Legenda Murid Tiga Dewa

Legenda Murid Tiga Dewa
Ch.66 Kekuatan Dewan Pengatur Kota


__ADS_3

Fang An mengeluarkan sayap berwarna hitam yang cukup besar. Sayap itu dikelilingi api berwarna hitam dan juga ada percikan-percikan petir kecil berwarna ungu. Semua yang ada disitu terkejut melihat Fang An tiba-tiba memiliki sayap pada punggungnya.


“Apakah aku terlalu berlebihan?” Fang An bertanya kepada orang-orang disekitarnya yang menatapnya tanpa berkedip.


“Tidak, tidak berlebihan, hanya saja kami belum pernah melihat manusia mengeluarkan sayap sepanjang 3 meter serta mengeluarkan api dan petir” Ucap Fei Jierui dengan nada yang dibuat-buat. Mereka semua sudah tidak asing dengan orang yang bisa terbang. Namun mereka belum pernah melihat orang yang memiliki sayap.


“Baiklah, aku akan pergi” Fang An langsung terbang dengan kecepatan tinggi.


“Diablo, apakah kau juga memiliki sayap? Aku dengar ras demon juga memiliki sayap” Fei Jierui masih penasaran mengenai sayap milik Fang An. Ia merasa jika ia juga memiliki sayap ia akan terlihat keren.


“Ya aku punya sayap, namun sayapku tidak sebesar dan segagah milik penguasa Fang” Diablo juga mengeluarkan sayap miliknya. Sayap Diablo juga cukup besar, namun tidak dapat dibandingkan dengan sayap milik Fang An.


---

__ADS_1


Hanya dalam beberapa menit Fang An sudah sampai di kota kebebasan. Fang An melihat ada banyak pasukan dari kekaisaran Langit Biru. Fang An memperkirakan jumlah pasukan mereka lebih dari 50.000 orang. Fang An juga melihat ke-4 dewan pengatur kota sedang berdiri diatas benteng. Fang An lalu mendarat disebelah mereka. “Apakah kalian tidak mampu melawan mereka?” Fang An bertanya kepada para dewan yang ada dihadapannya. “Apakah perlu aku yang turun tangan?” Sambung Fang An lagi. Ia mengatakan hal seperti itu untuk membuat para dewan menjadi panas dan menyerang musuh.


“Tidak penguasa, kami akan membereskannya secepat mungkin” Zwerg menjawab dengan sopan. Mereka berempat langsung melompat turun dari atas benteng.


Chiron menggunakan sebuah kapak yang cukup besar sebagai senjatanya. Ia berlari dengan sangat kencang ke arah pasukan musuh. Chiron mengayunkan kapaknya dengan sangat cepat dan kuat. Chiron mengangkat kapaknya dan menghantamkan kapak itu ketanah. Ketika kapak itu menyentuh tanah, tercipta sebuah retakan yang sangat besar. Retakan itu menelan banyak korban dari pihak musuh. Dari hasil pengamatan Fang An, Chiron adalah petarung yang berfokus pada kekuatan fisik.


“Jangan kau habiskan semuanya kuda jelek” Tiba-tiba Grazeel berteriak dan langsung menyerang pasukan musuh. Grazeel menggunakan dua belati sebagai senjatanya. Gerakan dari Grazeel sangat cepat, dalam satu detik ia mampu membunuh 5 musuh. Orang dengan kemampuan yang rendah tidak akan mampu melihat pergerakan dari Grazeel. Bahkan dimata Fang An Gerakan Grazeel masih terlihat cukup cepat. Grazeel juga terlihat seperti orang yang berbeda. Sifat Grazeel yang diketahui Fang An selama ini adalah ia hanyalah suka berdagang, ia selalu memikirkan soal uang dan juga ia terlihat malas jika membahas soal pertarungan. Namun apa yang dilihat Fang An sekarang sangatlah berbeda. Grazeel terlihat seperti seorang pembunuh yang haus darah.


“Jangan egois, berikanlah pak tua ini kesempatan bertarung” Zwerg berbicara dengan pelan, namun suaranya dapat didengar jelas oleh semua orang yang ada disitu. “Sihir Pedang : Seribu Pedang Menghukum Bumi” Zwerg berbicara dengan nada biasa saja, namun tersirat sedikit kebahagiaan. Lalu dilangit muncul banyak sekali pedang, bahkan jumlahnya lebih dari seribu pedang. Dengan cepat pedang-pedang itu melesat kea rah musuh dan langsung membantai banyak dari mereka. Zwerg terlihat sangat menikmati melihat orang-orang yang berteriak saat tertusuk pedang-pedangnya.


Pasukan musuh terlihat hanya tersisa sekitar 2000 orang saja. “Kalian sudah melakukan tugas kalian dengan baik. Saatnya gili-“ Fang An baru saja ingin mengeluarkan jurus, namun tiba-tiba ia merasa ada seseorang yang menahannya.


“Penguasa, kau sudah bersenang-senang dua minggu lalu. Sekarang biarkanlah aku bersenang-senang” Diablo tiba-tiba sudah berada dibelakang Fang An.

__ADS_1


“Kau terlalu lambat, aku akan menghabiskan mereka” Aelfric tiba-tiba melompat turun dari benteng.


“Hei telinga Panjang jika kau menghabiskan mereka, aku akan menghabiskanmu” Diablo ikut melompat turun dari benteng.


“Sihir Cahaya : Panah Cahaya” “Sihir Kegelapan : Panah Kegelapan” Aelfric dan Diablo mengeluarkan jurus mereka secara bersamaan. Seketika muncul banyak sekali anak panah berwarna hitam dan putih disekitar mereka. Dengan kecepatan sangat tinggi panah-panah itu melesat ke arah bukit yang dibuat oleh Rath.


Ketika panah-panah itu mengenai bukit yang dibuat oleh Rath, terjadi ledakan yang sangat besar. Ledakan itu semakin lama semakin meluas. Melihat itu Fang An langsung melompat turun dari atas benteng dan berdiri didepan mereka semua. “Sihir Kegelapan : Pertahanan Mutlak” Fang An mengeluarkan salah satu jurus yang dimilikinya. Seketika itu muncul asap berwarna hitam yang membentuk kubah disekitar kota perbatasan. Mereka semua tidak dapat melihat apa yang terjadi diluar. Fang An menahan jurusnya selama beberapa menit, lalu akhirnya menghentikan jurusnya.


Ketika Fang An menghentikan jurusnya, mereka semua melihat semua bagian yang tidak dilindungi oleh jurus Fang An berubah menjadi kubah yang cukup dalam. Fang An langsung menatap Aelfric dan Diablo dengan tajam “Apakah kalian ingin menghancurkan kota? Kalian ingin memusnahkan penduduk?” Fang An benar-benar marah kali ini. Ia merasa Aelfric dan Diablo terlalu berpikiran pendek.


“Kami tidak ingin menghancurkan kota, kami hanya menggunakan jurus yang biasa-biasa saja” Diablo berbicara seperti seorang anak yang dimarahi oleh ayahnya.


“Biasa saja kau bilang? Kalian buta? Gunakan mata kalian semua yang berada dalam jarak 700 meter berubah menjadi abu dan kalian ingin bilang itu biasa-biasa saja?” Fang An tidak habis pikir melihat tingkah dua orang yang ada dihadapannya.

__ADS_1


Meskipun Fang An marah kepada mereka, namun sebenarnya Fang An kagum kepada kekuatan mereka. Fang An menyadari jurus yang mereka gunakan memanglah jurus yang biasa-biasa saja, namun jurus mereka ketika digabungkan akan menghasilkan sesuatu yang tidak terpikirkan oleh akal sehat manusia. Kalaupun jurus mereka tidak digabungkan, jurus mereka sudah memiliki daya hancur yang besar.


Fang An juga memiliki alasan lain mengapa ia marah. Fang An sebenarnya ingin membangkitkan mayat-mayat itu, lalu menjadikan mereka budaknya. Namun sekarang semua mayat itu sudah tidak memiliki sisa sama sekali, bahkan ujung kukunya saja sudah menjadi abu.


__ADS_2