Legenda Bulan Kristal

Legenda Bulan Kristal
Bab 74 "Pesan Dalam Fatamorgana"


__ADS_3

Iloania perlahan menggerakkan kelopak matanya. Sepasang manik emas itu terbuka ketika Iloania dengan perlahan berkedip. Pandangan kosong diarahkannya keatas, sebelum dia berjengit dan terkejut ketika melihat ia sedang dikelilingi banyak orang diruangan itu. Ada Jissiana, Lasius, Lane, Kane, Millied, Alkea, Greymons, dan bahkan Eleanor turut berada disana.


"Huaa, Ilo!!" Pekik Jissiana sembari memeluk Iloania yang baru tersadar dari pingsannya.


"Jie?" Gumam Iloania samar.


Iloania mendongak, memandang Lasius yang berada disampingnya. "Kak Sius .. kenapa aku bisa disini?"


Lasius meraih Iloania kedekapannya setelah Jissiana melepaskannya. "Maafkan aku Ilo. Maafkan aku karena tidak cukup kuat untuk ikut bertarung."


Mendengar itu, Iloania bergumam samar dengan suara lirih, "Pantas saja aku tidak bisa merasakan keberadaan Vleia."


Gheorn mendekati Iloania. "Iloania Rexelite. Atas kekacauan yang terjadi, kami Dragonia Academy harus melakukan penyelidikan yang lebih mendalam tentang yang terjadi. Benarkah orang itu adalah, Raja Iblis?"


Iloania menganggukkan kepalanya, "Ya. Dia .. Raja Iblis."


Mendengar itu, semua yang ada diruangan tak bisa tidak menahan napas mereka. Raja Iblis, adalah sesuatu yang menyebabkan pecahnya perang ribuan tahun lalu. Penyebab ditutupnya pintu langit dan pintu dunia bawah secara bersamaan. Penyebab, kebencian didunia ditinggalkan. Tetapi, itu bangkit kembali.


"Mengapa, Raja Iblis itu seakan mengincarmu?" Tanya Gheorn lagi.


Iloania menyentuh perutnya dan meremas pakaian yang melapisinya. "Karena kekuatanku."


"Seharusnya segel itu tidak pecah. Tetapi karena berbenturan dengan sihir hitam, segelnya lama kelamaan terkikis dan melemah sampai hancur. Maka dari itu, segel yang menyegel Raja Iblis turut hancur." Kata Iloania pelan.


"Tidak, tolong tunggu. Tolong jelaskan, apa hubungan segelmu dengan segel milik Raja Iblis itu. Bagaimana kalian bisa saling terhubung? Siapa kau sebenarnya?!" Tanya Millied merasa tak sabar.


Lasius menarik Iloania sedikit kebelakang dan menatap tajam Millied yang sedikit tersentak, "Tolong jangan berteriak."


"Hah, tolong semuanya tenang. Saya yakin, Iloania akan menjelaskan semuanya." Kata Gheorn membuat Iloania mengangkat wajahnya dengan senyuman tipis.


"Seandainya aku bisa menjawab itu. Tapi aku tidak bisa. Karena aku bahkan tidak tahu siapa diriku, selain Iloania Rexelite."


"Aku juga pernah bertemu dengannya saat berusia 5 tahun. Aku kehilangan guruku, yang berusaha dengan taruhan nyawanya menyegel Raja Iblis dengan segel yang sama dengan segelku. Untuk menjaga, agar aku tidak pernah melepas kekuatan itu untuk keselamatanku. Tetapi, sihir hitam melemahkannya." Ia menjawab.


"Maafkan aku." Sebelum semuanya hening tanpa suara.


...***...


Iloania melangkah dengan bantuan Lasius yang memapahnya. Disampingnya, Jissiana, Lane, Kane dan Eleanor turut mengikuti langkah Iloania menuju arena Dragonia Academy yang mengalami kerusakan parah. Bahkan melebar hingga kebangunan-bangunan disekitarnya.


Iloania melepaskan pelan tangan Lasius yang membantunya. Dan perlahan melangkah menuju tengah-tengah lubang besar diarena dengan perlahan. Lasius hendak mengejarnya, namun Jissiana menahan tangannya dan menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Tidak papa, Iloania bisa." Kata Jissiana meyakinkan.


Lasius mengalihkan tatapannya pada Iloania yang melangkah sembari memegangi perutnya yang terasa seperti ditusuk ribuan jarum disetiap langkahnya. Namun Iloania menahannya, hanya untuk mendekati sebuah potongan kain putih yang ada dihadapannya dan terduduk.


"Vle .." Lirihnya sembari meraih helaian kain putih yang hangus disekelilingnya.


Ketika Iloania meneteskan air matanya dan jatuh kekain itu, kain itu mengeluarkan cahaya keemasan yang memendar lembut. Kemudian terkumpul dan memunculkan sosok Vleia yang berdiri didepannya. Tubuh Vleia itu adalah cahaya yang mirip dengannya, nampak seperti fatamorgana ilusi.


"Itu!" Kaget Jissiana dan Kane.


Keduanya saling pandang, namun tidak meneruskan suara mereka.


"Vle?" Panggil Iloania.


Vleia didepannya berjongkok, sejajar dengan Iloania. "Jangan menangis. Aku menyisakan setitik energiku bukan untuk melihatmu menangis tahu. Berhenti menangis."


Iloania mengusap air matanya. Tak berbicara, dan membiarkan Vleia memiliki waktu untuk berbicara. Vleia membuka bibirnya.


"Tunjukkan kekuatanmu yang tersisa." Kata Vleia membuat Iloania menatap kearah Vleia.


Sepasang manik emas itu memendar menjadi warna Begie yang sedetik kemudian menjadi warna Perak dan kembali seperti semula.


"Kristal, Waktu dan Angin. " Kata Vleia.


Iloania menurunkan matanya, mendengarkan kembali perkataan Vleia. "Aku akan memberitahumu beberapa hal penting. Pertama, carilah seorang pendongeng yang mendapat nama julukan, Si Buta Peniup Seruling. Kedua, carilah guru dari pria itu, namanya Gamma. Saat ini, seharusnya dia mengasingkan dirinya dikerajaan Nosten. Belajarlah elemen kristal darinya. Dan ketiga, kembalilah ke Zhoie untuk mempelajari waktu." Kata Vleia.


"Tubuh asliku, berada di Gunung Ezheon, tepatnya, Benua Ileum. Aku yakin itu akan sulit, tetapi aku yakin kamu bisa Iloania. Saat ini, karena segel lama, tubuh Raja Iblis menjadi lemah, sehingga tak bisa menampung kekuatanmu yang diserapnya. Itu alasannya dia mundur meski aku sudah kalah, karena jika dia memaksa, tubuhnya akan hancur." Kata Vleia.


"Dia pasti sedang bersembunyi disuatu tempat untuk memulihkan tubuhnya dan mengendalikan kekuatan yang dicurinya. Berhati-hatilah Ilo, dia bahkan mungkin akan mengumpulkan kembali pasukannya. Waktumu .. tidak lagi banyak. Langit Darah, adalah saat dimana para iblis memperoleh kekuatan tertinggi mereka."


Bersamaan dengan ucapannya, tubuh Vleia memendar.


"Tunggu, bagaimana caranya aku membangkitkanmu?!" Tanya Iloania tergesa, namun sayang, bahwa cahaya itu memendar dan pecah sebelum lenyap tanpa jejak.


Iloania mengepalkan tangannya dan memukul tanah. Ia membenturkan kepalanya ketanah dan melukai tangannya sembari menangis. Tetapi tidak mengeluarkan suara.


"Bagaimana?" Batinnya.


"Bagaimana aku bisa begitu lemah?!!" Batinnya meraung.


Lasius tidak bisa menahan dirinya lagi. Dia melangkah dan mendekati Iloania. Menggenggam lembut tangannya dan memberikannya genggaman untuk menyalurkan kehangatan.

__ADS_1


"Vle .. Vle .." Ucap Iloania tak terdengar.


"Aku tahu. Maafkan aku." Ucap Lasius sembari membawa Iloania kedekapannya.


Mengucapkan rentetan kata maaf ditengah tangis Iloania yang perlahan terdengar. Jissiana berjongkok, menyembunyikan air matanya dilipatan tangannya dan menangis. Tak kuasa melihat kesedihan Iloania. Kane berkaca-kaca, sementara Lane dan Eleanor yang terlihat acuhpun, merasakan kesedihan.


...***...


"Gadis itu pasti sangat sedih."


Diatas sana, Greymons menyuarakan pendapatnya. Alkea disampingnya segera menyahut, "Tetapi lawan seperti Raja Iblis itu. Tidak akan ada yang pernah menyangka bahwa Raja Iblis akan dibangkitkan."


"Pertarungan antara Raja Iblis dan binatang sihir Iloania tak bisa dikatakan biasa. Tingkatan kekuatan mereka sangat tinggi, bahkan jika kita ikut campur, justru akan mengganggu. Aku sangat terkejut, bahwa binatang sihir Iloania bahkan rela mempertaruhkan nyawanya. Terlebih, tak ada diantara kita yang menjadi korban." Kata Millied.


"Aku sempat melihat bahwa saat melawan binatang sihir Iloania yang sudah mencapai batasnya, Raja Iblis terbatuk darah. Dan mengakhiri pertarungan dengan segera dan pergi. Kurasa, tubuhnya pasti juga menderita luka yang serius." Ujar Alkea.


"Tetapi menurut yang terlihat meskipun mungkin dia terluka parah, menyebabkan kerusakan dan pertarungan dahsyat tadi, aku tidak bisa membayangkan seberapa besar kekuatannya." Kata Greymons yang sedang serius.


Gheorn berdiri didekat jendela. Memandang Iloania yang tengah menangis ditengah arena, sebelum mendongak menatap langit.


"Apa mungkin ini .. firasat yang kurasakan?" Bisiknya pada dirinya sendiri.


...***...


"Ugh!!"


Pria itu terjatuh diatas batu ditengah hutan belantara, menopang tubuhnya dan terbatuk darah dengan hebat. Keringat mengalir ditubuhnya yang pucat, dan bibirnya tak henti meloloskan cairan merah pekat.


Raja Iblis memegang dadanya dan terus terbatuk. Menarik napas dan bergumam dengan terbata. "Ugh! Kekuatan ini su-sungguh menekanku! Hah .. Hah .. Tapi, saat aku mengendalikannya, aku akan jadi yang terkuat! Ughh!!"


"Haha!!"


"Saat itulah, aku akan menghancurkan mereka semua!!"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Last Update:


15/04/2022


__ADS_1


LuminaLux


__ADS_2