Legenda Murid Tiga Dewa

Legenda Murid Tiga Dewa
Ch.73 Sekte Pilar Naga


__ADS_3

Fang An bermalam dikediaman Feng Xinxin. Ia juga mengetahui nama pemuda yang tadi membertahunya informasi tentang wilayah kuno adalah Feng Ho. Ia adalah saudara Kembar dari Feng Xinxin. Feng Ho lebih tua beberapa menit dari Xinxin.


Fang An merasakan bahwa kakak beradik ini sangat menyenangkan. Fang An sejenak melupakan semua beban yang harus ia tanggung saat melihat candaan dari kakak beradik ini.


Fang An juga sangat kagum dengan mereka yang terlihat tetap ceria meskipun sebenarnya mereka memiliki masa lalu yang cukup tidak menyenangkan. Mereka berdua adalah anak raja dari Kerajaan Lembah dengan seorang budak. Saat ratu mengetahui bahwa ibu mereka hamil, ibu mereka langsung di usir dan harus tinggal di jalanan. Saat mereka berumur 5 tahun, ibu mereka meninggal tanpa sebab yang jelas.


---


Keesokan harinya, Fang An bersama Feng Ho pergi mengikuti seleksi untuk masuk ke salah satu sekte besar aliran putih di wilayah kuno ini, yaitu sekte pilar naga.


Saat berada di tempat seleksi, Fang An melihat banyak sekali orang yang mendaftar untuk masuk sekte ini.


"Apakah sekte ini semenarik itu?" Fang An bertanya kepada Feng Ho.


"Sekte ini merupakan sekte terkuat aliran putih, sehingga banyak orang berlomba-lomba ingin memasuki sekte ini" Feng Ho menjawab dengan bersemangat.


Fang An dan Feng Ho langsung menuju meja pendaftaran dan mendaftarkan diri mereka. Fang An diberitahu bahwa seleksinya sangat mudah, hanya perlu mengukur kekuatan di batu yang ada di tengah-tengah arena yang berada didekat situ. Siapapun yang sudah berada di tingkatan pembangunan fondasi akan langsung diterima masuk sekte ini, namun hanya sebagai murid percobaan.


Setelah beberapa saat pendaftaran akhirnya ditutup dan satu persatu peserta dipanggil naik ke arena. Banyak yang lolos hanya menjadi murid percobaan. Namun ada satu orang yang membuat semua orang terkejut.


"Dia sudah berada pada lapisan akhir pembangunan fondasi?"


"Bukankah dia pangeran ke-5 dari Kerajaan Lembah?"


"Dia sangat tampan"


Banyak orang disekitar situ berkomentar tentang pemuda yang baru saja mengukur kekuatannya. Pemuda itu terlihat berjalan dengan penuh kebanggaan.


"Feng Ho, silahkan naik ke atas arena" Pihak penyelenggara memanggil nama Feng Ho.


Ketika Feng Ho mengukur kekuatannya banyak orang yang cukup terkejut.


"Dia juga berada pada lapisan akhir pembangunan fondasi?"


"Dia cukup tampan, namun sepertinya dia pria miskin"


"Andaikan dia kaya aku yakin dia akan lebih kuat dari saat ini"


Banyak orang yang melihat itu memberikan komentar kepada Feng Ho.


"Fang An, silahkan naik ke atas arena" Sekarang giliran Fang An untuk mengukur kekuatannya.


Pada saat mereka Fang An meletakan tangannya di baru pengukur itu, semua orang menjadi sangat terkejut.

__ADS_1


"Siapa dia? Bagaimana mungkin dia sudah berada pada lapisan akhir jiwa yang baru lahir?"


"Dia sangat tampan"


"Aku belum pernah melihatnya sebelumnya"


Suasana ditempat itu langsung menjadi sangat ribut. Mereka belum pernah melihat orang yang sangat berbakat seperti ini. Fang An masih terlihat seperti pemuda berusia 18 tahun, namun ia sudah mencapai lapisan akhir jiwa yang baru lahir.


"Aku tidak menyangka kau sekuat ini" Feng Ho menepuk bahu Fang An pelan.


"Kau akan terkejut jika mengetahui kekuatanku yang sebenarnya" Ucap Fang An sambil tersenyum. Perkataan itu sukses membuat mulut Feng Ho terbuka lebar.


---


Setelah proses seleksi selesai, semua peserta yang lolos dikumpulkan dan berbaris sesuai tingkatan mereka.


Hampir semua peserta yang lolos berada pada tingkatan pembangunan fondasi. Hanya 10 orang yang berada pada tingkatan pembentukan inti. Dan hanya Fang An sendiri yang berada pada tingkatan jiwa yang baru lahir.


Mereka dipersilahkan untuk pulang dan berkumpul lagi ditempat itu esok hari untuk berangkat ke sekte pilar naga.


Fang An dan Feng Ho langsung pulang dan menemui Feng Xinxin.


"Kalian sudah pulang? Makanlah dulu, aku sudah memasak sup ayam hutan untuk kalian" Feng Xinxin langsung menyuruh mereka berdua duduk dan memakan makanan yang sudah ia masak.


"Tenang saja, aku sudah besar kau tidak perlu melakukanku seperti anak kecil" Xinxin menjawab dengan nada malas.


"Aku akan meninggalkan salah satu binatangku" Ucap Fang An dan seketika itu juga muncul seekor serigala yang cukup besar dan terlihat menyeramkan.


Feng Ho dan Xinxin terkejut bukan main saat melihat serigala yang tiba-tiba muncul entah darimana.


"Heilang, kau menakuti mereka" Fang An memberi tanda untuk Heilang berubah menjadi kecil.


"Maafkan aku" Heilang meminta maaf dengan suaranya yang lucu. Sebenarnya suara Heilang sangat menakutkan. Namun jika dalam bentuk kecilnya suara Heilang akan menjadi sangat lucu.


"Bolehkah aku memegangnya?" Xinxin terlihat gemas dengan Heilang yang sudah berubah menjadi kecil.


"Tentu saja, Heilang akan menjagamu saat aku dan Feng Ho pergi. Pastikan untuk membawanya kemanapun kau pergi" Ucap Fang An sambil tersenyum.


"Benarkah? Terima kasih" Feng Xinxin terlihat sangat senang saat mendengar apa yang dikatakan Fang An.


---


Keesokan harinya, Fang An dan Feng Ho sudah berada di tempat mereka berkumpul kemarin. Sudah banyak orang berada disini mereka semua terlihat sangat gembira.

__ADS_1


"Aku rasa kalian semua sudah berkumpul disini. Baiklah kita akan pergi ke sekte kita. Mendekatlah kepadaku aku akan membawa kalian ke sekte kita" Ucap seorang pria yang sudah cukup berumur yang berada dihadapan mereka.


Semua yang ada disitu langsung berjalan mendekati orang tua itu. Setelah semua telah berada dalam jangkauan orang tua itu, tiba-tiba muncul cahaya disekitar mereka dan mereka langsung berada disebuah tempat yang sangat berbeda.


Tempat ini sangat indah mereka serasa berada diatas awan. Walaupun sebenarnya mereka memang berada di atas awan. Dihadapan mereka ada sebuah gerbang yang sudah terbuka. Didalam gerbang itu, mereka dapat melihat banyak rumah-rumah dan gedung-gedung yang cukup besar.


"Silahkan masuk" Orang tua yang tadi mempersilahkan mereka semua untuk masuk.


Mereka semua diminta untuk berbaris sesuai tingkatan mereka lagi. Lalu muncul dua orang tua lagi dihadapan mereka.


"Bagi yang berada di tingkatan pembangunan fondasi ikuti aku" Salah satu orang tua yang baru datang berjalan meninggalkan tempat mereka berkumpul diikuti dengan orang-orang yang berada pada tingkatan pembangunan fondasi.


"Bagi yang berada pada tingkatan pembentukan inti ikuti aku" Orang tua yang mengantarkan mereka kesini berjalan pergi diikuti dengan kesepuluh orang yang berada pada tingkatan pembentukan inti termasuk Feng Ho.


Saat ini tersisa Fang An dengan satu orang tua dihadapannya. Fang An tidak dapat membaca tingkatan orang tua ini.


"Aku mendengar bahwa kau berada pada tingkatan jiwa yang baru lahir. Namun sepertinya kau bisa menipu batu pengukur" Orang tua itu mengetahui Fang An tidak menunjukan tingkatannya yang sebenarnya.


"Aku hanya tidak ingin menimbulkan keributan" Fang An menjawab dengan sopan.


"Namamu Fang An bukan? Kau sangat mirip dengan dia" Ucap orang tua itu sambil tersenyum.


"Dia? dia siapa?" Fang An tidak mengerti apa yang dikatakan orang tua itu.


"Kau sangat mirip dengan Tuan Fang Weiheng" Orang tua itu menepuk pundak Fang An pelan. "Bahkan aku merasakan kehadiran kedua temannya pada tubuhmu" Sambung orang tua itu lagi.


"Kau mengenal guru?" Fang An terkejut mendengar orang tua yang ada dihadapannya mengenal Dewa Kegelapan.


"Aku adalah anak yang diselamatkan oleh Tuan Weiheng. Saat itu wilayah kuno sedang kacau, peperangan sekte aliran putih dan hitam terjadi. Desa tempat aku tinggal diserang oleh sekelompok orang dari dari aliran hitam."


"Tuan Fang Weiheng tiba-tiba muncul dan membunuh semua orang dari aliran hitam itu bersama kedua temannya, Tuan Weiheng membawaku pergi dari desa itu. Sejak saat itu aku selalu mengikuti Tuan Weiheng, aku selalu melihat pertarungan demi pertarungan yang dia lakukan. Dia selalu membela kebenaran layaknya kultivator aliran putih. Namun caranya bertarung layaknya kultivator aliran hitam yang penuh dengan kesadisan."


"Aku selalu memintanya untuk menjadikanku sebagai muridnya. Namun ia selalu saja menolak, menurutnya aku tidak perlu menjadi muridnya, karena menurutnya aku tidak cocok untuk menjadi muridnya. Aku tidak menyangka bertemu denganmu disini."


Orang tua itu berbicara dengan mata yang berkaca-kaca. Namun ia juga terlihat sangat senang bisa melihat Fang An.


"Sepertinya kau lebih mengenal guru dibandingkan aku" Ucap Fang An sambil tersenyum.


Fang An lalu berbincang-bincang dengan orang tua itu. Setelah berbincang-bincang Fang An menjadi lebih mengetahui bagaimana keadaan sekte pilar naga ini. Fang An juga baru mengetahui bahwa orang yang ada dihadapannya merupakan Master Sekte Pilar Naga ini.


Fang An diberikan tempat tinggal yang sangat bagus. Bahkan tempat tinggal Fang An berada dalam wilayah tempat tinggal para tetua.


"Besok kau bebas memilih untuk mengikuti kelas mana yang ingin kau ikuti" Master sekte berbicara sambil tersenyum, lalu ia pergi meninggalkan Fang An.

__ADS_1


__ADS_2