merah dikalahkan sedikit demi sedikit sampai benar-benar tak tersisa. Menyisakan seperempat bayangan yang selama ini bersembunyi ditempat-tempat tanpa keberadaan manusia. Dengan munculnya manusia yang mampu menggunakan sihir ratusan tahun lalu, bayangan merah merasakan ancaman dan menggunakan wujud bayangan putih untuk menyamar. Dan betapa cerdiknya mereka, mereka bahkan menyamar menjadi bayangan hitam untuk mendapatkan kepercayaan manusia pada bayangan putih lebih kuat. Bukankah rasanya manusia seperti mainan mereka?"


Iloania terkekeh, "Berada diantara manusia dan secara perlahan menyerap energi kehidupan mereka. Manusia yang tidak tahu apa-apa, yah~ Membiarkan mereka cepat kehilangan kehidupan mereka. Sebenarnya, kakak pikir berapa lama kita bisa hidup?" Tanyanya.


Eleanor yang masih sedikit terkejut menjawab ragu. "Lebih dari seratus tahun?"


Iloania mengangguk. "Itu duaratus tahun, tetapi mereka bayangan merah menyerap hampir separuh lebih energi kehidupan manusia dan mereka paling lama hanya dapat hidup selama seratus tahun."


Eleanor terkejut. Benarkah sebenarnya manusia bisa hidup selama itu?! Itu sama seperti dua kehidupan, tetapi benar-benar disia-siakan untuk memberi makan bayangan merah yang adalah bawahan iblis?!


"Aku sedikit kasihan dengan bayangan hitam. Bahkan setelah perjuangan mereka diperang dewa dan iblis, mereka yang sebenarnya melindungi manusia justru diburu manusia dan disalahkan. Menurut kak Lean bagaimana?" Tanya Iloania.


Eleanor tidak bisa berkomentar. Bagaimana menurutnya? Jika pertanyaan seperti itu diajukan, bisakah dia berkomentar jika itu adalah sebuah keegoisan?


Yah, mereka semua egois. Para dewa begitu egois dengan meninggalkan mereka bayangan didunia fana. Mereka begitu egois dengan menganggap mereka yang paling benar dan suci dalam segala hal. Semuanya egois. Iblis sama egoisnya. Mereka egois juga dengan menyebarkan kegelapan dan kejahatan. Mereka terlalu egois dengan terus memberontak dan memberontak. Semua orang egois. Manusia juga sama egoisnya. Mereka hanya makhluk yang dapat segera bergabung bersama tanah. Mereka bisa dengan mudahnya terluka. Tetapi mereka egois dan serakah akan kemudahan dan kemudahan. Menggunakan segala hal yang praktis untuk hidup. Dan mereka egois dengan pernyataan bahwa yang lebih banyak berarti adalah kebenaran. Mereka juga egois dengan hanya mengandalkan sebuah penampilan luar tanpa benar-benar mengenal apa yang didalam.


Mengapa semuanya begitu egois, bahkan itu termasuk dirinya, yang ingin semua mendengar dan tahu kenaifan mereka sendiri?


Iloania mengangguk. "Bayangan putih adalah mereka pengguna energi sihir cahaya. Tentu, semakin terang dan semakin kuat energi yang mereka dapat dari matahari, semakin kuat mereka. Kelemahan mereka adalah kegelapan. Justru, semakin gelap mereka berada dan semakin sedikit energi yang mereka dapat dari matahari, mereka akan melemah."


"Bayangan hitam. Mereka  kuat dimalam hari. Mengandalkan esensi cahaya bulan sebagai energi mereka. Dan mereka dikenal takut cahaya, dan kenyataannya memang begitu. Bayangan hitam akan bersembunyi ketika siang, dan bayangan putih aan secara alami mencari cahaya ketika malam. Mereka adalah wujud yang juga memiliki keterbatasan dan bahkan perasaan untuk sakit. Luar biasa kan?" Lanjutnya.


Iloania sedikit menyipit. "Lantas bayangan merah. Mereka adalah wujud yang paling menyebalkan. Menggunakan esensi darah dan kehidupan, semakin banyak mereka membunuh, maka semakin kuat mereka. Mereka tidak takut akan cahaya dan mereka tidak takut akan kegelapan. Secara teoris, mereka adalah wujud sempurna dari mesin perang."


Eleanor menyela. "Lalu apa kelemahan mereka?"


Iloania menggelengkan kepalanya. "Aku tidak begitu yakin. Tetapi sepertinya," menjedanya, Iloania mendongak dan melanjutkan setelah tersenyum. "Mereka mungkin takut dengan kristal dan beberapa hal lain. Tapi aku tidak begitu yakin."


"Kristal?" Gumam Eleanor.


Iloania mengangguk, bangkit berdiri dan menepuk pelan pakaiannya. "Tetapi itu tidak pasti. Sepertinya mereka juga memiliki kelemahan lain, tetapi aku belum tahu sampai disana."


"Baiklah, kak Lean. Aku akan pergi, sampai jumpa nanti~"

__ADS_1


"Tunggu!" Iloania secara alami berhenti melangkah, namun tidak berbalik.


Eleanor menatap Iloania. "Darimana kau tahu semua ini?"


"Yah, dari suatu sumber yang bisa dianggap rahasia." Ucap Iloania sembari melangkah pergi.


Eleanor memandang perkamen ditangannya dan sedikit merematnya. Sebenarnya, siapa Iloania ini?


...***...


Tempat itu gelap, dengan setitik cahaya remang. Beberapa orang yang tidak dapat dikenali duduk melingkar dan saling berdiskusi tentang sesuatu yang tampaknya memang penting.


"Jadi, apakah itu memang ada."


"Peramal mengatakan dengan jelas bahwa kunci kekuatan untuk menguasai dunia itu ada di Dragonia Academy. Disana."


Pria yang duduk disudut bertanya. "Lantas, kapan kita akan menyerang?"


Sang pemimpin nampak menimang pikir. "Sebulan, pada hari perayaan Festival Lentera, akan ada pertandingan antar siswa. Kita akan berbaur dan menunggu kesempatan untuk menyelinap dan mengambil kunci kekuatan itu."


Yang lain menyeringai. "Dimengerti~"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Last Update:


23/09/2021


Jangan lupa dukungannya~


Salam hangat,


LuminaLux

__ADS_1


__ADS_2