Legenda Murid Tiga Dewa

Legenda Murid Tiga Dewa
Ch.50 Tubuh Darah


__ADS_3

Fang An beserta Yun Mei, Yun Xia dan Chen Tao saat ini sedang berjalan Menuju Ibukota Kekaisaran.


Menurut Penjelasan Yun Xia, Ayahnya memiliki hubungan baik dengan Salah satu keluarga Kelas 1. Sehingga Yun Xia berniat untuk meminta bantuan kepada mereka.


Setelah sampai di Ibukota Yun Xia langsung menuntun mereka semua pergi ke rumah Keluarga Mo.


Ketika mereka sampai ditempat Keluarga Mo, para penjaga pintu tidak membiarkan mereka masuk. "Orang Luar tidak boleh masuk" Pengawal itu berbicara dengan tegas.


"Bisakah Kau bilang kepada Paman Mo Qin aku sedang menunggunya?" Yun Xia berbicara lembut kepada penjaga itu.


Salah satu penjaga itu langsung masuk kedalam. Setelah Beberapa saat, akhirnya ia keluar. "Untuk Nona Yun Xia dan Yun Mei dipersilahkan masuk, namun sisanya tidak boleh" Ucap penjaga itu kepada mereka.


"Kali-" Chen Tao ingin protes kepada penjaga itu, namun ditahan oleh Yun Xia.


"Tidak Apa-apa, Aku percaya pada paman Mo Qin" Ucap Yun Xia sambil Tersenyum lalu membawa Yun Mei kedalam bersamanya.


"Apa yang Akan Kita lakukan?" Chen Tao bertanya kepada Fang An.


"Lakukan saja apa yang Kita mau, Saat Hari sudah Malam Kita kembali kesini" Ucap Fang An lalu langsung pergi.


Fang An pergi melihat-lihat banyak tempat di ibukota ini. Fang An pergi ke Perpustakaan Kota. Ia ingin mencari Beberapa Jurus untuk dilatihnya.


Ketika sampai diperpustakaan Kota, ia langsung masuk kedalam. Saat ia masuk, ia melihat seorang Kakek yang sudah berada pada Lapisan Akhir dari Jiwa yang Baru Lahir.

__ADS_1


"Siapa kau?" Kakek itu bertanya tanpa membalikan badannya.


"Saya bernama Fang An, Saya merupakan Kultivator Pengembara, Saya ingin mencari Beberapa Jurus dan Teknik bertarung untuk memperkaya Ilmu" Jelas Fang An kepada Kakek itu.


"Tunjukan Identitasmu" Kakek itu berdiri dan memberikan tekanan yang kuat kepada Fang An.


"Maafkan Saya, Identitas Saya hilang saat diperjalanan kesini" Fang An menjawab dengan tanpa adanya kesulitan.


Kakek itu terkejut melihat Fang An bisa menahan tekanan yang ia Berikan. "Kau dapat Naik ke Lantai 3 Kau hanya memiliki Waktu Setengah Hari" Ucap kakek itu mempersilahkan Fang An untuk membaca Buku dilantai tiga.


Ketika Fang An masuk ke Lantai 3, ia tidak melihat Ada siapapun disitu. "Sepertinya aku sendirian" Fang An bergumam pelan lalu mulai melihat-lihat buku yang Ada disitu.


Fang An dapat mempelajari Setiap jurus hanya dalam Waktu 5 Menit. Setelah satu jam berlalu Fang An akhirnya sudah mempelajari Banyak jurus dan Teknik bertarung tingkat 10. Seperti Tapak Penghancur Gunung, 7 Pedang Halilintar, dan masih banyak lagi.


"Sepertinya buku ini Cukup bagus, hingga mereka menyegelnya" Fang An melihat Ada pola Segel yang cukup kuat. Namun Fang An dengan mudah menghancurkan segel itu.


Ketika Segel itu dihancurkan, Keluar Seekor Serigala berwarna Ungu dan memiliki Tanduk di kepalanya. "Hei Anak Muda, Kau yang membangunkan ku?" Serigala Itu bertanya dengan nada mengintimidasi.


"Tidak usah banyak bicara, Jadilah tungganganku atau kau mati" Fang An menatap Serigala Itu dengan Tajam dan Mengeluarkan aura yang sangat kuat.


"Ya ya Aku bersedia menjadi tungganganmu" Serigala Itu terlihat ketakutan dengan apa yang dilakukan Fang An. Serigala Itu langsung berubah menjadi kecil seperti anak Serigala biasa.


"Tubuh Darah?" Fang An membaca apa yang tertulis pada sampul buku itu.

__ADS_1


Fang An membaca Buku itu dengan teliti, Setelah 30 menit berlalu akhirnya Fang An sudah selesai membaca Buku itu.


Buku itu berisi Cara untuk Mendapatkan Tubuh Darah. Tubuh ini berfungsi untuk menggantikan Jantung dari manusia, dan dapat mempercepat kultivasi. Tubuh Darah Juga dapat dikeluarkan dari tubuh dan dikendalikan sepertinya Boneka. Namun jika tubuh Darah terbunuh maka penggunanya Juga akan mati.


"Sepertinya ini menarik" Fang An menutup buku itu.


Namun ketika ditutup tiba-tiba buku itu berubah menjadi sebuah Batu yang Mengeluarkan cahaya berwarna Merah.


"Ini Batu Darah" Fang An terkejut melihat Batu yang Ada didepannya. "Aku Akan mencoba membuat Tubuh Darahku" Ucap Fang An lalu membuat Luka gores pada tangannya.


Darah yang mengalir ditangannya dituangkan ke atas Batu itu. Tiba-tiba Batu itu Mengeluarkan sinar yang lebih terang lagi. Semakin sinar itu terang, semakin tubuh Fang An kesakitan.


Fang An tetap berusaha sekuat tenaganya untuk mempertahankan kesadarannya. Fang An memegang Batu itu dan mengalirkan Qi Miliknya. Setelah 2 jam berlalu akhirnya Batu itu berhenti bersinar dan berubah menjadi Darah.


Darah itu membentuk seperti tubuh manusia. Tubuh itu sangat mirip dengan tubuh Fang An. Tiba-Tiba tubuh itu langsung masuk kedalam Badan Fang An. Ia merasakan sakit yang sangat hebat. Namun ia berusaha untuk tetap sadar. Karena jika ia sampai tidak sadarkan diri, maka pembuatan tubuh darah Akan gagal dan ia Akan mati.


Setelah Beberapa saat akhirnya Rasa sakit itu menghilang. Fang An Merasakan kekuatannya Meningkat, namun ia belum Naik ke Tingkatan Pembentukan Inti.


Fang An langsung turun dari Lantai 3 dan beranjak keluar.


"Nak, Aku harap kau Akan membawa kedamaian bagi Kekaisaran ini" Ucap Kakek yang menjadi penjaga Perpustakaan itu sambil tersenyum.


"Aku Akan berusaha mewujudkan itu" Jawab Fang An lalu Memberi hormat pada kakek itu.

__ADS_1


__ADS_2