
Sudah sekitar 2 jam setelah Fang An masuk ke dalam hutan kematian. Kakak Sepupunya berkata kepadanya bahwa adik Fang An terlihat masuk ke hutan kematian dan tentu saja Berita ini tidak benar. Dia hanya ingin menyingkirkan Fang An agar mereka dapat mendekati adik dari Fang An.
Fang An sangat menyayangi adiknya hingga jika Ada yang mengatakan bahwa adiknya dalam bahaya ia akan langsung mencari adiknya dan menolongnya meskipun nyawa adalah taruhan. "Fang Xia.. Fang Xia" Fang An berteriak memanggil adiknya. Namun setelah beberapa saat ada sesuatu yang datang mendekat ke arahnya.
__ADS_1
Tiba-tiba muncul dua ekor spirit beast singa. Singa-singa itu memiliki badan yang besar dan memiliki sayap dipunggungnya. Kedua singa itu memiliki bentuk yang sangat mirip namun Ada perbedaan yang dapat terlihat sangat jelas. Bulu dari singa yang satunya terbuat dari api yang sangat panas Dan bulu singa yang satunya lagi terbuat dari Es yang sangat dingin.
"Hey apakah Kita Akan membiarkannya?" Seorang Kakek dengan baju berwarna Merah seperti api bertanya kepada rekan-rekannya. "Kita lihat dulu apa yang akan dilakukannya" Kakek dengan baju Hitam menjawab pertanyaan kakek baju Merah.
__ADS_1
Fang An sedikit gemetar melihat spirit beast yang Ada didepannya. Spirit beast ini adalah Spirit beast legendaris yaitu Singa Kembar. Nama spirit beast ini memang tidak keren namun kekuatannya sangat besar. Jika ingin membuat kontrak tidak bisa Hanya dengan satu singa namun harus dengan keduanya. Singa ini memiliki serangan kombinasi yang sangat hebat sehingga sangat susah untuk dikalahkan.
Setelah meminta Fang An untuk beristirahat, kakek dengan baju Warna Hitam Mengeluarkan aura yang sangat mengintimidasi ke arah dua ekor singa yang Ada dihadapan mereka. Dua singa itu tidak dapat bergerak dan kehilangan minat bertarungnya Karena mereka tau yang Ada didepan mereka bukan orang sembarangan "Maafkan kelancangan kami, kami tidak mengetahui bahwa kau begitu kuat" Singa api berbicara dengan penuh Rasa hormat. "Aku Akan memaafkan kalian asalkan kalian membuat kontrak dengan anak itu" Kakek berbaju Hitam berbicara sambil menunjuk Fang An. Kedua singa itu tidak berpikir panjang langsung memberikan esensi darahnya kepada Fang An.
__ADS_1
Fang An yang tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi Hanya bisa menerima esesnsi Darah dari kedua singa tersebut. Ketika esensi darah itu diserap Fang An Merasakan sakit disekujur tubuhnya namun ia berusaha untuk menahannya. Setelah Beberapa saat akhirnya Rasa sakit tersebut hilang dan Juga semua Luka Fang An Juga menghilang. Namun yang lebih mengejutkan lagi adalah Dantian Fang An sudah tidak rusak lagi. "Ah masih berada pada tingkatan Petarung Senior Bintang 9" Kakek dengan baju Merah berbicara seperti itu setelah memegang bahu Fang An. "Apakah kau mau menjadi murid kami?" Kakek baju Hitam bertanya kepada Fang An. "Hey bodoh, bisakah kau jangan langsung mengatakan inti dari pembicaraan Kita?" Kakek berbaju Merah Tidak menyukai Cara dari kakek berbaju Hitam. "Aku tidak Suka lama" Kakek baju Hitam menjawab pertanyaan dari temannya. "Ah baiklah, Jadi apakah kau mau?" Kali ini kakek berbaju Merah yang bertanya kepada Fang An.
"Murid Memberi Hormat Kepada Guru" Fang An. "Baiklah karena kau sekarang sudah murid kami maka kami akan memberitahukan siapa kami sebenarnya" Ucap kakek berbaju kuning. "Aku adalah Dewa Petir" Ucap kakek berbaju kuning. "Aku Dewa Kegelapan" Ucap kakek yang berbaju Hitam dengan singkat. "Aku adalah Dewa Perang, Aku memiliki Elemen api, Aku Juga ahli dalam berpedang, namun Aku Juga ahli bertarung dengan tangan kosong" Ucap kakek berbaju Merah dengan penuh kebanggaan.
__ADS_1