Legenda Bulan Kristal

Legenda Bulan Kristal
Bab 4 "Taruhan Dari Iloania"


__ADS_3

Dipedalaman hutan diperbatasan Kerajaan Alete dan Kerajaan Nelx, berdiri sebuah bangunan tua yang dikelilingi pepohonan. Sebuah sungai kecil memgalir disamping bangunan itu. Menumbukan pepohonan disekitarnya menjadi lebih lebat dan lebih segar.


Iloania berdiri diatas piringannya. Melayang 30 meter diatas tanah. Bangunan itu nampak cukup memiliki pencahayaan dari obor yang dipasang dibeberapa titik. Manik emasnya berkilat terkena cahaya. Beberapa orang besar nampak berjaga ditempat itu, seperti menjaga agar anak-anak tidak melarikan diri. Ketika beberapa orang nampak keluar dan berkumpul seolah merundingkan sesuatu, Iloania mengangkat tangan kirinya. Piringan hitam ditangannya melayang beberapa centimeter diatas telapak tangannya. Tak lama, piringan itu berputar dengan cepat.


"Paranada Perangkap." Bergumam kecil, Iloania menjatuhkan jari telunjuknya yang diliputi cahaya membentuk sebuah bentuk meruncing.


Ketika benda meruncing itu bersentuhan dengan piringan hitam yang berputar cepat, paranada berwarna hitam muncul menjadi nyata dan meliuk. Paranada hitam itu brgerak mengitari beberapa pria besar yang kebingungan dengan apa yang terjadi. Namun mereka terjebak! Ketika mereka mencoba berteriak, bahkan suara angin pun bisa terdengar. Suara mereka benar-benar teredam!


Piringan hitam melayang turun dan menghilang. Kaki ramping Iloania membawanya melangkah menuju mereka. Manik mereka membelalak dan menatap nyalang. Bibir terbuka menyumpah serapahi Iloania yang mengulum senyuman.


"Jika kalian ingin bebas, renungi kesalahan kalian. Bahkan jika kalian berusaha sekeras apapun untuk keluar, kalian akan terjebak didalam sana selamanya jika kalian bahkan tak tahu apa itu hati nurani." Ucap Iloania dengan tenang.


Suaranya dapat masuk menembus selaput lingkaran cahaya yang muncul dari paranada yang melingkar. Namun suara pria-pria itu sama sekali tak bisa terdengar, sekeras apapun mereka berteriak. Mereka mencoba menggunakan elemen sihir mereka untuk menghancurkan dinding ransparan tipis itu, namun, serangan itu terserap dan menghilang.


"Nikmati sisa hidup kalian didalam sana." Gumam Iloania meninggalkan mereka yang meraung-raung dan memukuli dinding dengan brutal.


...***...


Melangkah masuk dengan diam-diam, Iloania mendapati banyak sekali orang-orang didalam bangunan luas itu. Mereka besar-besar dan berwajah menyeramkan. Menyibukkan diri dengan urusan masing-masing. Aroma alkohol dan asap rokok tercium menyengat. Indra Iloania yang sedikit lebih tajam menjadi sakit, sehingga ia segera menutup hidungnya dengan tangan kanannya. Ia berada dibalik dinding dan mengintip. Menemukan sebuah pintu yang sedikit terbuka menampakkan anak tangga menurun.


Pintu ruang bawah tanah.


"Sepertinya disana." Gumam Iloania sangat pelan.


Iloania memandang sekitarnya, "Sepertinya satu-satunya cara adalah melawan mereka. Jika tidak, aku tidak bisa membawa anak-anak keluar."


Iloania mengangkat tangan kirinya sejajar dengan perutnya. Piringan hitam kembali muncul dan berputar dengan cepat. Jari telunjuk tangan kanannya dilingkupi cahaya memanjang, Iloania menggesekkan ujung cahaya yang tajam kepiringn yang berputar sembari bergumam.


"Perlindungan Paranada," gumamnya dengan nada pelan.


Detik berikutnya untaian paranada muncul membentuk lingkaran. Dan melebar seketika menembus apapun yang dilaluinya. Paranada itu membentuk sebuah kubah dengan diameter 100 meter dan tinggi 50 meter berwarna transparan. Namun ketika benda luar menyentuhnya, itu akan sedikit mengeluarkan cahaya keemasan penanda ada dinding disana. Ketika ada benda asing menembus mereka, semua orang didalam sana terkejut dan langsung memasang sikap waspada. Terutama saat Iloania memunculkan dirinya.

__ADS_1


"Siapa kau?!"


...***...


Lasius bersama dengan Hallias kini hampir tiba ditempat yang sama. Menurut informasi yang mereka dapat dari penduduk kota, beberapa minggu yang lalu memang ada kereta baru dari Kelelawar Hitam yang mengarah kemarkas mereka. Ditengah hutan perbatasan kerajaan. Ketika Hallias sudah membawa Lasius mendekat, ia tiba-tiba berhenti dan terbang turun hingga mendarat ditanah. Membuat Lasius turun dan bertanya padanya bingung.


"Apa yang terjadi?" Tanya Lasius dengan wajah datar.


"Ada dinding pelindung disini tuan." Jawab Hallias.


Lasius menoleh dan bergerak maju. Untaian paranada tertangkap jelas olehnya ketika sudah ada dibawah. Ia mengulurkan tangannya ketika merasakan dinding yang terasa hangat namun dingin secara bersamaan. Cahaya keemasan memendar samar.


Tangan kanannya terangkat dan cahaya putih berbentuk bola tercipta disana. Namun begitu Lasius hendak bergerak, Hallias menahannya.


"Anda tidak akan bisa menghancurkannya tuan. Itu bukan dinding yang mudah dihancurkan. Dinding pelindung ini tidak berguna untuk melindungi mereka dari penyusup, namun melindungi sesuatu agar tidak keluar." Kata Hallias.


Lasius berhenti dan menoleh, "Bagaimana bisa?"


"Dinding ini dilingkupi energi hangat. Ini bukan dinding pelindung yang akan diapasang oleh orang jahat. Dan disana, saya melihat dinding yang sama menjebak beberapa orang. Ada orang lain disini selain anda yang berurusan dengan Kelelawar hitam." Jelas Hallias.


"Lalu bagaimana caranya aku masuk?" Tanya Lasius.


Hallias mengepak mendekat. Mengulukan sayapnya ke dinding, helaian bulunya bisa menembus dinding pelindung dengan mudah tanpa hambatan.


"Sesuai dugaan saya. Roh dan binatang sihir tingkat tinggi kecuali manusia bisa melewati dinding ini. Sepertinya pemasang pelindung ini mengkhawatirkan sesuatu jika ada manusia yang masuk." Kata Hallias.


"Bawa aku masuk." Dingin Lasius membuat Hallias mengangguk.


Tubuh Hallias berubah menjadi cahaya dan menyelimuti Lasius. Pemuda itu kemudian berjalan dengan tenang memasuki dinding pelindung dan mendapati suara berisik dari dalam bangunan. Dari luar nyaris tak terdngar apapun, namun ketika masuk, suara berisik dan teriakan jelas terdengar. Rasa penasarannya membuat dia dan Hallias yang telah merubah dirinya menjadi seukuran burung pipit mendekati menuju bangunan. Dari balik jendela, Lasius jelas melihat seseorang tengah berdiri diatas piringan hitam yang mengambang setinggi 5 meter diatas tanah dan menghindari tiap serangan yang datang kearahnya. Suara teriakan itu berasal dari orang-orang yang geram dan berteriak ingin menghabisinya. Lasius mengernyitkan dahinya saat melihat helaian rambut panjang dan kaki ramping itu.


"Dia perempuan?" Gumam Lasius.

__ADS_1


Manik emas Iloania menyorot mereka dengan tenang. Belahan bibirnya terbuka, "Hey. Bisakah kita hentikan dulu? Mari berbicara secara baik-baik."


Suara lembut Iloania membuat mereka termasuk Lasius tertegun ditempatnya. Ia tahu bahwa Iloania adalah perempuan. Namun suaranya benar-benar lembut dan penuh kehangatan. Bahkan membuat Hallias sama tertegunnya.


Pria besar itu menyela, "Bicara baik-baik omong kosong! Turun dan aku akan mencincangmu habis!"


"Aku hanya ingin membawa anak-anak yang kalian culik." Ucap Iloania masih bersembunyi dibalik jubahnya.


"Heh? Kau ingin membawa mereka? Kau harus membeli mereka." Pria itu berujar dengan sarkas.


Iloania terdiam sesaat. Ia turun lebih rendah dan kembali berbicara. "Mari buat taruhan."


"Taruhan? Taruhan apa?" Tanya mereka bergantian.


Iloania mengangkat tangan kirinya, "Kita beradu hewan sihir. Hewan sihir kita tak perlu bertarung. Cukup aku akan memasukkan hewan sihir kalian semua selama beberapa detik kedalam cincin sihirku dan akan kukeluarkan kembali. Aku berjanji tidak akan melukai mereka. Jika mereka keluar dengan ketakutan, bebaskan semua yang kalian culik dan biarkan mereka pergi denganku."


"Lalu apa yang akan kami dapat jika hewan kami keluar dengan keadaan baik-baik saja?" Tanya salah satu pria.


Iloania melepas jubahnya dan menampilkan penampakan sempurnanya yang bak Dewi. Senyuman indah terpasang diwajahnya. Semua orang menganga dan tertegun melihat keindahan yang ada didepan mereka. Lasius menatap Iloania dengan tatapan tertegun sebelum menolehkan kepalanya pada gerombolan pria yang menatap lapar pada Iloania.


Ia melebarkan matanya sesaat saat mendengar jawaban Iloania, "Kalian bisa mendapatkan aku."


"Tapi jika kalian melanggar, kalian semua akan mati."


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Last Update:


23/04/2021


Jangan lupa beri dukungan tiap sudah membaca chapter~

__ADS_1


Makasih banyak...


@LuminaLux


__ADS_2